carisinyal-web-banner-retina 35

Review realme C85 Pro: Layar AMOLED, Tahan Banting, dan Tahan Air

Ditulis oleh Hilman Mulya Nugraha

Saya cukup antusias ketika akhirnya bisa mencoba realme C85 Pro. Ponsel yang tengah ramai dibicarakan karena klaim ketahanannya ini akhirnya mendarat di meja pengujian Carisinyal, dan jujur saja, rasa penasaran saya cukup besar sejak pertama kali melihat spesifikasinya di atas kertas.

Antusiasme saya bukan hanya karena perangkat ini disebut tangguh, tetapi juga karena saya sendiri adalah pengguna ponsel realme dalam penggunaan sehari-hari. Jadi, ketika mulai mengoperasikan realme C85 Pro, saya tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi dengan navigasi maupun antarmukanya yang sudah familiar.

realme C85 Pro sendiri resmi dirilis pada 26 November 2025, bersamaan dengan versi non-Pro-nya, realme C85. Untuk pasar Indonesia, perangkat ini hadir dalam dua pilihan konfigurasi memori, yaitu 8/128 GB dengan harga Rp2.999.000, dan 8/256 GB yang dibanderol Rp3.299.000.

Unit yang tiba di meja pengujian Carisinyal adalah varian tertinggi, yaitu 8 GB RAM dan penyimpanan 256 GB, sehingga saya bisa merasakan pengalaman penuh dari fitur dan performa yang ditawarkan perangkat ini.

Yang membuat pengalaman ini lebih menarik adalah kesempatan untuk benar-benar menguji seberapa kuat perangkat ini dalam penggunaan nyata, bukan hanya membaca klaim pemasaran dari brosur. Mulai dari uji ketahanan air, performa harian, hingga pengalaman kamera, semua saya coba sendiri.

Penasaran seperti apa hasilnya? Dan untuk siapa sebenarnya ponsel ini? Langsung saja simak review realme C85 Pro berikut ini.

Spesifikasi realme C85 Pro

realme C85 Pro
Layar AMOLED 6.8 inci
Chipset Qualcomm Snapdragon 685
RAM 8 GB
Memori Internal 128 GB, 256 GB
Baterai Li-Ion 7000 mAh
Cek Harga Saat Ini Shopee Tiktok

Isi Paket Penjualan

realme C85 Pro

realme C85 Pro datang dengan kemasan berwarna kuning khas realme yang terasa sederhana namun rapi. Isi paket penjualannya menurut saya sudah cukup lengkap sehingga pengguna tidak perlu langsung membeli aksesori tambahan. Di dalam kotaknya terdapat:

  • Unit realme C85 Pro
  • Kepala charger 45W SuperVOOC
  • Kabel USB Type-C
  • Softcase transparan
  • SIM ejector
  • Buku panduan dan kartu garansi

Saya cukup senang realme masih menyertakan kepala charger dalam paket penjualan, karena mengingat baterainya besar 7000 mAh, charger bawaan sangat membantu agar proses pengisian daya bisa tetap cepat. Softcase bawaan juga terasa cukup membantu untuk melindungi bodi ponsel dari goresan kecil sebelum membeli casing tambahan.

Desain

Saat membuka boks realme C85 Pro varian Parrot Purple untuk pertama kalinya, kesan mewah langsung terasa. Warna ungunya punya efek gradasi yang menarik ketika terkena cahaya dan tampak seperti perangkat kelas atas.

Gradasi warna ini juga tampak sedikit berubah ketika berada di latar atau kondisi cahaya yang berbeda. Kadang terlihat jadi ungu atau malah terlihat warna biru. Sesekali malah terlihat seperti pink. Gradasi warna ini jelas memberi kesan premium di ponsel ini.

realme c85 pro
realme c85 pro

Bagian belakang memiliki lengkungan halus di sisi kiri dan kanan sehingga transisi ke frame terlihat mulus. Modul kameranya juga tampak rapi, tampil cantik tanpa dekorasi berlebihan.

Feel genggamannya menurut saya pribadi sangat memuaskan. Ketika dipegang, bodinya terasa solid dan benar-benar kokoh, tidak terasa kosong seperti sebagian ponsel kelas menengah yang saya coba sebelumnya.

realme memakai sasis berbahan paduan aluminium yang dilapisi panel belakang polikarbonat berkualitas tinggi. Gabungan ini menciptakan sensasi premium karena dingin di bagian frame dan tetap nyaman saat digenggam lama.

realme c85 pro

Walaupun membawa baterai besar 7.000 mAh, ketebalan ponsel ini hanya sekitar 8,1 mm. Saya cukup terkejut karena bentuknya tidak seperti balok tebal. Bobotnya di kisaran 205 gram.

Ketika dipakai satu tangan dalam waktu lama memang terasa sedikit berat, tetapi tidak sampai membuat pergelangan tangan cepat pegal. Beratnya terasa menyebar rata ke bagian tengah, jadi ponsel tidak terasa berat di bagian atas seperti beberapa HP lain yang punya modul kamera besar.

Rangka datarnya memberikan kesan modern, tetapi sudutnya dibentuk membulat agar tidak menusuk telapak tangan. Lengkungan halus pada sisi belakang membantu ponsel tetap pas dalam genggaman meski dimensinya besar.

Di bagian sisi bawah, banyak port yang terdiri dari port USB Type-C, speaker, dan slot microSD. Sementara tombol volume dan tombol power, seperti biasa ada di samping kanan.

realme c85 pro

Tidak ada tombol lain. Tampaknya ini disengaja biar tidak ada banyak lubang yang membuat rentan ponsel. Terlebih sertifikasi tahan air yang dimiliki ponsel ini cukup bayak.

realme c85 pro (

Bagian kamera belakang dipoles minimalis tanpa tonjolan desain yang mencolok. realme menambahkan fitur Pulse Light di bagian ini yang berfungsi sebagai indikator pengisian daya, notifikasi, dan efek cahaya saat bermain game. Fitur ini terasa seperti sentuhan tambahan yang membuat ponsel terasa lebih hidup, bukan sekadar hiasan.

Pulse Light realme C85 Pro

realme C85 Pro hadir dalam dua pilihan warna, yaitu Parrot Purple dan Peacock Green. Keduanya membawa identitas visual yang berbeda sehingga pengguna bisa memilih sesuai karakter masing-masing.

Berdasarkan pengalaman pakai terhadap varian Parrot Purple, varian ini jelas sangat menarik. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, efek pantulan cahayanya bisa berubah-ubah tergantung sudut pandang. Karakternya terasa berani dan segar, jauh dari kesan polos dan membosankan yang sering kita temui di ponsel kelas menengah lainnya.

Desain realme C85 Pro bisa dibilang memberikan rasa premium yang identik dengan ponsel di harga Rp5 jutaan ke atas. Selain tampil menarik, desainnya benar-benar terasa dipikirkan matang agar tetap nyaman dipakai sehari-hari.

Lebih menarik lagi, di balik tampilan yang stylish ini, realme menyimpan kemampuan durabilitas yang sangat ekstrem. Soal durabilitas ini, mari bahas di pembahasan berikutnya. 

Durabilitas dan Tes Ketahanan

realme C85 Pro

Di balik desainnya yang premium, konstruksi internalnya dibangun sangat serius dengan mengusung sertifikasi IP69 Pro.

Label ini menggabungkan standar IP66, IP68, IP69, dan IP69K. Sebenarnya, pencantuman IP66 terasa sedikit berlebihan karena jika perangkat sudah lolos uji semburan air panas bertekanan tinggi (IP69K), otomatis standar di bawahnya sudah terpenuhi. Kemungkinan besar ini tetap disertakan agar spesifikasi ketahanannya terlihat lebih komprehensif di mata konsumen.

Berkat IP68, realme C85 Pro mampu bertahan di kedalaman air 6 meter selama 30 menit. Sementara standar IP69 dan IP69K memastikan ketahanan terhadap semburan air bertekanan tinggi, bahkan yang bersuhu ekstrem hingga 100 derajat Celsius.

Ini memberikan jaminan bahwa struktur bodi dan perekat internalnya tidak akan mudah memuai atau rusak saat menghadapi perubahan suhu mendadak, seperti ponsel panas yang tiba-tiba terguyur hujan.

realme c85 pro (

Menariknya, realme juga mengklaim perlindungan terhadap 36 jenis cairan lain, termasuk kopi, minyak, hingga bensin, yang biasanya bersifat korosif. Ketangguhan ini disempurnakan dengan sertifikasi militer MIL-STD-810H dan struktur internal ArmorShell yang melindungi motherboard dari guncangan saat terjatuh.

REALME C85 PRO

Saya mencoba beberapa pengujian sederhana yang relevan untuk pemakaian harian. Saya mengguyur ponsel dengan air keran dan menenggelamkannya ke dalam wadah berisi air yang tercampur remah makanan. Saya juga tes untuk dibawa saat hujan. Air hujan intensitas sedang cukup menguyur ponsel tentunya.

Berbagai percobaan tersebut berakhir memuaskan. Setelah diuji, ternyata ponselnya masih berjalan baik.

realme c85 pro (4

Setelah dikeringkan, hasilnya memuaskan: layar tetap responsif dan speaker berfungsi normal tanpa gejala error. Pengalaman ini meyakinkan saya bahwa klaim tahan cairannya bukan sekadar gimmick. Namun, ada baiknya setelah kena hujan, gunakan fitur Spekaer Cleaner yang ada di realme Lab bagian pengaturan.

Fitur ini bakal bekerja dengan cara mengeluarkan suara dengan frekuensi tertentu agar air yang masuk bisa keluar.

realme c85 pro

realme C85 Pro sebenarnya sudah dites banyak reviewer, terutama tes ekstrem seperti seperti merebus ponsel atau melempar ponsel. Saya pribadi memilih untuk tidak melakukannya karena di luar skenario wajar.

Namun, dengan segala proteksi ini, realme C85 Pro jelas dirancang untuk pengguna lapangan atau mereka yang menginginkan rasa aman ekstra.

Layar

realme c85 pro

Penggunaan layar AMOLED di realme C85 Pro menurut saya adalah alasan utama mengapa perangkat ini layak menyandang nama “Pro”. Hal ini cukup penting karena realme juga merilis versi reguler bernama realme C85 yang secara spesifikasi cukup mirip, tetapi layarnya masih menggunakan panel IPS LCD.

Perbedaan jenis panel ini terasa sangat signifikan saat dipakai langsung, dan menurut saya membuat pengalaman visual di realme C85 Pro berada di level yang jauh lebih premium.

Panel AMOLED berukuran 6,8 inci yang dipakai di realme C85 Pro menghasilkan tampilan yang kaya warna, kontras tinggi, dan terlihat mewah sejak pertama kali layar menyala. Resolusi FHD+ dan refresh rate 120 Hz membuat transisi layar terasa mulus saat scrolling atau berpindah aplikasi.

Setiap elemen visual tampak tajam dan bersih, dan performa layar ini jauh di atas ekspektasi saya untuk kelas harganya.

Soal tingkat kecerahan, saya sengaja tidak terpaku pada angka 4000 nits yang menjadi klaim puncak, karena angka itu biasanya hanya muncul pada skenario tertentu seperti konten HDR di area kecil layar. Yang lebih penting adalah performanya dalam penggunaan nyata. 

realme C85 Pro

Pada mode High Brightness Mode (HBM), layar realme C85 Pro bisa mencapai sekitar 1200 nits, dan angka inilah yang terasa relevan saat dipakai sehari-hari. Saya mencoba menggunakan ponsel ini di bawah matahari terik pada siang hari, dan tampilan layar tetap sangat jelas. 

Navigasi teks dan aplikasi tetap mudah dibaca tanpa perlu memiringkan layar atau menutupinya dengan tangan. Mata saya tidak perlu bekerja keras hanya untuk melihat peta atau membaca chat.

AI Outdoor Mode juga memberi pengaruh besar terhadap kenyamanan penggunaan. Ketika diaktifkan, layar otomatis meningkatkan kecerahan saat berada di bawah cahaya matahari kuat. Memang konsumsi baterainya menjadi lebih boros, tetapi bagi saya manfaatnya jauh lebih terasa, terutama ketika sedang berada di luar ruangan untuk waktu lama.

realme c85 pro

Secara bawaan, layar berada di mode Vivid yang memberikan warna sangat kaya dan penuh karakter. Ada juga pilihan mode Natural untuk tampilan yang lebih lembut, serta Cinematic dan Brilliant bagi pengguna yang ingin karakter warna berbeda.

Setelah mencoba semuanya, menurut saya mode Vivid paling cocok untuk menonton film atau video karena visualnya terlihat sangat hidup.

Menonton YouTube atau Netflix di realme C85 Pro terasa sangat memuaskan. Detail tampil jelas, warnanya kaya, dan kontras hitamnya sangat kuat karena piksel pada area gelap benar-benar mati. Rasanya betah saja berlama-lama menonton konten pada layar ini.

Ada satu fitur praktis yang menurut saya sangat berguna, yaitu Wet-Hand Touch. Fitur ini memungkinkan layar tetap responsif meskipun ada air di permukaannya atau ketika jari dalam keadaan basah.

Saya sudah mencoba mengetik dan melakukan navigasi saat layar basah, dan hasilnya tetap akurat tanpa gejala ghost touch. Fitur ini terasa sangat relevan, terutama mengingat kemampuan ketahanan air dari perangkat ini.

realme c85 pro

Karena memakai AMOLED, realme C85 Pro sudah mendukung fitur Always On Display (AOD). Sayangnya, fitur ini tidak dapat diatur untuk menyala terus-menerus sepanjang waktu.

Tampilan jam dan notifikasi hanya akan muncul selama beberapa detik saja ketika layar disentuh atau ponsel diangkat, sehingga fungsinya lebih terbatas untuk pengecekan informasi sekilas saja dan belum seoptimal fitur AOD pada perangkat kelas atas.

Berikut beberapa contoh tampilan visual realme C85 Pro. 

realme c85 pro
realme c85 pro
realme c85 pro

Performa

antutu v11 realme C85 Pro

Bagian performa mungkin bukan sektor yang paling kuat dari realme C85 Pro. Unit yang saya uji adalah varian 8 GB RAM dan 256 GB penyimpanan, ditenagai oleh chipset Qualcomm Snapdragon 685.

Chipset ini dikenal lebih menonjol dalam efisiensi daya dibanding performa mentah, sehingga ekspektasi kecepatan prosesnya memang perlu disesuaikan. Dalam penggunaan harian, ponsel ini tetap terasa responsif. Navigasi menu, buka-tutup aplikasi, dan multitasking ringan masih terasa gesit. 

Namun ketika masuk ke pengujian benchmark sintetis, hasilnya menunjukkan bahwa performa realme C85 Pro berada di bawah Redmi 15. 

Mengapa saya bandingkan dengan Redmi 15? Pertama karena spesifikasi khusus jeroannya mirip dan kedua saya sudah mengujinya langsung.

Perbedaan ini semakin masuk akal setelah saya mengetahui bahwa realme C85 Pro menggunakan penyimpanan eMMC 5.1, sedangkan Redmi 15 memakai UFS 2.2 yang kecepatannya jauh lebih tinggi terutama dalam proses membaca dan menulis data. 

Ini juga dibuktikan dengan hasil tes A1 SD Bench yang menunjukkan kecepatan baca storage realme C85 Pro hanya 262 MB/s dan kecepatan tulisnya 163 MB/s.

benchmark ssd realme C85 Pro

Bandingkan dengan Redmi 15 yang kecepatan bacanya 560 MB/s dan kecepatan tulisnya 310 MB/s. Untuk skor benchmark lainnya, bisa disimak datanya berikut ini. 

realme c85 pro

Berikut skor benchmark yang saya dapatkan selama pengujian:

  • AnTuTu v10: 320.528
  • AnTuTu v11: 463.198
  • Geekbench 6: 465 single-core dan 1452 multi-core
  • PCMark Work 3.0: 9030
PC Mark realme C85 Pro

Sebagai gambaran, Redmi 15 yang saya uji mampu mencatat sekitar 372.654 poin di AnTuTu v10 dan 504.860 poin di AnTuTu v11, yang jauh lebih tinggi. 

Antutu v10 realme C85 Pro

Perbedaan performa ini membuat saya sedikit kecewa, karena sebenarnya chipset Snapdragon 685 sendiri sudah mendukung UFS. Artinya, realme sebenarnya bisa saja menawarkan performa yang lebih baik jika memilih penyimpanan UFS dibanding eMMC.

Di penggunaan nyata, perbedaan antara eMMC dan UFS paling terasa saat membuka aplikasi, proses loading, atau berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya. Karena perangkat ini masih baru, keterlambatannya tidak terlalu terasa dan pengalaman sehari-hari masih relatif lancar. 

Namun tetap saja, keputusan memakai eMMC di ponsel ini menurut saya menjadi hal yang perlu diperhatikan, mengingat chipset Snapdragon 685 sebenarnya sudah mendukung UFS yang lebih cepat.

Terlepas dari itu, realme C85 Pro tetap menawarkan stabilitas performa yang baik berkat sistem pendinginan Vapor Chamber yang luas, lebih dari 5300 mm². 

Pendinginan ini membantu menjaga suhu tetap stabil saat penggunaan berat seperti pengisian daya cepat 45W atau menjalankan layar di kecerahan tinggi. Untuk penggunaan harian seperti media sosial, browsing, dan streaming, performanya aman dan tidak ada hambatan berarti.

Test Gaming

Performa realme C85 Pro

Lantas bagaimana dengan performa gaming-nya? Sebelum masuk ke pengujian game, perlu diketahui bahwa Snapdragon 685 menggunakan GPU Adreno 610 dengan clock sekitar 950 MHz. GPU ini lebih menonjol pada efisiensi dan stabilitas ketimbang performa maksimum.

GPU Geekbench OpenCL

Untuk hasil benchmark grafis, saya mendapatkan skor Geekbench OpenCL sebesar 356 poin dan 3DMark Wild Life 648 poin. 

3D Mark Wild Life realme C85 Pro

realme C85 Pro dapat menjalankan 3DMark Wild Life tanpa masalah. Sementara ketika saya mencoba menginstal pengujian yang sama di Redmi 15, aplikasinya beberapa kali gagal terpasang dan setelah berhasil terinstal pun pengujiannya tidak bisa dijalankan. Jadi saya tidak memiliki data pembanding Wild Life untuk Redmi 15.

Sekarang mari masuk ke tes gaming.

  • Mobile Legends: Bang Bang

Pengalaman saya bermain Mobile Legends sangat memuaskan. Game ini dapat berjalan mulus pada pengaturan grafis High dengan frame rate High (60 FPS). Saat terjadi war besar dengan banyak efek visual, permainan tetap stabil tanpa penurunan frame yang mengganggu. Rasanya nyaman untuk push rank dan aman digunakan dalam pertandingan kompetitif.

  • PUBG Mobile

PUBG Mobile dapat dimainkan dengan nyaman pada pengaturan Super Smooth dengan opsi Extreme (60 FPS). Sejauh pengalaman saya, gameplay terasa stabil dan respons kontrol nyaman tanpa adanya lag signifikan. Untuk sesi bermain panjang pun tidak terasa penurunan performa berkat pendinginan yang cukup efektif.

  • Genshin Impact

Genshin Impact adalah game yang sangat menuntut performa GPU. Pengalaman saya di realme C85 Pro terasa cukup mirip dengan Redmi 15. Game ini tetap bisa dimainkan, tetapi terasa berat di beberapa kondisi terutama ketika efek pertempuran muncul bersamaan. Frame rate cenderung turun dan kadang terasa tersendat, meski secara keseluruhan masih masuk kategori playable jika dimainkan santai. 

Untuk pemain harian yang hanya ingin menikmati eksplorasi atau quest ringan, pengalaman ini masih dapat diterima. Namun untuk pemain yang menuntut kelancaran total di area ramai, sebaiknya menurunkan ekspektasi.

Fitur yang saya cukup apresiasi adalah Bypass Charging. Ketika bermain sambil mengisi daya, pasokan listrik langsung masuk ke sistem tanpa melewati baterai. Dengan begitu suhu perangkat tetap terjaga dan baterai lebih awet. Lampu Pulse Light di bagian belakang juga bisa diatur agar menyala saat bermain untuk memberikan kesan visual tambahan.

Secara umum, realme C85 Pro cocok untuk gamer kasual. Judul populer dapat berjalan stabil dan suhu perangkat tetap aman.

Namun bagi pengguna yang mengejar performa gaming maksimal, terutama di game berat seperti Genshin Impact, perangkat ini jelas bukan pilihan yang ditujukan untuk kebutuhan tersebut. Terlihat bahwa realme lebih memprioritaskan layar premium dan durabilitas ekstrem daripada performa gaming mentah.

Setelah membahas performa, berikutnya kita masuk ke sektor kamera untuk melihat bagaimana kemampuan fotografinya di penggunaan nyata.

Kamera Belakang

realme c85 pro (

Masuk ke sektor fotografi, realme C85 Pro dibekali kamera utama 50 MP dengan sensor Sony dan bukaan f/1.8 yang mampu menangkap cahaya lebih banyak. Dalam pemakaian nyata, saya cukup menikmati hasil fotonya.

Saat memotret di siang hari, hasil gambarnya terlihat sangat jernih dan detail. Warna yang dihasilkan terasa hidup dan enak dilihat, tetapi masih berada di batas natural. Untuk kebutuhan sosial media, foto-fotonya menurut saya sudah sangat siap diunggah tanpa perlu banyak edit.

Untuk pemotretan malam hari dengan cahaya yang masih cukup, hasil foto tetap terlihat baik. Detail objek masih terbaca dan noise tidak terlalu mengganggu. Namun ketika cahaya semakin minim, kamera mulai kesulitan dan tampilannya menurun.

Hal seperti ini sangat wajar untuk kelas menengah ke bawah. Dari pengalaman saya membandingkan dengan Redmi 15, realme C85 Pro menghasilkan foto yang terasa sedikit lebih tajam dan lebih bersih, terutama pada area detail halus.

Salah satu bagian yang paling saya apresiasi adalah mode Portrait. Efek blur atau bokeh yang dihasilkan terlihat rapi dan tidak terlalu kasar. Pemisahan antara objek dan latar belakang terasa halus, membuat foto wajah atau objek manusia tampak lebih profesional tanpa perlu banyak pengaturan tambahan.

Pilihan menu kamera belakang juga tergolong lengkap. Tersedia mode Night, Street, Video, Photo, Portrait, serta mode Pro untuk pengaturan manual seperti ISO, shutter speed, dan fokus.

Ada juga mode Hi-Res yang memanfaatkan sensor 50 MP penuh, jadi jika ingin foto resolusi maksimal pengguna harus mengaktifkan menu ini secara manual. Mode tambahan lain mencakup Pano, Slow-Mo, Time-Lapse, Dual View Video, Text Scanner, dan Tilt Shift. Pilihan mode kamera ini lebih banyak dibanding Redmi 15 dan menurut saya menjadi salah satu nilai lebih realme C85 Pro.

Dual Cam realme C85 Pro

Untuk perekaman video, fitur Dual View Video cukup menarik karena memungkinkan kamera depan dan belakang merekam bersamaan. Fitur ini cocok untuk vlog dua arah atau konten reaction langsung. Ada juga Underwater Mode, yang secara konsep memungkinkan pengambilan foto dan video di kolam renang.

Ketika mode ini diaktifkan, kontrol kamera berpindah ke tombol fisik. Untuk beralih dari foto ke video cukup tekan tombol power sekitar tiga detik, dan setelah selesai perangkat akan menjalankan proses water rejection untuk membantu mengeluarkan sisa air dari layar. Fitur ini terdengar menarik, tetapi tidak saya coba karena pengujiannya cukup ekstrem.

Berdasarkan pengalaman saya, realme C85 Pro menawarkan fotografi yang menarik dalam penggunaan harian. Bukan yang terbaik untuk kelas harganya, tetapi kualitas fotonya sudah lebih dari cukup dengan dukungan fitur yang lengkap, terutama mode Portrait yang saya rasa paling menonjol dalam hal hasil blur yang rapi dan natural.

Berikut beberapa hasil tangkapan kamera belakang realme C85 Pro.

kamera belakang realme C85 Pro
kamera belakang realme C85 Pro
kamera belakang realme C85 Pro
hasil tangkapan kamera belakang realme C85 Pro
kamera belakang realme C85 Pro
kamera depan realme C85 Pro
kamera belakang realme C85 Pro
kamera belakang realme C85 Pro

Kamera Depan

hasil kamera selfie realme C85 Pro

Pindah ke kamera depan, saya cukup terkejut dengan hasil yang diberikan realme C85 Pro. Kamera selfie beresolusi 8 MP dengan bukaan f/2.0 ini mungkin terdengar biasa saja untuk ukuran tahun 2025, apalagi ketika dibandingkan dengan kamera belakangnya yang 50 MP. Namun setelah mencobanya secara langsung, hasil fotonya ternyata lebih baik dari ekspektasi awal saya.

Untuk pengambilan selfie di siang hari, hasilnya terlihat tajam dan detail wajah masih terjaga dengan baik. Mode Portrait juga memberikan efek blur yang cukup rapi tanpa garis pemisah yang kasar, sehingga foto tampak lebih profesional.

Saya juga mencoba selfie di dalam ruangan dengan cahaya lampu, dan kualitasnya masih tergolong layak. Noise memang mulai muncul, tetapi tidak sampai mengganggu. Hasilnya masih nyaman dilihat dan tetap bisa dipakai untuk diposting ke media sosial atau untuk foto profil.

Kualitas kamera depan ini juga terasa cukup baik untuk video call. Saya sudah mencobanya untuk panggilan meeting online, dan tampilan wajah terlihat jelas tanpa perlu tambahan lampu khusus. Efek beautification bawaan realme memang cukup agresif dalam memperhalus kulit, jadi jika ingin tampilan lebih natural, saya menyarankan untuk menurunkan intensitasnya atau mematikannya.

Terkait fitur Dual View Video, saya sudah membahasnya di kamera belakang. Fitur ini tetap bisa dimanfaatkan melalui kamera depan untuk konten vlog atau reaksi makanan. Saya pribadi merasa fitur tersebut masih menarik untuk pengguna yang suka membuat konten kreatif, meski bukan fitur yang akan dipakai setiap hari.

Secara umum, kamera depan realme C85 Pro memberikan pengalaman yang menyenangkan untuk selfie dan portrait. Meskipun hanya 8 MP, hasilnya cukup bagus dan melebihi ekspektasi awal saya. Bukan yang terbaik untuk kelasnya, tetapi sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan foto wajah, media sosial, dan komunikasi harian.

Berikut hasil selfie realme C85 Pro.

hasil kamera depan realme C85 Pro (
hasil kamera realme C85 Pro (1)_
kamera depan realme C85 Pro

Video dan AI Fotografi

realme c85 pro

Sampai bagian ini, saya sadar belum membahas soal kemampuan videonya. Jujur saja, saya memang tidak bisa menjelaskan banyak hal positif di sektor ini karena kualitas video realme C85 Pro terasa biasa saja.

Baik kamera depan maupun belakang hanya mampu merekam di resolusi 1080p 30 fps, dan tidak ada dukungan stabilisasi EIS berbasis giroskop karena perangkat ini tidak memiliki hardware gyro Efeknya,, hasil rekaman terlihat cukup goyang ketika direkam sambil berjalan.

Untuk kebutuhan dokumentasi ringan atau video statis mungkin masih aman, tetapi untuk konten bergerak akan terasa kurang nyaman.

Meski begitu, ada satu hal menarik yang justru saya cukup apresiasi di bagian fotografi, yaitu hadirnya AI Edit Genie yang merupakan bagian dari realme NEXT AI.

Fitur ini terasa jauh lebih berguna dibanding sekadar resolusi video tinggi. Dengan AI Edit Genie, saya bisa mengedit foto dengan sangat mudah. Setelah memotret, cukup pilih menu AI Edit Genie, lalu berikan perintah lewat suara atau teks untuk melakukan tugas tertentu.

ai genie realme c85 pro

Saya sudah mencoba mengganti latar foto menjadi pemandangan menara Eiffel, menghapus orang yang tidak sengaja muncul di belakang subjek, mengganti latar menjadi bunga, sampai meningkatkan detail gambar agar terlihat lebih tajam. Semuanya bisa dilakukan dalam beberapa detik saja.

kamera belakang realme C85 Pro

Menurut saya, fitur ini membuka ruang kreativitas yang besar untuk pengguna harian yang ingin membuat hasil foto lebih menarik tanpa perlu aplikasi editing tambahan. Bagi orang yang tidak ahli mengedit foto, hasilnya terasa cukup memuaskan dan mudah digunakan.

Jadi walaupun kemampuan videonya tidak menonjol, kehadiran fitur AI seperti AI Edit Genie membuat pengalaman fotografi di realme C85 Pro menjadi lebih menyenangkan dan terasa modern.

Konektivitas dan Sensor

realme c85 pro (

Untuk urusan konektivitas, realme C85 Pro membawa fitur yang tergolong lengkap untuk kebutuhan harian. Dukungan Wi-Fi 5 dual band sudah cukup memadai untuk streaming dan browsing stabil, sementara Bluetooth 5.0 bekerja baik untuk menghubungkan earphone nirkabel atau perangkat audio lain meski bukan versi terbaru.

Kehadiran NFC juga menjadi nilai lebih, terutama bagi pengguna yang tinggal di kota besar dan sering mengisi saldo kartu transportasi atau pairing perangkat IoT dengan cepat.

Di sisi jaringan, perangkat ini masih terbatas pada 4G LTE karena chipset Snapdragon 685 yang dipakai belum mendukung jaringan 5G. Untuk slot kartunya, realme menggunakan hybrid tray, sehingga pengguna harus memilih antara dua SIM atau satu SIM dengan tambahan microSD. Port USB Type-C mendukung USB OTG untuk kebutuhan transfer file melalui kabel.

realme c85 pro

Masuk ke bagian sensor, ada beberapa hal yang menurut saya menarik. Salah satu yang ingin saya apresiasi adalah sensor sidik jari dalam layar. Sejauh saya gunakan, performanya sangat baik dan responsnya cepat.

Saya hampir tidak mengalami kendala membuka kunci, bahkan ketika jari agak lembap. Face unlock juga terasa cepat dan cukup akurat dalam kondisi cahaya ruangan biasa.

Namun masih ada hal yang perlu diperhatikan, terutama untuk pengguna yang gemar bermain game FPS. realme C85 Pro tidak dibekali hardware gyroscope, sehingga perangkat hanya mengandalkan gyro virtual berbasis software.

Dampaknya, kontrol gerakan terasa kurang responsif ketika dipakai bermain PUBG Mobile atau game kompetitif lain yang mengandalkan gerakan kamera. Selain itu, efek stabilisasi video juga ikut terbatas karena tidak adanya dukungan gyro fisik.

Menurut saya, absennya hardware gyroscope adalah hal yang cukup disayangkan karena perangkat ini memiliki durabilitas dan layar yang kuat untuk penggunaan luar ruangan, tetapi potensi gaming-nya ikut terbatasi oleh kekurangan sensor ini.

OS dan UI

realme C85 Pro

realme C85 Pro menjalankan realme UI 6.0 berbasis Android 15 langsung dari kotak. Karena sebelumnya saya juga menggunakan ponsel realme sebagai perangkat harian, saya tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi dengan antarmukanya.

Transisi menu terasa familiar dan pengaturan sistem mudah dipahami, jadi pengalaman pertama menggunakan ponsel ini cukup mulus.

Saya pribadi cukup menyukai realme UI karena fiturnya berlimpah dan terasa praktis untuk penggunaan sehari-hari.

Di realme C85 Pro, saya menemukan beberapa fitur baru yang sebelumnya tidak saya temui di perangkat realme yang saya pakai, misalnya Mini Capsule yang menampilkan informasi baterai atau status tertentu di sekitar area kamera depan.

REALME LAB 3

Fitur berbasis AI juga semakin banyak. AI Edit Genie yang saya bahas sebelumnya hanya salah satu contoh, dan masih ada fitur AI lain yang membantu mengedit foto, memperhalus detail, hingga menghilangkan objek hanya dengan perintah suara atau teks.

Selain itu, realme C85 Pro juga sudah mendukung fitur-fitur modern dari ekosistem Google, seperti Circle to Search dan asisten pintar Gemini. Kedua fitur ini terasa sangat membantu untuk produktivitas harian, terutama ketika perlu mencari informasi cepat atau melakukan tugas sederhana tanpa membuka banyak aplikasi.

REALME UI

Untuk kebersihan antarmuka, pengalaman saya terasa nyaman. Memang masih ada beberapa bloatware yang muncul sebagai bagian dari pemenuhan TKDN, tetapi jumlahnya tidak banyak dan sebagian besar bisa dihapus. Iklan dalam sistem juga sangat minim dan hampir tidak terasa mengganggu selama saya gunakan.

Satu fitur unik yang menurut saya menarik adalah Pulse Light, yang membuat modul kamera belakang dapat menyala sebagai indikator saat ada notifikasi, panggilan, atau ketika perangkat sedang mengisi daya. Efek cahaya berdenyutnya memberi sentuhan futuristik dan membuat perangkat terasa lebih hidup.

Pengalaman saya menggunakan realme UI di realme C85 Pro terasa menyenangkan dan responsif. Kombinasi fitur AI, dukungan Google modern, serta banyaknya opsi personalisasi membuat perangkat ini nyaman dipakai untuk kebutuhan produktif maupun hiburan.

Baterai dan Pengisian Daya

realme c85 pro

realme C85 Pro dibekali baterai besar 7000 mAh, dan dari pengalaman saya menggunakan perangkat ini, daya tahannya memang terasa kuat untuk penggunaan harian. Saya melakukan beberapa pengujian sederhana dalam skenario nyata.

Bermain PUBG Mobile selama sekitar 30 menit hanya mengurangi baterai sekitar 5 persen. Menonton YouTube 720p online selama 30 menit hanya memakan sekitar 2 persen, dan memutar video offline 360p selama satu jam mengurangi sekitar 4 persen. Dengan hasil tersebut, saya tidak merasa khawatir baterai akan cepat habis meskipun dipakai cukup aktif dari pagi sampai malam.

Saya juga menjalankan pengujian PCMark Battery 3.0, dan hasilnya menunjukkan waktu sekitar 16 jam 50 menit. Angka ini masih kuat untuk pemakaian panjang, meskipun sedikit lebih rendah dibanding Redmi 15 yang mampu mencatat sekitar 19 jam pada pengujian yang sama.

PC Mark Baterai realme C85 Pro

Perbedaan ini membuat saya cukup paham bahwa efisiensi di realme C85 Pro bukan yang paling optimal di kelasnya, tetapi tetap sangat memadai untuk penggunaan harian yang padat. Bisa dibilang dari haisl ini tampak baterai realme c85 Pro yang 7000 mAh kurang bisa dioptimalkan. 

Untuk pengisian daya, realme C85 Pro mendukung 45W SuperVOOC. Dari kondisi benar-benar habis, ponsel dapat terisi sekitar 30 persen dalam 30 menit, dan untuk penuh 100 persen membutuhkan waktu kurang dari dua jam. Mengingat kapasitas baterainya yang besar, waktu pengecasan ini masih terasa wajar.

realme juga menyertakan fitur Bypass Charging, yang sangat membantu ketika bermain game sambil mengisi daya karena aliran listrik langsung masuk ke sistem tanpa membebani baterai. Selain itu, tersedia reverse wired charging hingga 10 Watt, sehingga dapat berfungsi sebagai powerbank darurat untuk perangkat lain seperti TWS atau ponsel teman.

Simpulan

realme c85 pro

realme C85 Pro menurut saya hadir sebagai perangkat yang menawarkan identitas yang sangat kuat dibanding banyak ponsel lain di kelasnya. realme seolah ingin menunjukkan bahwa sebuah ponsel tangguh tidak harus tampil tebal dan kaku.

Fokus besar diletakkan pada daya tahan fisik, baterai besar, dan layar premium agar nyaman digunakan dalam berbagai situasi, termasuk aktivitas luar ruangan.

Dengan kombinasi durabilitas ekstrem IP69 Pro, panel AMOLED 120Hz yang terang di bawah matahari, dan baterai 7000 mAh yang tahan lama, perangkat ini terasa seperti dibuat untuk pengguna yang membutuhkan keandalan dan kenyamanan visual sepanjang hari.

realme C85 Pro bukan ponsel yang mencoba unggul di semua sisi, tetapi lebih seperti perangkat spesialis yang berani memprioritaskan daya tahan dan layar, meski harus menerima kompromi pada sektor performa mentah dan kamera video.

Penggunaan Snapdragon 685 dengan penyimpanan eMMC 5.1 memang membuat performanya tidak bersinar ketika dibandingkan angka benchmark dengan Redmi 15, apalagi keberadaan gyro virtual membuatnya kurang ideal untuk gamer kompetitif.

Namun jika melihat kebutuhan penggunaan harian yang lebih realistis, realme C85 Pro memberi pengalaman stabil dan nyaman tanpa drama panas berlebih atau baterai cepat habis.

Kelebihan

  • Desain ramping meski baterai besar, terasa kokoh dan nyaman digenggam
  • Sertifikasi IP69 Pro, tahan air panas, tekanan tinggi, dan standar militer MIL-STD-810H
  • Layar AMOLED 120Hz dengan visibilitas luar ruangan yang sangat baik
  • Baterai 7000 mAh yang awet dan fitur Bypass Charging untuk gaming
  • Menu kamera lengkap dan mode Portrait yang rapi
  • AI Edit Genie, Mini Capsule, Pulse Light, dan ekosistem Google modern seperti Circle to Search dan Gemini
  • Wet-Hand Touch dan reverse wired charging

Kekurangan

  • Penyimpanan masih eMMC 5.1, terasa lebih lambat dibanding UFS
  • Masih mendukung 4G, performa tergolong kalah saing untuk kelas harganya.
  • Gyro virtual, kurang akurat untuk gaming FPS
  • Rekaman video terbatas di 1080p 30fps tanpa stabilisasi EIS hardware
  • Speaker masih mono dan tidak ada audio jack 3.5 mm
  • Tidak ada lensa ultrawide
  • Daya tahan baterai serasa 6000 mAh bukan 7000 mAh

Ponsel Ini Cocok Untuk Siapa?

realme C85 Pro

Menurut saya, realme C85 Pro sangat cocok untuk pengguna outdoor, pekerja lapangan, pengemudi ojek online, atau siapa pun yang membutuhkan perangkat tangguh dengan baterai panjang dan layar yang terang di luar ruangan. Ponsel ini juga menarik untuk pelajar, mahasiswa, dan pengguna yang aktif memotret keseharian dengan hasil yang konsisten dan fitur AI yang membantu kreativitas.

Namun jika kamu adalah gamer kompetitif yang membutuhkan gyro presisi dan performa tinggi, atau pembuat konten video yang mengejar stabilisasi dan fleksibilitas lensa, mungkin ada pilihan lain yang lebih sesuai.

Kategori:

cross