Review realme Narzo 50 5G, HP Mid-Range dengan Performa Dahsyat

Ditulis oleh Ananda Ganesha M

Antarmuka Sistem Operasi

realme ui 3.0
realme Narzo 50 5G hadir dengan realme UI 3.0 berbasiskan Android 12

Semula, realme yang memang masih satu naungan dengan brand OPPO memang masih menggunakan antarmuka milik OPPO yaitu ColorOS. Akan tetapi, ponsel realme akhirnya melepaskan diri dengan OS tersebut dan memiliki antarmuka sendiri sejak tahun 2020. Antarmuka tersebut dinamakan realme UI.

Antarmuka yang dimiliki realme Narzo 50 5G dari pabrikannya adalah realme UI 3.0 yang berbasiskan Android 12. Perangkat hadir dengan kondisi bloatware yang terbilang cukup minim, menawarkan aplikasi bawaan yang tidak begitu memenuhi memori internal.

  • Aplikasi bawaan

Beberapa aplikasi yang dibawakan adalah aplikasi besutan Google, seperti Files, Photos, Gmail, Duo, Calendar, Assistant, dan lain sebagainya. Setelah kami melakukan set up terhadap smartphone, kami pun langsung mengunjungi laman informasi Storage di pengaturan.

storage yang terpakai untuk sistem realme narzo 50 5G

Rupanya, ROM hanya memakan sebanyak 16% dari total kapasitas memori internal sebesar 128 GB. Ponsel masih menyediakan sekitar 100 GB lagi untuk menginstal aplikasi, gim, menyimpan file, dan lain-lain.

  • Tampilan Home Screen

Pada Home Screen, pengguna disuguhkan dengan laman daftar aplikasi yang bisa digulir ke samping. Anda bisa melakukan tap and hold untuk memunculkan opsi kustomasi selayaknya smartphone Android pada umumnya.

home screen_
Tampilan Home Screen, Notification Center, dan Quick Setting

Secara default, Home Screen akan berada pada Drawer Mode yang memungkinkan pengguna dapat melakukan swipe up untuk memunculkan daftar aplikasi. Jika diinginkan, pengguna dapat memilih Standard Mode untuk menonaktifkan pemunculan drawer.

Untuk memudahkan navigasi, kami sarankan tetap gunakan Drawer Mode yang memungkinkan pengguna untuk melakukan search terhadap aplikasi melalui kolom yang tersedia, alih-alih harus mencari dengan mata satu per satu.

  • Tampilan Quick Setting

Melakukan swipe down dari sisi layar bagian atas akan memunculkan Quick Setting yang menampilkan notifikasi dan sejumlah menu pengaturan cepat seperti mengaktifkan WiFi, mobile data, profil suara, Bluetooth, flashlight, lokasi, mode pesawat, dan lain sebagainya. Di sini, Anda juga dapat melakukan penyetelan terhadap auto rotate, Dark Mode, dan juga Eye Comfort.

Saat Eye Comfort dipilih, Anda dapat mengatur untuk menyalakan Eye Comfort setiap saat atau berdasarkan jadwal yang ditetapkan. Fitur Eye Comfort ini akan mengurangi emisi cahaya biru pada layar sehingga mata pengguna tidak cepat lelah.

  • Metode Navigasi (Tombol dan Gestur)

Kemudian, antarmuka perangkat juga menyediakan dua cara navigasi yang berbeda yakni dengan tombol (back, Home, dan recent app), atau melalui gestur.

Penulis pribadi sebelumnya tidak pernah menggunakan navigasi gestur, selalu menggunakan navigasi tombol yang terdapat di bezel bawah Xiaomi Mi A1. Kendati demikian, penulis langsung dapat merasa familiar dengan gestur-gestur yang didukung smartphone realme ini.

pemilihan metode navigasi
Navigasi melalui tombol dan gesture

Pasalnya, menu pengaturan akan langsung membawa Anda pada sebuah tutorial singkat mengenai beragam gestur yang didukung, seperti mengakses menu "kembali" (back), menuju Home Screen, serta mengakses recent app.

Jika menggunakan mode Gesture Navigation, pengguna juga disuguhkan dengan opsi One Hand Mode. Saat mode ini diaktifkan melalui menu pengaturan, Anda tinggal perlu lakukan swipe down pada bagian bawah layar dan jendela akan menciut ke bawah.

  • Aktivasi menu Power Off

Ada beberapa hal yang membuat penulis cukup kesulitan saat lakukan navigasi di HP ini. Pertama, saat berusaha mematikan smartphone. Rupanya saat menekan tombol Power yang lama, yang muncul justru malah Google Assistant alih-alih menu untuk restart atau turn off.

Screenshot_2022-01-01-12-05-33-65_fc704e6b13c4fb26bf5e411f75da84f2_

Menu mematikan hanya akan muncul ketika pengguna menekan tombol Power dan volume up secara bersamaan selama beberapa detik. Pada menu ini, Anda ditawarkan beberapa opsi seperti Emergency, Restart, Power off, dan Lock Screen.

Saat menu Emergency dipilih, layar akan menampilkan beberapa nomor telepon darurat seperti polisi, ambulan, pemadam kebakaran, dan lain-lain. Di bagian bawah, terdapat menu navigasi untuk mengakses laman Medical Info.

Pada laman Medical Info ini, Anda dapat memunculkan beragam informasi mengenai kondisi tubuh pengguna, seperti nama, tinggi, berat badan, jenis kelamin, golongan darah, dan sebagainya.

emergency

Kemudian, menu Emergency juga menampilkan ikon Flashlight SOS yang dapat membuat ponsel mengeluarkan cahaya senter dengan pola kode morse yang melambangkan huruf S, O, dan S secara berurutan dan berulang-ulang. Opsi lain yang bisa Anda pilih adalah buzzer yang akan mengeluarkan bunyi dengan pola kode morse SOS secara terus-menerus.

Kembali ke perihal mematikan smartphone, penulis tidak menemukan cara untuk mengubah pengaturan tombol Power. Penulis hanya menemukan cara untuk menonaktifkan Google Assistant saat tombol ditekan. Namun rupanya, tetap saja harus sambil menekan tombol volume up untuk mematikan.

  • Fitur Screen Unlock (Face Unlock dan Side-Mounted Fingerprint)

Masalah kedua adalah fitur Face Unlock yang hanya berfungsi ketika kondisi layar menyala. Jadi, jika kondisi layar smartphone mati dan Anda mengarahkan kamera selfie ke wajah, kunci layar tidak akan terbuka. Anda perlu menekan tombol Power terlebih dahulu, barulah Face Unlock akan memindai wajah Anda.

antarmuka face unlock dan fingerprint
Pengaturan Face Unlock dan Fingerprint

Kondisi seperti ini menjadikan fitur Face Unlock tidak lebih praktis dibandingkan sensor pemindai sidik jari. Pasalnya, fitur side-mounted fingerprint bisa membuka kunci layar dengan cepat dengan hanya menyentuh sensor tanpa harus menekan tombol apapun.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram