carisinyal web banner retina

Seberapa Penting 5G? Apakah Sudah Saatnya Membeli HP 5G?

Ditulis oleh Hilman Mulya Nugraha - Diperbaharui 11 Juli 2021

Mei 2021, Telkomsel menggelar uji kelaikan layanan 5G di beberapa kota besar.  Beberapa operator lain pun menyusul melakukan uji kelaikan layanan 5G di 2021 ini. Termasuk Indosat yang melakukan tes jaringan 5G pada Juni 2021. 

Teknologi jaringan 5G ini cukup dinantikan kehadirannya. Namun, tidak sedikit juga suara sumbang soal jaringan 5G. Suara sumbang tersebut misalnya soal mempertanyakan kehadiran 5G, padahal jaringan 4G belum merata. 

Belum lagi suara-suara  soal teori konspirasi dan hoaks soal jaringan 5G. Contohnya hoaks soal jaringan 5G menyebabkan atau burung mati. 

Karena itu pada kesempatan kali ini, bakal dibahas soal serba-serbi 5G dan soal kehadirannya di Indonesia. Bakal dibahas juga soal apakah saat ini tepat membeli HP 5G?  Untuk membahas semua hal tersebut, mari mulai dari sedikit soal 4G, sejarah kehadiran 5G sampai kemudian pembahasan soal HP 5G di Indonesia. 

4G dan Disrupsi 

4g

Kenapa 5G bisa hadir? Apa yang melatarbelakanginya? Mari flashback saat 3G beralih ke 4G. Saat itu terjadi, perubahan signifikan yang dilihat adalah kecepatan internet. 

Berkat jaringan 4G, industri dan cara manusia hidup di era modern berubah. Secara tidak langsung juga, kehadiran 4G membuat satu industri mati tetapi menumbuhkan industri baru dan pekerjaan baru. 

Inilah yang kemudian disebut DISRUPSI. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Disrupsi adalah sebuah hal yang tercabut dari akarnya. Dalam ranah teknologi informasi, Disrupsi bisa dikatakan sebagai sebuah masa ketika inovasi mampu mengalahkan sebuah sistem yang sudah tertata sejak lama.

Berkat 4G, banyak industri terkena disrupsi. Mall dan pusat perbelanjaan mulai sepi. Taksi konvensional mulai kurang dilirik, angkutan umum mulai berkurang penggunanya, konsumsi media koran dan majalan sudah ditinggalkan. 

Hal yang sama juga dengan televisi. Meski masih ada penonton TV, kini banyak orang beralih menikmati konten video di Youtube yang bisa dinikmati dengan nyaman. Malah para pelaku industri televisi perlahan mulai pindah ke Youtube. Cara orang menikmati musik dan film pun sudah meninggalkan cara kuno.

Selamat tinggal pemutar musik dan film jadul. Selamat datang Spotify, JOOX, Resoo, Netflix, Disney+, viu, dan lainnya.

Semua kini serba berbeda. Berkat 4G, berbelanja di toko online lebih mudah, berpergian lewat transportasi online lebih praktis, belanja bisa tanpa cash. streaming Youtube tidak lagi lambat, main TikTok tinggal scroll, atau main gim online tanpa lag. 

Di jaringan 5G, hal-hal tersebut bisa dilakukan lebih mudah, lebih cepat, dan lebih baik. Karena jaringan 5G diklaim 10 kali lebih cepat dari 4G LTE. Dan yang lebih penting, latency dari pengguna ke tujuan sangat kecil. Hal ini bakal berpengaruh ketika bermain gim online. 

Jika 4G punya kecepatan di angka Mbps, kecepatan 5G sudah memakai ukuran Gbps. Bayangkan, 4G LTE yang sekarang digunakan saja sudah sangat cepat, apalagi 5G.

Mengenal Teknologi 5G 

5g

Teknologi 5G adalah teknologi jaringan seluler yang didasarkan pada Orthogonal frequency-division mutiplexing atau disingkat OFDM. Teknologi ini merupakan sebuah metode modulasi sinyal digital di saluran kanal yang berbeda untuk mengurangi gangguan sinyal.

Antarmuka yang digunakan jaringan 5G adalah NRAir bukan LTE Evolution seperti yang dipakai jaringan 4G. Berkat interface tersebut, jaringan 5G dapat meningkatkan OFDM sehingga membuat tingkat tingkat fleksibilitas dan skalabilitas yang jauh lebih tinggi.

Karena dukungan Skalabilitas  yang lebih tinggi, jaringan 5G mendukung spektrum yang lebih luas. Spektrum yang ada dan digunakan 4G sendiri adalah spektrum dari 1 GHz sampai 6 GHz. Sementara 5G bisa memakai spektrum seperti 4G atau yang lebih tinggi dari 6 GHz. Karena itu jaringan 5G di bandwidth rendah disebut Sub-6 GHz.

Penggunaan spektrum yang lebih tinggi disebut sebagai teknologi bandwidth mmWave (millimeter Wave). Teknologi ini memakai pita jaringan di atas 24 GHz sampai 100 GHz atau sebut juga sebagai Extremely high frequency.

Di Amerika dan beberapa negara maju lainnya, jaringan 5G yang digunakan umumnya adalah mmWave. Teknologi ini memungkinkan jaringan lebih stabil, latency kecil, namun membutuhkan infrastruktur yang tinggi karena jangkauan jaringan ini tidak begitu jauh.

Sementara banyak negara di dunia, terutama Asia, lebih banyak menerapkan jaringan 5G Sub-6 GHz. Yang artinya, jaringan yang digunakan di bawah 6 GHz. 

Selain itu, teknologi 5G yang digunakan di Indonesia dari awal kelahirannya adalah NSA (non-stand alone). Itu artinya, jaringan 5G dapat berjalan dengan pengendali core 4G. Ada juga yang disebut SA (stand alone) yang artinya radio 5G terhubung langsung ke jaringan core 5G dan sinyalnya dikendalikan oleh 5G core.

Manfaat 5G Bagi Kehidupan 

5G

Jaringan 5G dihadirkan karena kebutuhan saat ini tidak sekadar menikmati konten lewat HP. Jaringan 5G dihadirkan dengan tujuan peningkatan efektivitas ekosistem Internet of Things (IoT), mobil swakemudi, dan robotik.

Mudahnya seperti ini, dengan jaringan 4G, Anda bisa melakukan video call, dengan jaringan 5G Anda bisa lakukan lebih dari itu. Contohnya bisa melakukan kegiatan jarak jauh, mengendalikan mobil, atau peralatan rumah tangga yang terhubung dengan internet. 

Oang yang berada di Amerika bisa mengandalkan alat yang ada di Jerman. Dokter bedah yang ada di luar negeri bisa melakukan operasi pasien di Indonesia dengan bantuan robotik. 

Di industri gim,  Anda juga nantinya tidak perlu beli rakit PC mahal-mahal buat main gim dengan grafis tinggi. Malah Anda bisa mainin lewat smartphone murah dengan memakai layanan cloud gaming. 

Semua terjadi karena 5G menawarkan kecepatan yang sangat tinggi dan juga latensi yang sangat rendah. 

Sama seperti 4G, kehadiran 5G juga bisa membuat disrupsi lain. Karena 5G tidak hanya berpengaruh pada industri telekomunikasi, tapi juga buat hiburan, kesehatan, bahkan pertanian. 

Ini berarti jaringan 5G memang sangat penting kedepannya, termasuk Indonesia. Apalagi Indonesia punya roadmap yang disebut “Making Indonesia 4.0”.

Karena itu, tidak perlu skeptis dengan jaringan 5G. Kehadiran 5G bisa membantu banyak hal dan mengubah wajah perindustrian Indonesia menjadi lebih modern. 

Memang membutuhkan waktu, tapi hal tersebut bisa dimulai dengan menerima kehadiran jaringan 5G dan tidak skeptis. Apalagi di 2021, sudah mulai banyak HP jaringan 5G. 

HP 5G di Indonesia, Pentingkah untuk Dibeli Saat Ini? 

Seberapa Penting 5G? Apakah Sudah Saatnya Membeli HP 5G? 4

HP dengan jaringan 5G sebenarnya sudah mulai muncul sejak 2019. Pada 2020, jumlah bertambahnya seiring hadirnya system on chip atau chipset yang sudah dilengkapi modem 5G terintegrasi. Namun, hanya chipset kelas atas saja yang punya modem ini. 

Seiring berjalannya waktu, chipset HP kelas menengah pun mulai banyak yang sudah dilengkapi dengan modem 5G. Hal ini berimbas pada ramainya produsen HP yang hadirkan HP 5G dengan harga yang terjangkau

Fenomena ini sudah muncul di Indonesia pada 2021. Beberapa brand seperti vivo, OPPO, Samsung, realme, dan Xiaomi hadirkan HP yang mendukung jaringan 5G dengan harga kisaran Rp3 jutaan. Malau bakal ada juga yang hadirkan HP 5G di harga Rp2 jutaan. 

Saat Anda membaca artikel ini, Anda bisa cek di toko online ataupun di konter HP, banyak HP di kisaran harga tersebut yang menawarkan embel-embel jaringan 5G. 

Terus apa ini berarti kita sekarang  harus membeli HP 5G? Jawabannya bisa yah, bisa tidak. Kalau mau beli HP 5G tidak ada salahnya buat beli, apalagi banyak HP yang sudah mendukung 5G.  Kalau pun tidak yang tidak apa-apa, tidak beli HP 5G juga. HP 4G juga tidak masalah buat dibeli di 2021 ini. 

Mari berkaca pada kehadiran 4G LTE. Jaringan 4G LTE rilis komersial pertama kali pada 2009 di Norwegia dan Swedia. 

Di Indonesia, jaringan 4G sudah diinisiasi pada 2010 oleh FirstMedia lewat Standar WiMAX. Namun, 4G standar dengan jaringan LTE baru diluncurkan pertama kali oleh PT Internux pada 2013. Perusahaan ini yang dulu menghadirkan modem Bolt yang pernah jadi fenomenal.

Baru pada 2014, operator Seluler yang ada di Indonesia menggelar uji coba 4G.  Di 2015,  4G  yang mulai dikomersilkan itu pun belum semua daerah terkover. Baru pada 2016 dan tahun-tahun berikutnya, jaringan 4G makin santer digunakan. 

Hal yang sama bisa aja terjadi pada jaringan 5G di Indonesia. Di 2021, jaringan 5G baru uji coba, itupun di wilayah tertentu di kota besar. Jelas, bakal butuh waktu agar jaringan 5G meluas di Indonesia. Namun, perluasan jaringan 5G tidak akan selama saat era 4G. 

Diperkirakan pada 2013 sampai 2015, jaringan 5G bakal benar-benar meluas. Dengan acuan tersebut, jelas tidak akan ada masalah tidak membeli HP 5G di 2021. tidak perlu FOMO (Fear of missing out) atau buru-buru juga membeli ponsel 5G. 

Kalau Anda masih pake HP 4G dan nyaman, nikmati saja dulu. Kehadiran jaringan 5G tidak menghilangkan jaringan 4G. Kalaupun mau beli HP 5G tidak masalah, terlebih di 2021 dan kedepannya banyak HP 5G terjangkau masuk Indonesia. 

Untuk itu, saat artikel ini dibuat, sebenarnya membelI HP 5G saat ini belum terlalu dibutuhkan. Jairngan 5G di Indonesia ibarat bayi yang masih baru lahir. Perlu dibina terlebih dahulu sampai benar-benar matang. Baru pada saat itulah, membeli HP dengan jaringan 5G akan sangat kami sarankan. 

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram