10 Prosesor (Chipset) HP Terbaik di Dunia Tahun 2022

Ditulis oleh Hilman Mulya Nugraha

Jika Anda perhatikan, saat ini di industri mobile, SoC atau lebih dikenal chipset jadi tulang punggung utama sebuah smartphone. Karena itu wajar ketika ada HP baru hadir, yang orang akan lihat adalah chipset apa yang digunakan di HP tersebut. Apakah Anda juga termasuk demikian?

Hal yang wajar sebenarnya memperhatikan chipset terlebih dulu sebelum memutuskan membeli sebuah HP. Chipset bisa dibilang adalah otak dari sebuah smartphone. Jika otaknya saja lambat tentu akan berpengaruh pada cara kerja HP tersebut.

Nah, jika Anda memang mencari HP dengan chipset terbaik, Anda bisa memilih HP yang dibekali salah satu dari 10 chipset ini. Penentuan terbaik ini didasarkan dari nilai Antutu yang didapatkan perangkat yang memakai chipset tersebut. Meskipun Antutu bukan patokan sepenuhnya tetapi nilainya sering jadi indikator kemampuan sebuah chipset dan HP.

Tanpa berlama-lama lagi, berikut urutan chipset terbaik berdasarkan angka benchmark dari ponsel yang memakai chipset tersebut.

1. Apple A16 Bionic

apple a16 bionic_

Apple A15 Bionic yang jadi andalan di iPhone 13 series tak terkalahkan. Chipset tersebut lahir di 2021. Di 2022, beberapa chipset kelas atas yang jadi dapur pacu HP Android pun, performanya belum mampu melampaui cip tersebut.

"Pembunuh" dari Apple A15 Bionic justru dari Apple sendiri, yakni Apple A16 Bionic. Cip ini diklaim mampu hadirkan kemampuan untuk proses data lebih cepat. Tentu saja peningkatan juga hadir di unit pengolah grafis (GPU). Tidak ketinggalan, Apple menyematkan teknologi AI yang lebih baru di Apple A16 Bionic untuk hasil foto yang lebih baik.

Dari spesifikasi teknis, Apple A16 Bionic masih mengandalkan enam core seperti seri cip sebelumnya. Enam core tersebut terbagi menjadi dua core performa yang bernama "Everest" yang disetel pada frekuensi 3.46 GHz dan enam core efisiensi "Sawtooth" yang punya kecepatan 2.02 GHz.

Apple A16 Bionic dibangun dengan proses fabrikasi TSMC 4 nm. Ini membuat Apple A16 Bionic merajai berbagai tes performa. Hal yang tidak terlalu aneh sebenarnya.

Sebagai perbandingan, Apple A15 Bionic dibangun dengan fabrikasi 5 nm. Apple juga mengklaim jika cip ini mengandung sekitar 16 juta transistor.

Untuk performa, jelas Apple A16 Bionic membuat HP iPhone semakin ngebut. Cip ini sendiri digunakan di IPhone 14 Pro dan iPhone 14 Pro Max. Kedua HP tersebut dirilis berbarengan dengan iPhone 14 dan iPhone 14 Plus.

Hanya saja, iPhone 14 dan iPhone 14 Plus memakai cip Apple A15 Bionic, sama seperti iPhone 13 series. Bedanya, jumlah core GPU Apple A15 Bionic di Phone 14 dan iPhone 14 Plus berjumlah lima core sementara di iPhone 13 series, GPU-nya memiliki empat core saja.

2. Apple A15 Bionic

A15 Bionic

Apple A15 Bionic adalah chipset yang jadi andalan iPhone 13 series. Chipset ini merupakan chipset yang diklaim Apple punya kemampuan lebih cepat, termasuk untuk pemrosesan data. Hal ini juga didasari karena chipset ini memiliki unit pemrosesan grafis (GPU) baru, mesin saraf berkinerja lebih tinggi dan teknologi AI untuk hasil foto yang lebih baik.

Apple A15 Bionic masih mengandalkan dua inti pemrosesan berkinerja tinggi dan empat inti untuk efisiensi. Hal yang sama seperti seri A14 Bionic.

Hanya saja kali ini, A15 Bionic memiliki 15 miliar transistor. Jumlah transistor tersebut lebih banyak dari A14 Bionic yang hanya berjumlah kisaran 11 milyar transistor. Dari segi skor Geekbench, A15 Bionic punya skor 1.746 untuk single core dan 4.772 untuk multicore.

Apple A15 Bionic digunakan di ponsel Apple seperti iPhone 13 and 13 Mini, iPhone 13 Pro, iPhone 13 Pro Max, dan iPhone SE (3rd generation). Selain itu, chipset ini juga digunakan di iPad Mini (6th generation).

3. Dimensity 9000 Plus

MediaTek Dimensity 9000 Plus

Dimensity 9000 bisa dibilang jadi cip yang bersaing dengan Snapdragon 8 Gen 1. Karena itu, ketika Qualcomm rilis Snapdragon 8+ Gen 1 di Mei 2022 sebagai upgrade dari Snapdragon 8 Gen 1, MediaTek meresponnya dengan hadirkan Dimensity 9000+ atau Dimensity 9000 Plus di Juni 2022.

Embel-embel plus di cip ini jelas menegaskan kalau bakal ada peningkatan di performa cip. Yang paling kentara adalah peningkatan kecepatan clock 5% untuk inti kelas berat single core Cortex-X2, dari 3,05 GHz ke 3,2 GHz. MediaTek juga mengklaim kalau GPU di cip ini mengalami peningkatan kinerja grafis lebih dari 10% dibandingkan Dimensity 9000.

Beberapa fitur lain yang hadir di cip ini adalah GPU Mali-G710 MC10, modem 5G terintegrasi dengan kecepatan 7Gbps. Sayangnya, cip ini tidak memiliki konektivitas mmWave. Meski begitu, tentu ini bukan masalah besar mengingat banyak negara yang mengimplementasikan jaringan 5G SA dan NSA.

Performa Dimensity 9000 Plus memang kencang. Terbukti, di beberapa pengujian, misalnya dari dari Nanoreview, menunjukan jika cip ini lebih unggul sedikit dari Snapdragon 8+ Gen 1.

Hasil unggul juga ditunjukkan dari performa ASUS ROG Phone 6D Ultimate yang memakai cip ini. Ponsel tersebut punya skor lebih unggul dari Xiaomi 12S Ultra yang memakai Snapdragon 8+ Gen 1. Setidaknya, itu berdasarkan pengujian yang dilakukan GSMArena.

4. Snapdragon 8+ Gen 1

snapdragon 8+ gen 1_

Dimensity 9000 boleh jadi lebih unggul ketimbang Snapdragon 8 Gen 1. Oleh karena itu, Qualcomm pun melakukan retaliate dengan menghadirkan varian chipset yang lebih gahar lagi yaitu Snapdragon 8+ Gen 1. Chipset ini diumumkan bersamaan dengan Snapdragon 7 Gen 1 pada kuartal kedua tahun 2022, tepatnya pada bulan Mei.

1 234»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram