carisinyal web banner retina

Kirin 9000s Setara Apa? Simak 8 Chipset yang Selevel

Ditulis oleh Ananda Ganesha M

Kirin 9000s resmi rilis untuk mengotaki smartphone Huawei Mate 60 Pro pada September 2023 di pasar Tiongkok. Kehadiran ponsel ini cukup menuai kontroversi di industri teknologi Amerika Serikat, lantaran dinilai menyalahi aturan Departemen Perdagangan Ameria Serikat.

Pasalnya, Kirin 9000s dibangun pada fabrikasi 7 nm pada perusahaan SMIC (Semiconductor Manufacturing International Corporation). Dinilai melanggar, karena Huawei dan SMIC merupakan dua perusahaan yang masih di-blacklist.

Huawei sudah sejak lama diembargo oleh Amerika Serikat sejak 2019, untuk tidak boleh lagi menggunakan teknologi dari negara tersebut. Hal ini dilakukan Amerika Serikat karena menganggap Huawei sebagai perusahaan yang berisiko terhadap keamanan negara.

Akan tetapi, kini Huawei Mate 60 reguler, Pro, dan Pro Plus kembali menggunakan jaringan seluler 5G kendati beberapa model sebelumnya hanya bisa merasakan 4G. Tak heran kalau Kirin 9000s dianggap sebagai "bom" bagi Amerika Serikat. Lalu, seberapa powerful SoC ini?

Dilansir dari Nano Review, Kirin 9000s memiliki skor AnTuTu v10 sebesar 898.955 poin dengan skor Geekbench 6 meraih angka 1216 poin (single core) dan 3588 poin (multi-core).

Spesifikasi Kirin 9000s mencakup satu unit Cortex X1 berkekuatan 2.62 GHz, tiga inti Cortex A710 dengan clock speed 2.15 GHz, serta empat inti Cortex A510 di frekuensi 1.53 GHz.

Kartu pengolah grafis (GPU) pada chipset ini adalah Maleoon 910 yang berjalan pada frekuensi 750 MHz. Chipset ini sudah mendukung jenis storage modern yaitu UFS 4.0 dengan RAM berjenis LPDDR5.

Kirin 9000s memiliki dukungan konektivitas terhadap jaringan 5G, 4G (LTE Cat. 24), Bluetooth 5.2, serta Wi-Fi 6. Pada perekaman videonya, Kirin 9000s sanggup dukung hingga 4K di 60 FPS serta dukung resolusi maksimal layar di 4K.

Keistimewaan pada Kirin 9000s terletak pada kemampuannya melakukan telepon via satelit tanpa harus terhubung dengan jaringan seluler. Dengan begini, panggilan telepon bisa dilakukan untuk keadaan darurat, seperti saat hendak mengirimkan pesan SOS.

Lantas, Kirin 9000s ini punya performa setara apa? Bisa di bilang, Kirin 9000s mendekati atau bersaing dengan Snapdragon 888 atau Dimensity 8200. Tentu ada beberapa cip lain juga yang punya kemampuan setara dengan Kirin 9000s. Berikut ulasan lengkapnya.

1. Snapdragon 888

Snapdragon-888Sumber: qualcomm.com

Kendati Kirin 9000s rilis pada tahun 2023, rupanya kinerja chipset tidak dapat menyaingi Snapdragon 8 Gen 1 dan Snapdragon 8 Gen 2. Alih-alih kedua SoC pesaing tersebut, Kirin 9000s malah setaranya dengan Snapdragon 888 yang dirilis pada akhir tahun 2020.

Snapdragon 888 yang pertama kali debut pada Xiaomi Mi 11 ini terlahir pada fabrikasi 5 nm Samsung. Fabrikasi yang bukan dari TSMC diduga menjadi penyebab Snapdragon 888 mengalami kendala throttle dan overheat pada smartphone yang menggunakannya.

Prosesor delapan inti pada chipset ini mencakup satu prime core Kryo 680 Prime berbasiskan Cortex X1 (2.84 GHz), tiga unit high performance Kryo 680 Gold berbasiskan Cortex A78 (2.42 GHz), serta empat inti efficiency core Kryo 680 Silver berbasiskan Cortex A55 (1.8 GHz).

Chipset yang terdiri atas 10,3 miliar transistor ini didukung dengan Adreno 660 sebagai GPU-nya, berjalan pada frekuensi grafis 792 MHz. Ponsel yang gunakan Snapdragon 888 bisa dirancang agar mendukung kamera tunggal 200 MP, perekaman video 8K 30 FPS, dan layar beresolusi 4K.

Melansir dari NanoReview, diketahui bahwa Snapdragon 888 bisa meraih skor AnTuTu v10 sebesar 857.547 poin, dengan skor Geekbench 6 di angka 1055 pada single core dan 3400 poin pada multi-core.

2. Snapdragon 870

Snapdragon 870

Snapdragon 870 sejatinya merupakan hasil modifikasi dari Snapdragon 865 Plus. SoC ini dibangun pada fabrikasi 7 nm TSMC untuk menawarkan efisiensi daya yang cukup tinggi.

Keseimbangan antara performa dan efisiensi daya pada SoC ini terbilang unggul, bahkan sempat lebih disukai dibanding Snapdragon 888 lantaran lebih terhindar dari isu overheat dan throttling.

Chipset Qualcomm yang diumumkan pada Januari 2021 ini memiliki konfigurasi delapan inti prosesor yang mencakup satu super core Kryo 585 Prime (berbasiskan Cortex A77) dengan kekuatan 3.2 GHz, tiga performance core Kryo 585 Gold (berbasiskan Cortex A77) berkekuatan 2.42 GHz, dan empat efficiency core Kryo 585 Silver (berbasiskan Cortex A55) berkekuatan 1.8 GHz.

Sebagai kartu pengolahan grafis (GPU) untuk menunjang gaming dan rendering grafis, terdapat Adreno 650 dengan frekuensi 670 MHz. Tidak lupa SoC ini dipersenjatai dengan ISP Spectra 480 untuk menunjang fotografi dan DSP Hexagon 698.

Smartphone yang gunakan SoC ini berkesempatan untuk hadirkan performa tingkat tinggi pada penggunaan multi-tasking. Sebab, Snapdragon 870 mendukung jenis RAM hingga LPDDR5 dengan balutan storage (memori internal) berjenis UFS 3.0 atau 3.1.

Sebagai salah satu chipset terbaik di kelas flagship, Snapdragon 870 mendukung kamera utama dengan resolusi setinggi 200 MP, mendukung juga resolusi perekaman video 8K di 30 FPS atau 4K di 60 FPS. Rata-rata, ponsel dengan Snapdragon 870 diyakini cocok untuk dijadikan sarana kreasi konten yang andal.

Adapun pada sisi dukungan layar, Snapdragon 870 sanggup mendukung resolusi layar setinggi 4K dengan refresh rate 60 Hz atau 2K di refresh rate 144 Hz. Snapdragon 870 sendiri meraih skor AnTuTu v10 hingga 801.876 poin, dilansir dari Nano Review.

Diketahui pula bahwa Snapdragon 870 sanggup meraih Geekbench 6 hingga skor 1134 poin (single core) dan 3306 poin (multi-core). Ingin merasakan ponsel dengan Snapdragon 870? Anda bisa memilih satu dari sejumlah smartphone kelas atas seperti realme GT Neo2, realme GT Master Explorer Edition, POCO F4 5G, dan OPPO Reno6 Pro.

Di tahun 2023, salah satu HP termurah yang gunakan Snapdragon 870 adalah POCO F4 5G di harga Rp5,4 jutaan. Saya sangat rekomendasikan Anda HP ini jika mencari performa gim dahsyat tanpa harus mengeluarkan biaya yang banyak.

3. Kirin 9000

Kirin 9000

Kirin 9000 bisa dianggap sebagai "kakak" dari Kirin 9000s, maka tentu tidak mengherankan kalau keduanya punya performa yang setara. Kalau dilihat dari usianya, Kirin 9000 terpaut 2 tahun lebih "tua" dari Kirin 9000s.

Kirin 9000 punya keunggulan dari segi fabrikasi yang lebih kecil yaitu 5 nm TSMC (vs 7 nm SMIC). Menilik dari spesifikasinya, Kirin 9000 dibekali kemampuan prosesor yang memadai dengan tingkatan clock speed lebih besar, namun dengan generasi mikroarsitektur yang lawas.

Diketahui, klaster super core-nya bawakan Cortex A77 berkekuatan 3.13 GHz, dengan tiga inti high performance Cortex A77 berkekuatan 2.54 GHz serta empat efficiency core Cortex A55 dengan kecepatan 2.05 GHz.

Chipset yang mengotaki Huawei Mate 40 series (reguler dan Pro) ini bawakan kartu grafis Mali G78 MP24 dengan arsitektur Valhall 2nd gen pada frekuensi 759 MHz. Tersemat dukungan storage UFS 3.1 dan RAM LPDDR5 pada SoC ini, serta dukungan modem Balong 5000 dengan kecepatan unduhan teoretis hingga 4,6 Gbps.

Jadi, secara kinerja frekuensi GPU dan CPU serta ukuran transistor, Kirin 9000 lebih unggul dari Kirin 9000s. Lantas bagaimana dengan hasil benchmark-nya? Diketahui, Kirin 9000 mendapatkan skor AnTuTu v10 sebesar 893.627 poin sedangkan Kirin 9000s meraih skor 898.955 poin, hanya terpaut 1 persen.

Kemiripan skor juga terlihat pada Geekbench 6, di mana Kirin 9000 meraih skor 1262 poin (4 persen lebih tinggi) pada single core dan 3482 poin (3 persen lebih rendah) pada multi-core.

Adapun fitur yang absen pada Kirin 9000 tapi dimiliki Kirin 9000s adalah kemampuan melakukan panggilan telepon via satelit (tanpa seluler).

4. Google Tensor G2

google tensor g2 Cropped_

Pertama kalinya Google Tensor G2 dimunculkan di pasaran adalah saat Google Pixel 7 dan Google Pixel 7 Pro rilis secara global pada Oktober 2022. Selanjutnya, turut menyusul dua ponsel lainnya yang gunakan SoC Google Tensor G2, yakni Google Pixel 7a dan Google Pixel Fold.

Yang menjadi senjata utama andalan Google Tensor G2 bukanlah raw performance-nya, melainkan kemampuan machine learning dalam wujudkan fitur voice recognition yang inovatif. Chipset ini juga merupakan satu dari segelintir SoC yang mampu mendukung magic eraser dan fitur penghilang blur secara antif.

Spesifikasi SoC ini mencakup delapan inti prosesor yang terdiri atas dua super core Cortex X2 (2.85 GHz), dua unit performance core Cortex A78 (2.35 GHz), serta empat inti hemat daya Cortex A55 (1.8 GHz).

Adapun sebagai GPU-nya tersemat Mali g710 MP07 dengan kemampuan grafis cukup memadai di kelas harga tinggi. Menurut Google sendiri, sang Tensor G2 turut dikemas dengan peningkatan kemampuan machine learning pada TPU sebanyak 60 persen, dibandingkan pada TPU di Google Tensor generasi pertama.

Situs database Nano Review menyebutkan, Google Tensor G2 meraih skor AnTuTu v10 sebanyak 805.544 poin. Skor ini lebih kecil dari Kirin 9000s, namun masih berada di rentang yang sama.

Selanjutnya, Google Tensor G2 juga diketahui memiliki skor Geekbench 6 sebanyak 1176 poin untuk single core dan 3463 poin untuk multi-core. Spesifikasi Google Tensor G2 mendukung penggunaan RAM LPDDR5 di frekuensi 3200 MHz, storage UFS 3.1, pengambilan video 4K di 60 FPS, serta maksimal resolusi layar di 3840 x 2160 piksel.

Pada sisi konektivitasnya, SoC ini mengandalkan modem Exynos 5300g yang mampu meraih kecepatan unduhan teoretis hingga 7350 Mbps dan unggahan hingga 3670 Mbps.

5. Dimensity 8200

dimensity 8200_

Terlepas dari statusnya sebagai SoC kelas menengah, saya cukup terpukau dengan performa Dimensity 8200 yang menyerupai SoC flagship. SoC ini pertama kali debut pada iQOO Neo7 SE yang rilis di pasar Cina pada Desember 2022. Untuk diketahui, ponsel tersebut hanya dibanderol dengan harga rilis Rp4,7 jutaan saja.

Yang membuat saya kagum pada SoC ini adalah litografinya yang sekecil 4 nm, melalui proses fabrikasi TSMC. Setahu saya ini adalah besaran transistor yang lebih umum ditemukan pada SoC flagship di HP Rp10 juta ke atas.

Dengan kata lain, SoC menengah ini memiliki kemampuan efisiensi daya yang setara dengan chipset di kelas harga jauh lebih mahal. Ini akan meningkatkan pengalaman pengguna saat melakukan aktivitas berat dalam waktu yang lama.

Dimensity 8200 juga mendukung fitur HyperEngine 6.0 yang bisa meningkatkan performa dalam gim, membuat kualitas grafiknya terasa lebih realistis, hingga menyebabkan terjadinya lonjakan efisiensi daya. Dengan fitur ini, mesin dapat mengalokasikan daya CPU, RAM, dan GPU dengan lebih cerdas dan teroptimasi.

Di dalam Dimensity 8200 terdapat prosesor delapan buah yang terdirikan atas satu unit Cortex A78 (3.1 GHz), tiga high performance Cortex A78 (3 GHz), serta empat efficiency core Cortex A55 (2 GHz).

Kartu pengolahan grafisnya mengandalkan GPU Mali G619 MC6 yang turut mendukung teknologi ray tracing guna meningkatkan kualitas tampilan refleksi cahaya dan bayangan.

Chipset juga mendukung spesifikasi memori yang memadai untuk kelas mid-range, misalnya seperti RAM berjeniskan LPDDR5 pada frekuensi up to 6.400 Mbps, serta penyimpanan internal (storage) pada standar UFS 3.1.

SoC Dimensity 8200 mendukung protokol jaringan Wi-Fi 6E yang bisa terhubung dengan pita (band) 6 GHz, secara efektif meningkatkan kecepatan dan stabilitas internet saat mengunduh dan mengunggah, cocok untuk ruang lingkup smart home.

Tersedia pula dukungan modem dual 5G yang bisa mencapai kecepatan teoritis unduhan hingga 4,7 Gbps, ISP Imagiq 785 sebagai penunjang foto, hingga dukungan resolusi kamera tunggal hingga 320 MP.

Dimensity 8200 tentu tidak melupakan aspek multimedia, mendukung resolusi layar tertinggi hingga WQHD+ dengan refresh rate 120 Hz atau Full HD+ (1080p) pada refresh rate 180 Hz.

Dimensity 8200 memiliki fabrikasi 4 nm yang lebih rendah dari Kirin 9000s dengan fabrikasi 7 nm. Selain itu, skor AnTuTu v10 pada Dimensity 8200 adalah 888.266 poin, 1 persen lebih rendah dari Kirin 9000s di skor 898.955 poin menurut Nano Review per September 2023.

Dimensity 8200 juga punya skor Geekbench 6 yang mirip, meraih angka 1281 poin (single core) dengan skor 3868 poin (multi-core). Sebagai pengingat, Kirin 9000s hadir dengan skor 1216 poin dan 2588 poin pada pengujian single core dan multi-core-nya.

6. Exynos 2100

exynos 2100

Pernah ada sebuah era di mana Samsung selalu menyediakan dua opsi HP flagship berdasarkan SoC dan wilayah pemasarannya.

Misalnya, Samsung Galaxy S21 series hadir di tahun 2021 dengan Exynos 2100 pada wilayah pasar Korea, India, Brazil, dan Australia. Sementara, wilayah internasional, AS, Cina, dan Kanada mendapatkan varian Snapdragon 888.

Otomatis, tidak salah jika saya bilang keberadaan Exynos 2100 ini dimaksudkan untuk menyaingi Snapdragon 888. Exynos 2100 dibangun pada proses fabrikasi 5 nm (5LPE) dari pabrikan Samsung.

Di dalamnya tersedia delapan unit CPU dengan format 1 + 3 + 4, yakni satu unit Cortex X1 dengan clock speed 2.91 GHz, tiga unit Cortex A78 berkekuatan 2.81 GHz, serta empat inti Cortex A55 pada frekuensi 2.2 GHz.

Kemampuan SoC ini diklaim 19 persen lebih baik pada single thread dan 33 persen lebih baik pada multi-thread ketimbang chipset generasi pendahulunya. Adapun pada kinerja grafisnya, Exynos 2100 menggunakan Mali G78 MP14 dengan frekuensi 854 MHz yang disinyalir lebih kuat 40 persen dibanding sebelumnya.

ISP (Image Signal Processor) pada SoC ini juga mendukung resolusi kamera utama hingga 200 MP atau dual camera beresolusi 32 MP + 32 MP. Tentunya tersedia juga dukungan HDR10+ untuk rentang dinamis yang lebih gacor.

Kemiripan Exynos 2200 dengan Kirin 9000s terletak pada skor Geekbench 6. SoC ini meraih skor 1461 pada single core dan 3314 poin pada multi-core. Sementara, Kirin 9000s meraih skor 1216 poin single core (20 persen lebih rendah) dan 3588 multi-core (8 persen lebih baik).

Jika mengacu ke skor AnTuTu v10, Exynos 2100 meraih angka 622.691 poin yang notabene 44 persen lebih rendah dibandingkan Kirin 9000s dengan skor 898.955 poin.

7. Apple A13 Bionic

apple a13 bionic_

Kalau dari kubu Apple, chipset yang dinilai setara dengan Kirin 9000s adalah Apple A13 Bionic. SoC ini hadir pada sejumlah seri iPhone keluaran tahun 2019, yakni seperti iPhone 11, iPhone 11 Pro, dan iPhone 11 Pro Max. Selain itu, iPhone SE 2020 dan iPhone SE generasi ke-2 juga kedapatan menggunakan SoC yang sama.

Apple A13 Bionic hadir dengan teknologi fabrikasi 7 nm N7P alias teknologi 7 nm generasi kedua. Di dalamnya tersemat jumlah transistor yang melebihi 8,5 miliar unit, secara efektif meningkatkan efisiensi daya pada smartphone yang menggunakannya.

Prosesor pada Apple A13 Bionic ada enam buah alias hexa-core. Dua di antaranya merupakan klaster high performance bernama Lightning, memiliki kecepatan hingga 2.65 GHz. Sedangkan enam lainnya merupakan klaster efficiency core dengan nama Thunder.

Chipset ini diklaim memiliki peningkatan kinerja high performance CPU sebanyak 20 persen, sekaligus lebih hemat daya 30 persen dibandingkan pada Apple A12 Bionic yang jadi pendahulunya.

Masih dibandingkan dengan generasi sebelumnya, Apple A13 Bionic juga bawakan peningkatan performa 20 persen dan efisiensi daya 40 persen pada efficiency core-nya.

Saya sarankan jangan mengacu pada skor AnTuTu v10 di chipset ini, karena sifatnya tidak cross-platform. Namun untuk sekadar pelengkap saja, saya sampaikan bahwa Apple A13 Bionic ini meraih skor AnTuTu v10 di angka 820.565 poin.

Adapun yang bikin Apple A13 Bionic ini comparable dengan Kirin 9000s adalah skor Geekbench 6 yang tidak beda jauh. Kalau yang satu ini, Anda boleh bandingkan skornya karena bersifat cross-platform. Skor yang didapat adalah 1743 poin untuk single core dan 3127 poin untuk multi-core.

8. Dimensity 8100

dimensity 8100_

Dimensity 8100 bisa dibilang merupakan salah satu model pendahulu dari Dimensity 8200, jadi wajar kalau performa keduanya masih berada di level yang sama.

Seperti Dimensity 8200, SoC ini juga dimaksudkan untuk membawakan performa kelas flagship ke ranah smartphone di kelas harga lebih terjangkau, tepatnya rentang mid-range. Diketahui, salah satu smartphone pertama yang diotaki Dimensity 8100 adalah realme GT Neo3.

Prosesor yang tercakup di dalamnya adalah empat unit high performance Cortex A78 berkekuatan 2.85 GHz dan empat efficiency core pada clock speed 2.0 GHz. Adapun proses fabrikasi yang diusungnya adalah 5 nm dari TSMC.

Smartphone yang ditopang dengan Dimensity 8100 berkesempatan untuk pakai RAM LPDDR5 dengan storage UFS 3.1. Serta, dukungan konektivitasnya mencakup Bluetooth 5.3 dan Wi-Fi 6E.

Beralih ke departemen layar, SoC ini dapat dipasangkan dengan display 4K di 120 Hz atau Full HD+ pada laju 168 Hz. Perangkat yang pakai SoC ini juga mampu dipasangkan dengan single camera berkekuatan 200 MP, serta dukung resolusi video recording hingga 4K di frame rate 60 FPS.

SoC Dimensity 8100 cocok dipasangkan ke dalam smartphone gaming lantaran mendukung kartu grafis Mali G610 MC6 yang berperforma menawan. Berdasarkan hasil penelusuran yang saya lakukan, Dimensity 8100 ini tampaknya belum mendukung ray tracing seperti pada Dimensity 8200.

Tidak berbeda jauh dengan Dimensity 8200, performa pada Dimensity 8100 ini juga dinilai setara dengan Kirin 9000s. Terlebih saat kita bandingkan skor benchmark sintetisnya. Diketahui, Dimensity 8100 meraih skor AnTuTu v10 sebesar 852.252 poin yang hanya terpaut 5 persen dengan skor 898.955 poin pada Kirin 9000s.

Adapun pada skor Geekbench 6, chipset Dimensity menghadirkan angka 1138 poin pada single core (terpaut 7 persen) dan 3607 poin pada multi-core (terpaut 1 persen).

Itulah sederet chipset yang punya performa setara dengan Kirin 9000s. Pengguna dapat merasakan kinerja SoC ini jika membeli salah satu dari smartphone yang menggunakannya, yakni Huawei Mate 60, Huawei Mate 60 Pro, dan Huawei Mate 60 Pro+. Semoga informasi ini bermanfaat.

Kategori:
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram