Inilah Kelebihan dan Kekurangan HP Buatan Tecno
Meskipun sekarang namanya makin sering muncul di pasar smartphone Indonesia, perjalanan Tecno Mobile buat sampai ke titik ini sebenarnya tidak instan. Tecno resmi hadir pada November 2020 di bawah Transsion Holdings dan sempat berada di bawah bayang-bayang saudaranya sendiri, Infinix, yang lebih dulu populer di tanah air.
Momentum Tecno mulai terasa pada tahun 2022. Lewat strategi pemasaran yang lebih agresif dan peluncuran produk yang lebih terarah, mereka perlahan berhasil mencuri perhatian. Jujur, saya sendiri baru benar benar ngeh dengan Tecno di tahun itu karena promosinya sedang kencang-kencangnya.
Sejak saat itu, Tecno terus menghadirkan seri-seri dengan identitas dan segmen pengguna yang jelas. Hasilnya, portofolio produknya makin beragam dan penjualannya pun ikut naik.
Dengan perkembangan yang cukup pesat ini, wajar kalau banyak orang mulai penasaran soal apa saja kelebihan dan kekurangan HP Tecno secara umum. Supaya kamu bisa lebih mantap menentukan pilihan, mari kita bahas satu per satu kelebihan dan kekurangannya.
Kelebihan HP Tecno
Tecno adalah merek tertua yang ada di bawah naungan Transsion Holdings. Karena itu, Tecno bisa dibilang sebagai merek yang paling berpengalaman. Dengan jam terbang yang lebih panjang, mereka bisa menawarkan hal-hal menarik seperti berikut.
1. Kemampuan Kamera Juara di Kelas Menengah (Teruji DXOMARK)

Kamera HP kelas menengah sering dianggap seadanya. Banyak orang merasa hasil foto yang benar benar bagus hanya bisa didapat kalau beli HP flagship yang harganya mahal. Tecno lewat Camon Series berhasil membuktikan kalau anggapan itu tidak selalu benar. Di tahun 2025, seri ini bukan lagi sekadar opsi murah, tetapi sudah cukup kuat buat bersaing di level global.
Peningkatan kualitasnya terlihat jelas di Tecno Camon 40 dan Tecno Camon 40 Pro 5G. Tecno tidak hanya mengandalkan sensor besar dan OIS, tetapi juga mengoptimalkan software kameranya supaya hasil fotonya lebih konsisten.
Usaha ini terbukti lewat hasil tes DXOMARK, situs pengujian kamera yang cukup terkenal. Tecno Camon 40 Pro 5G meraih skor tinggi untuk kelas menengah. Hasil penilaiannya menunjukkan kamera ponsel ini bisa menangkap detail dengan baik, punya exposure yang pas, dan tetap bisa mengendalikan noise saat dipakai memotret di kondisi minim cahaya.
Banyak yang kaget dengan hasil ini. Meskipun situs DXOMARK tidak bisa jadi rujukan mutalk, tapi apa yang dicapai Tecno Camon 40 Pro 5G patut diapresasi. Apalagi ponsel ini ada di harga Rp3 sampai Rp4 jutaan.
Apa yang dicapai Tecno ini jelas membuktikan bahwa Tecno kini mengalami kemajuan, terutama untuk sektor mobile photography.
2. Berani Berinovasi di Segmen Premium

Tecno sekarang mulai menempatkan diri sebagai pemain yang berani di kelas premium lewat Phantom Series. Mereka tidak lagi sekadar mengikuti tren, tetapi hadir sebagai penantang yang mencoba membawa teknologi masa depan ke harga yang lebih ramah.
Contoh yang paling terlihat adalah langkah Tecno di pasar ponsel foldable. Lewat Tecno Phantom V Fold2 dan Phantom V Flip2, mereka berhasil menekan batas harga yang sebelumnya dikuasai brand besar seperti Samsung. Bahkan, Tecno pernah membawa seri flip mereka ke Indonesia.
Tidak hanya berhenti di ponsel lipat, Tecno juga menjadikan Phantom Series sebagai tempat bereksperimen. Mereka pernah memamerkan konsep layar gulung lewat Phantom Ultimate serta mencoba teknologi kamera dengan lensa retractable yang bisa maju mundur secara fisik.
Keberanian menggarap produk produk seperti ini menunjukkan kalau tim R&D Tecno cukup kuat. Ini memberi citra baru bahwa Tecno adalah brand yang futuristik, teknikal, dan tidak ragu mengambil risiko demi menghadirkan hal baru. Meski tentu produk mereka belum sempurna, tapi langkah mereka di segmen premium tentu diapresiasi.
3. Punya Seri POVA, Seri Gaming dengan Desain Menarik dan Baterai Besar

Salah satu ciri khas yang melekat di seri Tecno adalah desainnya yang beda lewat POVA Series. Seri ini memang dibuat dengan identitas gaming yang kuat, memakai gaya Mecha atau Cyberpunk yang sengaja tampil mencolok agar tidak menyatu dengan desain HP mainstream yang cenderung mirip semua.
Bagian belakang bodinya punya karakter yang langsung kelihatan. Tecno memainkan tekstur dan garis garis yang menyerupai mesin robot, lalu menambahkan lampu LED interaktif seperti Arc Interface atau Dynamic Light.
Lampu ini bisa hidup mengikuti notifikasi, musik, atau proses pengisian daya, jadi ponsel terasa lebih hidup dan futuristik ketika diletakkan di meja. Desain seperti ini membuat POVA Series jadi HP yang mudah mencuri perhatian siapa pun yang melihatnya.
Seri POVA juga dikenal sebagai ponsel yang punya baterai berkapasitas 6.000 mAh sampai 7.000 mAh. Kombinasi desain unik dan baterai badak ini membuat POVA Series cocok untuk gamer berat atau pengemudi ojek online yang butuh ponsel tahan lama.
4. Punya Portofolio Produk Pendukung dari Laptop sampai Tablet

Salah satu kejutan menyenangkan dari Tecno adalah keseriusan mereka membangun ekosistem produk di luar smartphone. Di saat beberapa brand lain mulai mengurangi bahkan menghentikan lini IoT seperti laptop atau TV, Tecno malah tancap gas menghadirkan lebih banyak perangkat resmi di Indonesia.
Pergerakan ini terlihat jelas lewat hadirnya lini Tecno MEGABOOK. Tecno tidak sekadar coba coba, tetapi langsung merilis beberapa varian yang kompetitif. Ada MEGABOOK T1 yang tipis, lalu seri S1 dan K1 yang membawa spesifikasi mantap untuk produktivitas.
Laptop-laptop ini punya ciri khas Tecno, yaitu desain stylish dengan bodi metal, performa yang cukup ngebut untuk kerja harian, dan harga yang jauh lebih bersahabat dibanding pemain lama di pasar laptop.
Tidak berhenti di situ, Tecno juga mulai meramaikan pasar tablet lewat lini Tecno MEGAPAD. Kehadiran tablet ini membuat ekosistem Tecno terasa lebih lengkap, apalagi untuk pengguna yang butuh layar besar baik untuk belajar maupun hiburan.
Lini aksesoris juga tidak ketinggalan. Tecno terus meluncurkan TWS seperti Tecno Buds atau Sonic, serta jam tangan pintar yang jadi pelengkap gaya hidup digital.
Dengan ekosistem yang makin lengkap dan harganya tetap ramah, pengguna bisa menikmati perangkat yang saling terhubung, mulai dari HP, laptop, tablet, sampai aksesoris, semuanya dalam satu brand yang konsisten menawarkan value tinggi.
5. Paket Penjualan Lengkap
Sumber: Gonta Ganti HapeSaat banyak brand mulai irit dengan alasan lingkungan dan menghilangkan berbagai aksesoris dari boks penjualan, Tecno justru tetap mempertahankan paket lengkap yang benar benar membantu konsumen, khususnya di Indonesia.
Anda tidak perlu menambah biaya apa pun. Tecno biasanya sudah menyediakan kepala charger yang sesuai dengan kemampuan fast charging HP-nya, bukan charger lambat.
Umumnya di kotak penjualan HP Tecno, terdapat kepala charger, case, kabel USB, SIM ejector, screen protector, dan saja dokumen buku manual dan buku garansi.
Karena itu, paket penjualan HP Tecno bisa dibilang masih lengkap. Bahkan, Tecno kadang-kadang masih membekali earphone kabel, seperti pada paket penjualan Tecno POVA 3.
6. Service Center Ada di Seluruh Indonesia

Perjalanan Tecno di Indonesia memang masih terbilang muda dibanding merek-merek lain yang sudah mapan. Meski begitu, Tecno punya layanan service center yang oke. Pengguna di seluruh Indonesia tak perlu khawatir jika sewaktu-waktu HP Tecno-nya mengalami masalah.
Tecno menunjuk Carlcare sebagai pusat servis resmi mereka. Untuk diketahui, Carlcare juga merupakan anggota grup Transsion Holdings. Selain menangani perbaikan HP Tecno, Carlcare juga menerima servis HP Infinix dan itel.
Cakupan layanan Carlcare menjangkau seluruh pulau di Indonesia. Per 2021, mereka sudah punya 200 gerai service center yang tersebar di kota-kota besar. Carlcare menjanjikan pelayanan cepat kepada setiap konsumen.
Mereka mengestimasikan kasus ringan bisa ditangani 1 jam, sedangkan kasus rumit paling lama bisa selesai dalam 72 jam. Kalau mau lebih cepat lagi, Anda bisa memanfaatkan fasilitas pendaftaran online.
Adapun kalau Carlcare di kota Anda belum ada, Anda bisa pergi ke servis multimerek yang bisa menangani HP Tecno seperti M-Care dan ezCare.
Kekurangan HP Tecno
Tecno bisa dibilang merek yang sudah settle meski belum lama di Indonesia. Kedatangannya mampu mencuri perhatian. Namun, masih punya banyak PR yang mesti diperbaiki di kemudian hari. Beberapa di antaranya adalah seperti berikut.
1. Bloatware dan Iklan

Setiap HP 4G dan 5G yang dijual di Indonesia harus lolos TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) minimal 35%. Peraturan tersebut dicanangkan oleh Kementerian Perindustrian sejak 2021.
Peraturan tersebut memiliki arti bahwa HP 4G dan 5G yang dijual di Indonesia mesti punya kandungan komponen buatan lokal. Nah, komponen itu bisa hardware, software, atau keduanya. Komposisi komponen lokal di tiap model tentu saja berbeda.
Pada HP Tecno, terdapat aplikasi-aplikasi prainstal yang lazim disebut bloatware. Artinya, produsen yang satu ini memasukkan komposisi software untuk meraih lolos TKDN.
Beberapa bloatware ada yang berguna, tapi sebagian yang lain tidak. Untungnya mayoritas bloatware bisa di-uninstall supaya tidak menyesaki memori internal. Selain bloatware, ada juga iklan yang bisa mempengaruhi kenyamanan pemakaian.
Adanya iklan tersebut menjawab pertanyaan mengapa HP Tecno bisa murah. Iklan yang tampil tentu saja menghasilkan laba di luar penjualan ponsel. Nah, laba yang diperoleh itu digunakan untuk "menyubsidi" biaya produksi ponsel, sehingga harga jualnya bisa murah.
Kehadiran bloatware ini memang agak disayangkan. Apalagi HiOS sudah menawarkan banyak fitur unik seperti Social Turbo atau asisten Ella. Semoga di masa depan, soal bloatware bisa lebih minim.
2. Belum Ada Kejelasan Update OS untuk Spark Series

Di bagian pembaruan perangkat lunak, Tecno sebenarnya mulai menunjukkan perkembangan yang patut dihargai. Mereka mulai merespons keluhan pengguna dan memberi komitmen yang lebih jelas untuk lini menengah dan gaming.
Peningkatan ini terlihat jelas di seri Tecno Camon 40 dan Camon 40 Pro 5G yang dijanjikan menerima tiga generasi pembaruan Android hingga Android 18 serta lima tahun pembaruan keamanan. Seri Tecno POVA 7 yang menyasar gaming terjangkau juga sudah dipastikan mendapatkan dua kali pembaruan sistem operasi. Langkah ini membuat lini Camon dan POVA terlihat makin menarik di kelasnya.
Sayangnya hal yang sama tidak berlaku untuk Spark Series. Pembaruan OS untuk lini ini biasanya mentok di update keamanan saja. Contohnya TECNO Spark 40 Pro+ dari Spark 40 Series yang hanya mendapat jatah pembaruan keamanan selama dua tahun.
3. Posisi yang Sering Tumpang Tindih dengan Infinix

Salah satu hal yang sering bikin konsumen bingung saat memilih Tecno adalah kemiripannya dengan “saudara satu rumah”-nya sendiri, Infinix. Keduanya berada di bawah Transsion Holdings, jadi wajar kalau ada tumpang tindih produk yang membuat pasar internal mereka saling berbenturan.
Situasi ini paling terasa di kelas entry-level dan menengah bawah. Antara Tecno Spark dan Infinix Hot, atau antara Tecno POVA dan Infinix Note, spesifikasi yang ditawarkan sering terasa mirip banget. Chipsetnya sama, layar setara, baterai juga tidak jauh berbeda.
Bahkan kadang bedanya hanya desain belakang dan tampilan antarmuka saja, HiOS untuk Tecno dan XOS untuk Infinix.
Akibat minimnya perbedaan itu, banyak konsumen awam jadi bingung menentukan pilihan. Pertanyaan seperti “Kenapa harus ambil Tecno Spark kalau Infinix Hot speknya sama dan harganya mirip?” jadi sering terdengar.
Contoh paling jelas ada di Tecno Spark 40 Pro+ yang punya spesifikasi hampir kembar dengan Infinix Hot 60 Pro+. Keduanya sama sama berada di kisaran harga Rp2 jutaan, jadi nilai pembedanya semakin tipis.
Karena perbedaan di spesifikasi dasar tidak terlalu menonjol, Tecno harus bekerja ekstra lewat desain dan fitur tambahan supaya produknya bisa terlihat lebih menarik dibanding saudara kandungnya sendiri.
4. Kualitas Kamera dan Mikrofon Belum Oke

Main gim hanyalah satu dari sekian jenis aktivitas yang dilakukan oleh manusia bersama ponselnya. Peran ponsel pun makin kompleks karena orang ingin melakukan banyal hal dengan ponsel. Tak terkecuali memfoto dan merekam video.
Sayang, racikan komposisi warna (color science) Tecno belum konsisten. Mereka kadang bisa menciptakan racikan yang pas seperti pada Tecno Spark 7 Pro, tapi bisa juga kacau seperti di Tecno POVA 4. Kalau sudah kacau, warna foto bisa terlihat agak pucat, oversharpening, dan hal-hal kurang menarik lainnya.
Lalu hal yang perlu diperbaiki dari Tecno adalah kualitas mikrofon. Hal yang satu ini penting bagi mereka yang hendak menjadikan HP Tecno sebagai perangkat penghasil konten. Tecno paling tidak mesti membekali ponselnya dengan dua mikrofon, dan disetel supaya bisa meredam kebisingan.
Simpulan
Sampai di sini ulasan mengenai kelebihan dan kekurangan HP Tecno. Merek yang satu ini ternyata mampu menghadirkan produk-produk yang sesuai dengan selera masyarakat. Tecno hanya perlu melakukan perbaikan supaya tetap eksis mewarnai pasar smartphone Indonesia.

