carisinyal web banner retina

Inilah Jenis-Jenis Chipset Snapdragon yang Dipakai di HP

Ditulis oleh Hilman Mulya Nugraha

System on a Chip (SoC) - atau bisa disebut chipset - dengan sistem operasi Android yang paling banyak digunakan oleh berbagai vendor adalah Snapdragon. Chipset ini dibuat oleh Qualcomm, perusahaan komunikasi yang didirikan tahun 1985.

Qualcomm kemudian melahirkan beberapa produk seperti ponsel CDMA, paten CDMA2000 1X yang jadi 4G, dan melahirkan chipset paling terkenal di industri mobile, Snapdragon.

Snapdragon merupakan merek yang cukup menjual. Tidak sedikit vendor ponsel yang sering bangga jika ponsel yang mereka produksi ditenagai Qualcomm Snapdragon. Bisa dibilang, ponsel dengan chipset Snapdragon lebih menarik di mata konsumen jika dibandingkan ponsel dengan chipset dari produsen lain.

Lantas, bagaimana Snapdragon bisa populer sampai sekarang? Ada berapa varian chipset Snapdragon? Apa sajakah chipset Snapdragon yang terbaik? Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat Anda temukan jawabannya pada pembahasan kali ini.

Sejarah Singkat Qualcomm Snapdragon

snapdragon 660

Snapdragon hadir pertama kali pada tahun 2007. Generasi pertama chipset Snapdragon menghadirkan prosesor bernama Scorpion yang kemudian tidak dilanjutkan. Setahun setelah hadir, Snapdragon mulai mendapat kepercayaan berbagai merek ponsel pintar.

Tahun 2009, Qualcomm memperkenalkan Adreno, GPU yang kemudian terintegrasi dengan chipset Snapdragon. Adreno awalnya adalah salah satu lini produk grafis yang dimiliki oleh ATI Radeon. Ketika ATI Radeon diakuisisi oleh AMD, pengembangan Adreno tidak dilanjutkan.

Adreno - yang merupakan unit pengolah grafis mobile - lantas dijual ke Qualcomm. Adapun Adreno adalah anagram dari Radeon. Kehadiran Adreno jelas memperkuat lini produk Snapdragon. Adreno juga jadi kunci betapa bagusnya performa chipset Snapdragon dalam menjalankan berbagai gim di perangkat mobile.

Terlebih melihat fakta banyak orang yang lebih suka memakai smartphone Android dengan chipset Snapdragon dibandingkan chipset lainnya. Hal inilah yang kemudian membuat para vendor ponsel banyak yang mengandalkan Qualcomm Snapdragon sebagai dapur pacu mereka.

Vendor-vendor ternama seperti Xiaomi, ASUS, vivo, OPPO, sering memakai Qualcomm Snapdragon. Samsung yang punya chipset sendiri (Exynos) pun tidak jarang menggunakan Snapdragon.

Posisi Qualcomm dalam menciptakan chipset Snapdragon adalah sebagai desainer. Qualcomm terlebih dahulu membeli lisensi arsitektur cip pada ARM, lalu mendesain ulang sesuai dengan racikan sendiri. Setelah desain chipset Snapdragon jadi, Qualcomm melemparkan proses produksi pada pabrik semikonduktor.

Ada dua pabrik semikonduktor yang biasanya jadi langganan Qualcomm, yakni TSMC dan Samsung. Jadi Qualcomm termasuk perusahaan yang fabless alias tidak punya pabrik sendiri.

Qualcomm menghadirkan berbagai macam chipset Snapdragon. Mulai dari yang performanya standar sampai yang kencang. Untuk menandakan pembeda ini, Snapdragon biasanya memakai kode angka di bagian depan.

Semakin tinggi angka depan, maka semakin tinggi pula kelas chipset-nya. Sebaliknya, rendah angka depan berarti semakin rendah pula level chipset-nya. Hal ini berarti angka depan semakin rendah. Untuk mengetahui lebih jelas soal jenis-jenis dari chipset Snapdragon, silakan simak penjelasan berikut ini.

Jenis-Jenis Chipset Snapdragon

Nah, setelah Anda mengetahui sejarah singkat soal chipset Snapdragon, kini saatnya mengetahui beberapa jenisnya yang bisa dibaca berikut ini.

Snapdragon 8 Series

Snapdragon 8 Gen 1

Snapdragon 8 Series merupakan chipset flagship, premium, atau bisa juga disebut kelas atas. Chipset seri ini menduduki singgasana teratas dalam hierarki chipset Snapdragon.

Snapdragon 8 Series selalu menjadi tempat adopsi teknologi paling anyar. Fitur yang disematkan juga paling komplet dibanding seri chipset Snapdragon yang lain. Secara performa, Snapdragon 8 Series juga merupakan yang paling unggul dibanding seri lain.

Teknologi seperti pemrosesan AI (kecerdasan buatan), teknik rendering ray tracing, konektivitas 5G, hadir paling awal pada seri ini. Snapdragon 8 Series muncul kali pertama pada 2013 ketika struktur penamaannya masih menggunakan tiga angka.

Chipset pertama seri ini adalah Snapdragon 800 yang dibangun dengan fabrikasi 28 nm. Beberapa chipset Snapdragon 8 Series yang berhasil mendulang kesan positif adalah Snapdragon 820, Snapdragon 821, Snapdragon 835, 845, Snapdragon 865, dan Snapdragon 870.

Namun, ada kalanya Qualcomm tak mampu memenuhi ekspektasi. Snapdragon 808, Snapdragon 810, dan Snapdragon 888 adalah chipset-chipset yang tidak terlalu berhasil. Ketiganya mengalami masalah dalam hal manajemen panas dan efisiensi konsumsi daya.

Setelah Snapdragon 888 keluar, Qualcomm coba untuk melakukan penyederhanaan penamaan pada 2021. Kebijakan ini ditandai dengan munculnya Snapdragon 8 Gen 1, diikuti Snapdragon 8+ Gen 1, Snapdragon 8 Gen 2 (2022), Snapdragon Gen 3 (2023).

Snapdragon 8 Gen Series adalah chipset yang diperkenalkan Qualcomm pada 2021 dengan seri pertamanya, Snapdragon 8 Gen 1. Di tahun 2022, Qualcomm pun memperkenalkan seri lanjutannya yang diberi nama Snapdragon 8 Gen 2.

Snapdragon 7 Series

snapdragon 7 gen 3

Snapdragon 7 Series merupakan chipset kelas menengah atas, bisa juga disebut kelas menengah premium. Chipset seri ini diciptakan untuk memperkecil jarak yang terlalu jauh antara Snapdragon 8 Series dengan Snapdragon 6 Series.

Harga produk dengan chipset seri ini relatif punya harga yang lebih terjangkau, tetapi performa dan kemampuannya bisa diandalkan. Seri ini kali pertama hadir pada 2018 dengan Snapdragon 710 sebagai produk inisiatornya.

Kala itu, struktur penamaan masih menggunakan tiga angka, mengikuti chipset Snapdragon seri lain yang telah lebih dahulu ada. Pelan-pelan Snapdragon 7 Series menjadi salah satu chipset favorit konsumen.

Performa chipset seri ini tidak lebih tinggi dari Snapdragon 8 Series. Namun, hal itu justru membuatnya cenderung stabil ketika menangani beban kerja tinggi dan bebas dari isu panas berlebih.

Selain punya performa yang stabil, Snapdragon 7 Series umumnya memiliki ISP (Image Signal Processing) yang baik. ISP bertanggung jawab terhadap kualitas foto dan video.

Pada 2023, Xiaomi merilis Redmi Note 12 Pro yang memakai chipset Snapdragon 732G. Chipset tersebut tergolong uzur karena rilis pada 2020. Meski begitu, hasil tangkapan kamera Redmi Note 12 Pro mampu mengalahkan kebanyakan HP 3 jutaan yang rilis saat itu.

Itu semua berkat ISP pada Snapdragon 732G yang punya kinerja bagus. Snapdragon 732G hanya salah satu contoh betapa menariknya chipset Snapdragon 7 Series. Beberapa chipset seri ini yang mendapat tanggapan positif dari konsumen yakni Snapdragon 778G, Snapdragon 7+ Gen 2, dan Snapdragon 7 Gen 3.

Mulai 2022, struktur penamaan seri ini disederhanakan seperti yang terjadi pada Snapdragon 8 Gen 1. Chipset pertama yang dirilis setelah penamaannya disederhanakan adalah Snapdragon 7 Gen 1. Hanya saja, tak ada satu pun produk dengan chipset tersebut yang masuk secara resmi ke Indonesia.

Snapdragon 6 Series

snapdragon 636

Nexus 7, HTC One, Samsung Galaxy S4, LG GX, dan OPPO N1 adalah contoh ponsel yang memakai Snapdragon 6 Series di masa kemunculannya. Snapdragon 6 Series adalah chipset kelas menengah yang secara performa lebih baik dari Snapdragon 4 Series.

Snapdragon 6 Series menghadirkan performa yang lebih imbang, baik untuk prosesor, GPU, maupun fitur lainnya seperti DSP, ISP, dan konektivitas. Hanya saja, kemampuan dan fiturnya ada di bawah Snapdragon 7 Series.

Seri ini pernah memperoleh kesuksesan saat merilis Snapdragon 625, Snapdragon 636, dan Snapdragon 660. Ketiga chipset Snapdragon tersebut memiliki performa dan fitur yang baik, dan selalu disematkan pada ponsel dengan harga yang cukup masuk akal.

Redmi Note 4x - yang memakai Snapdragon 625 - kondang akan daya tahan baterainya. Smartphone keluaran 2017 itu disebut GSM Arena bisa bertahan 15 jam 30 menit saat memutar video lokal. Sebuah hasil yang baik mengingat baterainya hanya 4100 mAh.

Pengembangan Snapdragon seri 6 berlanjut dengan kemunculan Snapdragon 632, Snapdragon 670, Snapdragon 675, Snapdargon 695, Snapdragon 680. Seri ini sudah mengalami penyederhanaan penamaan pada 2022 dengan hadirnya Snapdragon 6 Gen 1.

Namun, Qualcomm masih menggunakan struktur penamaan lama pada 2023 ketika merilis Snapdragon 685.

Snapdragon 4 Series

snapdragon 4 gen 2_

Pada awalnya, Snapdragon 4 Series hadir sebagai chipset untuk smartphone harga terjangkau. Performa chipset seri ini tidak tinggi, tetapi sudah cukup layak untuk menjalankan operasi dasar dari sebuah ponsel pintar.

Namun, citra Snapdragon 4 Series mulai berubah ketika Cortex A7x menjamah pada 2020. Kenaikan performanya cukup signifikan. Walau begitu, Snapdragon 4 Series masih identik dengan HP kelas entri.

Pengembangan Snapdragon 4 Series dimulai pada 2013 dengan produk pertama Snapdragon 400. Setelahnya muncul chipset penerus seperti Snapdragon 410, 412, 415, 425, 427, 430, 435, 429. 439, 450, 460, 480, dan 480+.

Penamaan chipset seri ini berubah pada 2022, yang ditandai dengan kemunculan Snapdragon 4 Gen 1. Sebuah anomali terjadi pada 2023 ketika Qualcomm merilis Snapdragon 4 Gen 2. Chipset ini masuk kategori kelas menengah.

Meski begitu, kemampuan olah grafisnya masih di bawah Snapdargon 7 Series. Snapdragon seri ini tampaknya bakal terus diproduksi model terbarunya. Hal ini dipengaruhi karena banyaknya orang yang masih membutuhkan smartphone dengan kemampuan andal.

Paling tidak tidak lambat diajak multitasking maupun main gim sederhana. Napas Snapdragon 4 Series juga masih panjang mengingat pengembangan Snapdragon 6 Series belum masif dan Snapdragon 2 Series sudah berhenti.

Snapdragon 2 Series

Snapdragon 200

Snapdragon 2 Series adalah seri yang tercipta setelah Qualcomm membagi produk chipsetnya menjadi empat kelas pada 2013. Kala itu, chipset seri ini ada di urutan paling bawah setelah Snapdragon 8 Series, Snapdragon 6 Series, dan Snapdragon 4 Series.

Adapun Snapdragon 7 Series baru muncul pada 2018. Snapdragon 2 Series ditujukan untuk kelas low entry alias smartphone dengan kelas harga super terjangkau. Seri ini mengeluarkan chipset pertama yakni Snapdragon 200 yang memakai GPU Adreno 203.

Chipset dengan prosesor dua inti itu cukup laris karena dipakai oleh banyak smartphone. Tiga smartphone di antaranya adalah ZTE Blade V, Samsung Galaxy Win, dan HTC Desire 700.

Qualcomm tampaknya tak lagi melanjutkan pengembangan chipset seri ini. Terakhir kali mereka membuat chipset seri ini adalah pada 2019 saat memperkenalkan Snapdragon 215.

Snapdragon S Series

snapdragon

Snapdragon S series adalah chipset Snapdragon generasi pertama. Seri S ini yang hadir pertama kali pada 2007 dengan nama Snapdragon S1. Snapdragon S1 kemudian diimplementasikan pada ponsel Android di 2008. Snapdragon S1 sendiri hadir dengan beberapa model number yang berbeda-beda. Beberapa ponsel yang memakai Snapdragon S1 adalah LG Optimus L7, Samsung Galaxy Trend Life dan Galaxy Young.

Snapdragon S series terus berlanjut. Qualcomm menghadirkan penerus dari Snapdragon S Series seperti Snapdragon S2, Snapdragon S3, dan keluarga Snapdragon S4 (S4 Plus, Play, Pro) sampai tahun 2012. Beberapa tipe ponsel yang memakai Snapdragon S4 adalah Sony Xperia Z, LG Optimus G, ZTE Grand S, dan Oppo Find 5.

Pengembangan Snapdragon S Series selesai pada 2012, lalu digantikan oleh Snapdragon seri angka mulai 2013.

Daftar Chipset Snapdragon Terbaik

Setelah mengetahui ada banyak chipset Snapdragon, pasti timbul pertanyaan, di antara chipset-chipset tersebut, manakah yang memiliki performa yang baik? Apakah keluarga Snapdragon 8 Series selalu di atas? Untuk menjawabnya, simak daftar chipset Snapdragon terbaik yang diurut berdasarkan "kemampuan terbaiknya".

1. Snapdragon 8 Gen 3

Snapdragon 8 gen 3

Snapdragon 8 Gen 3 dibuat dengan proses manufaktur 4 nm oleh TSMC. SoC yang diperkenalkan Qualcomm pada Oktober 2023 ini tetap mengandalkan delapan inti CPU. Hanya saja, susunannya beda karena memakai formasi 1+5+2.

Ada satu inti prima Cortex X4 (3,3 GHz), lima inti performa Cortex A720 (3 inti 3,15 GHz + 2 inti 2,96 GHz), dan dua inti efisiensi Cortex A520 (2,27 GHz). Terlihat bahwa inti efisiensinya menyusut, sedangkan inti performanya tambah banyak. Apakah itu bikin jadi boros daya?

Tentu saja tidak! Qualcomm mengeklaim konsumsi daya CPU 20 persen lebih hemat ketimbang Snapdragon 8 Gen 2. Hal yang sama juga berlaku pada GPU dan prosesor AI (NPU).

GPU Adreno 750 (770 MHz, 2 inti) di SoC ini alami kenaikan performa 25 persen dan lebih hemat daya 25 persen ketimbang Adreno 740 milik Snapdragon 8 Gen 2. Untuk NPU-nya, komponen Hexagon anyar disebut 98 persen lebih kencang dan 40 persen lebih irit daya ketimbang Hexagon edisi sebelumnya.

Snapdragon 8 Gen 3 juga sudah mendukung ray tracing, akselerasi codec AVI secara hardware untuk pemutaran video. SoC ini bisa tersambung ke WiFi 7 serta kompatibel dengan RAM LPDDR5x dan penyimpanan UFS 4.0.

iQOO 12 merupakan HP pertama di Indonesia yang menggunakan Snapdragon 8 Gen 3. Skor Geekbench 6 HP itu adalah 2.277 pada skenario single-core, dan 6.953 pada skenario multi-core. Skor tersebut dinukil dari pengujian GSM Arena.

2. Snapdragon 8 Gen 2 dan 8 Gen 2 Leading Version

Snapdragon 8 Gen 2 membawakan arsitektur CPU sebanyak 8 inti, namun kini dengan formasi yang cukup unik. Kalau biasanya chipset memiliki empat inti hemat daya dengan tiga unit performa tinggi serta satu inti prima, kini urutannya berbeda.

Justru yang memiliki jumlah tiga inti adalah klaster hemat dayanya. Sedangkan, klaster high performance-nya mengandung empat core. Barulah untuk prime core-nya, jumlahnya tetap hanya satu.

Snapdragon 8 Gen 2 terdiri atas satu inti Cortex X3 berkekuatan 3.2 GHz sebagai prime core-nya. Chipset ini turut membawakan dua klaster high performance yang berbeda, yakni dua inti Cortex A715 (2.8 GHz) dan dua inti Cortex A710 (2.8 GHz).

Sebagai klaster hemat daya, chipset ini dikemas dengan tiga inti Cortex A510 yang beroperasi pada frekuensi 2.0 GHz. Tidak lupa, terdapat kartu pengolah grafis (GPU) dengan frekuensi 680 MHz.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari NanoReview, Snapdragon 8 Gen 1 memiliki skor AnTuTu v9 sebesar 1.171.539 poin. Adapun untuk skor Geekbench 5-nya, meraih skor 1467 poin untuk single core dan 4723 poin untuk multi-core.

Ada beberapa fitur baru yang diperkenalkan pada Snapdragon 8 Gen 2, salah satunya adalah horizon levelling stabilization yang dapat menjaga rekaman video untuk tetap stabil, meski ponsel dimiringkan ke kiri dan kanan dengan gerakan yang kencang.

Lalu, Snapdragon 8 Gen 2 juga termasuk salah satu SoC yang memperkenalkan ray tracing pada dunia mobile game, bersamaan dengan Dimensity 9200 yang jadi rivalnya.

Kemampuan ISP di SoC ini juga benar-benar meningkatkan kualitas hasil foto, lantaran gunakan fitur semantic segmentation untuk mengenali bagian-bagian subjek foto secara terpisah, sesuai pengelompokannya.

iQOO 11 merupakan ponsel pertama yang menggunakan chipset Snapdragon 8 Gen 2. Adapun Qualcomm juga merilis Snapdragon 8 Gen 2 Leading Version. SoC tersebut merupakan versi peningkatan minor dari Snapdragon 8 Gen 2 reguler.

Peningkatan itu ada pada clockspeed inti prima CPU Cortex X3. Clockspeed-nya naik ke angka 3,36 GHz dari yang semula 3,2 GHz. Clockspeed GPU juga dinaikkan. Pada varian ini clockspeed disetel hingga 719 MHz dari yang semula 680 MHz.

Snapdragon 8 Gen 2 Leading Version dipakai oleh nubia Red Magic 8S Pro. Samsung Galaxy S23 Ultra juga memakainya, tetapi namanya diubah jadi Snapdragon 8 Gen 2 for Galaxy.

3. Snapdragon 8 Gen 1 dan 8+ Gen 1

snapdragon 8 gen 1

Snapdragon 8 Gen 1 merupakan chipset perdana kelas atas dari Qualcomm dengan nama baru. Chipset ini merupakan penerus dari Snapdragon 888 dan 888+. Setelah Snapdragon 8 Gen 1, nama chipset kedepannya akan menjadi Snapdragon 8 Gen 2, Gen 3, dan seterusnya. 

Snapdragon 8 Gen 1 adalah salah satu chipset terbaik di 2022. Chipset ini sendiri merupakan chipset yang punya performa 20 persen lebih baik dari seri sebelumnya. Chipset ini juga diklaim lebih hemat sebesar 30 persen dibandingkan Snapdragon 888. 

Chipset ini sendiri memakai CPU Armv9. Di dalam chipset ini, terdapat  tiga kluster prosesor. Prosesor utamanya adalah Cortex-X2 dengan kecepatan clock 3,0 GHz. Kluster kedua, adatiga core Cortex-A710 dengan kecepatan 2,5GHz. Kluster ketiga, yakni empat core Cortex A510 berkecepatan 1,8 GHz.

Sementara dari sisi GPU, chipset ini hadir dengan GPU Adreno 730. GPU ini diklaim Qualcomm memiliki peningkatan grafis 30 persen dengan penghematan daya 25 persen dibandingkan seri Snapdragon 888. Terdapat juga fitur API Vulkan dengan kinerja 60 persen lebih cepat. Fitur ini berguna untuk game 3D tingkat lanjut dan game emulator yang butuh grafis tinggi.

Banyak ponsel kelas atas yang sudah memakai Snapdragon 8 Gen 1. Xiaomi 12 dan 12 Pro adalah dua dua di antaranya. Seri Samsung Galaxy S22 yang masuk resmi ke Indonesia pun memakai chipset Snapdragon 8 Gen 1. Ada juga realme GT2 Pro yang juga memakai chipset ini dan hadir resmi di Indonesia.

Qualcomm juga telah merilis Snapdragon 8+ Gen 1 untuk menyelesaikan isu termal yang ada pada Snapdragon 8 Gen 1 reguler.

Fabrikasinya masih sama-sama 4 nm, namun pabrikannya pindah dari Samsung ke TSMC. Ini dilakukan agar ponsel tidak mudah panas dan dapat mempertahankan performanya di titik puncak dalam waktu lama.

Menurut Qualcomm, chipset varian Plus ini memiliki peningkatan performa CPU sebanyak 10% dan GPU sebanyak 10%. Efisiensi daya pada CPU dan GPU pun disebut-sebut mengalami peningkatan 30%.

Ponsel yang menggunakan Snapdragon 8+ Gen 1 cukup beragam. Pertama kali digunakan pada ASUS ROG Phone 6 series, sejumlah flagship lainnya pun mengikuti, seperti Samsung Galaxy Z Fold 4 dan Flip 4, Xiaomi 12S Ultra, iQOO 10 Pro, dan masih banyak lagi.

4. Snapdragon 7+ Gen 2

Snapdragon 7+ Gen 2

Qualcomm memperkenalkan Snapdragon 7+ Gen 2 pada Maret 2023. Qualcomm menyebut bahwa SoC ini adalah chipset seri 7 paling kencang yang pernah mereka buat. Lompatan performa SoC ini sangat jauh dibandingkan dengan Snapdragon 7 Gen 1.

Kemampuan CPU-nya disebut 50% lebih baik, sedangkan performa GPU-nya meningkat dua kali lipat. Tak cuma itu, efisiensi dayanya juga 13% lebih bagus. Bagaimana ini bisa terjadi?

Penyebabnya ialah karena Snapdragon 7+ Gen 2 banyak mengadopsi teknologi dari Snapdragon seri 8. Pada komponen CPU, SoC ini menjadi Snapdragon seri 7 pertama yang memakai Cortex X Series.

Snapdragon 7+ Gen 2 memakai CPU dengan formasi 1-3-4. Rinciannya, satu core super Cortex X2 (2,91 GHz), tiga core performa Cortex A710 (2,49 GHz), dan empat core efisiensi Cortex A510 (2,0 GHz).

Sementara GPU yang dipakai diyakini juga merupakan turunan dari Snapdragon seri 8, yaitu Adreno 725. GPU ini dapat berjalan di clockspeed 580 MHz dan punya kecepatan komputasi hingga 1781 Gigaflops.

Komponen pendukung ala SoC flagship dapat ditemukan di SoC dengan fabrikasi 4 nm TSMC ini. Mulai dari dukungan RAM hingga LPDDR5 3200 MHz, penyimpanan UFS 3.1, sampai dukungan WiFi 6E dan Bluetooth 5.3.

Untuk urusan multimedia, Snapdragon 7+ Gen 2 punya ISP Spectra (tiga core) yang mendukung kamera hingga 200 MP. Ia juga dibekali prosesor AI Hexagon yang kemampuannya dua kali lebih baik ketimbang generasi sebelumnya.

Snapdragon 7+ Gen 2 bisa hasilkan video dengan resolusi 4K 60 fps. Ia pun bisa disambungkan ke layar beresolusi 4K dengan refresh rate 60 Hz, atau 2K dengan refresh rate 120 Hz.

HP global yang berkesempatan memakai SoC ini adalah POCO F5. Menurut Gizmochina, skor AnTuTu 9 yang dihasilkan Snapdragon 7+ Gen 2 di POCO F5 adalah 978.264.

Sementara itu, skor kemampuan CPU-nya di GeekBench 5 tercatat 1225 pada skenario single-core, dan 3999 pada skenario multi-core. Pengujian tersebut dilakukan oleh kanal YouTube Dhiarcom pada kembaran POCO F5, Redmi Note 12 Turbo.

Dengan melihat skor benchmark sintetis tersebut, lompatan performa Snapdragon 7+ Gen 2 benar-benar signifikan. Ia bahkan lebih dekat ke Snapdragon seri 8 karena sudah melampaui Snapdragon 870 dan Snapdragon 888.

5. Snapdragon 888 dan 888+

Snapdragon 888

Di 2021, Snapdragon 888 5G merupakan chipset yang menawarkan performa kencang di ekosistem Android. Chipset yang dikembangkan Qualcomm ini mampu hadirkan performa yang maksimal. Beberapa ponsel dengan Snapdragon 888 5G punya skor Antutu di angka 600 sampai 700 ribuan. Angka yang tergolong tinggi.

Chipset dengan fabrikasi 5 nm ini sendiri merupakan chipset yang menawarkan konsep tiga kluster prosesor. Pertama, kluster Kryo 680 berjumalah empat core dengan kecepatan 1.8 GHz untuk performa yang hemat daya. Kluster kedua hadir dengan tiga core Kryo 680 dengan kecepatan 2.42 GHz untuk performa kencang. Dan  kluster prime Kryo 680 dengan satu core berkecepatan 2,84 GHz untuk performa lebih kencang.

Dengan spesifikasi tersebut, ponsel dengan Snapdragon 888 5G dapat menghasilkan nilai Antutu 8 di angka 700 ribuan. Namun, chipset ini tidak sekadar menawarkan performa. Ada juga fitur tambahan lain yang membuat chipset ini tergolong matang untuk digunakan di ponsel kelas atas. Salah satunya adalah fitur dukungan pengambilan gambar dalam cahaya rendah hingga pada titik 0,1 Lux.

Snapdragon 888 5G juga dilengkapi dengan tiga image signal processor (ISP) sekaligus, yakni Qualcomm Spectra 580, yang memungkinkan prosesor ini dapat mengakomodasi berbagai pekerjaan yang dilakukan smartphone hingga 25 persen lebih cepat. Selain itu, Snapdragon 888 5G sudah punya fitur-fitur modern. Sebut saja dukungan FastConnect 6900 6GHz, 4K QAM, dan Bluetooth 5.2

Snapdragon 888 5G ini jadi chipset kencang di 2021. Sayangnya, ada beberapa ponsel yang punya isu terhadap panasnya prosesornya. Namun, panas ini tidak terlalu mengganggu sebenarnya. Snapdragon 888 5G sendiri dipakai di ponsel Xiaomi Mi 11, Mi 11 Ultra, OPPO Find X3 Pro, ASUS ROG Phone 5, ASUS Zenfone 8, dan lainnya.

Selain Snapdragon 888, Qualcomm juga merilis Snapdragon 888+ atau Snapdragon 888 Plus. Chipset ini diumumkan kehadirannya pada Mobile World Congress. Dari namanya, chipset ini punya dasar spesifikasi Snapdragon 888 tetapi dengan kemampuan prosesor yang meningkat.

Snapdragon 888 Plus ini hadir membawa clock core Kryo 680 yang kecepatannya meningkat menjadi 2.995GHz dari yang sebelumnya 2.84Ghz. Chipset ini juga didukung dengan teknologi Qualcomm AI Engine generasi ke-6 dengan kinerja hingga 32 TOPS (Tera Operations Per Second), meningkat 20 persen dari 26 TOPS pada Snapdragon 888 biasa.

6. Snapdragon 7 Gen 3

snapdragon 7 gen 3

Snapdragon 7 Gen 3 merupakan chipset 5G yang dirilis Qualcomm pada November 2023. Chipset ini kali pertama hadir di Indonesia lewat vivo V30 5G. Banyak orang mengira bahwa Snapdragon 7 Gen 3 adalah penerus dari Snapdragon 7+ Gen 2.

Namun, hal itu kurang tepat karena chipset ini adalah suksesor dari Snapdragon 7 Gen 1. Snapdragon 7 Gen 3 dibentuk dengan fabrikasi 4 nm TSMC. Di dalamnya terdapat prosesor delapan inti dan GPU Adreno 720.

Prosesornya terdiri atas empat inti Cortex A715 (1x 2,63 GHz + 3x 2,4 GHz) dan empat inti Cortex A510 (1,8 GHz). Snapdragon 7 Gen 3 mendukung RAM LPDDR5 dan penyimpanan UFS 3.1.

Qualcomm bilang, ISP Spectra di SoC ini sudah dibekali fitur AI seperti Remosaic dan AI Video Retuoch untuk menghasilkan foto dan video yang tajam, minim noise, dan warnanya konsisten. Kemampuan AI Snapdragon 7 Gen 3 pun dikatakan lebih irit konsumsi daya hingga 60 persen dibanding pendahulunya.

Kemampuan CPU dan GPU juga meningkat. Kemampuan komputasi CPU meningkat 15 persen dengan konsumsi daya 20 persen lebih hemat. Sementara itu, kemampuan olah grafis GPU naik lebih dari 50 persen dengan konsumsi daya yang sama.

Lebih lanjut, SoC ini kompatibel dengan layar Full HD+ 168 Hz, kamera hingga 200 MP, dan mampu memroses video hingga resolusi 4K. Menurut pengujian yang dilakukan kanal YouTube Legawa Gadget terhadap vivo V30, skor AnTuTu 10 yang diraih Snapdragon 7 Gen 3 adalah 798.783.

Adapun skor Geekbench 6 SoC ini adalah 1129 untuk skenario singlecore dan 3255 poin buat skenario multicore. Skor Geekbench tersebut dikuti dari kanal YouTube Tech Spurt. Berdasarkan data-data tes tersebut, Snapdragon 7 Gen 3 punya performa yang tinggi untuk sebuah chipset kelas menengah.

7. Snapdragon 870

Snapdragon 870

Snapdragon 870 adalah chipset besutan Qualcomm yang mendukung jaringan 5G dan banyak digunakan ponsel kelas atas di 2021. Ponsel yang masuk resmi ke Indonesia yang memakai chipset ini adalah POCO F3, vivo X60, dan vivo X60 Pro. Sementara di pasar global, banyak produsen ponsel yang memakai chipset ini.

Kehadiran chipset ini dianggap sebagai langkah Qualcomm agar produsen punya alternatif chipset kelas atas di 2021 selain Snapdragon 888. Pasalnya, banyak yang beranggapan kalau Snapdragon 888 punya performa yang terlalu kencang dan membuat ponsel punya bodi yang panas.

Perkiraan orang itu juga didasari karena Snapdragon 870 pada dasarnya adalah Snapdragon 865+ yang ditambah lagi kemampuannya.

Di dalam chipset Snapdragon 870 ini, tersemat tiga kluster prosesor. Pertama, kluster Kryo 585 berjumlah empat core dengan kecepatan 1,8 GHz untuk performa yang hemat daya. Kluster kedua hadir dengan tiga core Kryo 585 dengan kecepatan 2, 42 GHz untuk performa kencang. Dan  kluster prime Kryo 585 dengan satu core berkecepatan 3,2 GHz untuk performa lebih kencang.

Pembeda dalam hal ini hanya ada di kluster prime Kryo 585 yang punya 0,1 GHz lebih tinggi dari Snapdragon 865+. Sisanya, GPU dan fitur-fitur lain di dalamnya mirip dengan Snapdragon 865+.

8. Snapdragon 865 dan 865+

Snapdragon 865

Snapdragon 865 adalah chipset yang kencang. Chipset ini hadir dengan delapan core prosesor dan GPU Adreno 650. Chipset ini juga dilengkapi dengan modem bawaan  Snapdragon™ X55 5G sehingga membuat smartphone yang memakai chipset ini sudah mendukung 5G.

Untuk prosesor di chipset ini, terdapat tiga kluster. Kluster pertama adalah kluster Kryo 585 berjumlah empat core dengan kecepatan 1.8 GHz untuk performa yang hemat daya. Kluster kedua hadir dengan tiga core dengan kecepatan 2.42 GHz untuk performa kencang. Dan satu kluster prime Kryo 585 2.84 GHz untuk performa lebih kencang.

Chipset ini memakai DSP Qualcomm® Hexagon™ Vector eXtensions atau DSP Hexagon 698. Sementara untuk ISP, chipset ini hadir dengan Qualcomm Spectra™ 480.

ISP ini mendukung sensor satu kamera sampai 200 MP. Artinya, jika ada vendor yang ingin memakai resolusi 200 MP, hanya satu kamera utama yang bisa memakai resolusi tersebut. Kamera lainnya resolusinya standar.

Snapdragon 865 memiliki varian upgrade yang dinamakan Snapdragon 865+ atau Snapdragon 865 Plus. Teknologi yang digunakan di Snapdragon 865+ serupa dengan Snapdragon 865. Pembedanya ada pada jumlah clock CPU dan GPU yang ditingkatkan.

Peningkatan itu terlihat dari kluster Kryo 585 Prime yang mencapai 3,1 GHz, bukan 2,84 GHz. Sementara GPU Adreno 650 pada Snapdragon 865+ diklaim oleh Qualcomm memiliki kecepatan 10 persen lebih tinggi dibandingkan Adreno 650 pada Snapdragon 865 standar.

Selain itu, peningkatan juga hadir di kecepatan Wifi. Di Snapdragon 865+, terdapat fitur Qualcomm FastConnect 6900. Dengan fitur ini, smartphone yang memakai Snapdragon 865+ dapat memainkan gim sampai 144 fps. Tersedia pula fitur True 10-bit HDR gaming. Fitur-fitur ini menegaskan kalau Snapdragon 865+ ditujukan untuk smartphone gaming.

9. Snapdragon 860

Snapdragon 860Sumber: mi.com

Snapdragon 860 merupakan chipset yang bisa dibilang sebagai Snapdragon 855++. Hal ini karena apa yang ada di Snapdragon 860 merupakan hal yang sama dengan chipset Snapdragon 855 dan Snapdragon 855+. Clock speed yang ada di chipset ini juga serupa dengan Snapdragon 855+.

Pembedanya hanya ada di peningkatan beberapa sektor. Qualcomm melakukan sejumlah peningkatan, termasuk dukungan hingga RAM 16GB. Chipset ini diklaim menawarkan kemampuan rendering graphics 15 persen lebih cepat jika dibandingkan Snapdragon 855. Begitu pula dengan performa CPU-nya yang sudah ditingkatkan. Contoh ponsel yang memakai chipset ini adalah POCO X3 Pro.

10. Snapdragon 7 Gen 1

snapdragon 7 gen 1

Snapdragon 7 Gen 1 merupakan chipset 5G besutan Qualcomm di segmen upper mid-range dengan konsep penamaan yang baru, diselaraskan dengan Snapdragon 8 Gen 1. Ini juga merupakan chipset dari keluarga "Snapdragon 700" yang menghadirkan fabrikasi rendah 4 nm untuk hadirkan efisiensi daya setinggi mungkin.

Chipet yang diumumkan pada kuartal kedua tahun 2022 ini mengusung arsitektur CPU ARMv9, membawakan konfigurasi octa-core yang mencakup satu inti prima Kryo Prime (berbasiskan Cortex A710) dengan kekuatan 2.4 GHz, tiga inti performa Kryo Gold (berbasiskan Cortex A710) berkekuatan 2.36 GHz, serta empat inti hemat daya Kryo Silver (berbasiskan Cortex A510) berfrekuensi 1.8 GHz.

Snapdragon 7 Gen 1 juga membawakan kartu pengolah grafis Adreno 662 yang Qualcomm klaim 20% lebih baik dari GPU yang digunakan Snapdragon 778G. Selain itu, SoC tersebut kini menghadirkan teknologi Adreno Frame Motion Engine yang dapat meningkatkan frame rate saat bermain gim sembari menjaga daya agar tetap awet.

Chipset yang dianggap sebagai penerus dari Snapdragon 778G/778G+ ini juga menawarkan Qualcomm Spectra Triple ISP yang mendukung pemotretan kamra utama hingga resolusi 200 MP, HDR 4K, serta Deep Learning Face Detect yang didasari pada facial landmark sebanyak 300 buah.

Keunikan lain dari chipset ini terletak pada dukungan konektivitasnya. Snapdragon 7 Gen 1 bisa dianggap salah satu yang pertama di seri Qualcomm Snapdragon yang hadirkan dukungan Bluetooth 5.3.

Adapun untuk jaringan selulernya, Snapdragon 7 Gen 1 dilengkapi dengan modem X62 5G RF System generasi ke-4 serta FastConnect 6900. Alhasil, chipset inipun bahkan sanggup mendukung koneksi jaringan WiFi 6 dan WiFi 6E yang memiliki kecepatan mencapai 3,6 Gb per detik.

Ponsel pintar perdana yang berkesempatan mencicipi dahsyatnya performa Snapdragon 7 Gen 1 adalah OPPO Reno8 Pro 5G yang dirilis pada 11 Juni 2022 secara global.

Selain daftar di atas, ada SoC-SoC lain yang cukup populer dan punya kemampuan baik, terutama chipset kelas menengah yang masuk dalam lini Snapdragon 6 Series. Namun, tentu saja nantinya daftar bakalan panjang. Karena itu, isi daftar dibatasi sampai 10 model SoC saja.

Demikianlah pemaparan tentang jenis-jenis chipset atau SoC Snapdragon, berikut pemaparan soal chipset terbaik dari Snapdragon. Semoga artikel ini bermanfaat!

Kategori:
cross
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram