Ditulis oleh - Diperbaharui 11 Maret 2019

Vivo adalah salah satu vendor ternama di Indonesia. Vendor ini cukup banyak memproduksi ponsel dan masuk sebagai top 5 vendor yang banyak mengapalkan ponsel di Indonesia. Nama Vivo juga cukup terkenal di banyak orang, apalagi iklan produk ini lumayan gencar.

Karena banyak dikenal orang, tidak sedikit orang yang membeli HP Vivo. Namun, ada juga orang yang masih ragu terhadap kualitas produk HP Vivo. Karena alasan itulah, artikel ini ada untuk menjawab keraguan tersebut lewat penjelasan kelebihan dan kekurangan HP Vivo. Apa sajakah itu? Langsung simak penjelasannya berikut ini.

Kelebihan HP Vivo

1. Hadir dengan Berbagai Inovasi

VIVO NEX DUAL DISPLAY

Salah satu yang membuat HP Vivo menarik adalah karena Vivo terkenal sebagai vendor yang tergolong inovatif. Betapa tidak, tim pengembangan dan penelitian Vivo tergolong bagus, bahkan bisa jadi pionir dalam menghadirkan berbagai teknologi terkini.

Contoh paling mudahnya adalah kehadiran kamera tersembunyi di Vivo Apex, sebuah ponsel demo yang tidak dijual Vivo. Sistem kamera tersembunyi itu kemudian dilanjutkan di Vivo Nex S dan Vivo Nex A yang di pasaran. Di Indonesia, sistem kamera tersembunyi yang bisa muncul, atau istilah Vivo disebut sebagai elevating camera, hadir secara resmi lewat Vivo V15.

Selain itu, Vivo juga yang memperkenalkan sistem sensor sidik jari yang ada di dalam layar atau under display fingerprint (UDF). Banyak vendor lain yang kemudian menerapkan teknologi ini di HP mereka. Vivo sendiri menghadirkan HP dengan UDF secara resmi di Indonesia lewat perangkat Vivo V11 Pro.

Vivo juga memperkenalkan konsep HP dua layar lewat  Vivo Nex Dual Display. Perangkat yang satu ini memiliki layar di bagian depan dan bagian belakang. Dengan perangkat ini Vivo menawarkan sebuah HP yang menghadirkan layar penuh di satu sisi tetapi juga di sisi lain tetap mempertahankan kamera untuk selfie (yang sekaligus jadi kamera utama) di bagian layar kedua.

2. Kamera Depan dan Belakang Umumnya Baik

Sama seperti HP Oppo, HP Vivo umumnya hadir dengan kamera depan yang baik. Bahkan slogan Vivo, Perfect Selfie, menguatkan kalau kamera depan HP mereka adalah kamera yang terbaik untuk selfie. Hal ini memang bukan isapan jempol belaka karena memang HP Vivo terkenal dengan kamera depan yang baik, terutama untuk Vivo V seri seperti Vivo V5, Vivo V7, dan Vivo V lainnya.

Belakangan, Vivo juga melakukan upgrade pada kamera belakang. Kamera belakang HP Vivo sekarang lebih baik jika dibandingkan sebelumnya. Contohnya di Vivo V11 Pro  yang kamera belakangnya hadir dengan kamera ganda 12 MP + 5 MP.

Kamera ganda ini mengusung fitur dual pixel PDAF + 5 MP dan kemampuan merekam video sampai 2160p. Banyak reviewer yang memuji kualitas kamera depan HP ini. Kamera utama HP Vivo juga tergolong di seri kelas atas mereka yakni Vivo X seri. Sementara di HP kelas bawah mereka, yakni Y seri, kameranya memang cenderung biasa.

3. Umumnya Memiliki Desain yang Menarik

hp tanpa bezel vivo-v11pro (Copy)

Daya tarik HP Vivo lainnya ada di bagian desain. Vivo memang tidak mengikuti tren desain modern yang tampak mengilap. Namun, desain bodi HP Vivo memang cenderung bagus. Beberapa tipe HP Vivo yang memiliki desain menarik contohnya Vivo V9, Vivo V11 Pro, dan Vivo Y95.

HP Vivo lain yang tergolong menarik secara desain jelas dimenangkan oleh Vivo Nex S dan Vivo Nex A. Sayangnya, kedua ponsel tersebut tidak hadir secara resmi di Indonesia. Untungnya, Vivo menghadirkan Vivo V15 yang boleh dibilang membawa teknologi elevating camera yang ada di Vivo Nex seri.

4. Teknologi Dual Engine Fast Charging 

dual engine fast charging

Salah satu teknologi yang dihadirkan Vivo adalah Dual Engine Fast Charging. Teknologi ini pertama kali diperkenalkan di Vivo V11 Pro dan kedepan tampaknya akan terus diimplementasikan di HP Vivo lain. Teknologi pengisian cepat ini bisa dibilang saingan dari VOOC Flash Charge dari Oppo dan SuperCharge dari Huawei.

Teknologi ini memungkinkan pengisian baterai lebih cepat dari pengisian konvensional. Hal ini berkat adanya dua chip pengisian daya di dalamnya yang dapat didistribusikan tegangan sehingga lebih cepat dari pengisian konvensional.

Pihak Vivo sendiri mengklaim jika teknologi ini mampu mengisi ponsel selama 30 menit untuk mendapatkan pengalaman menonton video selama hampir 7 jam, mendengarkan musik selama hapir satu jam memiliki mode Stand By selama 181,3 jaam. Selain itu, jika mengisi daya hanya 5 menit, maka yang didapatkan adalah streaming lagu selama 120 menit alias 2 jam.

Dengan hadirnya teknologi ini di Vivo V11 Pro, tentu membuat HP Vivo jadi cukup menarik. Jualan mereka tidak hanya sekadar kamera selfie tetapi juga fitur ponsel yang benar-benar bermanfaat bagi banyak orang.

5. Branding Cukup Kuat

bentuk vivo v11 pro

Vivo memiliki nilai branding yang cukup kuat, sama seperti Oppo. Vivo juga melakukan strategi marketing komisi besar pada outlet yang kurang lebih sama dengan Oppo. Hanya saja Oppo tampak lebih “dicibir” soal strategi marketing pemberian komisi besar pada penjualan.

Vivo tampak bermain lebih cantik meski mereka juga mengiklankan produknya cukup masif. Hal ini terlihat dari banyaknya iklan Vivo di berbagai reklame jalanan maupun di TV nasional. Selain itu, Vivo juga memperkuat branding mereka dengan menggandeng para artis ternama yang memiliki fans besar, seperti Agnes Monica misalnya.

Hal-hal tersebut yang membuat Vivo cukup dikenal masyarakat luas. Tidak jarang juga orang mencari HP sangat ingin sekali merek Vivo. Kalau tidak merek Oppo, ya ingin Vivo. Hal ini membuktikan kalau merek Vivo memang sudah cukup melekat di masyarakat.

6. Harga yang Kini Bersaing

Harga Vivo V9 6GB

Mengusung strategi yang sama dengan Oppo, membuat Vivo juga membanderol HP mereka dengan harga yang cukup tinggi. Bagi kalangan gadget enthusiast, harga HP Vivo memang cenderung overprice alias harganya terlalu tinggi jika menilik spesifikasi yang ditawarkan.

Hal ini beberapa kali terjadi, misalnya pada seri Vivo V7 dan Vivo V9. HP yang hanya dibekali Snapdragon 450 itu malah dibanderol dengan harga Rp4 jutaan lebih. Padahal vendor lain yang mengusung Snapdragon 450 menjualnya di kisaran Rp1,9 juta. Faktor harga yang terlalu berlebihan ini yang membuat Vivo terasa kurang menarik bagi sebagian kalangan.

Untungnya, Vivo mulai segera berbenah. Entah apa yang membuat Vivo kemudian menghadirkan HP dengan harga yang lebih masuk akal jika menilik spesifikasi yang ditawarkannya. Hal ini terjadi ketika Vivo mengeluarkan Vivo V9 varian RAM 6GB. Varian ini hadir dengan Snapdragon 660, RAM 6 GB, ROM 64 GB dan dijual dengan harga Rp4.299.000 saja.

Harga yang lebih masuk akal ini kemudian diteruskan di perangkat Vivo V11 Pro yang dijual dengan harga mendekati Rp5 juta tetapi memiliki fitur yang mewah, contohnya UDF dan juga juga teknologi Dual Engine Fast Charging. Karena alasan itulah, boleh dibilang HP Vivo kini lebih bersaing dan tidak terasa overprice. 

Kekurangan HP Vivo

1. Build Quality Masih Perlu Improvement

Vivo V7

Meskipun HP Vivo memiliki desain yang menarik, baik V seri maupun Y seri banyak yang masih menggunakan bodi plastik. Hal ini kadang membuat HP Vivo terasa kurang kokoh. Tidak semua memang tetapi sebaiknya Vivo mulai juga memperhitungkan build quality ponsel yang mereka jual. Dengan build quality yang baik tentu ini akan membuat HP Vivo memiliki nilai lebih.

2.  FunTouchOS yang Mirip iOS

* sumber: dailysocial.id

HP Vivo hadir dengan tampilan UI Funtouch yang tentu berbasi Android. UI Funtouch ini sebenarnya tergolong menarik dan memiliki banyak fitur. Sayangnya, tampilan antarmuka Funtouch cenderung mirip dengan iOS. Hal ini membuat Funtouch kurang terasa inovatif dan hanya menduplikasi tampilan iOS saja.

Memang tidak ada yang salah mendesain UI Android yang mirip dengan iOS. Hanya saja, sebaiknya Vivo mulai membuat Funtouch OS yang lebih inovatif dan membuat Funtouch memiliki daya tarik lain dibandingkan UI yang dikembangkan pihak lain. Jadi, tidak hanya semata-mata karena mirip iOS saja jualan Funtouch OS-nya.

3. Hanya Fokus ke HP Kelas Menengah

Vivo V5 Lite

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Vivo memiliki tiga kelas ponsel. Ketiga kelas tersebut adalah kelas high-end yang diisi oleh Vivo X seri (Vivo X21, Vivo X23) dan Nex seri, kelas middle-end yang diisi Vivo V seri, dan kelas low-end yang diisi Y seri. Sayangnya, Vivo Indonesia hanya mendatangkan secara resmi Vivo V seri dan Vivo Y.

Vivo belum berani (saat artikel ini dibuat) mendatangkan HP Vivo kelas atas secara resmi. Berbeda dengan Oppo yang sudah berani menghadirkan Oppo Find X dan Oppo R17 Pro yang notabene HP kelas atas mereka.

Vivo Indonesia juga sebenarnya hanya fokus pada HP kelas menengah. Mereka jarang memperkenalkan HP kelas low-end dalam acara peluncuran. Setiap peluncuran produk, Vivo V seri selalu yang jadi utama. Wajar memang karena Vivo V seri yang jadi andalan Vivo di pasar Indonesia.

4. Marketing yang Terlalu Berlebihan

vivo v9 laucnh

Vivo pernah mengadakan acara peluncuran produk Vivo V9 di Candi Borobudur yang ditayangkan di 12 stasiun televisi swasta nasional. Sebelumnya, Vivo juga mengadakan peluncuran produk Vivo V7 dan menguasai beberapa kanal TV swasta.

Strategi ini memang tidak salah tetapi dianggap berlebihan banyak kalangan. Hal inilah yang membuat Vivo dicibir menggunakan marketing yang terlalu berlebihan. Tetapi mungkin di sisi lain, cara ini juga adalah langkah Vivo untuk memperkenalkan brand mereka ke lebih banyak orang. Untungnya, belakangan Vivo sudah tidak melakukan strategi seperti ini lagi.

Itulah beberapa kelebihan dan kekurangan dari HP Vivo yang dijelaskan secara umum. Semoga penjelasan tersebut membantu Anda yang sedang berencana membeli HP Vivo. Semoga membantu.