10 Rekomendasi Laptop yang Bagus untuk Arsitek di 2022

Ditulis oleh Hilman Mulya Nugraha

Jika Anda adalah seorang arsitek atau calon arsitek (misalnya mahasiswa jurusan arsitek) dan sedang butuh laptop untuk kebutuan arsitek, maka Anda datang pada tempat yang tepat. Sesuai judul, artikel kali ini akan membahas rekomendasi laptop untuk para arsitek.

Sebelum ke daftar rekomendasi laptop, perlu diketahui bahwa ada banyak laptop yang berada di pasaran dengan berbagai spesifikasi. Untuk kebutuhan arsitek sendiri, spesifikasi laptop yang dibutuhkan adalah spesifikasi yang lebih tinggi dibanding laptop untuk kebutuhan pekerjaan lainnya.

Pasalnya, arsitek erat kaitannya dengan berbagai pekerjaan merancang bangunan, menggambar, mendesain atau mengolah render 3D. Untuk kebutuhan tersebut, memang diperlukan laptop dengan ciri seperti prosesor kelas menengah ke atas, kehadiran VGA card (bukan pengolah grafis yang ada di prosesor), dan juga layar yang lebih luas.

Kebutuhan layar yang luas erat kaitannya dengan tampilan visual karena seorang arsitek pasti membutuhkan tampilan layar yang luas. Selain hal tersebut, faktor baterai juga patut jadi acuan lain. Laptop dengan daya tahan baterai yang lebih lama tentu jadi pilihan menarik.

Tapi, selain tahan lama, baterai juga harus awet. Untuk hal keawetan, Anda bisa memperhatikan dan merawat baterai laptop jangan sampai cepat drop. Tanpa berlama-lama lagi, berikut daftar 10 rekomendasi laptop untuk Anda para arsitek.

1. Apple Macbook Pro 16 2021

MacBook Pro 16 M1 2021_
  • Layar: 16,2 inci, Liquid Retina XDR, 254 ppi (3456 x 2234), 1600 nit, rasio kontras 1 juta:1, 120 Hz
  • Processor: M1 Pro (10 core CPU: 8 Pcore + 2 Ecore; 16 core neural engine) atau M1 Max (10 core CPU: 8 Pcore + 2 Ecore; 16 core neural engine)
  • Graphic Card: 16 core GPU (M1 Pro), 32 core GPU (M1 Max)
  • RAM: 32 GB (M1 Pro), 64 GB (M1 Max) unified memory
  • Storage: 512 GB atau 1 TB
  • Optical Drive: -
  • Konektivitas: WiFi 6, Bluetooth 5
  • Port: 1x SDXC, 1x HDMI, 3x Thunderbolt 4, 1x jack audio 3,5 mm, 1x MagSafe
  • Baterai: 99,6 Wh

Apple MacBook Pro 16 2021 meluncur dengan dua chipset, yakni M1 Max dan M1 Pro. Secara kemampuan komputasi, kedua varian chipset sama saja, sama-sama 10 core CPU. Jumlah core yang naik ketimbang Apple M1 (8 core) bikin M1 Max dan M1 Pro mengalami perbaikan performa hingga 3,7 kali.

Namun, yang membedakan antara M1 Max dan M1 Pro adalah kemampuan olah grafisnya. M1 Max diklaim memiliki kemampuan olah grafis 4 kali lebih kencang ketimbang M1 Pro, karena core GPU yang dipunyainya lebih banyak. Walau begitu, keduanya tetap mumpuni untuk olah grafis, tak terkecuali melakukan perancangan ala arsitek.

Untuk mengerjakan megaproyek, Anda tentu akan lebih nyaman jika menggunakan banyak monitor eksternal, walaupun laptop ini sudah punya layar yang besar. Menyambungkan ke banyak monitor memungkinkan karena laptop ini punya 3 port Thunderbolt plus 1 port HDMI.

Di sisi lain, sebagian dari Anda akan mempertanyakan optimasi aplikasi berbasis x86 yang sebenarnya dirancang untuk prosesor Intel. Namun, berkat adanya emulator Rosetta 2, laptop dengan chipset berbasis ARM ini bisa menjalankan aplikasi favorit Anda dengan lancar. MacBook Pro 16 2021 bisa dimiliki mulai dari 38,8 jutaan.

2. MSI Creator Z17

MSI Creator Z17
  • Layar: 17″ 16:10 QHD+ 165Hz DCI-P3 100% Finger Touch panel (support Pen Touch)
  • Processor: Intel Core i9-12900H (14 core: 6 P-core, 8 E-core, 20 thread, 3,8 GHz up to 5.00 GHz, 24M L3 Cache)
  • Graphic Card: NVIDIA GeForce RTX3070Ti Max-Q, GDDR6 8GB
  • RAM: 32GB DDR5 (16GBx2)
  • Storage: 2TB NVMe PCIe (2x M.2 SSD slot NVMe PCIe Gen4)
  • Optical Drive: -
  • Konektivitas: WiFi 6e, Bluetooth 5.2
  • Port: 1x SD Express Card Reader, 1x (8K @ 60Hz / 4K @ 120Hz) HDMI, 1x Type-A USB3.2 Gen2, 1x Type-C (USB / DP / Thunderbolt™ 4), 1x Type-C (USB / DP / Thunderbolt™ 4) with PD charging, 1x jack audio 3,5 mm
  • Baterai: 4-Cell, 90 Wh

MSI Creator Z17 memiliki penampilan yang elegan. Bodi laptop ini dibuat dengan proses CNC, dan memiliki tepian ramping serta sudut membulat. Tak pelak laptop Rp51,4 jutaan ini mendapat gelar laptop tercantik dalam ajang Red Dot 2022.

Walau cantik, laptop ini ternyata ditujukan untuk kalangan profesional, dalam hal ini kreator, seperti namanya. Hal ini dapat dilihat dari penyematan layar IPS seluas 17 inci, serta memiliki resolusi tinggi yakni QHD. Layar itu pun tembus 100% DCI-P3 dengan akurasi warna tinggi (nilai delta E dibawah 2).

Dapur pacu prosesor Intel Core i9 generasi ke-12 (Alder Lake), GPU RTX 30 Ti Series dengane desain Max-Q, RAM DDR5, dan SSD PCIe Gen 4 juga jadi penegasan seberapa kencang laptop ini. Khususnya untuk menangani beban kerja dengan tingkat kerumitan tinggi.

Namun, bukan cuma content creator, pebisnis, dan arsitek kalangan yang cocok memakai laptop tipis ini. Gamer pun boleh-boleh saja, mengingat layar MSI Creator Z17 ini punya refresh rate tinggi. Akan disayangkan jika laptop ini tak dimanfaatkan untuk bermain game, termasuk game AAA. Bukan begitu?

3. Acer ConceptD 3 Ezel Pro

  • Layar: 14" FHD, IPS, 340 nits, 100% sRGB
  • Processor: Intel Core i7-11800H (8 core 16 thread, 2,3 GHz up to 4,6 GHz)
  • Graphic Card: NVIDIA Quadro T1200 (4 GB GDDR6 VRAM)
  • RAM: 16 GB DDR4 SDRAM
  • Storage: 1 TB PCIe Gen3, 8 Gb/s ,NVMe
  • Optical Drive: -
  • Konektivitas: Intel® Wireless Wi-Fi 6 AX201 with MU-MIMO + Bluetooth 5.0
  • Port: 1x HDMI, 2x USB 3.2 Gen 1 Type-A, 1x USB 3.2 Gen 2 type-C,
  • Baterai: 4-cell Li-Ion

Mau itu arsitek ataupun pelaku industru kreatif lainnya, tentu bisa mengapresiasi form factor dari Acer ConceptD 3 Ezel Pro yang sungguh fleksibel. Tidak hanya bisa mengusung mode tablet ataupun stand seperti kebanyakan laptop konvertibel lainnya, Acer ConceptD 3 Ezel Pro ini dapat "disulap" menjadi dudukan kanvas.

Layarnya dapat diangkat agar menghadap ke atas agar pengguna bisa "melukis" menggunakan stylus yang tersedia pada angle yang sulit diraih di laptop pada umumnya. Penggunaan stylus ini sungguh akurat seperti sedang menggunakan kuas atau pulpen biasa, tekanan yang berbeda akan memberikan stroke dengan ketebalan yang berbeda pula.

Diketahui, layar laptop mendukung sebanyak 4.096 tingkat sensitivitas tekanan sehingga bisa memaksimalkan fleksibilitas dalam penggunaan stylus. Layar juga mendukung gamut warna sRGB 100% dengan Delta E di bawah 2 untuk reproduksi warna yang akurat, juga tingkat kecerahan maksimal hingga 340 nit untuk keterbacaan optimal saat di luar ruangan.

Hadirnya kartu pengolah grafis NVIDIA Quadro T1000 juga dimaksudkan untuk membuka beragam apliaksi desain 3D, termasuk aplikasi arsitek hingga 3D modelling. Ia masih sanggup menjalankan beberapa game modern namun tentu performanya tidak seunggul seri GeForce.

Wajar saja laptop ini dihargai begitu mahal (Rp27 jutaan), mengingat fiturnya yang unik dan speknya yang buas. Pada versi terbarunya, laptop ini mendapatkan update prosesor dari yang sebelumnya memakai Intel Core i7 generasi ke-10 menjadi Core i7 generasi ke-11 yang lebih kencang.

1 23»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram