carisinyal web banner retina

Yuk Kenali Jenis-Jenis Prosesor Intel yang Ada Saat Ini

Ditulis oleh M. Lukman Ardiansyah - Diperbaharui 15 Oktober 2021

Prosesor atau CPU merupakan salah satu perangkat keras utama dan memiliki peranan penting dalam perangkat elektronik sejenis komputer dan turunannya. Dapat dikatakan, prosesor adalah otak atau inti dari semua gerak-geriknya komputer dengan berbagai perangkat lunak yang terpasang di dalamnya.

Salah satu produsen prosesor ternama saat ini adalah prosesor Intel. Semenjak berdirinya pada 1968 hingga saat ini, Intel telah mengembangkan banyak varian dan jenis prosesor yang canggih dan diperuntukkan untuk berbagai komputer dan fungsinya. Dimulai prosesor yang hemat daya, high-end, hingga prosesor multi-core 64-bit.

Dalam artikel kali ini Carisinyal akan mengajak kamu untuk menyapa jenis-jenis prosesor Intel. Penasaran apa saja? Yuk, langsung saja simak pembahasannya berikut ini!

1. Intel Atom

Intel Atom
*Sumber: https://www.slashgear.com/

Tahukah kamu? Prosesor Atom menjadi brand untuk CPU atau prosesor x86 dan x86-64 dari intel, dirancang untuk suatu proses CMOS 45nm dan ditujukan untuk pengoperasian pada produk ponsel pintar, MID, Ultra-Mobile PC, dan netbook.

Penggunaanya juga mampu bekerja pada perangkat lunak portable dan low-power, hal ini karena Atom adalah prosesor konsumsi daya rendah dan mengedepankan masa pakai baterai. Dengan kata lain, konsumsi daya lebih penting dari daya pemrosesan.

Prosesor yang memiliki kecepatan proses data 1,6 ghz dengan jumlah pinnya 437 ini tampaknya tidak fokus pada kinerja, sehingga hasil benchmark Intel Atom lebih rendah dibanding prosesor yang digarap untuk pengaplikasian pada laptop dan desktop. 

Terdapat beberapa sub-jenis dari proses Intel Atom di antaranya yaitu prosesor intel atom yang memiliki N designator dan Z designator. Perbedaanya apa sih? Kalau N designator biasanya dikembangkan untuk netbook, sementara Z designator dirancang untuk ponsel pintar atau perangkat internet seluler.

2. Intel Celeron

Intel Celeron
*Sumber: amazon.com

Dilansir dari portal resmi Intel, prosesor Intel Celeron merupakan salah satu jenis prosesor yang dapat diandalkan untuk PC/laptop tingkat pemula atau kelas bawah, umumnya digunakan untuk komputasi dasar dan kegiatan web. Prosesor rancangan Intel Corporation ini hanya memiliki satu core atau inti yang disebut juga single core.

Prosesor Intel Celeron terus dikembangkan sehingga munculnya banyak variannya. Setiap varian memiliki ukuran panjang transistornya masing-masing. Tidak hanya itu, seiring perkembangannya Celeron menjadi Celeron D yang dipasarkan sebagai prosesor tingkat low-end. 

Beberapa varian dari Celeron di antaranya Tualatin-256 (130 nm), Willamette-128 (180 nm), dan Northwood-128 (130 nm). Sementara, varian yang dimiliki Celeron D mulai dari Prescott-256 (90 nm), Cedar Mill-512 (65 nm), dan Conroe-L (65 nm). Prosesor ini menggunakan konsep indikator numerik, jadi jika tinggi angkanya maka akan semakin banyak fitur pada prosesornya.

Intel Celeron dapat menjadi pertimbangan karena harganya lebih murah, lebih dingin sehingga tidak cepat rusak, dan lebih menghemat listrik karena beban kinerjanya yang ringan. Akan tetapi, prosesor ini tidak cocok jika digunakan untuk bermain games yang berat dan lebih lambat bila disandingkan dengan Dual Core.

3. Intel Pentium

Pentium D
*Sumber: https://www.amazon.com/

Prosesor intel satu ini mungkin sudah tidak asing, Pentium. Prosesor ini diciptakan untuk merebut posisi pertama dari saingannya (seperti AMD, Cyrix). Pentium sudah dioperasikan sebagai nama sejumlah generasi prosesor yang berbeda. Pentium menjadi generasi pertama Intel dengan konfigurasi CPU register 32-bit.

Selanjutnya ada Pentium Pro yang memiliki 5.500.000 transistor yang membuat kinerja pengiriman data menjadi cepat. Dirilis 1995, Pentium Pro sangat dibutuhkan pada masa itu karena komputasi tinggi mulai dilirik dan cukup penting. Prosesor ini biasanya diimplementasikan pada perangkat lunak server dan workstation.

Kehadiran Pentium versi II hanya berjarak dua tahun dari Pentium sebelumnya. Pentium II telah menambahkan jumlah transistornya menjadi 7.500.000, sehingga kemampuan dalam dalam mengolah datanya jauh lebih baik dan lebih cepat. Prosesor ini Pentium II diciptakan untuk memenuhi kebutuhan dalam pengoperasian perangkat lunak pengolahan data audio, video, dan grafis.

Pentium III secara resmi diumumkan pada 1999 sebagai penerus prosesor Pentium sebelumnya. Prosesor ini dirilis dengan kemahirannya dalam mengoperasikan proses pencitraan tinggi, voice recognation, pengolahan gambar tiga dimensi, audio streaming dan perangkat lunak berbasis video. Dengan 44 juta transistor mendukung kinerja menjadi cepat secara pararel.

Lalu, ada Pentium IV yang dirilis pada kuartal keempat 2000 dan sekaligus menjadi bagian generasi ketujuh. Pentium IV mampu menghindari kerusakan saat mount dan solusi pendinginan unmounting berkat pemasangan penyebar panas terpadu (IHS). Dengan kecepatan proses data yang mampu menembus 3,4 GHz, ini membuat proses pengolahan media, grafis, transaksi, perhitungan, hingga permainan menjadi cepat.

Dilanjutkan dengan Pentium D yang juga dikenal dengan Pentium Dual Core karena memakai dua buah core. Prosesor ini memiliki kecepatan proses data mulai dari 2,8 GHz, 3,0 GHz, dan 3,2 GHz. Meski mengalami penurunan dibanding kecepatan Pentium IV tetapi prosesor ini terdapat teknologi hyper threading dan menggunakan CPU register 64-bit.

Kemudian, Pentium Extreme yang sejauh menyandang sebagai "adik" terakhir di varian Intel Pentium. CPU register pada Pentium ini terdapat dua opsi yaitu 64-bit dan 32-bit. Frekuensi operasional prosesor ini mengalami peningkatan dari 3,2 GHz hingga 3,7 GHz, begitupun dengan transistornya yang luar biasa semakin bertambah yaitu 178juta. Pentium ini sering kali dioperasikan untuk komputer server dan perangkat gaming.

4. Intel Core i3

Intel Core i3
*Sumber: https://www.techspot.com/

Prosesor Core i3 dapat dikatakan sebagai kakak dari Core i5 dan Core i7 dengan kecepatan yang dimilikinya jauh lebih kecil. Tidak heran maka prosesor yang dirilis pada 2008 ini termasuk sebagai prosesor tingkat dasar atau entry level. Di samping itu, penggunaan prosesor ini tidak memakan daya yang besar dibanding jenis Core lainnya yang hanya membutuhkan daya 35 Watt.

Prosesor Intel Core i3 memiliki dua jenis arsitektur yaitu CPU 32-bit dan 64-bit, namun tergantung dari variannya. Prosesor yang dilengkapi dengan socket LGA 1155 dan 1156 ini biasanya digunakan untuk kegiatan multi-tasking yang tidak terlalu banyak.

Laptop yang menggunakan prosesor ini dapat mengoperasikan perangkat lunak seperti Ms. Office dan games dengan lancar. Core yang dimiliki i3 pada PC/Laptop adalah dual core dengan Hyper Threading cukup oke untuk aktivitas yang banyak.

5. Intel Core i5

Core i5
*Sumber: http://cpuboss.com/

Prosesor Intel Core i5 adalah prosesor dengan tingkat kinerja menengah dalam varian Intel Core. Core ini bekerja pada dua arsitektur yaitu 64-bit dan 32-bit, tergantung variannya. Core i5 rupanya memiliki fitur baru yaitu dengan menanamkan fungsi Northbridge atau dikenal dengan KIA pada motherboard.

Terdapat dua seri dalam Core i5, yang mempunyai dual core dan quan core. Untuk seri dual core yang memiliki teknologi Hyper Threading, sementara seri quan core memiliki range clockspeed dari rendah hingga tinggi dan fitur unlock yang dapat di overlock oleh pengguna agar dapat meningkatkan kinerjanya.

Core i5 sangat pas untuk kamu yang mampu bekerja secara multi-tasking, karena prosesor ini tetap akan berjalan cepat meski melakukan berbagai aktivitas secara bersamaan. Prosesor ini dapat diandalkan dan performanya yang baik saat menjalankan perangkat lunak dan bermain games.

6. Intel Core i7

Core i7
*Sumber: http://cpuboss.com/

Dirilis 2008, Core i7 adalah prosesor komputer yang menggunakan Nehalem mikroarsitektur. Core i17 memiliki keahlian yang lebih hebat dibandingkan dua prosesor Core sebelumnya, seperti mampu membelah empat prosesor menjadi delapan potongan, dengan demikian proses kerja yang berat dapat dijalankan secara optimal.

Prosesor ini dikembangkan dengan menggunakan transistor bermaterial hafnium dioxide (high-k) dan bermetal gate, dengan fabrikasi 45nm. Intel Core i7 sejauh ini menjadi salah satu dari sejumlah prosesor buatan Intel yang dirancang dengan arsitektur yang baru disandingkan dengan generasi sebelumnya.

Dengan teknologi yang lebih maju tersebut menciptakan kinerjanya menjadi luar biasa dan membantu para penggunanya mengoperasikan beragam aktivitas dalam waktu bersamaan, seperti keperluan animasi, video editing, hingga 3D rendering. Sehingga jangan kaget, jika memilih laptop dengan prosesor Intel Core i7 maka harga untuk setiap satu unitnya bisa bikin kamu geleng-geleng kepala.

7. Intel Core i9

Intel core i9
*Sumber: https://wccftech.com/

Pada 2017, Intel mengenalkan seri prosesor terbarunya yaitu Core i9. Prosesor Intel ini digadang telah melampaui kehebatan dari Intel Core i7 yang sudah eksis selama bertahun-tahun. Bukan tanpa sebab, Intel Core i9 telah ditanam dengan teknologi baru yaitu turbo boost di setiap chip-nya.

Melalui turbo boost ini maka kinerja akan dinaikan level dengan cara meningkatkan frekuensi dalam core yang diperintahkan secara otomatis. Tidak hanya itu, Core i9 menciptakan penggunaan baterai yang dapat bekerja lebih optimal dan kemampuan koneksi internet lebih lancar.

Pesona lain yang dapat terlihat dari Core i9 di antaranya yaitu jumlah core dengan konfigurasi yang masih, memberikan tampilan gambar di atas rata-rata berkat teknologi hyper threading, kemampuan menjalankan aplikasi games berat yang dapat dilakukan bersamaan dengan kegiatan streaming dan merekam audio/video.

Intel Core i9 menyuguhkan Intel Optane Memory H10 dengan ruang penyimpanan Solid-State, sehingga memberikan kapasitas yang besar dan memuat file serta perangkat lunak lebih dari 1TB. Untuk soal harga, jelas tampaknya akan jauh lebih mahal dibanding jenis prosesor Intel lainnya.

8. Intel Xeon

Intel Xeon
*Sumber: noteboox.de

Ada yang kenal dengan Intel Xeon? Kalau belum, mari kita menyapa salah satu prosesor besutan Intel ini. Prosesor ini memiliki basis Intel NetBurst Microarchitecture yang dikembangkan dalam dua jenis yaitu Intel Xeon 32-bit dan Intel Xeon 64-bit.

Setiap jenis Intel Xeon kemudian melahirkan beberapa versi. Misalnya Intel Xeon 32-bit yang berhasil mengembangkan beberapa versi seperti foster, Prestonia, dan Gallatin. Sementara untuk Intel Xeon 64-bit, juga terdapat beberapa versi yaitu Nocona, Irwindale, Cranford, dan Potomac.

Prosesor Xeon memiliki kecepatan 1,4 hingga 2,8 GHz, meski terbilang kecil dibanding Intel Pentium Extrem akan tetapi prosesor ini mampu mengerjakan pekerjaan berat dalam jangka waktu yang lama (server dan workstation). Prosesor yang dikhususkan untuk perangkat lunak server tingkat menengah ke atas ini, menggunakan socket MicroPGA dengan jumlah pinnya yaitu 603 buah.

Xeon memiliki L3 Cache (memori antara prosesor dan RAM) yang besar yang menciptakan kecepatan lebih tinggi dan merespon perintah lebih cepat. Selain itu, Xeon dibekali dengan kemahirannya dalam mengoreksi data rusak, mendukung dual channel, jumlah core yang terpasang jauh lebih banyak, dan lebih tahan lama.

Demikianlah, pemaparan mengenai jenis-jenis prosesor Intel. Ayo, saat ini kamu tengah menggunakan laptop berprosesor Intel apa? Coba komen juga pengalaman kamu saat menggunakan prosesor Intel tersebut!

Buat kamu yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut tentang perkembanga prosesor Intel, boleh mampir ke artikel yang bertajuk Mengenal Generasi Prosesor Intel, Mulai dari Nehalem, yah!

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram