carisinyal web banner retina
Carisinyal / Aksesoris / Yuk, Ketahui Kasta dan Urutan Prosesor AMD Ryzen!

Yuk, Ketahui Kasta dan Urutan Prosesor AMD Ryzen!

Ditulis oleh Ahmad Tsalis - Diperbaharui 3 Februari 2021

AMD mengubah citranya secara total sejak meluncurkan seri prosesor Ryzen, awal 2017. Tak seperti prosesor-prosesor AMD terdahulu semacam Sempron, Turion, dan Phenom. Ketiga prosesor terdahulu itu memang punya harga relatif lebih miring dari jajaran prosesor kompetitornya, Intel.

Meski begitu, mayoritas orang tetap menjadikan prosesor bikinan perusahaan asal California ini sebagai pilihan kedua. Alasannya tak lain karena AMD dinilai boros daya, cepat panas, dan performanya melempem ketika suhu panas tak bisa diatasi. Semua permasalahan itu akhirnya teratasi sejak AMD menemukan desain mikroarsitektur baru yang dinamai Zen.

Mikroarsitektur itulah yang melatarbelakangi kemunculan lini prosesor Ryzen. Berawal dari situ, AMD lambat laun mampu mencuri perhatian dan membuat konsumen jatuh hati. Majalah komputer PC Mag bahkan menempatkan tujuh prosesor AMD dalam 10 kategori terbaik pada tahun 2020. Momentum ini pun menjadi titik balik bagi AMD, yang sempat mengalami kegagalan di pasar high-end dengan lini prosesor FX.

Berkat Ryzen pula, AMD semakin diterima oleh publik dengan meraih pangsa pasar 36,6 persen di seluruh dunia pada kuartal empat 2020.

Untuk kamu yang belum terlalu tahu apa saja lini prosesor AMD Ryzen, kali ini Carisinyal akan mencoba menjelaskannya satu per satu. Namun, sebelum ke sana, ada baiknya untuk memahami struktur penamaan prosesor AMD Ryzen.

Memahami Penamaan Prosesor AMD Ryzen

AMD Ryzen Zen 2 Family

* sumber: www.reddit.com

Sebuah nama yang disematkan terhadap suatu produk pasti punya arti, alias tidak sekadar tulisan. Begitu juga dengan nama yang diberikan oleh AMD untuk prosesor Ryzen. Saat ini AMD Ryzen punya empat jenis, terdiri atas Ryzen 3, Ryzen 5, Ryzen 7, Ryzen 9, dan Ryzen Threadripper.

Sebelum menjelaskan urutan dan kelasnya, Carisinyal mengajak kamu terlebih dahulu untuk mengungkap empat angka plus satu huruf yang biasanya menyertai nama suatu prosesor AMD Ryzen. Agar lebih gampang, mari kita merujuk satu prosesor, misalnya di Ryzen 7 3750H.

Pertama, angka 3 berarti prosesor tersebut merupakan generasi ketiga dari Ryzen dan menggunakan mikroarsitektur Zen 2 (12 nm). Jika angka di depan adalah 1, maka prosesor tersebut adalah generasi pertama dengan mikroarsitektur Zen (14 nm). Sementara bila angka depannya 2, maka prosesor tersebut adalah generasi kedua dengan mikroarsitektur Zen+ (12 nm).

Meski begitu, angka di depan tidak selalu berarti sama dengan generasinya. Sebab, AMD juga memberi angka depan 4 kepada prosesor Ryzen generasi ketiganya. Jadi, generasi ketiga Ryzen ada yang memakai angka depan 3 dan ada yang memakai angka depan 4. Terbaru, generasi keempat, diawali dengan angka depan 5. Prosesor generasi keempat didukung arsitektur Zen 3 (7 nm).

Kedua, angka 7 di 3750H maknanya adalah level performa di kelasnya. Makin tinggi angkanya, berarti makin tinggi performanya. Biasanya AMD memakai angka 7 dan 8 untuk level enthusiast, serta 4, 5, dan 6 buat level high performance.

Ketiga, angka 5 dan 0 di 3750H digunakan untuk mempertegas kedudukannya sebagai prosesor berperforma tinggi. Akan tetapi, angka ketiga dan keempat juga bisa digunakan untuk membedakannya dengan model lain di jenis dan generasi yang sama. Misalnya, untuk membedakan jumlah core/thread yang dimiliki

Keempat, adalah huruf penyerta H di 3750H punya makna prosesor performa tinggi untuk laptop. Selain H, huruf yang dipakai AMD yakni X, G, GE, T, dan U. Huruf X dipakai untuk prosesor komputer desktop dengan performa tinggi.

G artinya prosesor untuk desktop tersebut adalah APU alias sudah dipadukan dengan GPU. GE berarti APU untuk dektop dengan konsumsi daya rendah. Terakhir, U punya makna bahwa prosesor tersebut adalah APU untuk laptop standar yang biasanya hemat daya.

Jenis Prosesor AMD Ryzen

Setidaknya ada lima jenis prosesor AMD Ryzen yang perlu diketahui, mulai dari Ryzen 3 hingga Ryzen Threadripper. Berikut jenis-jenis prosesor AMD Ryzen berdasarkan kelasnya.

1. Ryzen 3

AMD Ryzen 3

AMD punya banyak pilihan di kelas entri. Selain masih menghadirkan prosesor seri A dan Athlon, ada juga Ryzen 3. Ryzen 3 diposisikan AMD sebagai pesaing utama dari Intel Core i3, baik di komputer desktop atau laptop. Melalui Ryzen 3, AMD mencoba menawarkan prosesor berkemampuan oke dengan harga miring.

Ciri khas dari Ryzen 3 adalah menggunakan 2 sampai 4 core dengan thread 4 sampai 8. Ryzen juga punya varian APU (CPU yang digabung dengan GPU) untuk desktop hemat daya dan laptop. Saat generasi pertama meluncur pada pertengahan 2017, ada empat produk Ryzen 3 yang diperkenalkan dengan varian tertinggi 1300X.

Sekedar informasi, penambahan huruf X di belakang empat angka artinya punya performa tinggi. Seluruh prosesor untuk komputer desktop tersebut dirancang dengan litografi 14 nm, mendukung dual-channel DDR4, dan berbasiskan soket baru AM4. Adapun lini prosesor Ryzen 3 generasi pertama untuk pasar laptop baru tersedia setahun berselang alias pada 2018.


Namun, penamaan Ryzen 3 generasi pertama untuk laptop langsung memakai angka 2000-an. Misalnya, Ryzen 3 Pro 2300U yang dikawinkan GPU Radeon Vega 6. Sejak saat itu, Ryzen 3 terus mengalami pembaruan teknologi. Teranyar, saat generasi keempat (seri 4000) lahir, AMD meluncurkan enam produk Ryzen 3.

Masing-masing empat untuk PC dan dua untuk laptop. Seluruh Ryzen 3 generasi keempat tersebut merupakan APU dengan mikroarsitektur Zen 2 (7 nm). Salah satunya adalah prosesor hemat daya Ryzen 3 4300GE (4 core, 8 thread) untuk PC dengan TDP 35 watt dan clock speed 3,5-4,0 GHz.

2. Ryzen 5

AMD Ryzen 5

AMD mengandalkan Ryzen 5 sebagai pilihan konsumen yang mencari prosesor kelas menengah. Keberadaan di pasar prosesor sekaligus menjadi saingan dari Intel Core i5. Hal yang membedakan Ryzen 5 dengan adiknya, Ryzen 3, adalah adanya dukungan teknologi simultaneous multi-threading. Walau begitu, mulai generasi ketiga, teknologi tersebut telah disuntikkan kepada Ryzen 3.

Teknologi tersebut menjadikan sebuah prosesor punya kemampuan lebih baik dalam menangani tugas banyak dalam satu waktu (multi-tasking). Selain itu, ciri khas Ryzen 5 adalah selalu mempunyai 4 atau 6 core, dengan thread 8, 6, atau 12.

Khusus untuk prosesor laptop, Ryzen 5 disertai dengan kartu grafis terintegrasi Radeon Vega. Ryzen 5 adalah pilihan paling bijak karena sifatnya sebagai prosesor all-rounder yang andal menangani beragam pekerjaan.

Orang-orang yang mulai serius menggeluti dunia gaming layak menjadikan Ryzen 5 sebagai senjata utama di komputernya. Demikian halnya dengan seorang content creator, data analyst, dan programmer. Pasalnya, Ryzen 5 tangguh, dingin, bisa di-overclock, dan konsumsi dayanya rendah. Hal itu seperti tergambar pada Ryzen 5 3600x yang memenangi kategori terbaik untuk PC mainstream.

Kendati sama-sama punya TDP 95 watt seperti lawan beratnya, Intel Core i5-9600K, Ryzen 5 nyatanya jauh lebih lihai. Dalam hal ini lihai menangani panas, bermain game, dan kompatibilitasnya dengan motherboard yang lebih lawas. Hal itu sebagaimana diulas dalam situs Toms Hardware.

Hal menarik lainnya yakni Ryzen 5 3600X punya harga jual yang lebih miring ketimbang Core i5-9600K, 26,39 dolar AS berbanding 27,5 dolar AS. Adapun generasi terbaru dari Ryzen 5 mulai diperkenalkan ke publik pada November 2020. Generasi kelima tersebut sudah mendukung mikroarsitektur Zen 3 yang berbasis litografi 7 nm.

3. Ryzen 7

AMD Ryzen 7

Jika kamu adalah seseorang yang butuh performa tinggi, Ryzen 7 tentu bisa memenuhi ekspektasimu. Alasannya adalah Ryzen 7 menawarkan teknologi yang belum pernah ada pada prosesor kelas atas AMD sebelumnya. Teknologi itu yakni dua jalur simultaneous multi-threading dan precision boost.

Untuk komputer desktop, kamu akan menemukan prosesor Ryzen 7 dengan 8 core dan 16 thread baik CPU atau APU (CPU+GPU). Sedangkan untuk laptop, Ryzen 7 yang tersedia selalu punya 4 atau 8 core dan 8 atau 16 thread dengan dukungan GPU terintegrasi Radeon Vega.

Sejak generasi pertama hadir pada 2017, Ryzen 7 mendapat sambutan baik dari para pemakainya. Terutama mereka yang pernah kecewa dengan performa jajaran prosesor high-end AMD sebelumnya, yakni FX. Sambutan baik itu muncul lantaran produk generasi pertama, Ryzen 7 1700, Ryzen 7 1700X, dan Ryzen 1800X, mampu menghadirkan perbaikan dari segala sisi.

4. Ryzen 9

AMD Ryzen 9

AMD punya Ryzen 9 buat kelas enthusiast yang satu tingkat di atas high-end. Lini prosesor ini adalah yang paling muda dari keluarga Ryzen. Sebab, Ryzen 9 baru muncul pada 2019. Bisa jadi, Ryzen 9 adalah siasat dari AMD yang tak ingin kalah saing dengan Intel. Pasalnya, Intel telah lebih dahulu meluncurkan Core i9 pada 2017.

Hal yang melekat dari jenis prosesor ini adalah jumlah core minimal 12 dengan minimal thread 24 untuk PC. Sedangkan Ryzen 9 buat laptop biasanya memakai konfigurasi 8 core dan 16 thread. Kala pertama kali hadir, ada lima prosesor Ryzen 9 yang dilempar ke pasaran.

Semuanya telah dirancang dengan mikroarsitektur Zen 2 (7 nm). Salah satu yang menjadi andalan dari kelima prosesor tersebut adalah Ryzen 7 3950X. Sebuah prosesor 16 core dan 32 thread dengan TDP 105 watt, serta clock speed antara 3,5-4,7 GHz.

Sementara itu, Ryzen 9 di pasar prosesor laptop baru tersedia pada 2020. Waktu itu AMD mengeluarkan dua prosesor yang salah satunya adalah Ryzen 4900H. Ryzen 4900H punya clock speed 3,3-4,4 GHz, L3 Cache 8 MB, dukungan GPU Radeon Vega 8, dan TDP 35-54 watt.

5. Ryzen Threadripper

AMD Ryzen Threadripper

Jika Intel punya Xeon, AMD punya Ryzen Threadripper. Kedua prosesor tersebut bersaing di kelas komputer high-end desktop, server, dan workstation. Tidak ada prosesor Ryzen Threadripper untuk laptop. Karena ditujukan untuk sesuatu yang khusus, Ryzen Threadripper punya spesifikasi yang unik.

Misalnya, dukungan RAM quad-channel (hingga 512 GB), L3 cache besar (hingga 256 MB), dan puluhan slot PCIE untuk keperluan GPU ganda dan port lainnya. Sebagai contoh, di Threadripper generasi kedua yang berbasis mikroarsitektur Zen+, ada 60 slot PCIe 3.0 yang 48 di antaranya khusus untuk GPU.

Ciri lain yang ada di Threadripper dan membedakannya dengan Ryzen lain adalah konfigurasi core serta thread yang amat banyak. Misalnya di Threadripper 3990X yang diluncurkan awal 2020, ada 64 core dan 128 thread. Prosesor dengan TDP 280 watt itu berjalan di clock speed 2,9 GHz sampai 4,3 GHz.

Spesifikasi yang demikian memang wajar ada di sebuah prosesor untuk komputer workstation. Sebab, pekerjaan yang ditangani benar-benar rumit dan besar. Apalagi komputer workstation juga melayani komputer-komputer lain (client).

Demikian penjelasan mengenai cara membaca nama suatu prosesor AMD Ryzen dan jenis-jenisnya. Kesimpulan yang dapat diambil adalah setiap generasi prosesor yang dilahirkan oleh AMD menghadirkan ciri yang belum ada dari pendahulunya, seperti basis mikroarsitektur. Pada dasarnya, prosesor-prosesor Ryzen yang dikeluarkan dalam satu generasi punya mikroarsitektur dan rentang clockspeed sama. Hal yang membedakannya adalah jumlah core, thread, teknologi, dan konsumsi daya.

 

Tag: 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram