carisinyal web banner retina

Inilah Kelebihan dan Kekurangan Panel Layar TN TFT

Ditulis oleh Ananda Ganesha M
ARTIKEL INI ADA VERSI INGGRISNYA!
Jika meng-update artikel ini, WAJIB tulis link-nya di sheet ini

Saat memilih-milih HP, monitor, atau laptop, kemungkinan Anda akan menemukan istilah "TN TFT" pada spesifikasinya. Biasanya kadang hanya disebut "TFT" saja. Padahal nama lengkapnya adalah TN TFT, karena TFT juga sebenarnya digunakan di panel IPS LCD dan PLS TFT.

Panel TN TFT sendiri merupakan singkatan dari Twisted Nematic Thin Film Transistor Panel tersebut merupakan yang tertua di dunia, hadir sebagai inovasi pertama yang menawarkan layar tipis setelah sekian lama masyarakat berjibaku dengan CRT.

TN TFT dicanangkan sebagai panel "tercepat" di antara jenis panel lainnya, seperti IPS LCD, PLS TFT, atau VA. Sebagai model panel yang dituakan, teknologinya pun tergolong jadul dan memiliki harga manufaktur yang terjangkau.

Tapi bukan berarti panel ini tidak ada kelebihannya, ya. Hingga saat ini, monitor dan laptop yang suguhkan TN TFT masih mendulang popularitas yang cukup tinggi. Simak poin-poin kelebihan dan kekurangan TN TFT pada tabel di bawah ini.

*Tabel ini bisa digeser ke samping
Kelebihan
Kekurangan
Response time lebih baik
Reproduksi warna yang buruk
Mendukung refresh rate lebih tinggi
Sudut penglihatan yang tidak luas
Biaya produksi lebih murah
Kualitas yang beragam
Lebih hemat daya
Rentan terhadap dead pixel
Risiko burn in atau image retention yang minim
Kontras rasio lebih terbatas

Hingga saat ini, TN TFT sudah banyak digunakan oleh berbagai perangkat elektronik, seperti komputer, laptop, monitor, ponsel, tablet, hingga sistem gaming. Untuk mengetahui apakah TN TFT merupakan panel yang cocok untuk kebutuhan Anda, yuk kupas tuntas kelebihan dan kekurangan TN TFT dengan baca di bawah ini!

Kelebihan Layar TN TFT

Pada dasarnya, setiap panel layar itu baik, tergantung dari tujuan yang ingin dicapai konsumen. Nah, kali ini Tim Carisinyal akan beberkan sederet kelebihan layar TN TFT yang konon cocok dipakai untuk gaming. Yuk dicek yang berikut ini!

1. Response Time Lebih Baik

response time layar_Sumber: DisplayNinja

Dibandingkan dengan IPS LCD atau PLS TFT, panel TN TFT menghadirkan response time lebih baik sehingga memberikan kualitas gambar yang meningkat secara keseluruhan.

Pada panel yang punya response time lambat, layar akan menampilkan motion blur. Ini disebabkan ketidakmampuan piksel untuk berpindah-pindah dari satu warna ke warna lain dengan cepat.

Oleh karena itu, banyak yang lebih menyukai panel TN TFT untuk keperluan gaming, terutama yang sifatnya kompetitif seperti CS: GO.

Panel TN TFT dapat mencapai response time serendah 4 milidetik. Bahkan, tidak jarang pula panel TN TFT mencapai 1 milidetik atau kurang. Panel IPS LCD umumnya hanya mencapai response time antara 1-5 milidetik.

2. Mendukung Refresh Rate Lebih Tinggi

Selain response time yang lebih baik, panel TN TFT juga bisa mendukung refresh rate yang lebih tinggi. Refresh rate atau laju penyegaran mengacu pada seberapa sering layar melakukan penyegaran per detiknya.

Refresh rate terbilang mirip dengan cara kerja frame rate. Saat memainkan gim, kemampuan grafis laptop yang tinggi akan mampu menghadirkan frame rate tinggi pula.

Anggaplah sebuah gim memiliki frame rate 240 FPS, artinya ia hadirkan perputaran sebanyak 240 frame setiap detiknya. Jika frame rate tersebut ditampilkan pada layar yang tidak mendukung, Anda tidak akan merasakan kemulusan yang dihadirkan pada 240 FPS.

Benq.com bahkan mengatakan kalau TN adalah satu-satunya panel yang bisa menghadirkan refresh rate hingga 240 Hz. Menjadikannya cocok untuk memainkan gim berpacu cepat. Hal ini menjadikan TN TFT lebih unggul dibanding panel lain yang rata-rata hanya mampu hadirkan refresh rate antara 150 hingga 200 Hz.

3. Biaya Produksi Lebih Murah

panel TN TFT

Jika PLS TFT punya biaya produksi lebih murah dari IPS LCD atau OLED, justru layar TN TFT lebih terjangkau lagi. Biaya produksi panel ini bisa ditekan agar murah lantaran proses pembuatannya yang lebih simpel.

Teknologi Twisted Nematic lebih mudah diimplementasikan, sehingga memiliki kebutuhan manufaktur yang lebih terjangkau dan menyebabkan turunnya harga jual panel TN TFT ke produsen smartphone.

Alhasil, TN TFT sering digunakan sebagai alternatif dari IPS LCD dan AMOLED, khususnya untuk perangkat seperti laptop yang berada di segmen harga entry-level.

4. Lebih Hemat Daya

tn tft 240 hz_

Teknologi TN juga tidak membutuhkan banyak daya untuk menampilkan isi layar. Panel ini beroperasi pada voltase rendah dan tidak membutuhkan aliran untuk berfungsi.

Di saat banyak produsen mengedepankan produk-produk elektronik low energy untuk keselamatan lingkungan, panel TN TFT menjadi sangat populer untuk digunakan pada masanya.

Selain itu, panel TN TFT juga cocok dimiliki untuk perangkat-perangkat terjangkau yang hanya dikemas dengan baterai kecil. Mengutip dari OrientDisplay, TN TFT memiliki efisiensi daya yang 15% lebih baik dari IPS LCD.

5. Risiko Burn In atau Image Retention yang Minim

burn in oled_Sumber: Asurion.com

Panel TN TFT memiliki kelebihan yang krusial dibandingkan dengan panel OLED, karena tidak mudah terkena isu burn in atau image retention. Singkatnya, OLED merupakan panel yang dapat hasilkan cahaya secara organik.

Karenanya, ketika layar menampilkan elemen visual statis dalam waktu lama (seperti elemen HUD yang menampilkan informasi nyawa pada gim), layar OLED kemungkinan akan mengalami burn in.

Burn in atau shadow akan menampilkan efek "kusam" yang membuat tampilannya agak berbayang-bayang. Burn in terjadi secara permanen, sedangkan image retention lebih bersifat sementara. Saat terjadi retensi gambar, memindahkan konten layar ke lokasi lain atau mematikan layar bisa memperbaiki hal tersebut.

Karena TN TFT tidak bekerja sebagaimana OLED, risiko burn in yang terjadi pada panel ini juga terbilang sangat minim. Hal ini bisa disimpulkan bahwa panel TN TFT cenderung punya life span yang lebih panjang ketimbang OLED.

Kekurangan Layar TN TFT

Ada setidaknya 5 hal yang perlu Anda ketahui sebelum membeli perangkat yang gunakan panel TN TFT. Yakni, seperti yang di bawah ini.

1. Reproduksi Warna yang Buruk

Ada alasan tertentu mengapa gamer kompetitif lebih menyukai frame rate dan response time cepat ketimbang grafis tinggi. Itu karena response time cepat dapat memberikan advantage lebih pada pemain di pertandingan.

Kendati cocok untuk dipakai urusan gaming, nyatanya TN TFT memiliki reproduksi warna yang lebih buruk. Baik itu saat dibandingkan dengan IPS LCD maupun OLED.

Dengan warna yang tidak begitu punchy dan tidak begitu akurat, maka layar TN TFT kurang cocok untuk segala aktivitas yang berhubungan dengan desain grafis. Panel layar TN TFT memiliki cakupan warna standar RGB, tidak seperti IPS yang mendukung gamut warna DCI-P3.

2. Sudut Penglihatan yang Tidak Luas

TN TFT vs IPS TFT
Perbedaan sudut pandang panel TNT TFT dan IPS TFT

Panel layar TN TFT memiliki sudut penglihatan yang tidak seluas IPS LCD. Oleh karena itu, Anda benar-benar harus melihat layar secara lurus. Jika dilihat dari sudut miring, warna yang terlihat akan pudar dan lebih gelap.

Itu mengapa, laptop dengan layar TN TFT kurang cocok untuk menunjang aktivitas perkantoran dan kemahasiswaan. Saat diharuskan untuk berkolaborasi dengan kolega atau anggota kelompok lainnya, layar TN TFT akan sulit mempertahankan warna.

Pada beberapa kesempatan, hal ini bisa jadi tidak masalah untuk pengguna yang hanya gunakan monitor atau laptop sebagai sarana gaming. Meski begitu, untuk panel TN TFT berukuran besar, Anda tentu diharuskan untuk berpindah sudut penglihatan saat dilihat dari dekat.

TN TFT juga tidak cocok untuk menunjang permainan split-screen alias multiplayer lokal. Pasalnya, saat dua pemain memandang layar yang sama, dibutuhkan sudut keluasan luas agar warna dan gambar tetap bagus di mata semua pemain.

3. Kualitas yang Beragam

panel tn tft 2_

TN TFT cenderung punya beragam jenis kualitas. Kualitas dari satu TN TFT ke panel TN TFT lainnya bisa jadi begitu berbeda. Untuk panel TN TFT berkualitas rendah, berbagai kekurangannya akan lebih terasa, seperti viewing angle yang buruk dan reproduksi warna yang kurang baik.

Untuk ponsel featured phone jadul yang masih gunakan TN TFT, sedikit saja Anda berubah angle, warna pun akan langsung berubah secara drastis. Kualitas yang beragam ini juga membuat konsumen sulit menentukan ekspektasi terhadap panel TN TFT.

4. Rentan terhadap Dead Pixel

tn tft rentan dead pixel_Sumber: Technewstoday

Dead pixel adalah sebuah fenomena di mana layar akan menampilkan sebuah titik mati. Tergantung dari seberapa baik kerapatan piksel per incinya, dead pixel pada TN TFT hanya berukuran kecil dan umumnya tidak akan mengganggu pengalaman secara keseluruhan.

Namun jika Anda seorang gamer yang perfeksionis, keberadaan piksel mati ini bisa mengganggu. Apalagi jika berada pada lokasi layar yang paling sering dilihat, seperti di bagian tengah contohnya.

5. Kontras Rasio Lebih Terbatas

tn tft kontras rasio_Sumber: dbklik.com

Dibandingkan dengan IPS LCD, kontras rasio pada TN TFT dirasa lebih rendah. Ya, panel IPS LCD atau PLS TFT memang tawarkan kontras rasio lebih rendah ketimbang OLED lantaran membutuhkan sumber cahaya dari backlight LED.

Meski demikian, di antara ketiganya, TN TFT menyuguhkan kontras rasio paling buruk yakni antara 600:1 hingga 1200:1, dilansir dari RTINGS.com. Berbeda dengan IPS LCD yang sanggup tawarkan antara 700:1 hingga 1500:1.

Simpulan

Jadi, panel TN TFT cocok untuk keperluan apa? Jika Anda seorang gamer sejati atau pro player yang ingin mendapatkan segala advantage untuk menang, panel TN TFT akan cocok. Response time-nya yang mencapai 1 milidetik bahkan lebih rendah lagi, membuat layar dapat menampilkan pergerakan tanpa terjadi motion blur.

Namun mengingat reproduksi warnanya yang kurang bagus, sebaiknya jangan gunakan panel ini untuk keperluan desain grafis. Adapun viewing angle-nya yang buruk membuatnya kurang cocok untuk menonton film bersama teman atau pasangan.

Kategori:
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram