carisinyal web banner retina

Menilik 10 Kelebihan dan Kekurangan Xiaomi 12S Ultra

Ditulis oleh Ahmad Tsalis

Generasi ketiga ponsel "Ultra" dari Xiaomi melenggang pada Juli 2022. Ponsel yang dimaksud adalah Xiaomi 12S Ultra. Inilah ponsel ultimate flagship atau smartphone kelas atas paripurna Xiaomi untuk 2022.

Ia datang untuk meneruskan titah Xiaomi Mi 10 Ultra dan Xiaomi Mi 11 Ultra. Sebagai ponsel ultimate flagship, Xiaomi 12S Ultra membawa seluruh keistimewaan yang dapat disajikan Xiaomi. Tidak ada kompromi dalam hal apa pun, entah itu desain, kamera, ataupun performa.

Sorotan utama dari smartphone ini tentu saja ada di SoC-nya. Benar, Xiaomi 12S Ultra adalah ponsel pertama Xiaomi yang ditenagai SoC kelas kakap Snapdragon 8+ Gen 1 buatan Qualcomm. Namun, yang bikin banyak orang penasaran mengenai HP ini bisa jadi adalah kameranya.

Pasalnya, ada logo Leica yang tersemat di bodi belakang HP ini. Setelah "cerai" dengan Huawei, Leica kini menyambangi Xiaomi. Xiaomi 12S Ultra pun kebagian jatah pertama mendapat sentuhan teknologi kamera Leica.

Buat yang tak sabar ingin tahu seperti apa kemampuan kamera si ponsel, simak artikel kelebihan dan kekurangan Xiaomi 12S Ultra ini sampai habis! Akan tetapi, Anda tidak hanya akan mengetahui kemampuan kameranya, karena kami akan paparkan ponsel pada seluruh sisinya.

Spesifikasi Xiaomi 12S Ultra

Xiaomi 12S Ultra
Layar LTPO2 AMOLED 6.73 inci
Chipset Qualcomm Snapdragon 8+ Gen 1
RAM 8 GB, 12 GB
Memori Internal 256 GB, 512 GB
Kamera 50.3 MP (wide) 48 MP (periscope telephoto) 48 MP (ultrawide) MP (ToF)
Baterai Li-Po 4860 mAh
Kelebihan & Kekurangan Baca di sini
Cek Harga Saat Ini Shopee Lazada Blibli

Kelebihan Xiaomi 12S Ultra

Ponsel flagship kerap dijadikan parameter untuk menilai sejauh mana teknologi dan inovasi dari sebuah brand. Nah, berbagai kelebihan yang dimiliki Xiaomi 12S Ultra sepertinya dapat mewakili level teknologi dan inovasi Xiaomi. Simak satu per satu kelebihan si ponsel seperti berikut.

1. Desain Premium nan Elegan

xiaomi 12s Ultra

Xiaomi tampaknya mengambil pendekatan yang berbeda saat merancang desain Xiaomi 12S Ultra. Mereka kini ingin memberi impresi premium dan elegan kepada setiap orang yang melihat dan menyentuh si ponsel.

Xiaomi 12S Ultra memakai material kulit sintetis pada bagian belakangnya. Penampilannya pun mengingatkan pada kamera rangefinder Leica yang sebagian besar bodinya ditutupi bahan kulit. Pemilihan material ini, selain membuat penampilan terlihat elegan, menjamin daya cengkeram optimal.

Ponsel jadi tidak licin saat dipegang. Selain itu, pengguna tidak perlu repot-repot mengelap si ponsel karena bodinya bebas bekas sidik jari. GSM Arena bilang, material Xiaomi 12S Ultra adalah kulit sintetis smartphone terbaik yang pernah mereka usap.

Hal ini berbeda dari pendahulu si ponsel, Xiaomi Mi 11 Ultra, yang mencoba untuk standout berkat material keramik dan sebuah layar sekunder pada penutup belakangnya.

Perbedaan mencolok selanjutnya yang membuat Xiaomi 12S Ultra berbeda dari Mi 11 Ultra adalah modul kamera belakangnya. Ukuran modul kamera 12S Ultra kini jauh lebih besar, dengan kompartemen berbentuk lingkaran di dalamnya yang menonjol ke luar.

Kompartemen tersebut berisi beberapa kamera, sensor, dan lampu flash. Urutannya seperti ini, di kiri adalah kamera utama, tengah kamera ultrawide, bawah kamera telefoto, kanan lampu flash, dan di atas ada sensor ToF 3D.

Xiaomi 12S Ultra juga meninggalkan desain layar dengan lengkung di empat sisi. Lengkungannya kini hanya ada di sisi kiri dan kanan. Hal ini membuat bagian atas dan bawahnya datar, sehingga ponsel bisa diberdirikan.

Berbicara dari segi ukuran, ponsel ini tak terbantahkan lagi memiliki ukuran yang besar. Dimensinya ada di 163.2 x 75 x 9.1 mm dengan bobot 225. Sedikit lebih tebal ketimbang Mi 11 Ultra, tetapi lebih ringan.

Orang dengan tangan mungil mungkin perlu pembiasaan untuk memakainya. Namun, desain rangka aluminium yang melengkung membuat Xiaomi 12S Ultra relatif lebih mudah digenggam ketimbang ponsel-ponsel lain dengan rangka flat.

Beberapa hal yang bisa ditemukan di ponsel ini yakni tombol pengatur volume dan power di sisi kanan. Lalu ada speaker utama, mikrofon, port USB C, dan slot dual SIM, di sisi bawah. Sisi kiri kosong, sedangkan sisi kanan diisi speaker sekunder, mikrofon, dan Infrared Blaster.

Sementara itu, sisi depan HP ini diisi kamera selfie yang tempatnya di bagian tengah atas. Xiaomi 12S Ultra tersedia dalam dua varian warna: hijau gelap dan hitam.

Oh iya, HP ini memiliki sertifikasi IP68. Maknanya adalah, HP ini tahan terhadap debu. Ia juga kedap air ketika tak sengaja tercebur ke kolam hingga kedalaman 1,5 m selama 30 menit. Namun, penggunaan di dalam air tidak direkomendasikan bila tanpa kantong HP waterproof.

2. Tampilan Layar yang Mulus dan Cerah

xiaomi 12s Ultra

Bentang layar Xiaomi 12S Ultra turun jadi 6,73 inci dari yang semula 6,81 inci pada Xiaomi Mi 11 Ultra. Penurunan ini salah satunya disebabkan karena dimensi bodi Xiaomi 12S Ultra lebih pendek ketimbang saudaranya itu.

Meski turun, layar 6,73 inci termasuk lebar untuk standar masa kini. Layar tersebut menggunakan panel AMOLED dengan teknologi LTPO2 dan diproteksi kaca Gorilla Glass Victus. Karena sudah didukung LTPO2, layar dengan resolusi 2K (3200 x 1440 piksel) ini dapat melakukan penyesuaian refresh rate.

Secara teori, refresh rate atau laju penyegaran 120 Hz-nya bisa diturunkan sampai 1 Hz. Dampaknya tentu saja ada di konsumsi daya yang lebih irit, tanpa mengurangi kemulusan tampilan saat diperlukan. Adapun touch sampling rate layar ponsel ini mencapai 240 Hz.

Layar Xiaomi 12S Ultra diklaim Xiaomi dapat menampilkan warna 10 bit sesuai standar DCI-P3 dengan kontras 1:8 juta. Layar si ponsel juga disebut dapat meraih tingkat kecerahan 1500 nit. Tingkat kecerahan itu dapat diraih saat ponsel menampilkan konten HDR.

Beberapa teknologi dijejalkan pada layar HP ini. Di antaranya adalah sensor cahaya 360 derajat untuk pengaturan tingkat kecerahan secara otomatis. Kemudian ada juga sensor pemindai sidik jari di bawah permukaan layar dengan tipe optik.

Fungsi sensor ini tidak hanya untuk memindai informasi biometrik, tetapi juga dapat mendeteksi detak jantung berdasarkan denyut yang dihasilkan jari.

Dalam pengujian yang dilakukan GSM Arena, layar Xiaomi 12S Ultra dapat meraih tingkat kecerahan maksimal di 1065 nit saat menggunakan mode auto (Sunlight Display). Raihan ini merupakan peningkatan dibanding Mi 11 Ultra (943 nit).

Layar Xiaomi 12S Ultra pun terbukti cerah dan siap digunakan di luar ruangan. Beberapa kustomisasi disertakan Xiaomi agar pengguna makin nyaman menyaksikan layar si ponsel.

Misalnya, adanya tiga preset warna tambahan agar tampilan layar cocok di kondisi tertentu. Preset itu yakni original, sRGB, dan DCI-P3. Preset sRGB direkomendasikan untuk para editor yang ingin hasil foto atau videonya punya karakter warna yang sama dengan yang diunggah di media sosial.

Sementara itu, preset DCI-P3 membuat warna jadi gonjreng. Preset ini cocok digunakan ketika menonton film karena saturasinya tinggi. Dalam preset original, tampilan warna layar Xiaomi 12S Ultra cukup akurat. Penyimpangan warnanya -yang ditunjukkan oleh satuan dE2000 - hanya 0,9.

Kustomisasi selanjutnya adalah memilih resolusi. Pengguna dibebaskan memilih antara Full HD dan 2K. Resolusi yang lebih rendah tentu akan berkontribusi dalam penghematan konsumsi daya.

Info DRM (Digital Right Management) menuliskan informasi bahwa Xiaomi 12S Ultra ini mendukung Widevine L1. Hanya, saat diuji GSM Arena, belum semua aplikasi layanan streaming film mendeteksi bahwa HP ini merupakan perangkat yang bisa memutar film dalam resolusi Full HD. Bisa jadi ini hanya masala kecil yang bisa diperbaiki dengan update OS.

3. Suara Speaker yang Lantang

xiaomi 12s Ultra

Xiaomi meneruskan tradisi untuk membawa speaker berkualitas pada jajaran ponsel kelas atasnya. Benar saja, Xiaomi 12S Ultra dibekali speaker stereo yang disetel oleh perusahaan audio kenamaan, Harman Kardon.

Selain disetel Harman Kardon, speaker stereo HP ini juga didukung teknologi Dolby Atmos. Berdasarkan pengujian yang dilakukan GSM Arena, kelantangan suara speaker Xiaomi 12S Ultra masuk kategori sangat bagus. Skor kelantanganya menyentuh -25,6 LUFS (Loudness Unit Full Scale).

Kelantangannya masuk di level yang sama dengan Xiaomi Mi 11 Ultra (-24,3 LUFS) dan iPhone 13 Pro Max (-24,0 LUFS). Meski begitu, suaranya disebut lebih nendang ketimbang Mi 11 Ultra, khususnya pada volume rendah.

Suara vokal dan trebel juga terdengar dengan jelas. Speaker stereo bagus menjadi tandem sempurna bagi layar si ponsle untuk menciptakan pengalaman multimedia yang memuaskan.

4. Performa Kencang dan Stabil

xiaomi 12s Ultra

Dalam benak Anda, mungkin akan bertanya mengapa ponsel ini tak dinamai "Xiaomi 12 Ultra" saja? Pertanyaan ini memang tidak ada jawaban pastinya, tetapi sebenarnya Xiaomi 12 Ultra sudah direncanakan hadir pada Maret atau April 2022.

Hanya, ponsel yang direncanakan memakai Snapdragon 8 Gen 1 itu batal meluncur. CEO Xiaomi, Lei Jun, mengonfirmasi hal itu saat membalas cuitan Mi Fans di media sosial Weibo.

Dalam kesempatan yang sama, Lei Jun juga bilang bahwa perangkat yang baru tidak akan ditenagai SoC Snapdragon 8 Gen 1, melainkan Snapdragon 8+ Gen 1. Nah, perangkat baru yang dimaksud sang CEO adalah Xiaomi 12S Ultra ini.

Makna dari pemberian embel-embel "S" pada nama si ponsel kini bisa sedikit dimengerti. Pasalnya, ia tidak memakai Snapdragon 8 Gen 1 sebagaimana Xiaomi 12 dan Xiaomi 12 Pro, melainkan SoC atau chipset yang lebih bertenaga.

Kasus ini berbeda dari Xiaomi Mi 11 Ultra yang menggunakan Snapdragon 888 seperti Xiaomi Mi 11.

Snapdragon 8+ Gen 1 pada dasarnya memiliki konstruksi sama seperti Snapdragon 8 Gen 1. Namun, Qualcomm, selaku produsen si chipset, meningkatkan clock speed CPU dan GPU.

Qualcomm juga menyerahkan proses pembikinan chipset ke TSMC, tidak lagi ke Samsung Semuconductor. Konon, proses manufaktur TSMC lebih beres ketimbang Samsung. Hal ini berpengaruh terhadap kualitas suatu SoC, misalnya temperatur dan kestabilannya.

Snapdragon 8+ Gen 1 mengandung CPU delapan inti. Satu inti berupa Kryo Prime (Cortex X2; 3,2 GHz), tiga inti Kryo Gold (Cortex A710; 2,75 GHz), dan empat inti Kryo Silver (Cortex A510; 2,0 GHz).

Komponen lain yang terdapat di dalam SoC ini antara lain GPU Adreno 730 (900 MHz), prosesor AI Hexagon, prosesor gambar Spectra, dan modem internal 5G X65. Seluruh komponen disatukan melalui fabrikasi 4 nm N4 ala TSMC.

Snapdragon 8+ Gen 1 kompatibel dengan memori internal UFS 3.1 dan RAM LPDDR5. Adapun dapur pacu Xiaomi 12S Ultra juga diperkuat dengan sistem pendinginan yang luas areanya 3160 mm2.

Xiaomi 12S Ultra tersedia dalam tiga varian memori: 8/256 GB, 12/256 GB, dan 12/512 GB. Unit yang diuji GSM Arena adalah varian tertinggi.

Berdasarkan pengujian GSM Arena, performa Xiaomi 12S Ultra memang mengesankan. Hal itu ditunjukkan dari berbagai hasil pengujian pada aplikasi benchmark sintetis.

Pada AnTuTu 9, Xiaomi 12S Ultra mampu mengalahkan seluruh ponsel flagship, kecuali ponsel gaming. Skor yang diraihnya adalah 1.039.412.

xiaomi 12s UltraSumber: GSM Arena

Hasil pengujian di GeekBench 5 juga memperoleh skor yang tinggi, sesuai dengan ekspektasi. Skor singlecore dan multicore-nya secara berurutan adalah 1324 dan 4300.

xiaomi 12s UltraSumber: GSM Arena
xiaomi 12s UltraSumber: GSM Arena

Dalam pengujian di GFX Bench dan 3DMark Wild Life, Xiaomi 12S Ultra memperlihatkan kemampuan olah grafis yang potensial. Hal ini menjadi indikasi bahwa ia dapat menjalankan gim berat dengan baik, meskipun kestabilannya mungkin akan tetap berbeda jika dibandingkan dengan ponsel gaming.

xiaomi 12s UltraSumber: GSM Arena
xiaomi 12s Ultra
xiaomi 12s UltraSumber: GSM Arena
xiaomi 12s UltraSumber: GSM Arena
xiaomi 12s UltraSumber: GSM Arena

Hanya saja, stabilitas yang ditunjukkan ponsel ini jauh lebih baik ketimbang Xiaomi 12 Pro. Pada 3DMark Wild Life Stress, Xiaomi 12S Ultra memang hanya meraih skor kestabilan 54%.

Namun, Xiaomi 12 Pro malah gagal menyelesaikan tes. Xiaomi 12 Pro mengalami overheat pada menit ke 20, sedangkan durasi tes adalah 1 jam.

xiaomi 12s UltraSumber: GSM Arena

Perbaikan secara signifikan terlihat pada CPU Throttling Test. Pasalnya, penurunan performa yang ditunjukkan Xiaomi 12S Ultra terjadi secara bertahap. Performanya hanya turun ke angka 81% dari kemampuan puncak.

xiaomi 12s UltraSumber: GSM Arena

Bandingkan dengan Xiaomi 12 Pro yang performanya langsung anjlok pada menit-menit awal pengujian. Kestabilan performanya relatif tidak tinggi. Performanya turun ke angka 55% dari kemampuan puncak.

Hasil ini membuktikan bahwa pengalihan tempat produksi chipset ke TSMC berimbas pada kestabilan performa ponsel. Namun demikian, hasil pengujian benchmark sintetis terkadang berbeda dari pengujian di kondisi nyata.

Oleh sebab itu, kami pun merujuk pengujian gaming yang dilakukan oleh jurnalis Gizmo China, Paco Zheng. Gim mobile paling berat di dunia, Genshin Impact, jadi bahan tes yang digunakan Zheng pada pengujian ini. Zheng melakukan memainkan gim ini selama 20 menit.

Kata dia, Xiaomi 12S Ultra sama sekali tidak mengecewakan. Performanya sangat bagus. HP ini memang tidak selalu meraih frame rate 60 fps. Sesekali frame rate turun ke angka 50 dan 55 fps. Akan tetapi, hal itu tidak terlalu berpengaruh terhadap kenyamanan bermain.

Sementara itu, untuk pemakaian sehari-hari, Ben Sin dari XDA-Developers bahwa Xiaomi 12S Ultra tak ada bedanya dengan ponsel flagship lainnya. HP ini kencang dan tak memiliki kendala saat membuka aneka macam aplikasi. Meng-convert video 4K yang panjangnya 20 detik juga kencang.

5. Kamera Jempolan

xiaomi 12s ultra

Xiaomi melakukan perombakan pada kamera Xiaomi 12S Ultra. Sektor belakang kini diperkuat dengan empat kamera, bukan lagi tiga. Rinciannya adalah, kamera utama 50,3 MP f/1.9; kamera ultrawide 48 MP f/2.2; kamera telefoto periskop 48 MP f/4.1; serta kamera ToF 3D sebagai sensor kedalaman.

Kamera utama si ponsel memakai sensor Sony IMX989. Sensor ini merupakan hasil kolaborasi Xiaomi dan Sony. Ukurannya 1 inci, terbesar yang pernah dibuat Sony. Pemakaian sensor ini diklaim membuat kamera mampu menangkap cahaya 72% lebih banyak dibanding kamera utama Xiaomi Mi 11 Ultra.

Sementara itu, kamera ultrawide Xiaomi 12S Ultra menggunakan sensor Sony IMX586, sama seperti kamera telenya. Kamera ultrawide ini memiliki sudut pandang 128˚. Untuk kamera tele, ia bisa melakukan perbesaran optik hingga 5x.

Baik kamera utama, kamera ultrawide, dan kamera tele dilengkapi dengan autofokus. Dengan begitu, kamera ultrawide bisa merangkap fungsi sebagai kamera makro. Adapun penstabil gambar berbasis optik (OIS) ada di kamera utama dan kamera tele.

Lalu di mana campur tangan Leica? Teknologi hardware Leica, yakni sistem optik, dapat ditemukan di kamera utama. Namun, teknologi pemrosesan gambar seperti kalibrasi warna bisa dinikmati semua kamera.

Lanjut ke sisi depan, Xiaomi 12S Ultra memakai kamera selfie 32 MP dengan bukaan f/2.4. Kamera ini fixed focus dan menggunakan sensor OmniVision OV32C berukuran 1/3,14 inci.

Seluruh kamera belakang HP ini bisa merekam video hingga resolusi 8K pada 24 fps. Sayangnya, kamera selfie-nya hanya mampu merekam video sampai resolusi 1080p 30 fps (Full HD) saja.

Hasil jepretan kamera Xiaomi 12S Ultra mengagumkan. Satu hal yang dicermati Ben Sin adalah ukuran sensor membuat perbedaan yang berarti pada tangkapannya. Menurut dia, foto yang tercipta mampu memberikan efek bokeh lebih natural.

Ben Sin bisa bilang begitu karena dia membandingkan dengan tangkapan Galaxy S22 Ultra dalam pengujiannya. Sensor yang besar ini juga membuat kamera utama tidak perlu sering-sering menggunakan mode malam saat memotret di kondisi gelap.

Sebab sensor yang besar dapat menangkap cahaya lebih banyak. Pengalaman menggunakan kamera utama yang menyenangkan juga dialami oleh YouTube Marques Brownlee.

Dia menyoroti color science kamera ini begitu mengesankan. Karakter warnanya benar-benar hidup dan natural. Hal ini tentu berkat campur tangan pemrosesan gambar Leica. Hal lain yang disukai Brownlee terhadap kamera utama si ponsel adalah kemampuannya menangkap objek bergerak

Dia tak perlu melakukan pengaturan apa pun. Tinggal pencet dan beres. Penguncian fokusnya cepat serta tidak ada jeda berarti untuk memotret gambar selanjutnya. Foto yang tercipta benar-benar tajam, tidak blur, memiliki bokeh natural, dan punya rentang dinamis luas.

Terkait tangkapan kamera ultrawide dan telefoto, Ben Sin bilang bahwa hasilnya bagus. Meski begitu, kualitasnya tidak jauh berbeda ketimbang kompetitor. Detail yang dihasilkan kamera ultrawide-nya kaya, dan noise minim pada kondisi low light.

Soal perekaman video, orang mungkin tidak butuh-butuh amat kemampuan perekaman 8K. Pasalnya, 4K 30 fps saja sudah cukup dan hasilnya tajam menurut Ben Sin. Videonya stabil dan ada efek bokehnya juga. Catatan dari Sin adalah rekaman suaranya sedikit lebih pelan jika dibanding S22 Ultra.

Berikut contoh jepretan kamera Xiaomi 12S Ultra. Anda bisa menilainya sendiri.

xiaomi 12s UltraSumber: Ben Sin/XDA-Developers
Kamera utama
xiaomi 12s UltraSumber: Ben Sin/XDA-Developers
Kamera utama - low light
xiaomi 12s UltraSumber: Ben Sin/XDA-Developers
Kamera ultrawide - low light
xiaomi 12s UltraSumber: Ben Sin/XDA-Developers
Kamera tele - 5x zoom low light
xiaomi 12s UltraSumber: Ben Sin/XDA-Developers
Kamera selfie

6. Daya Tahan Baterai Oke

xiaomi 12s Ultra

Baterai Xiaomi 12S Ultra memiliki kapasitas 4860 mAh. Kapasitas ini sedikit turun dari Xiaomi Mi 11 Ultra yang ada di angka 5000 mAh. Secara teori, baterai dengan kapasitas lebih kecil memiliki daya tahan lebih pendek. Namun, teori itu tidak selalu benar.

Sebab Xiaomi 12S Ultra memiliki daya tahan baterai yang sama baiknya dengan Mi 11 Ultra. Skor ketahanan baterainya 93 jam menurut pengujian GSM Arena. Skor tersebut hanya turun dua jam dari Mi 11 Ultra.

Daya tahan baterai HP ini juga lebih baik jika dibandingkan dengan Xiaomi 12 Pro (74 jam) yang punya baterai 4600 mAh. Dalam skenario pengujian GSM Arena, Xiaomi 12S Ultra dapat bertahan selama 27 jam 9 menit untuk telepon.

Kalau dipakai buat browsing dengan WiFi, HP ini bertahan selama 14 jam 43 menit. Daya tahan 16 jam 16 menit dicapai ketika si ponsel dipakai memutar video lokal.

Sektor daya Xiaomi 12S Ultra juga didukung cip Surging P1, teknologi pengisian cepat 67W, pengisian cepat nirkabel 50W, dan pengisian balik nirkabel 10W.

Untuk diketahui, Surging P1 merupakan cip manajemen daya. Fungsinya tidak hanya guna mengatur distribusi daya, tapi juga menjaga temperatur baterai saat dicas, serta memperpanjang usia pemakaian baterai.

Terkait kecepatan pengisian daya, GSM Arena mengetesnya dengan charger 67W bawaan dalam paket penjualan. Hasilnya, baterai si ponsel dapat terisi penuh (0-100%) dalam waktu 50 menit. Hasil ini cukup cepat dan cuma terpaut 9 menit dari yang dijanjikan Xiaomi.

Kekurangan Xiaomi 12S Ultra

Xiaomi 12S Ultra memang salah satu smartphone terbaik yang pernah ada. Namun demikian, ia tentu bukanlah smartphone yang sempurna. Beberapa catatan di bawah ini perlu Anda ketahui untuk melihat sisi ketidaksempurnaan si ponsel.

1. Kecepatan Pemindaian Sidik Jari

xiaomi 12s ultra

Ada dua jenis teknologi pemindai sidik jari di bawah permukaan layar yang dipakai sejumlah produsen. Dua jenis itu adalah optik dan ultrasonik. Xiaomi 12S Ultra memakai yang pertama: optik.

Sensor ini memanfaatkan cahaya untuk membaca pola gelap dan terang pada area di mana jari menempel. Hal ini tidak sama seperti ultrasonik yang memanfaatkan gelombang untuk memetakan langsung kontur dan pori-pori jari.

Sebenarnya tidak ada masalah dengan pemindai sidik jari optik. Hanya, kecepatannya pemindaianya kalah cepat dari yang ultrasonik. Luas area pemindaianya juga lebih kecil. Demikian seperti yang dituturkan Ben Sin.

2. Hasil Tangkapan Kamera Tidak Konsisten

xiaomi 12s ultra

GSM Arena dan Ben Sin sama-sama sepakat menyebut bahwa ada pergeseran warna antara kamera utama, kamera ultrawide, dan kamera telefoto periskop. Bagi sebagian orang, pergeseran warna antarkamera adalah masalah, sebab mereka tidak mendapatkan hasil yang konsisten.

Masalah kedua dari sektor kamera adalah kemampuan low light kamera tele. GSM Arena tidak merekomendasikan kamera ini digunakan ketika memfoto pada malam hari. Pasalnya, foto yang dihasilkan tidak keren, terutama saat perbesaran 5x dipakai.

Terakhir, Ben Sin menyoroti kualitas foto kamera selfie. Menurut pengalaman dia, kamera selfie Xiaomi 12S Ultra kadang bisa menciptakan foto yang bagus, kadang juga tidak. Kadang-kadang warna kulit dan tekstur muka bisa ditangkap dengan baik, tetapi di lain waktu muka terlihat tidak natural.

3. Rekaman Video Kamera Selfie

xiaomi 12s ultra

Seperti yang sudah disinggung pada poin kamera, kemampuan perekaman video kamera selfie HP ini cukup disayangkan. Pasalnya, kamera ini hanya mampu merekam video hingga resolusi Full HD (1080p). Itu pun frame rate-nya cuma 30 fps, bukan 60 fps yang bisa bikin asyik untuk konten Reels misalnya.

Hal ini merupakan kemunduran mengingat kamera selfie Xiaomi Mi 11 Ultra dibekali kemampuan merekam video 1080p 60 fps. SoC Snapdragon 8+ Gen 1 sebenarnya bukan penghalang untuk bisa menghadirkan kemampuan perekaman video yang berkualitas pada kamera depan.

Pasalnya, SoC tersebut mampu memproses video hingga resolusi 8K. Namun, entah mengapa Xiaomi belum membuka kemampuan perekaman 1080p 60 fps, hingga pada saat Xiaomi 12S Ultra dirilis.

4. Bloatware yang Banyak

xiaomi 12s ultra

Xiaomi 12S Ultra yang diuji oleh para reviewer unit Tiongkok. Oleh sebab itu, antarmuka bawaannya tentu adalah MIUI 13 versi Tiongkok. Antarmuka berbasis Android 12 ini ternyata mengandung bejibun bloatware alias aplikasi pra-instal.

Butuh waktu 15 menit bagi Ben Sin untuk mencopot seluruh bloatware yang mungkin saja tak diperlukan. MIUI Global umumnya jauh lebih bersih. Hanya, unit dengan MIUI Global tidak akan hadir. CEO Xiaomi Lei Jun mengonfirmasi bahwa Xiaomi 12S Ultra tidak dijual untuk pasar di luar Tiongkok.

Simpulan

Xiaomi 12S Ultra adalah pembuktian bahwa Xiaomi juga bisa menciptakan ponsel untuk segmen premium. Ponsel ini merepresentasikan teknologi terkeren yang bisa ditawarkan Xiaomi pada sebuah ponsel.

Berdasarkan pemaparan di atas, Xiaomi 12S Ultra dapat dikategorikan sebagai ponsel premium all-rounder. Ia mempunyai desain, layar, speaker, dan performa jempolan. Daya tahan baterainya pun masuk kategori baik untuk HP dengan SoC kelas atas.

Soal kamera, sentuhan teknologi Leica membuat kualitas fotonya mengesankan. Jangan lupa pula bahwa HP ini dijual dengan printilan yang masih lengkap: ada charger-nya.

Walau demikian, hasil tangkapan kameranya masih belum konsisten. Terutama kamera ultrawide dan kamera tele yang karakter warnanya berbeda dari kamera utama. Masalah ini bisa ditanggulangi dengan update software. Begitu juga dengan keterbatasan perekaman video kamera selfie.

Selain itu, tidak ada masalah yang terlalu krusial buat Xiaomi 12S Ultra. Pada akhirnya, HP ini bukan HP yang sempurna. Namun, ia jauh lebih baik dibanding Xiaomi 12 Pro ataupun Xiaomi Mi 11 Ultra. Bagaimana, tertarik dengan Xiaomi 12S Ultra?

Kategori:
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram