carisinyal web banner retina

Review ASUS ZenBook Flip 13 UX363E: Ringkas Namun Tetap Kokoh

Ditulis oleh Ananda Ganesha M - Diperbaharui 24 Maret 2021

Mobilitas itu penting, apalagi kalau Anda termasuk orang yang tidak bisa bekerja di satu tempat yang sama terus-menerus. Itu mengapa ASUS memiliki seri ZenBook Flip yang mengedepankan bodi yang ringkas dan ringan supaya bisa dibawa ke mana-mana. Nah, di antara produk Flip lainnya dari ZenBook, ada satu anggota yang sungguh menonjol dibanding yang lainnya, yakni ASUS ZenBook Flip 13 UX363E.

Seri ZenBook sendiri pun sudah mendapatkan reputasi yang sangat baik oleh para penggemar ASUS, dikenal sebagai seri yang mengedepankan sisi kenyamanan dan kualitas premium. Tidak tanggung-tanggung pula, laptop ini merupakan convertible yang fungsinya bisa berubah jadi tablet.

Dengan bodinya yang begitu ringkas, wajar kalau pengguna pun penasaran akan kehebatan performa laptop ini untuk digunakan sehari-hari maupun untuk main gim.

Seperti apa ASUS ZenBook Flip 13 UX363E? Tanpa menunggu lama, langsung saja simak ulasannya berikut ini.

Spesifikasi ASUS ZenBook Flip

asus zenbook flip 13 ux363e
  • Layar: Touch screen, 13.3-inch, -, FHD (1920 x 1080) 16:9, IPS-level Panel, Glossy display, LED Backlit, 300nits, sRGB: 100%, Screen-to-body ratio: 80%, With stylus support; Touch screen, 13.3-inch, OLED, FHD (1920 x 1080) 16:9, -, Glossy display, 400nits, DCI-P3: 100%, Pantone Validated, Screen-to-body ratio: 80%, With stylus support
  • Processor: Intel® Core™ i7-1165G7 Processor 2.8 GHz (12M Cache, up to 4.7 GHz, 4 cores)
    Intel® Core™ i5-1135G7 Processor 2.4 GHz (8M Cache, up to 4.2 GHz, 4 cores)
  • Graphic Card: Intel® Iris Xe Graphics
  • RAM: 16GB LPDDR4X on board, Memory Max Up to:16GB; 8GB LPDDR4X on board, Memory Max Up to:16GB
  • Storage: 1TB M.2 NVMe™ PCIe® 3.0 SSD
  • Konektivitas: Intel WiFi 6 (802.11ax), Bluetooth V5.0
  • Port:1x USB 3.2 Gen 1 Type-A; 2x Thunderbolt™ 4 supports display / power delivery; 1x HDMI 1.4
  • Baterai: 67WHrs, 4S1P, 4-cell Li-ion

*Unit yang diuji pada review ini adalah versi Intel® Core™ i7-1165G7 dengan panel OLED 

Isi Kotak

isi kotak asus zenbook flip 13 ux363e

ASUS ZenBook Flip 13 UX363E hadir dengan aksesoris yang terbilang cukup lengkap. Di dalamnya, kami menemukan sebuah AC Adaptor dengan colokan USB tipe-C. Tentunya, alat ini krusial untuk dapat mengisikan daya laptop. Selain itu, di sisi kiri boks ada satu kabel adapter 3,5mm jack ke USB tipe-C. Sebuah tindakan yang bijak dari pihak ASUS, karena laptop ini memang tidak menyediakan port 3,5 mm jack audio di bodinya.

Bersamaan dengan kabel tersebut, di sebelahnya ada kabel adapter port RJ45 ke USB tipe-C. Ini cocok bagi Anda yang ingin sesekali menggunakan wired internet untuk kecepatan unduh yang maksimal.

Selain itu, seperti yang bisa diduga dari sebuah laptop convertible, tentu disediakan pula ASUS Pen sebagai stylus yang bisa digunakan untuk menulis, menggambar, dan navigasi laptop. Tidak perlu membeli baterai secara terpisah, karena ASUS juga menyertakan baterai AAAA di dalam Pen tersebut.

Yang perlu Anda lakukan hanyalah mencabut bagian atas stylus, dan melepaskan isolasi plastik berwarna hitam agar stylus bisa digunakan. Terakhir, (dan ini adalah bagian yang mudah terlewatkan karena posisinya cukup "tersembunyi"), ada sebuah soft case laptop dengan bahan material plastik yang cukup kokoh.

Kami menyayangkan ketiadaan kabel adapter USB tipe-A ke USB tipe-C. Padahal di masa sekarang masih cukup banyak peripheral yang pakai USB tipe-A seperti flash disk, mouse, dan HDD/SSD eksternal. Pasalnya, hanya ada satu port USB tipe-A di laptop ini sehingga Anda mungkin harus beli USB Hub kalau ingin hubungkan banyak perangkat sekaligus.

Bodi Desain dan Keyboard

asus zenbook flip 13 ux363e tampak atas
Tampak Atas

Sudah menjadi ciri khas ASUS seri ZenBook untuk menampilkan tampilan bodi premium dengan build quality yang kokoh. Bahan material yang terbuat dari metal ini hampir sepenuhnya terlihat polos, kecuali pada bagian tulisan ASUS yang "terbalik" jika dilihat dari sudut pandang pengguna.

Bodinya begitu ringkas, compact, ringan. Semua kualitas yang dicari pada sebuah laptop convertible yang menjunjung mobilitas super tinggi. Ketebalannya saja hanya sebesar 13,9 mm dengan bobotnya mencapai angka 1,3 kg.

Sebagai perbandingan, Kamus Bahasa Inggris karya John M. Echols beratnya sekitar 1,1 kg. Jadi membawa laptop ini hampir terasa seperti sedang membawa buku kamus. Dan, laptop ini masih lebih ringan ketimbang ASUS VivoBook Flip 14 TM420 yang seberat 1,5 kg. Keren, 'kan?

Kendati demikian, sayangnya berat laptop ini masih kalah dengan model ZenBook Flip 13 UX325 yang beratnya hanya 1,07 kg. Padahal, I/O port pada UX325 lebih lengkap dibanding laptop ini.

Tampak Bawah
Tampak Bawah

Kendati demikian, kami harus bilang kalau ketersediaan port pada laptop ini terbilang minimalis. Pastinya ini merupakan "harga yang harus dibayarkan" supaya laptop dapat dibuat seringan dan setipis mungkin.

Tampak Kiri
Tampak Kiri
Tampak Kanan
Tampak Kanan

Pada bodi sebelah kiri, tersedia satu port HDMI dan dua buah port USB tipe-C Thunderbolt™ 4. Di salah satu port USB tipe-C inilah Anda bisa mencolokkan kabel casan. Sedangkan di bodi sebelah kanan, hanya tampak satu port USB 3.2 Gen 1 Type-A saja yang terletak di sebelah tombol Power.

Ya, tombol Power-nya tersedia di samping dan bukan di daerah keyboard. Tidak seperti beberapa varian ASUS ZenBook lainnya yang menampilkan tombol Power di sebelah tombol Delete. Jadi, Anda kemungkinan tidak akan mematikan laptop ini secara tidak sengaja.

Yang kami cari-cari adalah slot kartu memori. Entah itu untuk microSD atau SD Card biasa. Sayangnya, tidak ada satupun slot kartu memori tersebut. Begitu pun dengan port 3,5mm jack audio yang turut absen dari laptop ini. Tidak mengapa, yang penting laptop jadi ringan dijinjing.

Oh iya, kami tidak akan pernah bosan mengingatkan kalau laptop ini adalah convertible. Artinya dia bisa diubah-ubah modenya antara mode laptop biasa atau mode tablet. Engselnya mengusung teknologi 360 derajat ErgoLift Hinge. Sehingga laptop bisa ditekuk sampai punggung atas dan punggung bawah bersentuhan.

Tidak perlu takut soal ketahanan atau durabilitas hinge di laptop ini. ASUS mengklaim jika laptop ini sudah melewati fase uji mencapai 20.000 cycle. Hal ini berarti tidak perlu khawatir jika layar laptop ini diputar sering-sering. ASUS juga mengklaim jika pergerakan hinge ini mulus dan dapat menahan layar dari sudut manapun.

ergolift
ErgoLift Hinge

Engsel yang berteknologikan ErgoLift Hinge ini juga akan membuat keyboard sedikit terangkat saat berada di mode laptop. Hal ini guna membuat posisi jari saat mengetik terasa lebih natural dan memberikan kenyamanan maksimal.

Mode Tablet
Mode Tablet
Mode Stand
Mode Stand
Mode Tenda
Mode Tenda

Karena engselnya bisa ditekuk dengan sudut semau Anda, laptop inipun mendukung mode tenda, mode stand, dan tentunya mode tablet. Laptop ini juga mirip seperti ponsel yang punya fitur auto rotate, jadi orientasinya akan selalu menyesuaikan secara otomatis.

Nah, sekarang beralih ke keyboard dan touchpadyuk! Papan ketik pada ASUS ZenBook Flip 13 UX363E ini memiliki tiga intensitas backlight yang berbeda yang bisa diatur dengan menekan tombol Fn + F7.

Saat kondisi ruangan terang, backlight tidak begitu terlihat menonjol bahkan saat diatur ke intensitas tertinggi. Justru ini jadi pertanda bagus agar fokus pengguna tidak begitu terdistraksi. Beda halnya saat ruangan terlihat gelap. Backlight yang dihadirkannya sangat terang tapi juga tidak membuat mata sakit, sungguh membantu pengguna yang harus mengetik sekalipun sedang mati lampu.

Sedangkan dari ukuran keyboard, laptop ini mengusung edge-to-edge keyboard sehingga dari ujung kiri sampai ke kanan semuanya dipenuhi oleh papan ketik tersebut. Ini dia yang membuatnya begitu terlihat compact dan ringkas. Mengetik pun jadi terasa begitu nyaman, dengan key travel sejauh 1,35 mm dan ErgoLift yang membuatnya sedikit terangkat.

Di bagian touchpad, Anda pun bisa mengaktifkan NumberPad agar dapat mengetik angka dengan lebih praktis. Caranya, tinggal tekan pojok kanan atas touchpad selama 1 detik dan NumberPad otomatis menyala.

Sedangkan, bila Anda menekan pojok kiri atas selama 1 detik, Anda bisa mengontrol intensitas cahaya yang ditampilkan NumberPad. Kalau Anda menyapukan jari dari pojok kiri atas ke arah kanan, aplikasi kalkulator akan segera muncul. Keseluruhan fitur NumberPad ini bagaikan surga bagi para akuntan atau profesi lain yang sering berhubungan dengan angka.

Kualitas Layar

kualitas layar asus zenbook flip 13 ux363e

Jangan buru-buru menganggap layarnya kecil hanya karena ukuran laptopnya yang sebesar 13,3 inci. Soalnya, ASUS ZenBook Flip 13 UX363E ini punya teknologi layar NanoEdge Display yang hanya menyisakan sedikit bezel. Itulah mengapa, screen to body ratio-nya mencapai 80%.

Ada dua versi pada laptop ini, yakni panel IPS level dan panel OLED. Yang kami uji ini adalah yang menggunakan panel OLED. Resolusi layarnya merupakan FHD alias 1920 x 1080 piksel.

mode hdr

Layarnya mendukung juga mode HDR, dan kami berhasil menikmati konten YouTube dengan resolusi HDR 4K. Seperti yang bisa diduga, kualitas layar yang begitu tajam dengan kontras warna yang indah seketika memanjakan mata kami.

Layar dari laptop ini juga sangat mendukung pelaku industri kreatif seperti desainer grafis, terlebih karena sudah mengantongi sertifikasi Pantone Validated Display dengan gamut warna 100% sRGB.

Artinya, layar dapat menghasilkan reproduksi warna Pantone dengan akurasi maksimal. Bicara soal layar, tentu keamanan jadi salah satu pertimbangan, bukan? Nah, layar dari laptop ini sudah lolos audit dari TUV Rheinland sehingga membuat layarnya sungguh aman di mata.

ASUS ZenBook Flip 13 UX363E juga menyertakan ASUS Pen yang artinya layar ini mendukung penggunaan stylus. Tidak tanggung-tanggung, terdapat dukungan 4.096 intensitas tekanan sehingga Anda bisa menggambar goresan dengan tingkat ketebalan yang akurat.

asus pen test

Saat kami coba pun, menggunakan ASUS Pen begitu "menggemaskan". Kami benar-benar dapat membuat tulisan di layar seperti sedang menulis di atas kertas pakai pulpen biasa. Tersedia juga fitur Fullscreen Snip untuk menampilkan screenshot layar dan membuatkan anotasi.

Saat ASUS Pen didekatkan dengan layar tanpa menyentuhnya, akan terlihat semacam cursor. Jadi, Anda tetap dapat melakukan hover pada objek di layar untuk menampilkan informasi alternative text ataupun memunculkan dropdown pada menu.

Performa CPU

laptop asus zenbook flip 13

Untuk menguji kekuatan prosesor yang dimiliki ASUS Zenbook Flip 13 (UX363) ini, kami akan menggunakan beberapa software benchmark seperti GeekBench dan juga PCMark. Laptop convertible ini sendiri terbilang sangat tangguh dari segi performa CPU, menggunakan Intel Core i7 1165G7 yang merupakan generasi ke-11 dengan kode nama "Tiger Lake".

Di tahun 2021 saat laptop ini dirilis, penggunaan Intel Core i7  pada generasi ke-11 sangatlah layak diapresiasi. Performa komputasinya tentu meningkat lebih baik lagi dibanding dengan ASUS ZenBook Flip 13 UX325 yang pakai Intel Core i7 1065G7 (generasi ke-10). Meski sama-sama menyuguhkan proses manufaktur 10 nm, tapi Intel Core i7 generasi ke-11 ini menghadirkan teknologi SuperFin.

Singkatnya, teknologi SuperFin menggunakan desain FinFET dan SuperMIM yang baru sehingga secara keseluruhan, dapat meningkatkan performa yang lebih baik lagi. Sementara di bagian RAM-nya, laptop dibekali kapasitas 16 GB LPDDR4x. RAM sebesar ini dipastikan membuatnya mampu melakukan pengeditan foto atau video dengan ukuran yang besar.

pcmark 10 asus zenbook flip 13 ux363e

Pertama-tama, kami ujikan laptop ini dengan benchmark sintetis PCMARK 10. Dalam pengujian ini, ASUS Zenbook Flip 13 UX363 mendapatkan skor total sebesar 4.606 poin. Pastinya, skor tersebut sungguh terbilang besar untuk sekelas laptop 2-in-1 convertible.

Performa CPU ini mengalami peningkatan dibanding ASUS ZenBook Flip 13 UX325 yang hanya dapat skor 4.345 poin pada pengujian PCMARK 10.

geekbench

Selain itu, kami pun melakukan pengujian performa CPU dengan benchmark GeekBench 5. Hasilnya, seperti yang bisa dilihat di gambar di atas. ASUS ZenBook Flip 13 UX363 ini mendapatkan skor single core sebesar 1.337. Sementara untuk bagian pengujian multi-core, dapat skor sebesar 3.788 poin. Ini menandakan kalau laptop tersebut memiliki performa CPU yang terbilang cukup baik.

cinebench r15 cpu asus zenbook flip 13 ux363e

Selanjutnya, laptop tersebut juga diuji performanya menggunakan Cinebench R15. Pada pengujian pertama, terlihat bahwa Intel Core i7 generasi ke-11 miliknya mampu meraih angka 772 cb lalu pada pengujian kedua meraih skor 718 cb. Angka 700-an ini terbilang bagus, setidaknya lebih unggul dari ASUS ZenBook 13 UX325 yang dapat skor maksimal 630. Namun, saat diujikan untuk kesekian kalinya, satuan "cb" ini menurun hingga 400-an.

Review ASUS ZenBook Flip 13 UX363E: Ringkas Namun Tetap Kokoh 18

Kami pun lanjut menggunakan aplikasi Blender untuk mengujikan berapa lama waktu yang diperlukan CPU untuk melakukan rendering terhadap file Car Demo mobil BMW. Lantas bagaimana dengan hasilnya? Well, diperlukan waktu selama 13 menit 52 detik hingga rendering selesai. Dibutuhkan waktu di atas 10 menit, yang menandakan kalau performa CPU ini memang bukanlah yang terbaik. Tapi tetap saja terbilang bagus untuk seukuran laptop ringkas.

Performa Grafis

intel iris xe graphics

Demi mengurangi beban laptop, pihak perusahaan memang tidak menghadirkan kartu grafis discrete pada ASUS ZenBook Flip 13 UX363 ini. Soalnya, laptop konvertibel memang harus mengutamakan bobot yang ringan ketimbang performa grafis. Alih-alih pakai kartu grafis tambahan, pengguna akan merasakan performa GPU onboard yang bernama Intel Iris Xe Graphics.

Kartu grafis ini merupakan sebuah peningkatan dibanding Intel Iris Plus Graphics yang dikemas pada ASUS ZenBook 13 UX325. Iris Xe Graphics ini jelas lebih unggul, mengantongi jumlah core sebanyak 96 buah. Lebih banyak dari Iris Xe Plus yang punya 64 core.

Sementara itu, Irix Xe Graphics juga dibuat dengan manufaktur 10 nm+ dan memiliki frekuensi maksimal sebesar 1250 MHz. Berbeda dengan Iris Plus Graphics yang punya manufaktur 10nm dan frekuensi maksimal 1100 MHz. Sementara untuk base frequency-nya, keduanya sama-sama punya kecepatan 300 MHz.

Meski merupakan VGA yang terintegrasi dengan CPU, namun performanya tidak bisa disamakan dengan VGA onboard pada umumnya. Setidaknya, VGA  ini bisa Anda sandingkan dengan beberapa VGA discrete pada segmen entry level. Untuk mengetahui seberapa tangguh Intel Iris Xe Graphics, kami pun telah melakukan serangkaian uji coba benchmark sintetis.

3dmark time spy

Pengujian menggunakan 3DMark Time Spy mengungkapkan bahwa ASUS ZenBook Flip 13 UX363 ini meraih skor 1324 poin. Hal ini sungguh membuktikan kalau Intel Iris Xe Graphics memang bukanlah VGA isapan jempol belaka.

Jika dibandingkan dengan Iris Plus Graphics yang tersemat di laptop ASUS ZenBook Flip 13 UX325, rupanya masih lebih tangguh laptop ini. ASUS ZenBook Flip 13 UX325 hanya dapat skor sebesar 671.

Review ASUS ZenBook Flip 13 UX363E: Ringkas Namun Tetap Kokoh 22

Selain itu kami juga coba melakukan rendering gambar menggunakan GPU pada aplikasi Blender. Dibandingkan saat rendering pakai CPU, rupanya kali ini durasinya lebih lambat. Gambar di atas menunjukkan kalau waktu yang dibutuhkan hingga rendering selesai adalah 15 menit, sedikit lebih lambat dari rendering CPU yang makan waktu 13 menit saja.

cinebench asus zenbook flip 13 ux363e opengl

Kami juga kembali menggunakan Cinebench R15 untuk pengujian performa grafisnya. Kali ini, pengetesan yang dilakukan adalah terhadap OpenGL. Hasilnya sungguh memukau dengan tingkatan FPS yang tinggi di setiap 12 kali pengujiannya, yang tertinggi adalah saat percobaan pertama mencapai 94,92 FPS.

Secara keseluruhan, VGA laptop ini cukup stabil di angka 70-an FPS. Lagi-lagi, varian UX363 ini terbukti lebih unggul dibanding UX325 yang hanya stabil di frame rate 60-an FPS.

Berbagai hasil uji coba benchmark sintetis di atas memang layak dijadikan patokan. Namun rasanya kurang afdol kalau kami tidak mengujinya langsung untuk bermain game. Karena memang perlu diakui bahwa performa VGA sangat diperlukan untuk pengalaman gaming yang lancar.

setting gta v
GTA V
gta v frame rate
GTA V Frame Rate

Kami pun mencoba untuk menjalankan salah satu game open world ternama yakni Grand Theft Auto V. Game ini merupakan port yang didatangkan dari PS3, hadir di PC pada tahun 2015. Oleh karena itu, game ini masih terbilang kasual dibandingkan dengan game-game AAA lainnya keluaran tahun 2020 ke atas.

Terlihat bahwa laptop tersebut dapat meraih 40 FPS pada permainan GTA V, namun kemudian menurun dan cukup stabil di angka 37 FPS. Baik saat karakter game mengemudikan pesawat juga frame rate-nya cukup stabil di angka 30 FPS.

Barulah saat mengendarai mobil di lingkungan yang banyak kerumunan NPC,  frame rate ini mengalami penurunan hingga di bawah 30 FPS. Tapi secara keseluruhan, pengguna tetap dapat pengalaman yang memuaskan saat bermain GTA V.

setting cs go
CS:GO Auto High, 1080p
cs go frame rate
CS:GO Frame Rate

Performa yang cukup memuaskan juga dapat dilihat pada permainan Counter Strike GOFrame rate tertinggi pada game adalah sekitar 40 FPS. Kendati demikian, tetap ada beberapa FPS drop di saat-saat tertentu menjadi 20 FPS.

Dua permainan tadi bukanlah game yang cukup demanding, sehingga cukup wajar kalau laptop convertible tanpa dedicated VGA dapat menjalankannya dengan baik. Sekarang, mari kita beralih ke game lainnya yang terbilang berat yakni Assassin's Creed Unity.

ac unity setting
Assassin's Creed Unity, Low Setting, 720p
ac unity frame rate
Assassin's Creed Unity Frame Rate

Pertama-tama kami gunakan pengaturan grafis Medium dengan resolusi 1080p. Ternyata pengalaman yang kami terima tidak begitu memuaskan. Jarang kami mendapatkan FPS di atas 20, dan rata-rata hanya stabil di angka belasan FPS saja.

Saat diubah ke resolusi 720p dengan pengaturan Low, game pun kami restart. Lalu ternyata performanya tidak begitu meningkat, masih stuck di frame rate 18 FPS, terutama saat banyak kerumunan NPC. Barulah saat karakter berlarian di atap rumah atau pada daerah yang NPC-nya lebih sedikit, frame rate meningkat di angka 20 hingga 26 FPS.

Bisa dibilang, laptop ini memang kurang cocok untuk gaming secara berat, mengingat game Assassin's Creed Unity keluaran tahu 2014 saja tidak dapat dimainkan dengan baik. Pada sudut pandang tertentu, masih dapat dimaklumi sih. Karena, AC Unity memang salah satu game dengan jumlah NPC terbanyak di PC, bahkan hingga saat artikel ini dibuat.

Kecepatan Storage

keterangan kapasitas SSD

Laptop yang kami ujikan kebetulan punya kapasitas SSD sebesar 1 TB. Sedikit informasi, SSD merupakan singkatan dari Solid State Drive dengan tingkat kecepatan baca dan tulis jauh lebih cepat dibanding HDD.

Merk SSD yang tersemat pada unit ASUS ZenBook Flip 13 UX363 adalah Western Digital SN730 yang berjalan pada port NVM Express 1.3. Bagaimana dengan performanya?

ssd asus zenbook flip 13 ux363e

Seperti yang bisa dilihat di atas, ASUS ZenBook Flip 13 UX363E ternyata punya tingkat kecepatan baca sequential sebesar 3383 MB/s. Sedangkan kecepatan tulis sequential-nya meraih 3080 MB/s! Kami pun cukup terkejut rupanya kecepatannya sebaik ini. Pasalnya, kecepatan pada ASUS ZenBook 13 UX325 hanya mencapai 2272 MB/s (baca) dan 1329 MB/s (tulis).

Ketahanan dan Kecepatan Pengisian Baterai

uji ketahanan baterai

Baterai menjadi komponen penting pada laptop, terutama untuk sejenis laptop ringkas yang mengutamakan mobilitas di atas segalanya. Baterai pada ASUS ZenBook Flip 13 UX363E punya design capacity sebesar 67.292 mWh atau bisa juga dibulatkan menjadi 67 Wh.

Klaim dari perusahaan adalah laptop ini dapat bertahan dengan durasi hingga 14 jam. Kami pun mencoba menggunakan laptop ini tanpa tersambung ke casan. Beberapa kegiatan yang kami lakukan adalah browsing dengan puluhan tab sekaligus, menonton YouTube, sembari mengunduh hingga puluhan GB melalui Steam.

battery test asus zenbook flip 13 ux363e

Hasilnya seperti yang dapat dilihat pada kotak merah di atas. Tercatat pada pukul 10 malam kondisi baterai berada pada 100%, lalu kami lepas casannya. Setelah melakukan beragam kegiatan yang telah kami jelaskan, baterai laptop berkurang jadi 2% pada pukul sekitar 4 dini hari. Artinya, kurang lebih baterai bertahan selama 6 jam.

Mengingat kegiatan yang kami lakukan cukup drastis (menggunakan tingkat kecerahan sekitar 80% tanpa mode HDR), kami cukup impressed dengan ketahanan baterainya. Waktu 6 jam adalah durasi yang cukup lama untuk tingkat brightness seterang ini.

Lalu kami ujikan juga kecepatan pengisian dayanya. ASUS mengatakan kalau laptop ini bisa meraih tingkat 60% dalam waktu 49 menit. Apakah sesuai dengan kenyataan? Mari kita buktikan.

Masih dengan kondisi pencahayaan layar yang sama, kami coba ujikan fast charging secara manual. Hasilnya seperti yang bisa Anda lihat di bawah ini.

Durasi charging (per 10 menit):

  • 10 menit: 14%
  • 20 menit: 26%
  • 30 menit: 37%
  • 40 menit: 48%
  • 50 menit: 59%
  • 60 menit: 69%
  • 70 menit: 79%
  • 80 menit: 87%
  • 90 menit 95%
  • 100 menit 98%

Durasi charging (per 20%)

  • 20% – 14:51
  • 40% – 32:18
  • 60% – 50:40
  • 80% –1:11:30
  • 98% – 1:40:12
  • 100% – 2:34:45

Rupanya klaim ASUS memang benar, kendati sedikit meleset. Di pengujian kami, baterai meraih 59% dalam waktu 50 menit. Ya, tidak jauh berbeda dengan klaim perusahaan yang dapat mencapai 60% dalam 49 menit.

Namun, laptop mengalami hambatan setelah meraih 98%. Rupanya butuh waktu yang sungguh lama untuk naik dari 98% menjadi 100%. Jadi secara kesimpulan sih, laptop ini bisa dicas hingga "hampir" penuh dalam waktu 1 jam 40 menit saja. Sedangkan kalau sampai 100%, butuh waktu sekitar 2 setengah jam.

Apakah durasi ini terbilang cepat? Tentu. Apalagi kalau kita coba bandingkan dengan ASUS VivoBook Flip 14 TM420 yang butuh waktu lebih lama lagi, yakni 3 jam 40 menit. Dengan begini, pengguna ASUS ZenBook Flip 13 UX363E dapat menggunakan laptop untuk kegiatan lapangan seperti mencari scenery yang kece untuk digambar, ataupun yang lainnya.

Fitur-Fitur Lain

fitur lain

Selain dari yang telah disebutkan di atas, pastinya laptop canggih yang ringkas ini juga masih punya beberapa hal menarik lainnya untuk dibahas. Salah satunya adalah konektivitas WiFi 6 yang begitu kencang.

Kami sudah buktikan sendiri saat mengunduh game dari Steam yang besarnya hingga ratusan GB. Dengan dikoneksikan pada internet 75 Mbps melalui router 5 GHz, kecepatan unduhan bahkan mencapai maksimal 10 MB/s.

Bukan itu saja, di atas layar juga tersedia IR Camera untuk digunakan saat video meeting ataupun sarana biometrik untuk membuka kunci. Fitur pengenalan wajahnya begitu cepat, sampai-sampai kami baru saja buka laptop 1 detik dan layar otomatis masuk ke desktop. Sayang, fitur face recognition ini jadi tidak berfungsi sama sekali saat kami pakai masker.

Laptop ini juga telah mendukung sertifikasi militer MIL-STD 810G. Itu tandanya laptop sudah melalui serangkaian uji coba yang membuatnya jadi tahan terhadap benturan, suhu dingin, dan lainnya.

Kalau Anda kebetulan tidak bawa kabel adapter 3,5 jack audio, tidak masalah. Kualitas speaker laptop ini layak diadu dengan menggunakan penyetelan dari Harman /Kardon. Kami sudah coba mendengarkan beberapa lagu dan hasil suaranya cukup memukau.

Selanjutnya, ada pula fitur yang sangat berguna untuk menunjang kegiatan work from home. Ya, ASUS ZenBook Flip 13 UX363 ini punya teknologi Noise Cancelling bertenagakan AI pada mikrofonnya. Sekalipun Anda sedang meeting online pakai Google Meret atau Zoom di cafe yang crowded, suara Anda akan tetap terdengar jelas.

Simpulan

Apabila Anda mencari laptop yang mudah untuk dibawa namun tidak sepenuhnya mengacuhkan sisi performa, laptop ini sungguh layak untuk dipertimbangkan. Sekali pun ia tidak hadir dengan VGA dedicated, performa dari VGA Intel Iris Xe Graphics masih bisa dipakai gaming dengan nyaman sekalipun tidak dapat disandingkan dengan laptop gaming.

Selain itu juga, desain bodi yang terlihat premium dan kokoh ini turut menghadirkan engsel 360 derajat untuk mendukung beragam macam mode. Tidak perlu khawatir rusak, engsel ini sudah melalui tahap uji coba 20.000 kali dan mengemas sertifikasi militer. Simak beberapa poin kelebihan dan kekurangan ASUS ZenBook Flip 13 (UX363E) berikut ini.

Kelebihan ASUS ZenBook Flip 13 (UX363E)

  • Desain bodi yang premium, ringkas, dan ringan
  • Edge-to-edge keyboard yang membuatnya terlihat compact
  • Fitur NumberPad yang intuitive untuk pengetikkan angka secara praktis
  • Kecepatan baca/tulis sequential SSD NVMe yang unggul
  • Pengisian daya yang luar biasa cepat
  • Kualitas suara dari Harman/Kardon yang memanjakan telinga
  • Penggunaan ASUS Pen yang nyaman untuk menulis ataupun navigasi
  • Performa untuk produktivitas oke tapi tidak untuk gaming (wajar karena bukan laptop gaming) 
  • Dua port Thunderbolt 4 bisa dimaksimalkan untuk main gim memakai eGPU

Kekurangan ASUS ZenBook Flip 13 (UX363E)

  • Tidak menyediakan slot kartu memori dan audio jack 3,5 mm
  • Minimnya jumlah port USB tipe-A

Bagi Anda yang tertarik dengan laptop ini, Anda bisa mendapatkannya seharga Rp21.399.000,-. ASUS ZenBook Flip 13 (UX363E) sungguh cocok bagi orang yang mendambakan mobilitas tinggi dengan kebutuhan mendesak akan akurasi warna layar yang optimal.

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram