carisinyal web banner retina
Mau nanya rekomendasi HP? klik di sini
Carisinyal / Tips Trik / 2 Cara Menggabungkan Partisi Hardisk yang Mudah Dilakukan

2 Cara Menggabungkan Partisi Hardisk yang Mudah Dilakukan

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 9 Mei 2021

Dalam sebuah perangkat komputer hardisk merupakan bagian yang sangat penting. Hardisk mempunyai fungsi sebagai tempat penyimpanan file apa saja dengan berbagai ukuran. Perangkat keras satu ini menyediakan fitur yang disebut dengan partisi atau pembagian kapasitas hardisk.

Partisi hardisk adalah sebuah langkah yang digunakan untuk membagi kapasitas hardisk menjadi beberapa bagian agar penggunaannya bisa lebih efektif. Namun, ada alasan tertentu hardisk harus digabungkan. Biar kamu tidak bingung, kami akan jelaskan cara-cara menggabungkan partisi hardisk di dalam artikel ini. Yuk disimak.

Mengapa Ada Lebih dari Satu Hardisk dalam Komputer?

Sumber: Pixabay

Fungsi paling utama dari hardisk adalah untuk menyimpan data. Dalam satu hardisk biasanya terdapat banyak file yang tersimpan. Dalam komputer tidak mungkin tersimpan beberapa data saja, bukan? Pasti banyak sekali data yang jika diurutkan akan menjadi daftar panjang yang tak habis-habis.

Oleh sebab itu hardisk komputer punya fitur partisi yang memungkinkan hardisk dibagi menjadi beberapa bagian. Ini menjadikan di dalam komputer terdapat beberapa banyak hardisk. Partisi hardisk dalam komputer memudahkan kamu untuk menemukan data atau file yang tersimpan di dalam hardisk.

Dengan adanya lebih dari satu hardisk penyimpanan file lebih efektif dan kamu tidak akan kerepotan karena banyaknya data yang kamu punya. Dalam memanfaatkan fitur partisi hardisk ini data yang tersimpan bisa lebih terkategorisasi.

Misalnya, kamu membagi hardisk komputermu menjadi tiga bagian. Bagian hardisk pertama kamu gunakan untuk data kampus, hardisk kedua bisa kamu gunakan untuk menyimpan data sistem dan bagian lainnya bisa kamu gunakan sebagai tempat menyimpan file hiburan.

Selain itu, adanya lebih dari satu hardisk di dalam komputer, kinerja komputer akan lebih cepat. Hal ini disebabkan karena pencarian index file akan membutuhkan waktu yang lama sehingga kinerja komputer akan menjadi lambat.

Akan tetapi tidak mustahil kamu perlu menggabungkan hardisk yang terdapat dalam komputernya. Ada dua cara yang telah kami rangkum untuk menggabungkan partisi hardisk. Berikut ulasannya.

1. Menggabungkan Partisi Hardisk Tanpa Software

Sumber: Microsoft

Menggabungkan partisi hardisk bisa dilakukan tanpa bantuan software khusus, lho. Sebagai gantinya alat bantu yang akan digunakan adalah pengolah partisi bawaan Windows, yaitu menggunakan Disk Management. Langkah-langkahnya adalah:

  • Buka Disk Management pada laptop atau PC yang akan kamu gunakan.
  • Klik kanan pada This PC atau My Computer di File Explorer.
  • Pada jendela Computer Management, klik Disk Management di sebelah kiri. Atau bisa juga dengan klik kanan pada menu Start kemudian akan muncul pilihan klik Disk Management.
  • Pada jendela Disk Management, tentukan partisi mana yang ingin kamu gabungkan. Misalnya jika kamu menggabungkan partisi D dan E, maka kamu harus menghapus partisi E.
  • Klik kanan pada partisi tersebut, nanti akan muncul opsi Delete Volume. Pada jendela konfirmasi Delete Simple Volume yang muncul. Lalu klik Yes.
  • Jika partisi tersebut berubah menjadi Free Space, maka kamu harus mengubah partisi tersebut menjadi Unallocated.
  • Pada opsi yang muncul, klik Delete Partition. Lalu, pada jendela konfirmasi klik Yes untuk melanjutkan proses penghapusan partisi.
  • Setelah partisi tersebut berubah statusnya menjadi Unallocated, klik kanan pada partisi lainnya yang ingin kamu gabungkan. Misalnya partisi D. Selanjutnya pada opsi yang muncul, Klik Extend Volume.
  • Pada jendela Extend Volume Wizard, klik Next untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya. Setelah itu, jendelanya selanjutnya akan ditampilkan kapasitas partisi Unallocated yang sebelumnya akan kamu hapus. Jika kamu akan menggabungkan semua kapasitas tersebut, maka langsung klik Next.
  • Klik Finish pada jendela Completing The Extend Volume Wizard.

Setelah semua proses selesai, sekarang kamu akan mendapatkan partisi di dalam komputernya telah menjadi satu. Jadi, jika kamu menggabungkan partisi D dan E, maka partisi tersebut akan bergabung menjadi partisi D saja.

Kamu bisa melakukan hal tersebut pada partisi yang berbeda seperti pada partisi F, G, H dan lain-lainnya. Jika kamu tidak ingin repot menginstal software yang khusus yang digunakan untuk mengolah partisi, maka kamu bisa gunakan cara pertama tadi.

Satu hal yang paling yang mesti kamu lakukan jika menggunakan cara ini adalah kamu harus menghapus salah satu partisi terlebih dahulu. Misalnya saja jika kamu ingin menggabungkan partisi D dan E, maka kamu harus menghapuskan partisi E.

Karena kamu menghapus partisi maka artinya semua data yang tersimpan di dalam partisi yang dihapus akan hilang. Maka jika kamu akan menggunakan cara yang pertama ini, pastikan bahwa file penting yang tersimpan di dalamnya sudah dipindahkan ke partisi lainnya.

2. Menggabungkan Partisi Hardisk Menggunakan Software

Sumber: AOMEI

Cara kedua untuk menggabungkan partisi adalah dengan menggunakan software khusus pengelola partisi. Software tersebut bisa kamu dapatkan di internet. Salah satunya adalah software Aomei Partition Assistant.

Kelebihan menggabungkan partisi dengan menggunakan software adalah kamu tidak perlu menghapus salah satu partisi hardisk terlebih dahulu. Maksudnya, kamu tidak perlu mengosongkan partisi atau pun menghapus data ketika kamu ingin menggabungkan partisi tersebut.

  • Buka software Aomei Partition Assistant yang sudah kamu instal pada komputermu.
  • Pada jendela utama software tersebut, klik kanan pada salah satu partisi yang akan kamu gabungkan. Misalnya kamu ingin menggabungkan partisi D dan E, klik kanan pada partisi D atau E lalu pada opsi yang muncul, klik Merge Partition.
  • Pada jendela Merge Partition, centang pada partisi lainnya yang akan kamu gabungkan. Singkatnya, centang semua partisi yang akan kamu gabungkan. Selain itu kamu bisa pula mengubah lokasi partisi hasil proses penggabungannya pada bagian Target Partition.
  • Klik OK untuk melanjutkan proses penggabungan partisi.
  • Selanjutnya akan tampil Preview dari perubahan yang sudah kamu buat. Jika semua sudah sesuai dengan yang ingin kamu terapkan, kamu bisa langsung klik Apply.
  • Pada jendela Pending Operation, klik Proceed. Klik Yes pada jendela konfirmasi untuk melanjutkan proses penggabungan partisi.
  • Selanjutnya proses penggabungan partisi di dalam software Aomei Partition Assistant akan mulai berlangsung. Proses penggabungan yang dilakukan oleh software ini bisa saja memakan waktu cukup lama, bergantung pada banyaknya file yang kamu punya di hardisk tersebut.
  • Tunggu sampai muncul keterangan pada jendela konfirmasi Completed Successfully. Jangan menutup software saat proses belum selesai. Pasalnya menutup software ketika proses penggabungan sedang berlangsung akan menimbulkan kerusakan partisi dan data di dalamnya akan hilang.
  • Periksa perubahan pada hardisk. Jika proses ini berhasil makan dua partisi tersebut akan menjadi satu. Periksa pula data di dalamnya.

Bagi kamu yang ingin menggabungkan partisi tanpa harus direpotkan dengan langkah menghapus hardisk, dan memindahkan data yang terdapat di dalamnya, cara kedua ini adalah yang paling tepat. Kamu bisa download aplikasi Aomei Partition Assistant di sini.

Akan tetapi jika kamu lebih cocok dengan cara pertama yang tidak perlu mengunduh dan menginstal aplikasi, cara pertama bisa kamu gunakan.

Nah, kedua cara tersebut memang mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing dalam proses penggabungannya. Jadi, kamu tinggal menyesuaikan dengan kondisi laptop dan hasil yang kamu butuhkan. Yang terpenting kamu mendapatkan hasil yang sempurna tanpa kehilangan data apapun di dalam hardisknya.

Oh ya, dua cara tersebut bisa kamu terapkan pada semua Windows, seperti Windows 7, sampai Windows 10. Selain itu, proses di atas tersebut bisa kamu gunakan untuk menggabungkan partisi hardisk internal dan eksternal komputer. Silahkan dicoba.

Tag: 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram