Yuk Kenali Apa Itu Wireless Charger dan Cara Menggunakannya

Ditulis oleh Hilman Mulya Nugraha

Mengisi daya smartphone saat ini, tidak selalu harus terhubung dengan alat yang terhubung langsung dengan arus listrik. Pengisian daya smartphone saat ini bisa digunakan hanya dengan mendekatkan perangkat smartphone dengan sebuah alat, tanpa kabel penghubung sama sekali. Teknologi inilah yang disebut wireless charging.

Alat untuk mendukung wireless charging disebut wireless charger. Alat ini kini banyak ditemukan di pasaran. Hal ini seiring dengan banyaknya ponsel yang sudah mendukung teknologi wireless charging. Meskipun, saat artikel ini dibuat, teknologi wireless charging umumnya hanya didukung oleh ponsel kelas atas.

Nah, jika Anda memiliki HP atau ponsel yang sudah mendukung wireless charger, berbahagialah karena Anda mengisi daya HP tersebut tanpa terhubung dengan kabel. Jika Anda kebingungan cara menggunakan wireless charger, tenang, karena saya akan menjelaskan tentang cara menggunakan wireless charger. Tapi sebelumnya, mari berkenalan terlebih dulu dengan wireless charger.

Tentang Wireless Charger

wireless charger

Seperti yang sudah disebut sebelumnya, wireless charger adalah sebuah device yang memungkinkan sebuah ponsel dapat terisi dengan penuh tanpa memakai kabel alias wireless charging. Sesuai namanya, yang berarti pengisian daya tanpa memakai kabel alias nirkabel.

Meskipun tanpa kabel, pengisian daya harus tetap dilakukan dengan cara berdekatan atau jarak pendek antara ponsel dengan wireless charger. Hal tersebut dapat dilakukan karena wireless charger memiliki prinsip kerja mengantarkan induksi elektromagnetik ke ponsel.

Di dalam wireless charger, terdapat setidaknya satu koil yang fungsinya menghadirkan medan elektromagnetik bolak-balik. Perangkat penerima alias ponsel bakal menerima medan elektromagnetik tersebut dan mengubahnya menjadi arus listrik sehingga memungkinkan mengisi baterai. Perhatikan gambar berikut ini!

wireless charger

* sumber: www.belkin.com

Gambar di atas adalah sebuah alat wireless charger yang umum disebut charging pad dengan merek Belkin. Di dalam charging pad ini, terdapat beberapa komponen sebagai berikut.

  1. Lampu LED yang berfungsi untuk mendeteksi objek asing
  2. Permukaan non-slip sebagai pengaman.
  3. Bagian koil pemancar untuk pengisian nirkabel
  4. Bagian desain yang tanpa kipas agar saat pengoperasian tidak berisik
  5. Bagian chipset pengisian nirkabel yang bekerja untuk menggabungkan berbagai fitur
  6. Sensor perlindungan termal
  7. Bagian sirkuit untuk deteksi objek asing.

Tidak semua wireless charger pad memiliki desain dan komponen yang sama persis seperti yang dimiliki Belkin. Tetapi pada prinsipnya,wireless charger umumnya memiliki beberapa bagian tersebut.

Teknologi wireless charging  memiliki dua teknologi. Yang pertama adalah induksi medan magnet dan yang kedua teknologi resonansi medan magnet. Hadirnya dua teknologi ini, dihasilkan beberapa standar wireless charging bergantung pada konsorsium tertentu. Berikut penjelasan tentang standar teknologi wireless charging.

  • Qi

Konsorsium pertama dilahirkan oleh Wireless Power Consortium. Konsorsium ini menghadirkan standar yang disebut Qi (dibaca "Chee"). Teknologi ini menghadirkan wireless charging dengan standar induksi medan magnet. Pada perkembangan selanjutnya, Qi juga menerapkan teknologi resonansi medan magnet.

Standar Qi sendiri adalah standar paling populer karena didukung oleh berbagai produsen ponsel terkemuka. Produsen atau perusahaan yang tergabung dalam konsorsium ini adalah Apple, Asus, Google, HTC, Huawei, LG Electronics, Motorola Mobility, Nokia, Samsung, BlackBerry, Xiaomi, dan Sony.

  • PMA

Standar kedua adalah Powermat. Powermat ini diinisiasi oleh Power Matter Alliance atau PMA. Standar ini menerapkan teknologi induksi medan magnet.

Meskipun menerapkan teknologi yang sama dengan Qi, PMA tidak memiliki kompabilitas dengan Qi. Jadi, Ponsel yang mendukung Qi wireless charging tidak dapat diisi daya memakai wireless charger pad yang mendukung teknologi PMA. Namun, ada beberapa HP yang juga mendukung dua teknologi ini, yakni Qi wireless charging dan PMA wireless charging.

  • Rezense

Alliance for Wireless Power atau A4WP adalah aliansi yang mengeluarkan standar wireless charging dengan teknologi Rezense. Standar ini menggunakan resonansi medan magnet untuk mentransfer daya. Keunggulan dari standar ini adalah ponsel tidak perlu berada langsung di atas wireless charger pad. Malah satu wireless charger pad dapat mengisi beberapa ponsel sekaligus.

  • Air Fuel Alliance

Air Fuel Alliance adalah standar hasil kolaborasi A4WP dan PMA. Kolaborasi ini ditujukan sebagai tantangan untuk teknologi Qi. Mengapa? Karena di pasaran, teknologi Qi adalah teknologi wireless charger yang populer.

Di pasaran sendiri, memang sudah banyak ponsel yang mendukung teknologi wireless charging, baik yang Qi maupun yang lainnya. Contohnya adalah ponsel kelas atas Samsung Galaxy S10 series yang sudah mendukung standar Qi maupun PMA wireless charging.

Memang kebanyakan, ponsel yang mendukung teknologi wireless charging adalah ponsel kelas atas. Ponsel kelas menengah dan bawah juga sebenarnya bisa memakai teknologi wireless charging. Hanya saja tidak built-in seperti ponsel kelas atas.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram