Carisinyal / Buyer Guide / Jenis-jenis Memori yang Digunakan pada Smartphone

Jenis-jenis Memori yang Digunakan pada Smartphone

Ditulis oleh - Diperbaharui 6 Mei 2019

Tidak sedikit orang yang masih belum paham berbagai fungsi dari sebuah ponsel pintar. Banyak orang yang lebih fokus pada chipset  atau spesifikasi lain yang ada di ponsel. Kadang, orang yang terlalu fokus pada spesifikasi juga mengabaikan hal lain yang dianggapnya tidak penting.

Padahal, membeli smartphone bukan soal spesifikasi tetapi juga soal kebutuhan. Untuk apa misalnya membeli ponsel dengan prosesor kencang tetapi memiliki RAM yang rendah. Untuk apa membeli ponsel hanya fokus pada kamera tanpa tahu kalau ternyata memori buat menyimpan hasil foto tidak begitu besar?

Selain soal chipset dan kamera, faktor “memori” juga jadi hal penting yang perlu diperhatikan seseorang ketika membeli smartphone.

Ada banyak sektor yang disebut memori yang terhubung dengan ponsel. Terkadang beberapa orang bingung dengan soal ini, apalagi tidak sedikit juga yang masih menyamakan ROM dan memori internal. Karena itu, agar tidak bingung lagi, yuk simak jenis-jenis memori di HP dan penjelasannya berikut ini!

1. RAM

ram android

RAM adalah singkat dari Random-access Memory. Dari namanya, RAM ini berarti sebuah penyimpanan yang bisa diakses. Hanya saja sifatnya sementara. Hal ini berarti, ketika ada data atau aplikasi yang dibuka, RAM bakal menyimpan data sementara sebelum nantinya dihilangkan.

Dengan fungsinya yang demikian, RAM bisa dikatakan sebagai tempat menyimpan data yang ada dalam sistem operasi. Ketika pengguna membuka Instagram, membuka browser, sambil bermain gim, RAM bakal bekerja menyimpan data tersebut.

RAM inilah yang bekerja ketika pengguna melakukan aktivitas multitasking. Namun, perlu diketahui, ketika pengguna membuka aplikasi, saat  itulah RAM bekerja memberikan tempatnya. Contohnya, sebuah ponsel dengan RAM 2 GB, ponsel tersebut membuka Instagram, saat itu kapasitas RAM berkurang 100 MB (hanya contoh).

Setelah itu, pengguna membuka PUBG Mobile, saat dibuka, RAM memberikan ruang sebesar 1 GB. Setelah itu, pengguna membuka Youtube dan memakan ruang 200 MB. Dengan pemakaian tersebut, RAM yang terpakai sudah mencapai 1300 MB, berarti sisa RAM adalah 700 MB.

Namun, perlu diingat ponsel dengan RAM 2 GB tidak selalu penuh tersedia sebesar 2 GB.  Ketika sistem operasi berjalan, ketika itu pula RAM bekerja. Hal ini membuat kapasitas RAM yang tadi 2 GB jadi terpakai. Biasanya untuk sistem operasi, konsumsi RAM hanya sedikit. Anggaplah RAM 700 MB tadi dipakai sistem operasi sebesar 200 MB, maka tersisa 500 MB.

Dengan ruang tersisa, pengguna ingin membuka aplikasi berat lagi yang bisa memakan konsumsi RAM 500 MB. Saat seperti inilah, ponsel tersebut mengalami lag karena RAM bekerja lebih dari kapasitasnya. Agar HP tersebut bisa berjalan dengan lancar lagi, pengguna perlu menutup aplikasi atau bila perlu uninstal aplikasi atau gim yang memakan banyak RAM.

Dari contoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa semakin besar kapasitas RAM tentu semakin baik. Apalagi, banyak aplikasi dan gim yang memakan banyak RAM. Bayangkan jika ponsel tadi memiliki RAM 4 GB, tentu ruang kosongnya tidak 700 MB tetapi bisa 2,7 GB dan ponsel tidak mengalami lag.

Atas dasar itu, penting bagi pengguna untuk membeli ponsel dengan RAM yang besar. Saat ini, ponsel Android umumnya harus memiliki minimal RAM 2 GB, malah sebaiknya RAM yang dimiliki sebuah ponsel adalah 3 GB agar bisa menjalankan berbagai program dengan lancar. Saat ini, banyak kok, HP Android RAM 3 GB yang harganya lebih terjangkau.

2. Memori Internal

Chipset-memory

Sebenarnya memori internal bukanlah istilah yang tepat. Yang paling tempat adalah storage atau penyimpanan. Namun, karena ada istilah memori eksternal, maka banyak orang yang menyebut penyimpanan di sebuah ponsel disebut sebagai memori internal.

Lantas, apa itu memori internal? Memori internal adalah tempat penyimpanan berbagai data yang ada di smartphone. Fungsinya mirip seperti HDD atau SSD di komputer. Sebagai tempat penyimpanan, data yang ada di memori internal dapat dibaca, ditulis, dipindahkan, atau dihapus.

Memori internal juga jadi ruang bagi aplikasi dan gim. Ketika pengguna menginstal sebuah aplikasi, misalnya aplikasi browser dengan ukuran 50 MB, maka ketika terpasang di ponsel, ruang di memori internal bakal berkurang 50 MB. Jika diinstal gim yang memiliki ukuran 1 GB, maka ruang di memori internal bakal berkurang 1 GB. Hal yang sama berlaku ketika menyimpan foto hasil potret atau menyimpan data video.

Semakin besar ruangan penyimpanan sebuah ponsel tentu semakin baik. Terlebih saat ini banyak aplikasi dan gim yang memiliki ukuran data yang besar. Data foto dan video juga biasanya memiliki ukuran besar. Karena itu, penting memilih ponsel dengan penyimpanan yang besar misalnya 64 GB atau 128 GB. Memilih ponsel dengan penyimpanan 32 GB juga tidak masalah, selama menurut pengguna cukup.

3. ROM

ROM MIUI

* sumber: en.miui.com

ROM adalah singkatan untuk Read Only Memory. Sesuai namanya, ROM adalah sebuah “ruangan” yang ada di memori internal yang hanya bisa dibaca saja. Tidak ada akses untuk menulis atau menghapus di ROM. Sebenarnya untuk menghapus bisa tetapi harus memakai aplikasi khusus.

ROM seringkali diartikan sebagai kapasitas penyimpanan alias memori internal alias storage. Padahal ROM bukanlah penyimpanan. ROM adalah tempat menyimpan data yang hanya bisa dibaca yang di dalamnya terdapat data seperti firmware, pengaturan pabrik dan juga berbagai data yang diperlukan untuk menjalankan sistem operasi.

ROM ini memiliki bentuk chip IC yang didalamnya terdapat sistem operasi dan pengaturan lain yang jadi bawan pabrikan. Karena ROM bagian dari pabrikan, ada muncul istilah Custom ROM. Custom ROM ini berarti pengguna mengoprek bagian ROM alias mengoprek sistem di dalamnya dengan tujuan tertentu.
Karena itu, menyebut ROM sebagai memori internal kurang tepat. ROM itu tidak memakan semua kapasitas yang ada di penyimpanan internal. Ibaratnya, jika ponsel memiliki penyimpanan 32 GB, biasanya ketika dicek di bagian pengaturan, ruangan yang tersedia tidaklah 32 GB, padahal pengguna baru membeli ponsel tersebut.
Untuk sebuah ponsel dengan penyimpanan 32 GB, biasanya akan tersisa 25 GB atau 24 GB, berbeda-beda tergantung juga UI Android yang dipakai. Nah, kapasitas yang terpakai tersebutlah yang dipakai oleh ROM, untuk menyimpan sistem operasi dan hal-hal yang sudah disebutkan sebelumnya.

4. Memori Eksternal

* sumber: www.yugatech.com

Memori eksternal adalah istilah yang mengacu pada ponsel pintar yang memiliki slot tambahan. Tidak semua ponsel memiliki slot tambahan untuk memori eksternal tetapi saat ini banyak pengguna smartphone lebih menyukai ponsel dengan dukungan penyimpanan memori eksternal.

Untuk menambahkan memori eksternal, ponsel zaman sekarang membutuhkan slot berupa tray. Slot ini ada yang sifatnya hybrid atau triple SIM tray. Yang hybrid biasanya mengharuskan pengguna memilih memakai satu nomor SIM dan satu lagi untuk slot memori eksternal atau memilih memakai dua nomor SIM tanpa menambahkan memori eksternal.

Slot untuk memori eksternal sendiri memiliki berbagai jenis. Silakan baca artikel tentang perbedaan memori eksternal berikut ini. Untuk ponsel pintar zaman sekarang, umumnya tipe memori eksternal yang dipakai adalah micro SD dan mini SD.

Lantas, mengapa banyak orang membutuhkan memori eksternal? Alasannya karena kapasitas penyimpanan yang ada di ponsel terasa kurang untuk menyimpan data. Apalagi jika pengguna sering memakai ponsel untuk rekam video, sering foto, maupun instal aplikasi dengan ukuran besar. Biasanya sih, pengguna seperti ini memiliki ponsel dengan penyimpanan 32 GB atau 64 GB.

5. USB-OTG

Cara Menggunakan USB OTG pada Smartphone dan Tablet Android

Satu lagi, tipe penyimpanan yang perlu diketahui adalah penyimpanan eksternal melalui USB. Fitur ini tidak dimiliki semua ponsel namun saat ini sudah banyak ponsel yang memiliki fitur yang memungkinkan ponsel memindahkan data ke USB Flashdisk atau sebaliknya. Fitur tersebut adalah USB OTG atau USB On-the-go.

Karena Flashdisk juga merupakan sebuah penyimpanan, maka flashdisk masuk sebagai salah satu tipe penyimpanan pendukung ponsel. Terlebih banyak pengguna yang membutuhkan fitur ini karena kepraktisannya dalam memindahkan data. Tidak perlu repot lagi memindahkan data dari ponsel lewat komputer, cukup memakai converter USB OTG agar ponsel bisa transfer data dengan USB Flashdisk.

6. Cloud Storage

cloud storage

* sumber: www.maxpixel.net

Kalau yang satu ini bukanlah tipe penyimpanan berupa hardware tetapi berupa layanan. Cloud storage namanya atau dalam bahasa Indonesianya dikenal sebagai penyimpanan awan. Saat ini, banyak perusahaan yang memberikan layanan agar data bisa disimpan di penyimpanan awan.

Layanan ini bisa jadi solusi bagi pengguna yang membutuhkan penyimpanan praktis. Contoh yang memberikan layanan ini adalah Google Drive, iCloud, Onedrive, dan lainnya. Menariknya dengan penyimpanan awan, pengguna bisa dengan lebih mudah mengakses data dari perangkat manapun asal perangkat tersebut terhubung dengan internet.

Nah, itulah penjelasan tentang jenis-jenis penyimpanan yang ada di HP. Setelah membaca pembahasan di atas, kini jangan sampai salah lagi yah menyebut ROM sebagai penyimpanan internal atau sebaliknya, ya, karena keduanya punya fungsi yang berbeda.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar