carisinyal web banner retina

Jenis-Jenis Sertifikasi Anti Air dan Standar Militer di HP

Ditulis oleh Hilman Mulya Nugraha - Diperbaharui 26 Mei 2021

Salah satu tipe smartphone yang cukup banyak diincar adalah tipe smartphone yang tahan air atau tahan banting. Tipe smartphone ini cukup banyak dicari orang karena kemampuannya yang masih berjalan ketika berada di berbagai kondisi apapun. Semisal, ada sebuah ponsel yang ternyata masih bisa berjalan dengan baik ketika jatuh tidak sengaja ke dalam air ataupun terkena debu.

Orang yang mencari tipe ponsel seperti ini biasanya adalah orang yang memiliki mobilitas tinggi dan sering ke datang berbagai tempat dengan kondisi cuaca yang agak esktreme. Orang seperti ini tentu memprioritaskan sebuah ponsel dengan durabilitas yang baik.

Untuk menyasar segmen tersebut, produsen smartphone menghadirkan ponsel pintar dengan keterangan tertentu. Keterangan tersebut biasanya diwakili dengan beberapa kode yang menandakan hasil uji coba tertentu. Jika tidak ada keterangan, biasanya ponsel tersebut tidak punya fitur khusus soalketahanan.

Keterangan yang dimaksud dicirkan dengan kode berupa angka seperti IP57, IP67, atau IP68. Ada juga kode lain yang menyatakan kalau sebuah ponsel telah lolos standar militer atau tidak. Biasanya sebuah ponsel yang lolos uji militer memiliki kode MIL-STD-810G.

Lantas, apa sebenarnya arti dari kode-kode tersebut? Mengapa ada banyak kode untuk ketahanan air dan uji militer? Apa gunanya? Untuk menjawab berbagai pertanyaan tersebut, simak penjelasannya berikut ini.

Jenis-jenis Sertifikasi Tahan Air

ponsel tahan air
*

Istilah yang tepat untuk menjelaskan sebuah ponsel bisa bertahan ketika jatuh ke air adalah "tahan air", bukan "anti-air". Apabilaistilah "anti-air" digunakan, maka ponsel tersebut seolah tidak bisa terkena air, padahal yang dimaksud adalah kemampuan ketika berada di dalam air atau terkena percikan/siraman air.

Kemampuan sebuah ponsel yang tahan air atau tahan debu ditandai dengan kode IP yang diikuti dua angka di belakangnya. IP merupakan kepanjangan dari International Protection, yakni semacam standar proteksi internasional untuk sebuah perangkat.

Dua angka di belakang "IP" adalah ciri dari proses tes tahan air sebuah perangkat. Sederhananya, jika sebuah perangkat diklaim memiliki tahan air, maka harus dicari lebih dalam, tes yang dilakukan pada ponsel tersebut berada pada kondisi seperti apa? 

Contohnya, sebuah ponsel A memiliki kemampuan tahan air dengan kode IP67. Sementara ponsel B memiliki ketahanan air dengan kode IP68. Keduanya memang memiliki kemampuan tahan air, tetapi keduanya memiliki proses pengujian ketahanan air pada kondisi ke dalaman yang berbeda. Perbedaan pengujian inilah yang ditunjukan oleh digit kedua, yakni angka 7 dan angka 8.

Sementara digit pertama setelah angka "IP" menunjukan tingkat perlindungan dari debu. Misal ada sebuah ponsel dengan kode IP58, berarti ponsel tersebut memiliki tingkat perlindungan yang berbeda dengan IP68.  Untuk memahami soal kode angka ini, bisa disimak penjelasannya berikut ini.

1. Digit Pertama = Tingkat Perlindungan dari luar

ponsel tahan debu

Seperti yang sudah disebutkan, angka pertama setelah IP menunjukan tingkat perlindungan sebuah ponsel dari bahaya benda asing luar yang bisa masuk seperti debu. Digit pertama ini menunjukkan tingkat perlindungan yang diberikan penutup terhadap akses ke bagian berbahaya (misalnya, konduktor listrik, komponen bergerak) dan masuknya benda asing padat. Penjelasan tingkatan angkanya bisa disimak berikut ini.

  • X, merupakan kode yang menunjukan tidak ada data atau penjelasan untuk perlindungan sebuah perangkat
  • 0, merupakan kode yang menunjukan tidak ada perlindungan pada perangkat
  • 1, merupakan kode yang mengindikasikan adanya perlindungan perangkat sebesar 50 mm
  • 2, merupakan kode perlindungan saat pengujian berupa jari atau benda sukurang-kurangnya 12,5 mm
  • 3, merupakan kode perlindungan saat pengujian berupa alat tertentu seperti kabel tebal dengan ukuran 2,5 mm.
  • 4, merupakan kode perlindungan dengan pelindung yang hanya 1 mm yang bisa berupa kabel atau sekrup ramping saja.
  • 5, menunjukan kode terhadap perlindungan debu agar tidak masuk ke perangkat dalam jumlah tertentu
  • 6, menunjukan kode perlindungan terhadap debu dengan pengujian sampai 8 jam lamanya.

Dari kode tersebut, dapat dilihat kalau digit pertama setelah kode "IP" mengindikasikan sebuah ponsel memiliki perlindungan tertentu dari benda asing padat. Semaking tinggi angka kode, maka perlindungan semakin baik.

Misalnya, sebuah ponsel dengan sertifikasi IP4X, IP5X, dan IP6X memiliki ketahanan yang berbeda. Ponsel dengan sertifikasi IP4X menunjukan ponsel tersebut cukup baik bertahan meskipun tidak tahan debu. Ponsel dengan sertifikasi IP5X berarti ponsel tersebut memiliki kemampuan perlindungan debu meski tidak sepenuhnya. Ponsel dengan sertifikasi IP6X adalah ponsel dengan ketahanan terhadap debu sepenuhnya.

Di Indonesia, cukup banyak ponsel yang punya sertifikasi IP dengan kode digit awal angka 5 dan 6. Beberapa HP Xiaomi kelas menengah seperti Redmi Note 10 sampai kelas lebih tinggi POCO F3 punya sertifikasi IP53. Sementara HP Samsung kelas atas dan beberapa kelas menengah punya sertifikasi IP68 atau IP68. Contohnya Samsung Galaxy S21 series atau Samsung Galaxy A72, A52, dan A32.

2. Digit Kedua = Ketahanan Terhadap Air

ponsel tahan air
*

Digit kedua pada kode "IP" menunjukan tingkat perlindungan sebuah perangkat ketika diuji di kedalam air. Angka kedua inilah yang mencirikan sebuah perangkat bisa bertahan di air di berbagai kondisi. Semakin tinggi angkanya, biasanya mencirikan kalau ponsel tersebut memiliki ketahanan air yang lebih baik. Berikut penjelasannya.

  • 1, kode angka yang menunjukan kalau sebuah perangkat tidak memiliki perlindungan terhadap air
  • 2, kode angka yang menunjukan kalau sebuah perangkat tahan terhadap tetesan air seperti hujan ringan, bahkan ketika perangkat tersebut (dalam hal ini ponsel) terkena tetesan air selama 15 sampai 10 menit.
  • 3, kode angka yang menunjukan kalau sebuah ponsel dapat bertahan selama 5 menit ketika terkena semprotan air dengan kondisi ponsel dimiringkan dengan sudut 60 derajat.
  • 4, kode angka yang menunjukan sebuah perangkat dapat bertahan selama 5 menit ketika terkena semprotan air dari berbagai arah. Hal ini berarti ponsel ini masih bisa berjalan meski terkena air hujan selama 5 menit.
  • 5, kode angka yang menunjukan kalau sebuah ponsel telah memiliki perlindungan terhadap air dengan kondisi kalau bodi ponsel tersebut mendapatkan tekanan air dengan bukaan 6,3 mm dari berbagai arah selama 3 menit pada jarak 3 meter.
  • 6, kode angka yang menunjukan kalau sebuah ponsel telah memiliki perlindungan terhadap air dengan kondisi kalau bodi ponsel tersebut mendapatkan tekanan air dengan bukaan 12,5 mm dari berbagai arah selama 3 menit pada jarak 3 meter. Hal ini berarti tekanan air lebih besar dibandingkan proses pengujian pada kode angka 5.
  • 7, kode angka yang menunjukan kalau ponsel bisa bertahan selama 30 menit di kedalaman air 1 meter atau selama 30 menit terkena air hujan.
  • 8, kode angka yang menunjukan kalau ponsel bisa bertahan di dalam air dengan tingkat kedalaman lebih dari 1 dengan waktu bertahan 30 menit atau lebih. Beberapa ponsel ada yang tes pada kedalaman 1,5 meter atau lebih dengan durasi 25 sampai 30 menit.
  • 9K, kode angka yang menunjukan ponsel atau perangkat memiliki perlindungan pada tekanan jarak dekat dengan semprotan suhu tinggi. Saat artikel ini dibuat, belum ada ponsel pintar yang lolos sertifikasi kode 9K.

Dari kode tersebut, dapat dilihat kalau digit kedua setelah kode "IP" mengindikasikan sebuah ponsel memiliki perlindungan terhadap air. Hal ini berarti jika ada sebuah ponsel dengan sertifikasi IP68 menunjukan kalau ponsel tersebut memiliki ketahanan air yang lebih baik dibandigkan ponsel dengan sertifikasi IP67.

Umumnya, tiap ponsel yang punya sertifikasi diuji di kode angka pertama dan kedua. Namun, ada juga ponsel yang hanya punya sertifikasi satu bagian saja. Contohnya OPPO A54 yang punya sertifikasi IPX4. Hal ini berarti OPPO A54 tidak punya keterangan soal pengujian benda padat tapi punya ketahanan terhadap siraman air lewat kode angka 4.

Kode IP ini bukan hanya berlaku buat ponsel saja. Ada beberapa perangkat lain yang juga menerapkan standar IP seperti smartwach/smartband dan earphone atau TWS.

Jenis-jenis Sertifikasi Standar Militer dan Penjelasannya

SERTIFIKASI MILITER
*

Selain sertifikasi ketahanan air, ada juga sertifikasi standar militer. Beberapa produsen kadang menghadirkan produk ponsel dengan sertifikasi tahan air dan sertifikasi standar militer. Belakangan, tidak banyak produsen ponsel yang menghadirkan produk dengan dua sertifikasi. Umumnya hanya satu sertifikasi.

Sertifikasi militer sendiri adalah sertifikasi ketahanan perangkat dari berbagai serangkaian ujian ekstrem. Perangkat yang diuji biasanya bukan hanya ponsel tetapi juga laptop.

Sertifikasi militer ditujukan dengan kode MIL-STD 810. Sebuah perangkat, baik ponsel maupun laptop, yang memiliki standar MIL-STD 810 berarti menunjukan kalau perangkat tersebut bisa bertahan dengan baik. Standar ini digunakan produsen laptop atau ponsel sebagai jaminan kalau perangkat yang diproduksinya memiliki durabilitas material yang baik.

MIL-STD 810 sendiri tidak memiliki berbagai tipe kode angka yang rumit seperti halnya sertifikasi tahan air. MIL-STD 810 hanya memiliki jenis pengujian yang biasanya dibedakan berdasarkan standarnya. Jenis dari MIL-STD 810 biasanya menggunakan nilai rating seperti MIL-STD-810E atau MIL-STD-810F. Namun, kemudian muncul rating baru bernama MIL-STD-810G yang merupakan revisi dari MIL-STD-810E atau MIL-STD-810F.

Sebuah perangkat yang telah lolos MIL-STD 810 biasanya mengikuti beberapa pengujian tertentu. Dilansir dari laman ASUS, pengujian ini mengetes perangkat di lingkungan keras yang disimulasikan dalam masa pakai tertentu untuk keandalan dan daya tahannya. Beberapa pengujian yang dilakukan dalam proses standar MIL-STD 810G adalah sebagai berikut.

1. Tes Tekanan dan Bantingan

Test ini menguji daya tahan perangkat ponsel atau laptop dengan tekananan 20% lebih kuat dari tekanan normal. Untuk tes bantingannya, perangkat ponsel atau laptop dites banting untuk menguji ketahanan ketika perangkat tidak sengaja jatuh ke lantai atau tanah.

2. Tes Ketinggian

Tes ini ditujukan untuk memastikan sebuah perangkat dapat bertahan pada ketinggian dengan kondisi suhu tertentu. Misalnya, pada ketinggian 6000 meter dari permukaan laut dan di atas gunung es. Jika tes ini berhasil, jelas perangkat tersebut tergolong menarik dan dapat digunakan oleh penjelajah ke berbagai kondisi.

3. Tes Pelintiran

Tes ini memastikan kalau sebuah perangkat dapat bertahan di berbagai kondisi saat perangkat tersebut diletakan di manapun. Contohnya tertumpuk di bagasi atau tertumpuk dengan benda lain.

4. Tes Getaran

Tes ini menguji sebuah perangkat dengan berbagai model getaran. Tujuannya agar perangkat tersebut dapat meskipun sudah mengalami jatuh atau digunakan dengan kasar.

5. Tes Kesenyapan

Tes ini bertujuan agar perangkat dapat bertahan meskipun berada pada kondisi suara bising.

Selain kelima tes tadi, masih banyak tes lain yang digunakan agar sebuah perangkat dapat mengantongi sertifikasi militer. Ada tes ketahanan suhu rendah, tes transportasi, dan lainnya. Khusus untuk laptop, dilakukan juga pengujian terhadap engsel dan ketahanan keyboard laptop.

Demikian informasi soal kode ketahanan sebuah produk. Sebagai informasi penutup, sertifikasi ketahanan air dan uji banting ini sebenarnya tidaklah mutlak dilakukan pada suatu produk. Namun, karena banyak orang yang butuh perangkat dengan durabilitas yang baik, sebuah standar sertifikasi uji ketahanan tentu perlu dilakukan. Terlebih hal ini juga bisa jadi nilai jual dan menambah kepercayaan konsumen terhadap produk bersertifikat ketahanan.

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram