carisinyal web banner retina
Carisinyal / Smartphone / Ketahui 10 Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy A52

Ketahui 10 Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy A52

Ditulis oleh Ahmad Tsalis - Diperbaharui 26 April 2021

Samsung Galaxy A52 telah melenggang secara resmi di Indonesia. Debutnya dalam mewarnai pasar ponsel Nusantara dimulai pada 17 Maret 2021. Penerus dari Samsung Galaxy A51 ini menjanjikan banyak peningkatan yang membuatnya layak diburu.

Salah satunya adalah sertifikasi tahan air dan debu IP67. Fitur ini cukup istimewa buat Galaxy A52. Sebab, tak banyak smartphone kelas menengah yang memiliki sertifikasi IP67. Ponsel satu ini tentu saja masih menyimpan banyak hal menarik yang perlu dibahas.

Carisinyal pun sudah menyiapkan hal-hal menarik itu yang sebentar lagi bakal Anda cermati satu per satu. Tidak hanya soal kelebihan, tetapi juga kekurangannya. Namun, sebelum ke pembabaran, silakan mengamati spesifikasi si ponsel sebagai berikut:

Spesifikasi Samsung Galaxy A52

  • Rilis: Maret, 2021
  • Layar: Super AMOLED, 6,5 inci, Full HD+
  • Chipset: Snapdragon 720G (8 nm)
  • GPU: Adreno 618
  • RAM: 8 GB
  • Memori Internal: 128 GB, 256 GB
  • Memori Eksternal: microSD hingga 1 TB (memakai slot bersama SIM)
  • Kamera Belakang: 64 MP + 12 MP + 5 MP + 5 MP
  • Kamera Depan: 32 MP
  • Baterai: Li-Po 4500 mAh

Spesifikasi selengkapnya...

Kelebihan Samsung Galaxy A52

Ada enam poin kelebihan yang kami temukan dalam Samsung Galaxy A52. Simak satu per satu penjelasannya sebagai berikut.

1. Desain Segar

Samsung menerapkan pendekatan yang berbeda saat merancang desain A52. Tak seperti Galaxy A51 yang penutup belakangnya bermotif prisma, punggung si adik tampil minimalis dan trendi. Tak ada corak apa pun selain logo perusahaan.

Lensa kamera yang ada di dalam modulnya juga ditata dengan rapi membentuk segitiga tumpul. Modulnya agak menonjol seperti pendahulunya, tetapi warnanya kini selaras dengan bodi.

Pemilihan material polikarbonat di bagian bodi mungkin tidak keren bagi sebagian orang. Namun, bahan ini punya durabilitas yang lebih baik ketimbang kaca. Polesan matte pun mengaburkan kesan murahan. Polesan ini tentu tidak sembarangan dipilih.

Sebab, kata Preslav Kateliev dari Phone Arena, matte dapat menghindarkan ponsel dari bercak sentuhan tangan. Hal ini tidak terjadi pada Galaxy A51 yang penutup belakangnya glossy.

Sementara itu, tombol volume dan power yang terdapat di frame sebelah kanan clicky dan responsif menurut GSM Arena. Pemosisiannya sudah tepat karena mudah dijangkau oleh jari. Adapun berkat sertifikasi IP67, ponsel ini bisa menyelam hingga kedalaman 1 meter selama kurang lebih 30 menit

2. Tampilan Meyakinkan

Tampilan layar juga menjadi perhatian penting buat ponsel ini. Di atas kertas, layar Galaxy A52 memang bagus. Alasannya karena panel Super AMOLED Full HD+ yang dipakai mendukung laju penyegaran 90 Hz (adaptif), dan punya touch sampling rate 180 Hz.

Namun, bagaimana dengan pengalaman yang bisa diberikan? Menurut Abhijeet M. dari Sam Mobile layar 6,5 inci di ponsel ini tak seperti layar 90 Hz di ponsel kelas menengah lain. Kata dia, rasanya seperti layar di ponsel flagship Samsung yang bisa menampilkan gambar mulus.

Animasi dan scrolling bisa berjalan lancar. Kemungkinan besar ini karena andil dari chipset Snapdragon 720G. Meski begitu, tidak setiap aplikasi bisa dijalankan dengan refresh rate 90 Hz. Sebab, karena sifatnya yang adaptif (40-90 Hz), ponsel akan memilih mana aktivitas yang butuh laju penyegaran tinggi, dan mana yang tidak.

Itu penting untuk menyeimbangkan antara penampilan yang bagus dan daya tahan baterai prima. Menariknya, saat laju penyegaran tinggi dimatikan, layarnya tetap menyajikan sesuatu yang enak dilihat. Begitu seperti dituturkan Abhijeet.

Sementara itu, GSM Arena menguji kecerahan maksimal layar Galaxy A52 ada di angka 794 nit, selisih 6 poin dari klaim Samsung. Walau begitu, angka ini sudah menunjukkan bahwa ponsel ini nyaman dipakai di bawah terik matahari.

GSM Arena juga menilai, layar ponsel ini punya warna yang akurat. Adapun dukungan Widevine L1 untuk menonton konten Full HD Netflix hadir di sini. Pengguna yang suka menonton film di dalam kamar yang gelap juga tak perlu khawatir matanya sakit. Sebab, Samsung menyertakan fitur Eye Comfort Shield untuk mengurangi bias cahaya biru.

3. Performa Lumayan

Bukan sebuah rahasia jika chipset Exynos masih kalah dari Snapdragon dalam urusan pengolahan grafik. Itulah mengapa Samsung mencoba berkolaborasi dengan AMD per 2021 untuk merancang GPU yang powerfull.

Bisa jadi, alasan ini yang mendasari Samsung beralih ke Snapdragon 720G buat Galaxy A52. Sebagai informasi, chipset ini terdiri atas dua core kencang Kryo 465 Gold (2,3 GHz) dan enam core hemat daya Kryo 465 Silver (1,8 GHz). Ada juga GPU Adreno 618 (750 MHz). Seluruhnya dibungkus menjadi satu dengan fabrikasi 8 nm.


GSM Arena pun mencoba menguji seberapa kencang chipset ini dalam mendorong performa ponsel ini, dengan beberapa aplikasi benchmark sintetis. Galaxy A52 yang mereka uji adalah varian memori internal 256 GB dengan RAM 8 GB.

Untuk Antutu 8, skor yang mampu diraih ponsel ini adalah 261.282. Sedangkan Geekbench 5 menghasilkan skor singlecore 525 dan multicore 1577. Hasil ini menunjukkan bahwa Galaxy A52 berhasil mengungguli saudara-saudaranya yang memakai Exynos, termasuk kakak kandungnya, Galaxy A51 (Exynos 9611).

Meski begitu, ia belum bisa mengalahkan ponsel lain yang memakai chipset sama. Bahkan saudaranya Galaxy M51 (Snapdragon 730G) juga belum bisa disaingi. Lantas, Bagaimana dengan kemampuan GPU-nya?

Dengan beban laju penyegaran 90 Hz dan resolusi Full HD+, Adreno 618 bisa memberikan performa yang cukup. Dalam tes GFX Manhattan ES 3.0 (offscreen 1080p), ponsel ini bisa menghasilkan fps 39. Hanya selisih 2 fps dari Galaxy M51 yang masih memakai laju penyegaran 60 Hz.

Uji benchmark sintetis tidak selalu mencerminkan kondisi nyata saat dipakai. Sebab, dalam pemakaian sehari-hari, Galaxy A52 tetap mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Tak ada yang bisa dikomplain. Hal itu seperti dinyatakan GSM Arena dan Abhijeet M.

Bahkan, Abhijeet merasa ponsel ini oke dipakai main gim seperti Asphalt 9 dan Call of Duty dalam pengaturan grafis tertinggi. Panas yang dihasilkan setelah bermain juga wajar, tidak berlebihan. Kemampuan manajemen panas yang baik ini juga diakui oleh Tushar Mehta dari XDA Developers.

Uji CPU Throttling Saat Tidak Dicas (sumber: xda-developers.com)

Fakta ini ia temukan kala melakukan uji CPU Throttle untuk mengetahui kestabilan performa ketika si ponsel diberikan beban kerja tertinggi. Dalam dua skenario, yaitu tidak dicas dan dicas, performa Galaxy A52 hanya turun ke angka 81 persen dan 80 persen dari kemampuan tertingginya.

Uji CPU Throttling Saat Dicas (sumber: xda-developers.com)

Saat dicas, suhu maksimalnya masih dalam kisaran wajar, yakni 50°C. Panas memang musuh utama yang bisa memperlambat kinerja ponsel. Menurut Mehta, material plastik bodi dan rangka telah menunjukkan kelebihannya sebagai isolator di Galaxy A52. Hal itu membuat manajemen panas Galaxy A52 cukup baik.

4. Baterai Jempolan

Ukuran baterai 5000 mAh yang dikandung Galaxy A52 meningkat 500 mAh dari Galaxy A51. Meski begitu, sebagian orang mungkin akan ragu dengan ketahanannya mengingat ponsel ini dibekali layar dengan laju penyegaran 90 Hz. Ternyata keraguan itu salah besar jika merujuk tes yang dilakukan GSM Arena.

Dalam mode 90 Hz, Galaxy A52 bisa dipakai telepon (3G) 36 jam 40 menit dalam sekali cas. Kalau dipakai untuk internetan via WI-Fi tembus 14 jam 37 menit. Sedangkan 14 jam 2 menit adalah daya tahannya jika digunakan memutar video offline. Endurance rating-nya pun mencapai 105 jam.

Nilai endurance rating itu hanya selisih sedikit dari realme 7 Pro (113 jam) yang memakai chipset sama. Padahal realme 7 Pro belum mendukung laju penyegaran 90 Hz. Adapun saat disetel ke 60 Hz, Galaxy A52 mencatatkan waktu pakai sedikit lebih baik.

Yakni 36 jam 40 menit untuk telepon di jaringan 3G, 14 jam 54 menit buat browsing, dan 15 jam 38 menit saat dipakai menonton video. Endurance rating-nya meningkat ke angka 108 jam.

5. Speaker Mantap

Galaxy A52 punya dua speaker stereo. Satu berada di grill bawah, sedangkan yang lain berada di atas menyatu dengan earpiece. GSM Arena, Preslav Kateliev, dan Abhijeet M sepakat mengatakan bahwa keluaran suara speaker-nya bagus.

Menurut GSM Arena, speaker ponsel ini memang bukan yang paling lantang dan paling bersih. Namun, ia bisa melampaui speaker-speaker yang ada di banyak ponsel kelas menengah. Dalam mode default dan equalizer normal, kelantangannya mencapai -27 LUFS yang artinya bagus.

Kelantangannya di volume maksimal sedikit turun ke -29.3 LUFS ketika fitur Dolby Atmos dinyalakan. Kelantangan memang meningkat jika Dolby Atmos dimatikan. Tetapi suara yang bagus tentu bukan sekadar lantang.

Elemen seperti kemampuan meninggikan atau merendahkan suara (rentang dinamika) adalah hal yang bisa ditawarkan oleh Dolby Atmos. Hal itu penting dalam meningkatkan pengalaman ketika sedang mendengar lagu atau menonton film.

6. Kamera Oke

Apa yang berbeda dari kamera Galaxy A52 dengan kamera ponsel kelas menengah lainnya? Benar, OIS adalah pembedanya. Penstabil gambar berbasis optik ini memang sulit ditemui di ponsel midrange. Fungsinya jelas untuk meminimalkan blur akibat guncangan, baik saat membidik gambar atau merekam video.

Namun, sebelum melihat seperti apa dampak yang bisa diberikan OIS, mari kita amati terlebih dahulu apa yang bisa ditawarkan oleh kamera ponsel ini. Pertama dari kamera utamanya yang beresolusi 64 MP dengan bukaan f/1.8. Secara default, kamera ini menghasilkan gambar 16 MP. Dengan metode 4-in-1 binning pixel, resolusi 64 MP bisa dibuat.

Gambar yang dihasilkan kamera utama Galaxy A52 punya detail yang baik. Dynamic range-nya luas dan warnanya natural. Hanya saja, menurut Preslav Kateliev, algoritma software yang disematkan kadang-kadang sedikit berlebihan dalam memperbaiki ketajaman gambar. Adapun, menurut Tushar Mehta, mode 64 MP bisa memancarkan warna yang lebih natural ketimbang mode 16 MP.

Jepretan Kamera Utama (sumber: phonearena.com | Preslav Kateliev)

Hanya saja, ponsel butuh 3-5 detik untuk memproses gambar sampai jadi. Shutter-nya juga jadi agak lama. Nah, di sinilah OIS berperan dalam menanggulangi guncangan dari tangan pembidik gambar. Hal menarik selanjutnya adalah, kemampuan foto malam harinya cukup keren.

Jepretan Kamera Utama Night Mode (sumber: xda-developers.com | Tushar Mehta)

Bagaimana dengan kamera ultrawide 12 MP-nya? Hasilnya sama-sama bagus seperti kamera utama. Kata Kateliev, reproduksi warnanya bagus, meskipun gambarnya agak soft dibanding kamera utama. Masih ada lagi kamera makro 5 MP di sisi belakang.

Jepretan Kamera Ultrawide (sumber: xda-developers.com | Tushar Mehta)

Kualitasnya mungkin paling bagus di antara kamera makro medioker lainnya. Warnanya cenderung kabur, dan karena tidak autofocus, seseorang bisa menjepret lebih dari sekali untuk mendapatkan gambar yang mantap. Terakhir, kamera depan 32 MP-nya bisa memberikan gambar dengan kualitas cukup bagus. Warna kulit bisa dilukiskan secara alami.

Jepretan Kamera Makro (sumber: phonearena.com | Preslav Kateliev)

Untuk perekaman video, sayangnya OIS hanya bisa berfungsi pada resolusi 1080p di 30fps atau lebih rendah. Di atas resolusi itu, yang aktif adalah EIS berbasis giro. Secara umum, video rekamannya punya warna cerah, tajam, dan dynamic range-nya luas, menurut Kateliev.

Jepretan Kamera Depan (sumber: phonearena.com | Preslav Kateliev)

Kekurangan Samsung Galaxy A52

Tidak akan pernah ada produk yang sempurna. Pasti ada saja kekurangan yang dimilikinya. Namun, hal itu mungkin adalah hal yang bisa Anda maklumi. Beberapa poin di bawah ini adalah alasan mengapa Galaxy A52 tidak sempurna.

1. Inkonsistensi Warna Foto

Hasil jepretan Galaxy A52 memang di atas rata-rata HP kelas menengah. Namun, menurut GSM Arena, konsistensi warnanya perlu ditingkatkan. Terutama buat kamera utama dan kamera ultrawide. Masalah sama juga terjadi pada kamera depan yang kadang menampilkan warna kulit berbeda meski orang yang difoto sama.

Namun, fitur Auto HDR dan Scene Optimizer bisa mengatasi hal itu. Satu masalah lagi terkait kameranya adalah kemunculan noise yang cukup banyak saat merekam video dengan kamera utama dan ultrawide. Khususnya dalam resolusi 1080p. Noise bisa berkurang dalam resolusi 4K.

2. Build Quality dan Ketebalan

sumber: phonearena.com | Preslav Kateliev

Tushar Mehta mengatakan bahwa penutup belakang Galaxy A52 kurang kokoh dan mantap dibanding pendahulunya. Padahal, kover kedua ponsel sama-sama dirancang dengan material plastik polikarbonat.

Satu hal lagi yang kurang disukai dari ponsel ini adalah ketebalannya yang membengkak 0,5 mm dari Galaxy A51 (7,9 mm). Menurut Mehta, hal ini akan membuat tangan terasa tidak nyaman saat menggam ponsel terlalu lama, terutama saat sedang menghubungi orang.

Ketebalan yang bertambah dapat dimengerti karena kapasitas baterai ponsel ini juga meningkat, dari 4500 mAh menjadi 5000 mAh

3. Adaptor Kurang Sip

sumber: Samsung Indonesia

OneUI 3.1 dan Snapdragon 720G berperan besar dalam manajemen daya Galaxy A52 yang baik. Karena dua komponen itu, potensi baterai 5000 mAh ponsel ini jadi tidak mubazir. Sayang sekali, adaptor yang disertakan secara global, termasuk di Indonesia, adalah 15 Watt.

Padahal Galaxy A52 dibekali dengan teknologi pengisian daya 25 Watt. Gara-gara itu kecepatan pengisian HP ini jadi agak lamban. Saat dicoba GSM Arena untuk mengecas selama 30 menit, adaptor 15 W cuma bisa mengisi baterai sampai 34 persen. Kalah jauh dari adaptor 25 W yang bisa sampai 52 persen.

Skenario pengecasan sampai penuh semakin memperlebar jarak. Adaptor 15 W butuh waktu 2 jam 3 menit, sedangkan adaptor 25 W cuma perlu waktu 1 jam 30 menit. Karena itu, Anda yang butuh kecepatan dalam mengecas baterai mesti berinvestasi lebih dengan membeli adaptor mumpuni.

4. Chipset Biasa Saja

snapdragon 720g

Snapdragon 720G memang bukan chipset kelas menengah paling kencang di muka bumi. Ia masih kalah dari beberapa chipset di kelas serupa, seperti Snapdragon 765 dan 750 yang skor Antutu-nya ada di angka 300 ribuan.

Preslav Kateliev pun tak heran jika kadang-kadang ponsel ini melambat. Namun, menurutnya, Galaxy A52 terasa jauh lebih responsif ketimbang A51. Performanya pun masih bisa diterima.

Demikian ulasan mengenai kelebihan dan kekurangan Samsung Galaxy A52. Kehadiran ponsel ini seolah mempertegas standar baru dari sebuah smartphone kelas menengah yang tak hanya berdesain cantik, tapi juga mumpuni di banyak hal.

Kehadiran ponsel seharga Rp5 jutaan ini juga membuat fitur mewah seperti sertifikasi IP67 dan OIS jadi lebih merakyat. Meski begitu, kalau dilihat dari kacamata kemampuan gaming, jelas ponsel ini masih kurang. Hanya saja, tak banyak pesaing di kisaran harga serupa yang benar-benar bisa melampaui performa Galaxy A52.

Para pesaing seperti realme 8 Pro, OPPO Reno5, dan vivo V20 berada di rentang harga serupa. Namun, karena sama-sama memakai Snapdragon 720G, performa ketiganya bisa jadi 11-12 dengan Galaxy A52.

Jika Anda mengejar performa, Xiaomi Mi 10T bisa dilirik. Harga ponsel dengan chipset Snapdragon 865 ini sudah turun ke kisaran Rp5 jutaan untuk varian memori 128/8 GB.

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram