carisinyal web banner retina

Yuk, Tengok 10 Kelebihan Kekurangan Infinix Hot 10i!

Ditulis oleh Ahmad Tsalis - Diperbaharui 27 Agustus 2021

Infinix Hot 10i menjadi satu dari empat seri Hot 10 yang diperkenalkan Infinix pada semester pertama 2021. Tiga seri Hot 10 yang lain adalah Infinix Hot 10 Play, Infinix Hot 10s, dan Infinix Hot 10s NFC.

Satu yang membuat Infinix Hot 10i lebih menarik ketimbang tiga saudaranya itu adalah ukurannya. Dengan bentang layar 6,52 inci, HP ini terasa lebih kompak - enak digenggam dan dimasukkan ke dalam saku celana.

Hal ini tidak ditawarkan Hot 10 Play, Hot 10s, dan Hot 10s NFC yang punya ukuran layar 6,82 inci. Ukuran yang bersahabat memang jadi salah satu alasan bagi sebagian orang dalam memilih HP.

Namun, Infinix Hot 10i tidak hanya unggul dalam hal itu. Sang ponsel juga punya kelebihan lain yang mungkin saja belum Anda tahu. Maka dari itu, Carisinyal akan coba memberi tahu Anda lewat artikel pendek ini.

Kami juga akan memaparkan beberapa catatan penting yang bisa jadi masuk kategori kekurangan. Baca artikel ini sampai beres sebelum memberi penilaian terhadap si ponsel!

Spesifikasi Infinix Hot 10i

Yuk, Tengok 10 Kelebihan Kekurangan Infinix Hot 10i! 1
  • Rilis: Mei, 2021
  • Layar: IPS LCD, 6,52 inci, HD+
  • Chipset: MediaTek Helio P65
  • GPU: Mali-G52 MC2
  • RAM: 3 GB, 4 GB, 6 GB
  • Memori Internal: 32 GB, 64 GB, 128 GB
  • Memori Eksternal: microSD, hingga 128 GB (slot khusus)
  • Kamera Belakang: 13 MP + QVGA
  • Kamera Depan: 5 MP
  • Baterai: Li-Po 6000 mAh

Spesifikasi selengkapnya...

Kelebihan Infinix Hot 10i

Infinix Hot 10i hadir sebagai salah satu pilihan smartphone untuk pengguna yang simpel. Beberapa poin di bawah ini akan menggambarkan beberapa keunggulan yang dimilikinya. Simak satu per satu.

1. Desain yang Ergonomis

Infinix sudah sering merilis HP dengan penutup belakang yang bisa mengeluarkan efek diagonal. Efek itu muncul jika penutup belakangnya terkena paparan cahaya.

Namun, desain yang dipakai buat penutup belakang Infinix Hot 10i berbeda. Kover belakangnya kalem diliputi garis yang membujur dari atas ke bawah. Garis-garis itu tampak ada di dalam permukaan yang mengilap.

Lalu, ada efek two-tone karena warna penutup belakangnya memiliki perbedaan kontras gelap-terang yang saling bergantian. Infinix tidak menyebut secara spesifik nama desain tersebut. Namun, mereka menjelaskan bahwa desain itu terinspirasi pada danau garam terbesar di dunia, Salar de Uyuni di Bolivia.

Masih di area belakang, ada modul kamera di sisi kiri atas yang warnanya senada dengan penutup belakang. Adapun seluruh material yang dipakai untuk bodi Infinix Hot 10i adalah plastik. Tidak ada masalah dengan plastik. Penguji Techweez, George Kamau, bahkan merasa nyaman menggenggam si ponsel.

Sebagaimana dijelaskan pada paragraf pembuka, ponsel ini terbilang kompak untuk zaman sekarang karena ukuran layarnya sebatas 6,52 inci. Kamau pun setuju akan hal itu karena dia merasa nyaman memakai ponsel dengan satu tangan.

Kata dia, menjangkau tombol power dan pengatur volume yang ada di rangka kanan ponsel tidaklah sulit. Begitu juga dengan mengakses pemindai sidik jari yang ada di belakang.

Infinix Hot 10i memiliki port microUSB, jack audio 3,5 mm, dan mikrofon pada sisi bawah rangkanya. Di sisi kiri ada triple slot yang bisa dipasangi dua kartu SIM dan satu microSD.

HP ini tidak memiliki speaker khusus. Earpiece si HP yang ada di atas cekungan kamera depan merangkap tugas sebagai speaker.

2. Tampilan yang Pas

Sejak era tampilan full view menjadi mainstream, produsen HP berbondong-bondong merancang perangkat dengan layar besar. Tren pun memperlihatkan peningkatan ukuran layar HP dari tahun ke tahun.

Layar dengan bentang 6,52 inci seperti yang dimiliki Infinix Hot 10i mungkin dulu dianggap besar. Namun, sekarang ukuran tersebut terbilang pas - tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Nah, layar Hot 10i memakai panel IPS LCD, resolusinya HD+ (720 x 1600 piksel), punya refresh rate 60 Hz, dan kepadatan piksel 269 ppi.

Secara pribadi, George Kamau tidak memiliki masalah dengan layar HP ini. Dia menilai, tingkat kecerahan dan warnanya oke - memungkinkan dipakai di luar ruangan. Hal ini sesuai dengan label yang menyatakan bahwa kecerahan puncak layar Hot 10i mencapai 500 nit.

Menurut Kamau, layar Hot 10i bisa menampilkan konten dengan baik ketika dipakai untuk browsing, bersosial media, kegiatan multimedia, hingga main game.

Abubakar Abdullahi dari Gadgetstripe sepakat dengan apa yang dituturkan Kamau. Abdullahi juga bilang, layar Hot 10i punya viewing angle yang bagus dan responsif terhadap sentuhan.

3. Performa Lumayan

Yuk, Tengok 10 Kelebihan Kekurangan Infinix Hot 10i! 7Sumber: mediatek.com

Infinix meluncurkan dua jenis Hot 10i. Jenis pertama adalah yang memakai SoC MediaTek Helio G25 untuk pasar Afrika. Sedangkan jenis kedua adalah yang menggunakan SoC MediaTek Helio P65 untuk pasar Asia dan Amerika Selatan.

Kali ini kita bahas yang versi Helio P65. Chipset Helio P65 ini meluncur pada kuartal tiga 2019. Terlihat agak usang karena digunakan pada smartphone keluaran 2021.

Namun, Helio P65 pada dasarnya mirip dengan SoC gaming kelas entri MediaTek yang dirilis pada 2021, yaitu Helio G70. Alasannya, komponen-komponen yang ada di dalam kedua SoC sama.

Komponen-komponen itu yakni delapan core CPU yang konfigurasinya 2+6. Rinciannya, 2 core performa Cortex A75 2,0 GHz dan 6 core efisiensi Cortex A55 1,87 GHz. Ada juga GPU Mali-G52 MC2 (820 MHz) dan beberapa komponen lain, yang disatukan dengan fabrikasi 12 nm.

Potensi performa yang bisa diberikan oleh Helio P65 terbilang lumayan. Menurut kanal YouTube Kolombia, TecnoAndroid Carlos Posada, Hot10i yang ditenagai Helio P65 mencatatkan skor AnTuTu 9 sebesar 208.146.

Skor itu merupakan penjumlahan dari empat macam kategori penilaian. Dua di antaranya adalah performa CPU (66.718) dan GPU (32.893).

Lalu, bagaimana dengan performanya pada kondisi nyata? Menurut Abubakar Abdullahi, secara keseluruhan performa HP ini lumayan. Seluruh tugas ringan bisa dikerjakan dengan baik.

Abdullahi merasakan respons yang gegas dari si ponsel. Multitasking-nya oke, tidak semua aplikasi yang dibuka pada background melakukan restart saat diakses kembali. Sebagai catatan, unit yang dipakai Abdullahi memiliki RAM 4 GB dengan memori internal 64 GB.

Kemudian, bermain game juga bisa. Abdullahi mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dari HP ini ketika dipakai bermain gim Call of Duty Mobile. Hanya saja, ada sedikit lag setelah lama dipakai dan itu wajar.

4. Baterai Besar

Infinix Hot 10i mengandung baterai litium polimer berkapasitas jumbo, 6000 miliampere. Dilihat dari angkanya saja, Anda tentu sudah bisa menduga bahwa baterai tersebut bisa membuat si ponsel punya waktu pakai yang lama.

Benar saja, berdasarkan pengalaman Abubakar Abdullahi, Infinix Hot 10i bisa menemaninya hingga dua hari. Hal itu bisa terjadi jika gaya pemakaiannya kasual.

Kasual dalam hal ini berarti ponsel dipakai untuk kegiatan biasa seperti berkirim pesan, browsing, foto-foto, menyetel musik, menonton video, dan pekerjaan ringan lainnya.

5. Kamera Baik

Infinix Hot 10i dibekali konfigurasi kamera yang menurut kami tidak kebanyakan gimmick. Ada dua kamera di belakang dengan empat lampu flash. Sedangkan di bagian depan terdapat satu kamera dengan satu lampu flash.

Kamera belakangnya terdiri atas kamera utama 13 MP dengan bukaan f/1.8 dan lensa AI (QVGA) sebagai sensor low light. Sementara itu, kamera depannya memiliki resolusi 5 MP. Adapun HP ini mampu merekam video hingga resolusi 2K (1440p) pada 30 fps.

Mengenai hasil fotonya, menurut kami cukup baik di kelas harganya. Foto kamera belakangnya cukup tajam dengan warna natural. Rentang dinamisnya juga tidak buruk karena dapat memperlihatkan gelap-terang beberapa objek dalam satu frame.

Sementara itu, kamera depannya sedikit kurang tajam. Namun, tekstur dan warna kulit manusia masih bisa ditampilkan dengan baik.

Berikut contoh hasil jepretan kamera belakang Infinix Hot 10i.

6. Ada Slot microSD Khusus

Satu hal menyenangkan dari membeli HP kelas entri adalah mendapatkan perangkat dengan slot microSD. Lebih-lebih jika slot microSD yang dipakainya adalah nonhybrid alias khusus - terpisah dari kartu SIM.

Seperti halnya Infinix Hot 10i ini. Buat sebagian orang, adanya slot microSD khusus membuat hati jadi tenang. Pasalnya, slot microSD merupakan antisipasi paling nyaman jika suatu hari memori HP bakal penuh.

Hal ini berbeda dari media penyimpanan cloud yang hanya bisa diakses jika perangkat terhubung dengan internet. Adapun kartu microSD paling besar yang bisa dipasang pada Hot 10i adalah 128 GB.

Kekurangan Infinix Hot 10i

Beberapa ponsel kelas entri mungkin sudah mengadopsi teknologi terbaru dari sebuah smartphone masa kini. Namun, atas dasar banderol harga yang murah, tidak semua teknologi anyar bisa dijejalkan. Beberapa poin di bawah ini akan menggambarkan apa saja yang belum dimiliki Infinix Hot 10i dan mungkin jadi kekurangannya.

1. Port USB Jadul, Tidak Ada USB OTG

Infinix Hot 10i belum mengadopsi port USB C yang sudah dipakai oleh sebagian besar HP zaman sekarang. Ia masih menggunakan port microUSB yang tidak bisa dicolok terbalik. Ada banyak alasan kenapa port microUSB masih dipertahankan.

Salah satunya adalah biaya. Merancang perangkat dengan port USB C, berarti perangkat tersebut juga harus punya sirkuit ganda. Sirkuit ganda memungkinkan daya dan data bisa tersalur kendati kabel dicolokkan terbalik. Hal ini berbeda dari microUSB yang cuma punya sirkuit tunggal.

Satu hal lagi yang cukup disayangkan dari port USB Infinix Hot 10i adalah tidak mendukung USB OTG (On-The Go). Beberapa orang padahal memerlukan port ini dalam kondisi mendesak.

Misalnya ketika berada di perjalanan dan terburu-buru ingin mengedit file, orang akan memilih mencolokkan flashdisk-nya ke HP daripada harus repot membuka tas dan menyalakan laptop.

2. Pengisian Daya Relatif Lama

Memasang port microUSB ternyata memiliki dampak yang cukup banyak. Bukan sekadar tidak bisa dicolok dengan posisi apa pun, tapi juga tidak mendukung transfer data dan transfer daya yang lebih cepat. Untuk masalah transfer daya, dampaknya sangat berarti buat Infinix Hot 10i.

Pasalnya, baterai yang dikandung cukup besar, 6000 mAh. Dengan teknologi pengisian cepat 18 W yang didukung si ponsel, butuh sekitar tiga jam agar baterai bisa terisi penuh dari kondisi kosong.

Beberapa penguji pun menyarankan pengguna untuk mengecas baterai Infinix Hot 10i pada malam hari sesaat sebelum tidur.

3. Kamera Ultrawide Tidak Ada

Kami menganggap bahwa kamera ultrawide akan lebih berguna ketimbang kamera QVGA (lensa AI). Pasalnya, kamera QVGA tidak terlalu berdampak pada peningkatan kualitas gambar. Toh SoC zaman sekarang sudah cukup canggih dalam meracik komposisi elemen pada sebuah foto.

Sementara itu, kamera ultrawide akan sering digunakan untuk mengambil berbagai jenis foto. Misalnya, foto dengan keluarga besar, teman satu grup, pemandangan di pantai, atau deretan gedung pencakar langit di perkotaan.

Jenis-jenis foto tersebut bagus dijepret dengan sudut pandang lebar dan hanya bisa dilakukan oleh kamera ultrawide.

4. Sensor Kompas Absen

Sensor-sensor dasar turut disematkan pada Infinix Hot 10i. Sensor-sensor itu mencakup sensor akselerometer, cahaya, proksimitas, dan sidik jari. Lalu, apakah ada sensor dasar yang kurang?

Ada, itu adalah sensor kompas. Sensor ini cukup penting bagi Anda yang punya mobilitas tinggi dan sering bepergian. Misalnya, bagi Anda yang Muslim, Anda perlu tahu kiblat salat saat singgah di sebuah tempat asing yang tidak ada internet.

Jika HP Anda punya sensor kompas, Anda tidak harus keluar dari tempat singgah untuk menanyakan arah mata angin kepada orang lain. Cukup buka HP dan masuk ke aplikasi kompas.

Simpulan

Infinix tidak mencoba membuat orang berekspektasi tinggi terhadap Infinix Hot 10i. Namun, mereka mencoba menawarkan HP dengan performa yang sesuai harga. HP yang dirilis dengan sistem operasi Android 11 ini memang punya beberapa kekurangan yang esensial, seperti USB OTG dan sensor kompas yang absen.

Namun, di sektor lain, HP ini sama sekali tidak mengecewakan. Sektor lain itu seperti desain apik nan kompak, kamera oke di kelasnya, performa mumpuni, dan daya tahan baterai di atas rata-rata.

Lagi-lagi ini hanyalah masalah selera, tergantung pada kecenderungan orang dalam melihat perangkat yang sesuai dengan kebutuhannya. Bagaimana menurut Anda, apakah ini HP yang cocok buat menemani keseharian?

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram