Review Asus ROG Phone 3: Lebih dari Sekadar Binatang Buas

Ditulis oleh Dikdik Saparudin

Pandemi virus corona (covid-19) yang melanda seluruh dunia sejak awal tahun 2020 membuat pergerakan masyarakat menjadi terbatas. Hal ini mengakibatkan banyak industri yang menopang perekonomian dunia terpuruk. Meskipun demikian, beberapa industri menunjukkan pertumbuhan, yang artinya sedikit atau bahkan tidak terdampak sama sekali oleh pandemi.

Salah satu industri yang menikmati kenaikan adalah industri gaming. Tak hanya di Indonesia saja, tapi industri gaming di banyak negara lain juga mengalami pertumbuhan yang signifikan. Terbatasnya pergerakan membuat aktivitas bermain game banyak diminati orang-orang untuk mengusir rasa jenuh di rumah, membuat industri gaming menunjukkan tren positif.

Nah, ada kabar baik bagi para pecinta game seluler di Indonesia, khususnya gamer profesional. Asus, yang tahun 2019 lalu telah sukses dengan ROG Phone II-nya, kembali meluncurkan Asus ROG Phone 3 yang membawa sejumlah peningkatan yang signifikan. Kini, 'binatang buas’ ini telah mendarat secara resmi di Indonesia.

Spesifikasi ROG Phone 3

Asus ROG Phone 3 Strix
  • Rilis: Juli 2020
  • Layar: AMOLED 6,59 inci, FHD+
  • Chipset: Snapdragon 865+
  • GPU: Adreno 650
  • RAM: 8/12/16 GB
  • Memori Internal: 128/256/512 GB
  • Memori Eksternal: -
  • Kamera Belakang: 64 MP + 13 MP + 5 MP
  • Kamera Depan: 24 MP
  • Baterai: Li-Po 6000 mAh

Spesifikasi selengkapnya...

What’s New?

Asus telah berupaya keras untuk menghadirkan ponsel gaming yang mampu memberikan pengalaman terbaik. Hasil perwujudan tersebut berupa lini ROG Phone yang kini telah memasuki generasi ketiga. Seperti dua pendahulunya, Asus ROG Phone 3 juga hadir dengan sejumlah komponen terbaik yang ada di pasaran. Lalu, apakah tahta ponsel gaming terbaik di dunia layak diturunkan kepada ROG Phone 3?

Beberapa parameter unggulan yang ditawarkan oleh ROG Phone 3 di antaranya adalah tampilan 144Hz yang lebih cepat beserta peningkatan tampilan lainnya, chipset Snapdragon 865+ baru yang berkecepatan tinggi dari Qualcomm serta pengaturan kamera belakang yang ditingkatkan. Selain itu masih ada lagi sejumlah peningkatan mayor maupun minor yang membuatnya unggul dalam banyak hal.

Bisa dibilang, Asus ROG Phone 3 ini tidak hanya unggul sebagai ponsel gaming saja, tapi juga sebagai ponsel pintar biasa. Ini adalah ponsel pintar yang bagus secara keseluruhan, sehingga orang-orang yang tidak suka bermain game bisa jatuh cinta dengan perangkat ini. Meskipun demikian, konsumen mainstream mungkin kurang meliriknya karena desain gamingnya yang tampak jelas. Baca lebih lanjut ulasan Carisinyal mengenai ROG Phone 3 di bawah ini.

Desain

Dibandingkan dengan ROG Phone II yang telah saya ulas tahun lalu, saya pribadi lebih menyukai desain ROG Phone 3 yang lebih simpel, lebih dewasa dan lebih solid. Tanpa menghilangkan jati dirinya sebagai ponsel gaming, di sini Asus menunjukkan bahwa mereka telah berusaha untuk mengurangi estetika gaming ROG Phone secara bertahap.

Garis-garis halus yang menyoroti DNA gaming ponsel ini masih menghiasi panel belakang ROG Phone 3, namun dalam jumlah yang lebih sedikit. Logo ROG juga masih terpampang dengan gagah, namun kini menjadi lebih putih saat Pencahayaan RGB Aura dimatikan.

Beberapa aksen dan detail yang ditemukan di ROG Phone II kini telah dihilangkan, seperti warna oranye di depan speaker dan grill di bagian belakang. Asus juga telah mencoba mengurangi tampilan dan nuansa yang berani secara keseluruhan dari ponsel dengan mengganti beberapa elemen di bagian belakang.

Salah satu elemen tersebut yaitu ventilasi pendingin udara dengan potongan ruang pendingin dari ROG Phone 2 yang kini diganti dengan panel kaca yang menambah kesan premium. Menariknya, Asus memberikan penutup transparan berbentuk geometris yang menampilkan heatsink serta memiliki efek pelangi, membuat ROG Phone 3 terlihat lebih keren.

Tidak seperti bagian belakang ponsel, bagian depannya tampaknya tidak mengalami banyak perubahan. Satu-satunya perubahan yang paling menonjol adalah warna oranye di depan speaker yang kini berubah menjadi hitam. Bezel atas dan bawah masih tebal untuk standar 2020, namun ada hal positif di baliknya. Bagi sebuah ponsel gaming seperti ROG Phone 3, bezel tebal memberikan cukup ruang bagi pengguna untuk mengistirahatkan tangan mereka saat bermain game dalam mode lanskap serta membantu menghindari sentuhan yang tidak disengaja selama sesi permainan yang sedang berlangsung.

Sementara itu, di sisi sebelah kanan terdapat tombol volume naik dan turun, tombol power, dua tombol AirTrigger dan sebuah mikrofon. Di kiri terdapat port USB-C dua soket, satu untuk mengisi daya dalam mode lanskap dan satu lagi (dengan aksen oranye) dikhususkan untuk aksesoris-aksesoris pendukung, termasuk pendingin eksternal AeroActive Cooler 3. Di bagian atasnya ada satu mikrofon, sedangkan di bagian bawah terdapat port USB-C utama dan juga sebuah mikrofon.

Dari segi fisik, ROG Phone 3 memiliki dimensi yang sedikit lebih tinggi (0,4 mm lebih lebar dan 0,4 mm lebih tebal) dari pendahulunya, namun dengan bobot dan kapasitas baterai monster yang masih sama. Seperti model sebelumnya, bentuk ROG Phone 3 yang ergonomis dikombinasikan dengan distribusi berat yang sangat baik, sehingga ponsel terasa sangat nyaman di tangan.

Asus ROG Phone 3 yang lebih hebat dari generasi sebelumnya tidak hadir tanpa pengorbanan. Segala bentuk peningkatan yang dikemas dalam dimensi dan berat yang hampir sama tersebut membutuhkan pengorbanan yang tidak menguntungkan, salah satunya adalah jack audio 3.5 mm. Sebagai gantinya, Asus memberikan dongle Tipe-C ke 3,5 mm dalam paket penjualan. Kurang praktis memang, namun harus rela diterima.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram