Carisinyal / Charger / 14 Jenis Colokan Listrik di Seluruh Dunia yang Perlu Diketahui

14 Jenis Colokan Listrik di Seluruh Dunia yang Perlu Diketahui

Ditulis oleh - Diperbaharui 19 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Saat kamu hendak jalan-jalan ke luar negeri, salah satu hal penting yang harus kamu perhatikan adalah colokan listrik. Hal itu karena setiap negara di dunia ini menggunakan jenis colokan listrik yang berbeda-beda. Jadi, agar kamu tidak kesulitan saat akan mengisi ulang baterai gadget yang kamu bawa, kamu perlu membawa travel adapter yang kompatibel dengan colokan listrik di negara yang kamu kunjungi.

Di dunia ini kira-kira terdapat 14 jenis colokan listrik yang dipakai di berbagai negara. Meskipun sebuah travel adapter dapat digunakan untuk banyak colokan listrik, kamu tetap harus memperhatikan hal ini dengan baik agar travel adapter yang kamu bawa benar-benar cocok dengan colokan listrik di negara tujuanmu. Berikut adalah daftar 14 jenis colokan listrik atau steker di seluruh dunia yang perlu kamu ketahui.

1. Colokan Tipe A

Colokan Tipe A

* sumber: www.iec.ch

Colokan Tipe A adalah colokan ungrounded dengan dua pin paralel datar. Pin pada colokan Tipe A memiliki lubang di dekat ujung yang pas dengan ‘tonjolan’ yang ditemukan pada kontak wiper dari beberapa soket. Dengan demikian, pin dapat dicengkeram lebih erat agar terjadi kontak yang lebih baik serta membuat colokan tidak mudah lepas dari soket.

Colokan listrik tipe ini umumnya dipakai di Amerika Tengah dan Utara. Beberapa negara Asia juga ada yang menggunakan colokan Tipe A. Beberapa di antaranya adalah Jepang, Malaysia, Thailand, dan Tiongkok.

2. Colokan Tipe B

Colokan Tipe B

* sumber: www.iec.ch

Colokan Tipe B memiliki dua pin paralel datar dan pin arde bulat. Pin arde lebih panjang dari dua lainnya sehingga perangkat terhubung ke ground sebelum daya tersambung.

Seperti halnya colokan Tipe A, colokan Tipe B juga banyak digunakan di negara-negara di Amerika Tengah dan Amerika Utara. Colokan golongan 15 amp ini juga digunakan di sejumlah negara Asia, seperti Jepang, Laos, Taiwan, dan Thailand.

3. Colokan Tipe C

Colokan Tipe C

* sumber: www.iec.ch

Colokan Tipe C adalah colokan dua kawat yang memiliki dua pin bundar. Colokan ini cocok dengan soket yang menerima kontak bulat 4,0 – 4,8 mm pada pusat 19 mm. Mereka digantikan oleh soket E, F, J, K atau N yang bekerja dengan baik dengan colokan Tipe C. Steker ini umumnya terbatas untuk digunakan pada peralatan yang membutuhkan 2,5 amp atau kurang.

Colokan tipe ini umumnya digunakan di Eropa, dengan pengecualian Inggris, Irlandia, Siprus dan Malta. Selain itu, puluhan negara di benua Afrika, Asia (termasuk Indonesia), dan Amerika juga banyak yang memakai colokan Tipe C.

4. Colokan Tipe D

Colokan Tipe D

* sumber: www.iec.ch

Colokan Tipe D memiliki tiga pin bulat besar dalam pola segitiga. Colokan Tipe M sering digunakan bersama dengan colokan Tipe D untuk peralatan yang lebih besar. Sebagai hasilnya, beberapa soket berfungsi dengan colokan Tipe D dan Tipe M.

Colokan golongan 5 amp ini umumnya digunakan di kawasan Asia Selatan seperti Bangladesh, India, Maladewa, Pakistan hingga negara-negara di benua Afrika seperti Afrika Selatan dan Nigeria.

5. Colokan Tipe E

Colokan Tipe E

* sumber: www.iec.ch

Colokan listrik Tipe E memiliki dua pin bulat 4,8 mm yang berjarak 19 mm dan sebuah lubang untuk soket yang memiliki pin pembumian male. Colokan tipe ini memiliki bentuk bulat dan soket Tipe E memiliki reses bulat.

Colokan golongan 16 amp ini banyak digunakan di negara-negara Afrika seperti Kamerun, Pantai Gading, Ethiopia, dan Madagaskar. Sejumlah negara di Eropa juga ada yang memakai colokan Tipe E, termasuk Belgia, Denmark, dan Polandia.

6. Colokan Tipe F

Colokan Tipe F

* sumber: www.iec.ch

Colokan Tipe F memiliki dua pin bulat 4,8 mm yang berjarak 19 mm. Sekilas colokan ini mirip dengan colokan Tipe E, namun colokan Tipe F memiliki memiliki dua klip arde di samping daripada kontak arde female.

Colokan golongan 16 amp ini sudah tidak asing lagi karena digunakan di Indonesia. Banyak negara lainnya di Afrika, Asia, dan Eropa yang menggunakan colokan listrik Tipe F, termasuk Korea Selatan, Libya, dan Rusia.

7. Colokan Tipe G

Colokan Tipe G

* sumber: www.iec.ch

Colokan Tipe G memiliki tiga bilah persegi panjang dalam pola segitiga dan memiliki sekering yang tergabung (biasanya sekering 3 amp untuk perangkat yang lebih kecil seperti komputer dan 13 sekering amp untuk perangkat bertugas berat seperti pemanas).

Inggris adalah salah satu negara yang menggunakan colokan listrik Tipe G. Pada soket Inggris ditemukan penutup jendela pada kontak yang hidup dan netral. Dengan demikian, benda asing tidak dapat dimasukkan ke dalamnya.

8. Colokan Tipe H

Colokan Tipe H

* sumber: www.iec.ch

Colokan golongan 16 amp ini memiliki dua pin datar dalam bentuk V serta sebuah pin landasan (saat ini sedang dihapus untuk versi yang disematkan). Lubang-lubang pada soket Tipe H lebar di tengah sehingga dapat mengakomodasi versi yang disematkan dari colokan Tipe H serta colokan Tipe C.

9. Colokan Tipe I

Colokan Tipe I

* sumber: www.iec.ch

Colokan Tipe I memiliki dua pin datar dalam bentuk V serta sebuah pin arde. Terdapat pula versi plug yang hanya memiliki dua pin datar. Australia, salah satu negara yang memakai colokan tipe ini memiliki sistem colokan atau soket standar golongan 10 amp, tapi juga memiliki konfigurasi steker / soket golongan 15 amp meskipun pin ground-nya lebih lebar. Colokan 10 amp standar akan masuk ke dalam soket 15 amp tetapi tidak sebaliknya.

10. Colokan Tipe J

Colokan Tipe J

* sumber: www.iec.ch

Steker golongan 10 amp ini memiliki dua pin bulat serta sebuah pin grounding. Meskipun terlihat sangat mirip dengan colokan Brasil Tipe N, colokan Tipe J tidak kompatibel dengan soket Tipe N. Itu karena pin ardenya lebih jauh dari garis tengah daripada pada Tipe N. Namun, colokan Tipe C sangat kompatibel dengan soket Tipe J.

11. Colokan Tipe K

Colokan Tipe K

* sumber: www.iec.ch

Colokan Tipe K memiliki dua pin bulat serta pin arde. Colokan ini sekilas mirip dengan colokan Tipe F, namun colokan Tipe F memiliki klip grounding alih-alih pin grounding. Contoh negara yang memakai colokan listrik tipe ini adalah Bangladesh, Denmark, dan Madagaskar.

12. Colokan Tipe L

Colokan Tipe L

* sumber: www.iec.ch

Colokan ini memiliki dua golongan, yakni golongan 10 amp dan golongan 16 amp. Versi 10 amp memiliki dua pin bundar yang tebalnya 4 mm dan berjarak 5,5 mm, dengan pin grounding di tengah. Versi 16 amp memiliki dua pin bulat yang tebalnya 5 mm, berjarak terpisah 8 mm, serta sebuah pin grounding.

13. Colokan Tipe M

Colokan Tipe M

* sumber: www.iec.ch

Colokan Tipe M memiliki tiga pin bulat dalam pola segitiga dan terlihat mirip dengan steker India Tipe D, tetapi pinnya jauh lebih besar. Colokan Tipe M kadang-kadang digunakan untuk peralatan yang lebih besar di negara-negara yang menggunakan colokan Tipe D, sehingga soket di negara-negara tersebut kadang-kadang berfungsi dengan colokan Tipe M.

14. Colokan Tipe N

Colokan Tipe N

* sumber: www.iec.ch

Colokan Tipe N juga memiliki dua golongan, yaitu 10 amp dan 20 amp. Versi 10 amp memiliki dua pin bulat yang tebalnya 4 mm serta sebuah pin grounding. Versi 20 amp yang digunakan untuk peralatan yang lebih berat memiliki dua pin bundar berdiameter 4,8 mm, dan sebuah pin grounding.

Nah, itulah ke-14 colokan listrik yang digunakan di seluruh dunia. Tujuh colokan pertama adalah yang paling populer karena dipakai oleh banyak negara di dunia. Sedangkan tujuh colokan terakhir hanya digunakan di segelintir negara saja. Untuk informasi lebih lanjut mengenai negara mana saja yang memakai colokan-colokan listrik di atas, silahkan kunjungi situs Komisi Elektroteknik Internasional.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *