Carisinyal / Tips PC / Inilah Macam-Macam BIOS yang Masih Digunakan Hingga Kini

Inilah Macam-Macam BIOS yang Masih Digunakan Hingga Kini

Ditulis oleh - Diperbaharui 24 April 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kebutuhan manusia saat ini tidak bisa lepas dari teknologi, seperti komputer contohnya. Bagi Anda yang sering menggunakan komputer sebagai sarana dalam kegiatan sehari-hari, baik itu untuk keperluan bekerja, berselancar di internet, ataupun bermain game, pasti sudah tidak asing lagi dengan BIOS.

BIOS sendiri merupakan singkatan dari Basic Input Output System. Dengan BIOS, Anda dapat mengatur sistem operasi hingga hardware komputer yang sedang digunakan. Sedangkan untuk namanya sendiri, BIOS, rupanya mengandung makna yang berasal dari Bahasa Yunani yang berarti “arti kehidupan”.

Awalnya, istilah BIOS mulai dikenal sejak kemunculannya yang pertama kali pada sistem operasi CP/M. Lalu, BIOS kembali dijumpai pada versi DOS yang terdapat dalam berkas bernama IBMBIO.COM dan IO.SYS.

Secara umum BIOS dapat Anda temukan dengan mudah saat baru saja menyalakan komputer. Lalu, sebenarnya ada berapa banyak jenis BIOS saat ini? Berikut beberapa macam BIOS yang dapat Anda temui pada komputer yang sudah Carisinyal rangkum untuk Anda.

1. IBM BIOS

Jenis BIOS ini dikembangkan oleh salah satu perusahaan software dan perangkat keras ternama yang berasal dari Amerika Serikat, yaitu IBM.Inc. Perusahaan yang berlokasi di pusat kota Armonk, New York, ini telah berdiri sejak tahun 1911. Mereka membagi IBM BIOS menjadi 3 versi.

Versi 1 yang dirilis pada 24 April 1981 adalah BIOS dengan memori fisik sebesar 544 kb. Sayangnya, versi pertama ini belum dilengkapi dengan fitur pemindahan blok memori untuk beberapa kartu ekspansi.

Selanjutnya, pada tanggal 19 Oktober 1981, kembali diperkenalkan versi kedua dari IBM BIOS yang tidak jauh berbeda dari versi sebelumnya. Hanya saja, di versi kali ini terdapat fitur tambahan, yaitu bugfix.

Lalu, yang terakhir dirilis pada 27 Oktober 1982. Versi ketiga yang dikeluarkan oleh IBM BIOS ini menjadi salah satu jenis BIOS yang paling banyak dibandingkan versi pendahulunya.

BIOS versi termutakhir ini memuat ukuran memori sebesar 640 kb dan memiliki beberapa fitur baru yang dapat mempermudah perpindahan blok memori. Ada beberapa kode atau peringatan Beep yang dimiliki oleh IBM BIOS ini. Diantaranya adalah:

  • Tidak ada Beep, berarti RAM belum terpasang atau ditemukan kerusakan pada Power Supply.
  • Beep pendek satu kali, artinya komputer sedang dalam keadaan normal.
  • Beep panjang 1 kali dan Beep pendek 1 kali, menandakan terdapat masalah pada motherboard.
  • Beep panjang 1 kali dan Beep pendek 2 kali, tandanya ada masalah pada VGA card.
  • Beep panjang 3 kali, artinya terdapat masalah pada keyboard.
  • Beep 1 kali, itu berarti VGA Card Blank.

2. Phoenix BIOS

Ada pula jenis BIOS lain, yaitu Phoenix BIOS yang dikembangkan oleh perusahaan Phoenix Technologies Ltd.. Perusahaan software dan perangkat keras yang satu ini juga berasal dari Amerika Serikat, lebih tepatnya terletak di Pasadena, California. Phoenix BIOS sendiri menjadi salah satu BIOS yang cukup populer digunakan di tanah air.

Beberapa keunggulan yang dimiliki oleh Phoenix BIOS antara lain dapat mengaktifkan keamanan hingga konektivitas dan kompabilitas dari berbagai komponen yang terdapat pada komputer.

Salah satu yang membedakan kode Beep dari Phoenix BIOS dengan BIOS jenis lain adalah jeda yang ada pada setiap kode peringatan tersebut. Lebih jelasnya, beragam kode Beep atau peringatan yang dapat Anda temukan pada Phoenix BIOS antara lain:

  • 1 – 1 – 4 sebagai peringatan jika terdapat kerusakan pada BIOS.
  • 1 – 2 – 1 untuk memberitahukan jika ditemukan kerusakan pada motherboard
  • 1 – 3 – 1 untuk peringatan jika ada masalah pada RAM ketika sedang dalam pemasangan ataupun karena ada kerusakan.
  • 3 – 3 – 4 sebagai peringatan jika terdapat masalah pada VGA saat dalam pemasangan maupun jika ditemukan adanya kerusakan.

3. AWARD BIOS

Masih dengan jenis BIOS yang berasal dari Amerika Serikat, selanjutnya ada AWARD BIOS. Produk ini dikembangkan oleh perusahaan Award Software International Inc., perusahaan software dan perangkat keras yang berada di Los Gatos, California. Perusahaan ini sudah lama beroperasi, tepatnya sejak tahun 1983.

BIOS ini mengandung program yang sistem dasarnya bisa dimodifikasi oleh pengguna. Tak hanya itu, AWARD BIOS juga menyimpan informasi setup pada CMOS RAM. Sedangkan, untuk menggunakan BIOS ini Anda hanya perlu menekan tombol Delete saja.

Seperti BIOS pada umumnya, AWARD BIOS ini juga memiliki beberapa kode Beep atau peringatan. Kode pertama yaitu Beep panjang 1 kali yang berarti terdapat kesalahan pada RAM. Lalu, jika ditemui Beep panjang 1 kali dan Beep pendek 2 kali artinya ditemukan kerusakan pada VGA.

Sedangkan, jika terdapat Beep panjang 1 kali dan Beep pendek 3 kali itu tandanya terdapat kerusakan pada Keyboard. Namun, jika Beep panjang itu pun tidak berhenti itu artinya RAM atau VGA tidak terpasang.

4. AMI BIOS

Jenis BIOS selanjutnya sekaligus yang terakhir diproduksi dan dikembangkan oleh perusahaan American Megatrend Inc. yang dikenal dengan AMI BIOS. Perusahaan software dan perangkat keras ini didirikan pada tahun 1985 dan terletak di Norcross, Georgia.


Nama AMI BIOS semakin populer sejak tahun 2002. Orang-orang menyukai penggunaannya karena terbilang mudah. Anda hanya perlu menekan tombol Delete saja untuk mengaksesnya.

Kode Beep atau peringatan yang dimiliki oleh AMI BIOS juga beragam. antara lain ada Beep 1 kali yang artinya terdapat kesalahan pada RAM, bisa jadi karena tidak terpasang dengan benar atau pun terjadi kerusakan.

Selanjutnya, Beep 2 kali yang memberi peringatan jika terdapat kesalahan pada RAM atau Memory Parity Error. Lalu, jika Beep 3 kali artinya ada kesalahan pada RAM atau Memory Read or Write Error.

Ada pula Beep 4 kali yang memberi peringatan jika terdapat kesalahan pada motherboard. Beep 5 kali jika terdapat kerusakan pada Processor, Beep 6 Kali jika fungsi controller pada keyboard mengalami masalah, Beep 7 Kali yang artinya ditemukan kesalahan pada Video Mode dari komputer. Lalu Beep 8 kali berarti terdapat kesalahan pada tes memori pada VGA.

Namun, jika Beep panjang 1 kali dan Beep pendek 8 kali artinya terjadi kesalahan saat melakukan tes tampilan gambar. Sedangkan, jika Beep panjang 1 kali Beep pendek 3 kali artinya terjadi kerusakan pada memori tambahan.

Ya, itulah beberapa BIOS yang masih terpakai hingga kini. Meskipun begitu, selain empat jenis BIOS diatas termasuk AMI BIOS, masih ada beberapa BIOS lain yang diproduksi oleh berbagai perusahaan software dan perangkat keras yang lain. Sekarang pun sudah ada pengganti BIOS yang lebih canggih.

Karena, pada dasarnya BIOS berjalan dengan real mode yang terkesan lambat. Sehingga, para ahli pun menciptakan teknologi EFI atau Extensible Firmware Interface, yaitu bentuk turunan dari arsitektur Itanium yang memiliki performa lebih baik untuk menggantikan BIOS yang telah lama digunakan sejak tahun 1981 tersebut. Kalau Anda, setia pada BIOS yang mana? Atau sudah berpindah ke EFI?

Oh iya, selain memperkenalkan macam-macam BIOS, kami juga punya tips seputar software PC. Salah satunya adalah Cara Menginstall Font di Linux. Langsung klik link-nya dan cari tahu cara termudahnya, ya!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *