carisinyal web banner retina

9 Kelebihan dan Kekurangan Smartphone OPPO A58

Ditulis oleh Ananda Ganesha M

Setelah OPPO A58 5G dirilis ke pasaran pada Mei 2023, OPPO pun memutuskan untuk hadirkan varian 4G-nya di akhir Juli 2023. Keputusan menghadirkan varian 4G LTE ini didasari karena minat masyarakat akan HP 4G masih cukup tinggi. Ini karena HP 4G umumnya hadir dengan harga lebih terjangkau, namun dengan value dan spesifikasi yang tak kalah menarik.

Terlebih jaringan 5G juga belum begitu merata, bahkan di kota besar sekalipun

OPPO A58 4G di Indonesia hadir dengan konektivitas NFC untuk bantu pengguna menjalani hidupnya lebih praktis. Desain bodi pada HP ini juga termasuk salah satu yang terbaik di harganya, menawarkan keseimbangan antara penampilan dan ketahanan.

Daftar kelebihan dan kekurangan OPPO A58 4G bisa dilihat pada tabel di bawah. Daftar ini dibuat berdasarkan pertimbangan persaingan ponsel di harga Rp2 jutaan.

*Tabel ini bisa digeser ke samping
Kelebihan
Kekurangan
Penampilan bodi belakang yang menawan
Tanpa kamera ultrawide
Kualitas layar baik dengan warna memukau
Tidak hadirkan jaringan 5G
Chipset gaming Helio G85, performa tergolong oke
Tanpa lapisan Gorilla Glass
Tahan percikan air, bodi terasa ringan
Ada jaminan kelancaran (fluency) dalam penggunaan masa panjang
Baterai tahan lama, punya SuperVOOC 33 W
Hadirkan konektivitas lengkap, ada NFC dan infrared
Kamera 50 MP dengan hasil foto baik
Memiliki stereo speaker, ada sejumlah fitur audio unik

OPPO A58 4G memiliki fokus pada desain dan kualitas kamera. Untuk dapat mengetahui seluk-beluk HP ini secara mendalam, sebaiknya baca artikel di bawah ini sampai tuntas.

Spesifikasi OPPO A58

OPPO A58 4G NFC
Layar LTPS LCD 6.72 inci
Chipset MediaTek Helio G85
RAM 6 GB, 8 GB
Memori Internal 128 GB
Kamera 50 MP (wide) 2 MP (monochrome)
Baterai Li-Po 5000 mAh
Kelebihan & Kekurangan Baca di sini
Cek Harga Saat Ini Shopee Lazada Blibli

Kelebihan OPPO A58

Setidaknya ada 9 kelebihan OPPO A58 4G yang bisa membuat Anda tertarik, seperti bodi yang kece, performa yang cukup baik, serta kualitas layar yang menawan. Simak selengkapnya pada poin-poin di bawah ini.

1. Penampilan Bodi Belakang yang Menawan

OPPO A58

Kalau sering saya perhatikan, OPPO memang selalu tahu cara mengemas desain ponsel mereka agar terlihat cantik dan memukau. Saya pribadi bukan orang yang peduli-peduli amat soal desain, tapi tetap perlu diakui kalau tampilan OPPO A58 memang kece.

Bagian belakang ponsel mengingatkan saya akan OPPO A78 5G yang pernah saya ulas sebelumnya. Keduanya punya aksen visual lonjong yang memanjang hingga melewati setengah permukaan vertikal ponsel.

Bedanya, visual elips pada OPPO A78 5G didominasi warna hitam, sementara pada OPPO A58 aksen visual ini mengikuti varian warna ponsel. Kecuali pada bagian modul kameranya yang masih dibuat hitam.

Mirip OPPO A78, tapi Desain Kamera Depan Lebih Unggul

Ada satu catatan menarik pada bodi OPPO A58 4G. Meski secara kasta ia di bawah OPPO A78 5G, tapi sudah dibekali dengan kamera depan punch hole. Berbeda dengan OPPO A78 5G yang masih gunakan waterdrop notch. Ini membuat OPPO A58 tampak mahal.

Terdapat dua varian warna, yaitu hitam dan hijau. Tampilan warna hitam mengusung konsep desain OPPO Glow, memberikan efek visual mengilap. Ada juga varian warna hijau yang menggunakan teknologi glowing silk design. Sesuai namanya, warna ini memberikan sensasi halus di tangan.

Rangka bodi mengusung flat frame alias bingkai datar, mengusung konsep 2.5 Curved Design untuk membuat pengalaman genggam lebih nyaman.

Dimensi dan Bahan Material Bodi HP

Bodi smartphone memiliki dimensi panjang 165,7 mm dengan lebar 76 mm. Sementara pada ketebalannya berada di angka 8 mm. Ini bukan yang paling tipis di dunia, tapi tingkat ketebalan ini masih tergolong tipis untuk berikan kenyamanan genggaman.

OPPO A58 mengusung bahan material plastik polycarbonate pada sisi belakang dan frame. Kendati tidak semewah kaca pada sejumlah ponsel di kelas harga lebih tinggi, bahan plastik membuat HP ini lebih kokoh dari benturan.

OPPO A58 kembali membuktikan kalau OPPO masih menjadi salah satu brand terbaik kalau bicara soal desain. Seperti ponsel-ponsel terdahulunya, OPPO A58 hadirkan penampilan bodi yang tak hanya enak di mata, tapi juga nyaman digenggam.

2. Kualitas Layar Baik dengan Warna Memukau

OPPO A58 4G membawakan layar dengan panel IPS LCD berukuran 6,72 inci. Walau layar IPS LCD tergolong kurang bersaing ketimbang AMOLED, tapi bukan berarti penampilan layar HP ini terlihat buruk. Sebab, setidaknya ia membawakan resolusi Full HD+ yang tajam agar teks bisa dibaca dengan mudah.

Layar juga membawa tingkat kecerahan 550 nit tipikal dan 680 nit (HBM) agar keterbacaannya tetap layak di bawah terik matahari. Mengusung aspek rasio 20:9 pada kerapatan piksel 392 ppi, Anda bisa merasakan tampilan menawan saat melihat konten, streaming YouTube, atau bermain gim.

Hadirkan Refresh Rate Tinggi?

Oke, sebelumnya saya memang bilang kalau tampilan layar tergolong layak untuk bermain gim. Tapi, layar smartphone ini hanya mendukung refresh rate standar 60 Hz — kontras dengan mayoritas pesaing yang setidaknya pakai 90 Hz. Malah sudah ada juga yang pakai 120 Hz di harga Rp2 jutaan.

Kendati demikian, layar mengusung touch sampling rate cukup tinggi yaitu 180 Hz. Hal ini dapat memberikan kesempatan bagi pengguna melayangkan serangan ke lawan lebih dulu, kendati pengguna dan lawan menekan layar di saat yang sama.

Kalau mau mendapatkan refresh rate 90 Hz, Anda bisa putuskan untuk membeli varian 5G-nya. OPPO A58 5G menawarkan laju 90 Hz yang menjadikannya lebih cocok untuk gim berpacu cepat.

Gamut Warna Mendukung 100 persen DCI-P3 dan sRGB

Dilansir dari GSM Arena, saya mendapatkan info kalau OPPO A58 4G menawarkan gamut warna 100 persen sRGB dan DCI-P3 pada layar. Cukup menyenangkan mengetahui fakta tersebut, artinya layar sanggup menampilkan warna secara akurat sesuai aslinya.

Dengan gamut warna sRGB dan DCI-P3 100 persen, layar OPPO A58 4G ini tak hanya sanggup berikan warna yang indah saat konsumsi konten, melainkan cocok dijadikan sarana kreasi konten.

Perlu diketahui, akurasi warna adalah hal yang cukup krusial bagi kreator konten, ini supaya kreator dapat memastikan apa yang mereka lihat dan apa yang audiens lihat adalah warna yang sama.

Ada dua mode profil yang bisa dipilih yakni vivid (DCI-P3) dan gentle (sRGB). Laman spek HP menyatakan kalau ponsel mendukung profil warna 8-bit dengan dukungan hingga 16,7 juta warna.

Mendukung Widevine L1?

Sayangnya, saya tidak menemukan informasi resmi mengenai sertifikasi DRM yang dimiliki OPPO A58 4G. Namun, jika melansir dari latestmobile.faq, OPPO A58 4G didukung dengan Widevine L1 yang membuatnya eligible terhadap konten Netflix beresolusi Full HD.

Secara keseluruhan, menurut saya kualitas layar ponsel OPPO A58 bukan sesuatu yang buruk. Yang terpenting bagi saya adalah bagaimana layar dan kecerahannya bisa mendukung pengguna dalam keseharian. Tidak peduli apakah sudah pakai AMOLED atau tidak.

Dan satu hal menarik dari panel IPS LCD, Anda tidak perlu terlalu khawatir soal isu burn-in atau image retention yang sering jumpai panel AMOLED.

3. Chipset Gaming Helio G85, Performa Tergolong Oke

Performa-Helio-G85_Sumber: infinixmobility.com

Terjadi penurunan performa dari OPPO A58 5G ke OPPO A58 4G. Bukan lagi gunakan Dimensity 700 sebagai dapur pacunya, kini OPPO A58 4G hadirkan Helio G85.

Jangan salah sangka dulu — Helio G85 sebenarnya masih termasuk salah satu chipset bertenaga di kelas mid-range. Setidaknya, ia hadirkan arsitektur performance core yang menandakan SoC sudah siap untuk gaming.

Hanya saja, Helio G85 sebenarnya sudah cukup usang di tahun 2023. Rata-rata HP Rp2 jutaan di tahun 2023 sudah bawakan SoC lebih unggul, seperti Helio G96 atau Helio G99, misalnya.

Sejumlah HP Rp1 jutaan bahkan sudah menggunakan Helio G85, seperti Redmi 12C, Tecno POVA Neo 2, dan realme Narzo 50A. Anda bisa ketahui lebih banyak soal ini pada artikel HP dengan Helio G85 termurah.

Untungnya, mayoritas HP dengan Helio G85 di daftar tersebut (per Agustus 2023) masih memiliki banderol harga Rp2 jutaan. Jadi, mungkin Helio G85 masih somewhat relevant, I guess? Intinya, saya merasa willing untuk tidak terlalu permasalahkan perbandingan SoC dan lebih condong lihat ke merit-nya.

Spesifikasi Helio G85

Helio G85 adalah SoC besutan MediaTek yang mengusung fabrikasi 12 nm. Tidak seperti sejumlah SoC menengah lain yang pakai 6 nm, ekspektasikanlah kecenderungan panas dan pemakaian daya yang lebih tinggi pada HP ini.

Prosesornya terdiri atas delapan inti, mencakup unit performa Cortex A75 berkekuatan 2 GHz sebanyak dua buah. Unit ini ditemani dengan klaster hemat daya Cortex A55 berkekuatan 1.8 GHz sebanyak enam buah.

Tentu tidak lupa, ada unit GPU Mali G52 MC2 di chipset ini guna mendapatkan pengalaman hasil rendering yang baik pada video dan gim. Helio G85 mengadopsi teknologi MediaTek HyperEngine yang merupakan gabungan dari serangkaian fitur optimasi gaming, seperti pengelolaan CPU dan GPU, termal, serta konektivitas.

RAM dan Storage

OPPO A58 dibekali dengan storage eMMC 5.1 berkapasitas 128 GB. Sementara pada RAM-nya, ada pilihan 6 GB dan 8 GB pada LPDDR4x. Ponsel juga menyediakan fitur ekspansi RAM dengan tiga opsi, yakni 2 GB, 4 GB, dan 6 GB. Khusus untuk varian RAM 8 GB, tersedia opsi ekspansi RAM 8 GB, jadi total 16 GB.

Benchmark OPPO A58 4G pada AnTuTu dan Geekbench 5

Kalau melihat dari beberapa ponsel Heilo G85 yang pernah saya bahas sebelumnya, chipset ini umumnya punya skor AnTuTu v9 di angka 200 ribuan. Dan benar saja, saat melihat laman Nano Review, faktanya belum berubah. Helio G85 meraih skor AnTuTu v9 di angka 238.756 poin.

Sementara itu skor Geekbench 5 dari SoC ini meraih skor 350 poin pada pengujian single core dan 1281 poin pada multi-core. Helio G85 juga mendapatkan skor 743 poin pada pengujian 3DMark.

Hasil pengujian tersebut tidak berbeda jauh dengan yang terungkap pada video YouTube Tren Handphone. Disebutkan kalau OPPO A58 4G mendapatkan skor AnTuTu v10 sebesar 267.549 poin.

Gyro Masih Software, Bagaimana Pengalaman Gaming-nya?

Ya, OPPO A58 4G masih menyediakan gyro dalam bentuk software alih-alih hardware. Hal ini membuatnya kurang cocok untuk sejumlah gim yang memerlukan gyro hardware untuk pengalaman maksimal, seperti pada PUBG Mobile atau COD Mobile.

Tapi kalau urusan pengalaman gaming, HP ini masih tetap oke. Contohnya seperti Mobile Legends, di mana performanya tetap terlihat mulus tanpa kendala berarti. Suhu yang didapat setelah bermain cukup lama juga terbilang wajar.

Saya sendiri pemilik realme Narzo 20 dengan chipset yang sama, dan selama ini tidak pernah ada masalah soal performa gim-nya. Jadi, meski chipset Helio G85 terbilang jadul di tahun 2023, Anda bisa ekspektasikan performa gim yang layak. Asal jangan pakai main Genshin Impact, ya. Helio G85 agak ngos-ngosan untuk gim open world seberat itu.

4. Tahan Percikan Air, Bodi Terasa Ringan

oppo a58 tahan percikan air_

Tadi di awal saya membahas desain bodi OPPO A58 4G yang terlihat kece. Rupanya, selain cantik, OPPO A58 4G juga didukung sertifikasi IP Rating berupa IP53. Sertifikasi ini tidak lantas membuat OPPO A58 4G bertahan di kedalaman air. Namun, IP53 bisa mengurangi kemungkinan rusak saat ponsel terkena cipratan air hujan atau ketumpahan tetesan air minum.

Ini patut diapresiasi, karena hingga artikel ini ditulis, belum banyak HP Rp2 jutaan yang sudah kantongi sertifikasi tahan air. Pengecualian bagi HP outdoor. Satu merk HP yang mainstream di Indonesia yang suka rajin bawakan IP rating biasanya Xiaomi.

Dengan IP53, pengguna tidak perlu was-was saat berkendara pakai sepeda motor sambil melihat Maps di HP. Untuk alasan inilah OPPO A58 4G cukup layak menjadi daily driver para sopir ojek daring yang sering berada di luar.

Apalagi mengingat bobotnya yang hanya 192 gram, OPPO A58 4G akan begitu terasa nyaman digenggam tanpa membuat tangan cepat lelah.

5. Ada Jaminan Kelancaran (Fluency) dalam Penggunaan Masa Panjang

oppo a58 featured image_

Performa Helio G85 terbilang layak di kelas harga menengah. Tapi mengingat di tahun 2023 sudah ada opsi chipset lebih gahar. mampukah kinerja OPPO A58 4G tetap relevan?

OPPO A58 memang tidak dirancang untuk bermain gim, dan kehadiran Helio G85 di HP ini saya rasa menjadi keputusan OPPO untuk mendongkrak penjualan. Bagaimana pun juga, tentu mayoritas konsumen tidak akan mau pilih HP Rp2 jutaan yang masih pakai Helio G35, misalnya — kecuali ada keunggulan di aspek lain yang sayang untuk dilewatkan.

Untuk memastikan performa OPPO A58 tetap sesuai dengan seharusnya setelah jangka pemakaian panjang, ponsel ini dikemas dengan jaminan 36-month Fluency Protection. OPPO telah mengujikan tingkat penurunan ponsel di lab mereka, dan memastikan bahwa HP mampu mempertahankan hingga 10 persen dari total performa setelah penggunaan 36 bulan (3 tahun).

6. Baterai Tahan Lama, Punya SuperVOOC 33 W

charger super vooc 33 watt oppo a58

Hadir dengan bodi compact tak lantas menghambat OPPO A58 untuk punya kapasitas besar, yakni 5.000 mAh. Kapasitas ini sudah menjadi standar paling umum di industri smartphone, dapat membuat ponsel bertahan hingga seharian penuh.

Melansir dari Tren Handphone, baterai OPPO A58 hanya berkurang 6 persen setelah digunakan main Mobile Legends di kecerahan 30 persen dan volume speaker 40 persen.

Ponsel juga andalkan SuperVOOC 33 W agar dapat isi daya dengan cepat. Saat diujikan, baterai bisa mencapai 17 persen setelah dicas 9 menit. Ini tergolong durasi charging yang lumayan cepat. Sementara untuk full charge dari kosong, OPPO mengklaim perangkat hanya butuh waktu 75 menit.

Kepala charger 33 W beserta kabel yang mendukung juga sudah termasuk dalam boks penjualan. Jadi, pengguna bisa langsung mengecas ponsel saat pertama kali membukanya dari paket kemasan.

Tersedia dua fitur optimasi baterai untuk mendukung durasi penggunaan lebih lama, yaitu Super Power Saving Mode dan Super Night Time Standby Mode. Fitur ini dapat membuat ponsel menyala lebih lama, walau sebenarnya kembali lagi ke cara penggunaan setiap orang.

7. Hadirkan Konektivitas Lengkap, Ada NFC dan Infrared

OPPO A58 4G

OPPO A58 yang satu ini ada NFC-nya. Sehingga ponsel bisa digunakan untuk mengisi saldo eMoney tanpa harus repot bepergian ke minimarket atau ATM. Saya pribadi juga paling suka dengan fitur NFC di HP.

Pasalnya, supermarket yang sering saya kunjungi hanya menerima pembayaran via eMoney. Saya tinggal perlu cek saldo eMoney saat mengantre untuk memastikan saldo cukup. Jika kurang, tinggal isi di tempat dengan cara tempelkan kartu ke bodi belakang.

Fitur NFC sendiri sebenarnya bukan hal baru di kelas harga Rp2 jutaan. Anda juga bisa menemukan NFC pada realme C53 NFC, realme C55 NFC, atau POCO M5. Bahkan ponsel sejutaan seperti Tecno POVA Neo 2 juga sudah menawarkannya.

Di sisi lain, HP di kelas harga di atasnya pun ada juga yang tidak pakai NFC walau jumlahnya tak seberapa. Kalau sedang mencari HP baru, saya sangat sarankan pilih yang ada NFC-nya, terutama jika sering berkendara dengan mobil dan melewati jalan tol.

Namun jika keberadaan NFC bikin fitur lain seperti performa dan kamera dipangkas habis-habisan, NFC boleh menjadi sarana yang opsional. To each their own.

Selain NFC, OPPO A58 4G juga menawarkan beragam konektivitas lain yaitu Bluetooth 5.3, Wi-Fi 5 dual band, serta infrared port. Pengguna bisa manfaatkan infrared untuk mengubah channel TV dan kulkas selayaknya remote biasa. Fitur ini pun tak hanya terbatas pada Smart TV saja, melainkan TV biasa atau bahkan TV tabung dari berbagai merk.

Perihal kelengkapan sensor, HP ini terbilang standar. Sensor pemindai sidik jari terletak di samping untuk menjaga tampilan punggung tetap bersih. Lalu ada akselerometer, proksimitas, kompas, dan cahaya — empat sensor penting agar ponsel bekerja sebagaimana mestinya.

Yang kurang hanyalah giroskop hardware. Nyatanya memang tidak semua HP terjangkau hadir dengan giroskop, terutama untuk ponsel seperti OPPO A58 yang tidak difokuskan untuk gaming.

8. Kamera 50 MP dengan Hasil Foto Baik

OPPO A58

Hanya ada dua kamera di bodi belakang OPPO A58, dan keduanya terbilang standar di harga Rp2 jutaan yaitu 50 MP wide angle dan 2 MP depth sensor. Kamera ponsel bisa merekam hingga resolusi 1080p di 30 FPS.

Kamera utama dilengkapi dengan autofokus untuk kemampuan berganti fokus yang cepat, instan, dan akurat. OPPO mengklaim kalau kemampuan mode portrait di HP ini dapat berikan efek bokeh seperti DSLR.

Pengguna juga dapat merasakan manfaat dari AI Portrait Retouching untuk meningkatkan tone warna dan tekstur kulit agar subjek foto tampil dengan kondisi terbaik.

Di bagian kamera depan, tersedia sensor 8 MP f/2.0 wide angle yang disusun dalam bentuk kamera punch hole. Adapun pada kemampuan perekamannya tak berbeda dengan kamera belakang yaitu resolusi 1080p di 30 FPS.

Keberadaan kamera 50 MP akan memberikan dampak positif bagi output gambar. Dengan gunakan teknologi pixel binning yang gabungkan empat piksel jadi satu, ponsel bisa merekam lebih banyak cahaya dan menghasilkan detail gambar lebih baik. Terutama pada kondisi malam hari.

Tapi yang saya sayangkan pada HP ini adalah absennya fitur perekaman 60 FPS yang cukup krusial untuk pengguna medsos. Pasalnya, video yang diunggah akan mengalami penurunan kualitas, dan frame rate 60 FPS akan lebih mampu menjaga kualitas video keseluruhan ketimbang 30 FPS.

Berikut ini beberapa sampel hasil foto yang dibandingkan side by side dengan salah satu pesaingnya, vivo Y27 4G.

Kamera OPPO A58 4G condong memberikan hasil yang lebih vibrant dibanding vivo Y27 4G. Warna pada bunga lebih cerah dan menonjol di saat kamera vivo tampak lebih pudar. Tapi, ini kembali lagi ke selera masing-masing orang. Saya pribadi sih lebih suka hasil OPPO A58.

Coba perhatikan gambar terakhir. Rumput pada kamera OPPO A58 lebih menonjolkan warna hijau yang menyala. Bahkan warna tembok di ujung belakang tampak lebih hidup, sementara vivo Y27 4G membuat temboknya tampak kusam.

Kedua hasil foto HP ini tentu sama-sama baik, dan tidak menutup kemungkinan Anda lebih suka approach vivo Y27 4G dalam menawarkan reproduksi warna yang kalem. Akan tetapi, sampel di atas tetap menunjukkan satu hal: kamera OPPO A58 4G layak dijadikan sarana fotografi di kelas harganya.

9. Memiliki Stereo Speaker, Ada Sejumlah Fitur Audio Unik

oppo a58 desain bodi_

Salah satu kualitas terbaik smartphone terletak pada speaker-nya. Setidaknya, itulah yang saya percayai sebagai seseorang yang suka menonton YouTube dan Netflix di tempat umum. Ada kalanya menggunakan earphone terus-terusan membuat telinga gatal, dan menggunakan speaker jadi satu-satunya cara.

Dari informasi yang saya dapat, OPPO A58 4G memiliki kualitas stereo speaker yang baik. Tidak hanya terletak di bawah bodi, bagian earpiece juga menjelma sebagai speaker kedua. Hal ini memberikan pengalaman mendengar yang baik saat bermain gim dan menonton film.

Audio pada OPPO A58 4G memberikan pengalaman surround yang menakjubkan dengan volume yang 40 persen lebih keras dari sebelumnya. Menariknya lagi, OPPO menyematkan fitur volume ultra untuk meningkatkan kelantangan suara melebihi batas maksimalnya.

Saat gunakan earphone, volume bisa ditingkatkan hingga 200 persen dan suara di speaker bisa ditingkatkan hingga 300 persen. Ini cukup berguna jika Anda sedang menggunakan ponsel di tengah keramaian, seperti saat video calling atau sekadar membuka TikTok tanpa subtitle.

Kekurangan OPPO A58

OPPO A58 4G bukan ponsel yang sempurna. Selain kelebihan, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan sebelum memutuskan beli HP ini. Simak poin-poin kekurangannya sebagai berikut.

1. Tanpa Kamera Ultrawide

oppo a58 4g tanpa gorilla glass_

Kendati OPPO A58 memiliki kualitas hasil foto yang baik, namun ada satu kekurangannya yang menurut saya cukup fatal untuk HP 4G seharga Rp2 jutaan: absennya kamera ultrawide. Saya cukup mengerti jika ada HP 5G di harga yang sama namun tidak menyuguhkan ultrawide. karena produsen ingin menjaga harga jual agar tidak terlalu tinggi.

Namun, untuk OPPO A58 yang lebih difokuskan pada kemampuan kamera, tidak adanya ultrawide tentu jadi tanda tanya besar. Anda jadi tidak dapat memotret foto pemandangan dengan sudut penglihatan lebih luas. Selain itu, memotret foto grup pun tidak begitu ideal, lantaran tidak dapat memuat banyak orang dalam satu frame.

2. Tidak Hadirkan Jaringan 5G

oppo a58

Jika mencari HP di harga Rp2 jutaan, terdapat opsi lain yang lebih menarik dari OPPO A58 4G. HP ini belum mendukung jaringan seluler 5G sehingga tidak sebaik pesaingnya dalam hal future-proofing.

Kalau berniat membeli HP untuk dipakai dalam jangka waktu panjang, sebaiknya pilih HP Rp2 jutaan dengan 5G seperti Samsung Galaxy M14 5G atau Redmi 10 5G. Kendati pemerataan 5G di Indonesia belum rampung di tahun 2023, namun memiliki HP 5G punya benefit-nya tersendiri.

Dengan memiliki HP 5G, Anda tidak perlu lagi mengganti ponsel dengan yang baru saat 5G marak digunakan di Indonesia. Selain itu, HP dengan jaringan 5G condong punya performa yang lebih baik ketimbang 4G. Ini karena teknologi yang dipakai chipset pun lebih baru.

3. Tanpa Lapisan Gorilla Glass

OPPO A58 4G

Perlu diakui, sejumlah orang (seperti saya) tidak selamanya dapat menjaga HP dari kerusakan. Saya sempat memiliki ponsel yang layarnya retak karena tak sengaja terbentur, dan itu karena HP tidak menggunakan tempered glass sama sekali. Alangkah baiknya jika OPPO A58 dilapisi dengan kaca pelindung bawaan, tapi sayangnya hal ini tidak terjadi.

Kendati OPPO A58 4G punya ketahanan bodi yang cukup oke terhadap percikan air, tapi ia tidak disertai dengan Gorilla Glass. POCO M3, Redmi 9T, dan Redmi 10 adalah sejumlah opsi smartphone yang gunakan Gorilla Glass 3. Padahal, ketiganya berada di bawah harga Rp2 juta.

Jadi, semestinya sih tidak ada alasan OPPO A58 4G tidak dibekali Gorilla Glass. Menurut saya, kehadiran perlindungan ekstra terhadap layar menunjukkan determinasi brand untuk memedulikan kesejahteraan penggunanya.

Simpulan

OPPO A58 4G dihadirkan dengan fitur NFC, infrared, performa Helio G85 yang cukup tangguh, hingga layar dengan tampilan warna yang kece. Untuk mendapatkannya, Anda hanya perlu mengeluarkan Rp2,5 juta untuk varian RAM 6 GB dan Rp2,8 juta untuk varian RAM 8 GB.

Sebagai seseorang yang lebih menyukai HP berperforma tinggi, saya akui OPPO A58 4G tidak memiliki appeal yang terlalu menarik bagi saya. Tapi perlu diakui juga kalau Helio G85 di HP ini sudah layak untuk menunjang aktivitas harian seperti gaming ringan dan multi-tasking.

Hadir dengan masa jaminan fluency selama 3 tahun, cukup disayangkan OPPO A58 4G tidak hadir dengan jaringan seluler 5G. Varian 5G-nya berada di harga Rp3 jutaan, dan tentu persaingan di harga tersebut juga sudah berbeda dengan versi 4G di harga Rp2 jutaan.

Di satu sisi, ponsel hadir dengan masa penggunaan jangka panjang yang menarik. Tapi, tidak adanya 5G rasanya akan bikin HP ini obsolete untuk beberapa tahun ke depan.

Itulah tadi berbagai kelebihan dan kekurangan OPPO A58. Semoga dengan artikel ini, Anda jadi bisa menentukan pilihan yang lebih bijak. Jadi, tertarik meminang HP Rp2 jutaan yang satu ini?

Kategori:
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram