Mengorek Kelebihan dan Kekurangan POCO F3 di Berbagai Sisi

Ditulis oleh Ahmad Tsalis

Generasi ketiga POCO F Series akhirnya nongol juga di Indonesia. Ya, POCO F3 telah diperkenalkan oleh Xiaomi Indonesia secara resmi pada 20 April 2021. Ponsel seharga Rp5 jutaan ini menyapa publik bersama POCO X3 Pro.

Sebagai suksesor POCO F2 Pro, POCO F3 tetap mengusung jargon yang sama, yakni flagship killer. Kenapa begitu? Soalnya, hingga artikel ini ditulis, Anda tidak akan menemukan smartphone 5 jutaan lain dengan chipset premium Snapdragon 870.

Snapdragon 870 hanyalah satu alasan mengapa POCO F3 ini sangat menarik. Ada banyak hal-hal menarik lain tentang si ponsel yang akan segera Carisinyal suguhkan pada Anda dalam artikel ini. Selain itu, kami juga menyertakan poin-poin kekurangan yang tidak kalah penting untuk Anda cermati.

Maka dari itu, simak artikel kelebihan dan kekurangan POCO F3 ini sampai habis. Jika Anda belum tahu betul mengenai si smartphone, Anda dapat membaca spesifikasi kuncinya sebagai berikut.

Spesifikasi POCO F3

POCO F3
Layar AMOLED 6.67 inci
Chipset Qualcomm Snapdragon 870
RAM 6 GB, 8 GB
Memori Internal 128 GB, 256 GB
Kamera 48 MP (wide) 8 MP (ultrawide) 5 MP (macro)
Baterai Li-Po 4520 mAh
Kelebihan Baca di sini
Cek Harga Saat Ini Shopee Lazada Tokopedia

Kelebihan POCO F3

Sebuah produk bisa mencuri atensi publik tak lain karena kelebihan yang dimiliki. Beberapa poin di bawah ini akan menjelaskan apa saja kelebihan yang dipunyai oleh POCO F3. Simak satu per satu, ya!

1. Desain Keren, Tahan Debu dan Percikan Air

POCO F3 melanjutkan jejak POCO F2 Pro sebagai ponsel POCO yang tidak mengabaikan sisi estetika. Anda memang tidak akan kembali menemukan layar penuh dan kamera depan pop-up (sebagaimana F2 Pro) di ponsel ini. Akan tetapi, POCO F3 punya desain yang tidak kalah cantik.

Mari kita gali seberapa cantik POCO F3 dilihat dari berbagai sisi. Pertama, dari sisi depan. Di situ Anda bakal menyadari bahwa seluruh bezel yang mengitari layar punch-hole ponsel ini cukup tipis. Adanya lingkaran kecil (di tengah atas) sebagai tempat kamera depan mungkin akan mengganggu buat sebagian orang.

Namun, POCO telah mencoba meminimalkan gangguan itu dengan memperkecil ukuran diameter kamera depan menjadi 2,76 mm saja. POCO mengklaim, ini adalah salah satu kamera depan dengan diameter terkecil di dunia. Bagian depan ponsel berbobot 196 gram ini juga kuat lantaran diproteksi kaca Corning Gorilla Glass 5.

Beralih ke bagian samping, frame (rangka) melengkung yang menyatukan bagian depan dan belakang ponsel memang masih bermaterialkan plastik. Meski begitu, ukurannya sangat tipis. Hal ini berkontribusi pada ketebalan bodi POCO F3 yang cuma 7,8 mm.

Frame ini pun memberikan pengalaman yang prima dan menyenangkan ketika tangan mencengkeram ponsel. Begitu seperti yang dirasakan oleh tim GSM Arena. Pada bagian frame ini, Anda akan menemukan tombol volume dan power - yang menyatu dengan sensor sidik jari - di sisi kanan.

Kemudian, di sisi bawah ada grill speaker, port USB C, slot dua nano-SIM, dan lubang mikrofon. Di sisi atas, Anda bakal menemukan IR Blaster dan earpice yang menyatu dengan speaker kedua.

Nah, sorotan utama dari desain cantik POCO F3 sebetulnya ada sisi belakang. Kesan elegan nan simpel akan terpampang berkat pemilihan material kaca Gorilla Glass 5 tanpa aksen neko-neko. Terutama untuk varian warna Night Black yang punya efek reflektif layaknya keramik.

Sementara itu, varian warna Deep Ocean Blue tampak lebih trendi dengan kontur garis-garis dan kontras warna, diliputi logo ikonis POCO. Adapun modul kamera belakang ponsel ini sekilas mirip Xiaomi Mi 11 dan Redmi Note 10 Pro.

Bedanya, penataan lensa di POCO F3 lebih rapi dan tidak mencolok. Dua lensa berukuran besar diletakkan di atas dan bawah untuk mengapit dua lingkaran lensa kecil di tengah. Sedangkan lampu flash ditaruh di sisi luar modul.

POCO juga tidak ketinggalan menjamin ponsel ini tahan debu dan percikan air. Soalnya, POCO F3 punya sertifikasi IP53. Angka 5 berarti ponsel ini tetap bisa kemasukan sedikit debu, tetapi tidak memengaruhi kinerja. Sedangkan angka 3 bermakna bahwa ponsel yang punya NFC ini tahan percikan air pada satu sisi.

2. Tampilan Sip

Anda tentu menyadari bahwa seluruh interaksi manusia dengan smartphone dilakukan lewat sektor tampilan: layar. Pasalnya, layar-lah yang akan membaca berbagai macam perintah dari jemari tangan kita. Layar pula yang akan menerjemahkan perintah tersebut menjadi sebuah visualisasi tertentu.

Dua tugas itu, membaca perintah dan menciptakan visualisasi, sepertinya bisa dilakukan dengan baik oleh layar POCO F3. Sebab, di atas kertas, spesifikasi dan teknologi yang diusung terbilang mumpuni.

Pembahasan kita awali dulu dari kenapa layar Full HD+ 6,67 inci di ponsel ini bisa membaca perintah dengan baik. Salah satu alasan kuat yang mendasarinya adalah karena touch sampling rate-nya telah mencapai 360 Hz, melampaui standar ponsel gaming yang hanya 240 Hz.

Angka 360 Hz ini artinya ada 360 titik sentuhan yang bisa diproses dalam satu detik. Ponsel pun hanya butuh waktu sekitar 2,7 milidetik untuk menerjemahkan satu titik sentuhan. Imbasnya, layar jadi responsif dan gerakan yang dihasilkan akurat.

Lanjut ke soal beberapa alasan mengapa layar POCO F3 mampu menciptakan visualisasi yang baik. Pertama, layarnya memakai panel AMOLED dari Samsung yang dibikin dari material baru E4. Konon, E4 bisa memancarkan warna dengan akurasi yang lebih baik serta hemat daya.

POCO mengklaim warna yang bisa ditampilkan oleh layar POCO F3 bisa 100 persen tembus ruang warna DCI-P3. Untuk diketahui, DCI-P3 adalah standar kedalaman warna yang dipakai Netflix, YouTube, dan bioskop modern.

1 2345»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram