carisinyal web banner retina

MediaTek Dimensity 9200 Setara dengan Apa? Ini 7 Chipset Pesaingnya

Ditulis oleh Aris Wibowo

Awal November 2022, MediaTek kembali menyegarkan produk chipset kelas atas miliknya dengan merilis MediaTek Dimensity 9200. Chipset ini dibuat dengan fabrikasi 4 nm dan menjadi chipset pertama yang memiliki core performa 64-bit Armv9.

Melihat namanya, chipset ini merupakan hasil pengembangan dan penerus dari seri Dimensity 9000. Walaupun demikian, chipset ini hadir dengan performa yang lebih kencang dan teknologi hemat daya yang lebih pintar.

Chipset MediaTek ini dibekali dengan prosesor octa-core yang terdiri dari 1 buah core Cortex X3 berkecepatan 3 Ghz, 3 buah core Cortex A715 berkecepatan 2,8 Ghz, dan 4 buah core Cortex A510 1.8 Ghz. 

Chipset ini mendukung penggunaan RAM LPDDR5X maksimal 24 GB. 

MediaTek Dimensity 9200

MediaTek Dimensity 9000 menggunakan GPU Mali G715 Immortalis MC11 dengan dukungan perangkat keras untuk ray tracing. Adanya GPU ini kian memperkuat posisi chipset ini yang lebih baik dari Apple A16 Bionic.

Sementara itu, chipset ini juga memiliki kemampuan dukungan ISP kamera hingga 200 MP dan mampu merekam video 8K 30 fps. Chipset ini juga sudah mendukung konektivitas Wi-Fi 7 dan 5G dual SIM dengan teknologi mmWave 5G. 

Untuk spesifikasi lainnya, chipset ini sudah mendukung layar 2960 x 1440 dengan refresh rate 240 Hz. Terdapat juga teknologi HyperEngine 5.0. Teknologi ini berpengaruh pada kualitas gambar dan grafis serta koneksi jaringan kala HP digunakan bermain game.

Untuk performanya sendiri, merujuk pada pengujian yang dilakukan oleh Nanoreview, MediaTek Dimensity 9200 mampu mencetak skor AnTuTu 9 1.261.502. Sementara untuk skor GeekBench mendapatkan skor 1290 single core dan 4961 multicore.

Dengan penggunaan core baru, membuat efisiensi chipset ini naik 30 persen dan kemampuan AI lebih cepat 35 persen dibanding MediaTek Dimensity 9000. Tidak heran, chipset ini bakal jadi salah satu chipset andalan  sejumlah smartphone flagship pada akhir 2022 dan smartphone flagship di 2023. 

Nah, setelah mengenal lebih detail soal SoC MediaTek Dimensity 9200, mungkin saja timbul pertanyaan di benak Anda, MediaTek Dimensity 9200 ini setara apa? Untuk menjawab hal tersebut, Carisinyal pun sudah merangkum tujuh chipset yang setara dengan chipset Dimensity ini.

Yang perlu diperhatikan, tujuh chipset yang akan kami jelaskan disini memang tidak benar-benar setara. Namun, secara umum performanya bisa menyaingi atau masih dalam rentang yang sama. Berikut ini lima chipset yang setara MediaTek Dimensity 9200.                                          

1. Qualcomm Snapdragon 8 Plus Gen 1 

red magic 7s pro

Chip mobile 5G ini dibuat dengan fabrikasi 4 nm TSMC. Di dalam chipset ini, tersemat konfigurasi prosesor octa core yang kuat terdiri dari satu unit Cortex X2 (3,2 GHz) sebagai inti high performance, tiga core cortex A710 (2,75 Ghz), dan empat unit Cortex A510 (1.8 GHz) sebagai inti hemat daya.

Untuk komponen lainnya, Qualcomm memasang GPU Adreno 730 di chip ini. GPU ini mengalami peningkatan performa hingga 30%. Selain itu, SoC ini juga memiliki Snapdragon Sight yang dirancang untuk kalangan fotografer profesional.

Chipset ini hadir untuk mengisi pasar smartphone 5G kelas menengah atas yang dibekali dengan fitur–fitur mewah. Alhasil Snapdragon 8 Plus Gen 1 memiliki keunggulan kecepatan CPU dan GPU lebih cepat 10 persen, konsumsi daya juga lebih hemat hingga 30 persen, dan performa kecerdasan buatan (AI) yang 20% lebih baik.

Untuk mendukung konektivitas internet, Soc Qualcomm ini masih menggunakan modem 5G yang sama dengan modem di Snapdragon 8 Gen 1 yakni model X65 5G. 

Berdasarkan data Nanoreview, Snapdragon 8 Plus Gen 1 mencetak skor 1.030.398 untuk skor AnTuTu 9. Skor tersebut sudah tinggi, walau tidak setinggi MediaTek Dimensity 9000 Plus. 

Masih menurut Nanoreview. Pengetesan selanjutnya adalah mengenai kemampuan CPU pada GeekBench 5. Hasilnya impresif, skor single-core HP ini menyentuh 1310, sedangkan multi-core-nya tembus 4148. 

Chipset Snapdragon 8 Plus Gen 1 sudah digunakan di berbagai HP seperti Samsung Galaxy Z Fold4, ASUS Zenfone 9, ASUS ROG Phone 6 Pro, dan lainnya. 

2. Apple A15 Bionic

apple a15 bionic

Apple A15 Bionic merupakan chipset buatan Apple yang memiliki 15 miliar transistor. Jumlah transistor tersebut lebih banyak dari A14 Bionic yang hanya berjumlah sekitar 11 miliar transistor. 

Selain jumlah transistor yang lebih banyak, chipset ini memiliki kemampuan yang lebih cepat dan teknologi pengolah grafis yang lebih baik jika dibandingkan Apple A14 Bionic. 

Dari sisi teknologi, A15 Bionic masih mengandalkan dua inti prosesor berkinerja tinggi dan empat inti untuk hemat daya. Konfigurasi ini masih sama dengan seri A14 Bionic. Performa core-nya cukup tinggi.

Dari hasil GeekBench, A15 Bionic punya skor 1736 untuk single core dan 4798 untuk multicore nya. Untuk nilai AnTuTu, cip ini punya skor 791.046. Lanjut ke pengujian kemampuan grafis, chipset ini mampu mencatat skor 9490 pada 3DMark Wild Life. Skor tersebut juga tergolong bagus.

Apple A15 Bionic merupakan chipset yang tertanam di iPhone 14 plus, iPhone 14, iPhone 13 series dan iPhone SE 2022.

3. MediaTek Dimensity 9000 Plus

MediaTek Dimensity 9000 Plus

MediaTek Dimensity 9000 Plus mempunyai tiga klaster CPU. Klaster pertama terdiri dari satu core Cortex X2 (3,2 Ghz). Klaster kedua diisi tiga core menengah Cortex A710 (2,8 Ghz). Dan, klaster ketiga terdapat empat core Cortex A510 (1,8 Ghz) yang berperan sebagai core penghemat daya.

Chipset ini punya GPU Mali G710 MC10 yang diklaim lebih kencang hingga 10 persen dibanding GPU Adreno di Dimensity 9000,

GPU ini sudah dibekali fitur HyperEngine 5.0 dan kemampuan AI yang sangat pintar untuk mengalokasikan beban sehingga GPU akan dalam kondisi optimal saat harus melakukan rendering ataupun bermain game.

Dimensity 9000 plus juga sudah mengintegrasikan tipe RAM LPDDR5X yang mendukung hingga frekuensi 7500 Mhz dengan cache 3,8 MB dan cache sistem 6 MB.

Chipset ini mendukung penggunaan dual 5G SIM (Sub-6 GHz NSA/SA). Tidak hanya itu, chipset ini mendukung teknologi 5G UltraSave. Teknologi ini merupakan sebuah teknologi yang memungkinkan baterai ponsel lebih hemat daya saat dipakai browsing di jaringan 5G.

Untuk fotografi, chipset ini mendukung kamera sampai 320 MP mendukung video 4K HDR, dukungan layar resolusi WQHD+ 144 Hz, fitur MediaTek APU 3.0 untuk AI dan HDR10+ serta dukungan MiraVision PQ MediaTek.

Nanoreview mencatat, MediaTek Dimensity 9000 Plus meraih skor AnTuTu 9 sebesar 1.142.276. Kemudian, skor single-core dan multi-core-nya pada GeekBench 5 adalah 1333 dan 4323.

Untuk smartphone yang sudah menggunakan chipset ini ialah Xiaomi 12 Pro (Dimensity) dan Asus ROG Phone 6D. 

4. MediaTek Dimensity 9000

Dimensity 9000

Ini merupakan chipset buatan MediaTek yang dipasang untuk smartphone 5G di kelas flagship

Dalam chipset ini, tersemat prosesor octa-core yang terdiri dari satu core Cortex X2 dengan kecepatan 3,05 Ghz, tiga core Cortex A710 dengan kecepatan 2,85 Ghz untuk performa dan 4 core Cortex A510 dengan kecepatan 1.8 Ghz untuk hemat daya.

Untuk pengolah grafis, Dimensity 9000 ini memakai GPU Mali G710 MC10. 

SoC ini sudah dibekali fitur HyperEngine 5.0 dan kemampuan AI yang sangat pintar untuk mengalokasikan beban sehingga GPU akan dalam kondisi optimal saat harus melakukan rendering ataupun bermain game.

Dimensity 9000 juga sudah mengintegrasikan tipe RAM LPDDR5X yang mendukung hingga frekuensi 7500 Mhz dengan cache 3,8 MB dan cache sistem 6 MB.

Chipset ini mendukung penggunaan dual 5G SIM (Sub-6 GHz NSA/SA). Tidak hanya itu, Chipset ini mendukung teknologi 5G UltraSave. Teknologi ini merupakan sebuah teknologi yang memungkinkan baterai ponsel lebih hemat daya saat dipakai browsing di jaringan 5G.

Untuk fotografi, chipset ini mendukung kamera sampai 320 MP, mendukung video 4K HDR, dukungan layar resolusi WQHD+ 144 Hz, fitur MediaTek APU 3.0 untuk AI dan HDR10+ serta dukungan MiraVision PQ MediaTek.

Menurut data Nanoreview, Dimensity 9000 mampu mencetak skor AnTuTu v9 999.171. Sedangkan untuk skor singlecore dan multi-core SoC ini yakni 1270 dan 4254 sesuai data pengujian GeekBench 5.

Dua ponsel yang memakai Dimensity 9000 dan masuk resmi ke Indonesia adalah vivo X80 dan Xiaomi 12T. 

5. Apple A14 Bionic

apple a14 bionic_

Meski tidak apple to apple (karena membandingkan chipset Android dan iOS), namun nyatanya Apple A14 Bionic termasuk dalam chipset flagship yang performa dan kualitasnya masih tidak berbeda jauh dengan Dimensity 9200. Padahal cip ini rilis di 2020 dan dipakai di smartphone Apple yang rilis pada tahun tersebut, yakni iPhone 12 series.

Ini membuktikan kalau memang cip besutan Apple masih relevan dari sisi performa setidaknya untuk dua atau tiga tahun setelah rilis.

Apple A14 Bionic sendiri menyuguhkan arsitektur prosesor enam inti ARMv8 hasil racikan Apple, yakni dua inti berperforma tinggi berupa Firestorem (3.1 GHz) dan empat inti hemat daya bernama Icestorm (1.82 GHz).

Chipset besutan Apple ini dibangun dengan fabrikasi 5 nm. Di dalamnya, tersemat 11,8 miliar transistor dan hadirkan perangkat keras jaringan neural yang dinamakan Neural Engine 16-core. Apple menyebut kalau chipset ini dapat menjalankan sebanyak 11 triliun operasi per detiknya. Sebagai perbandingan, Neural Engine di Apple A13 Bionic menjalankan operasi sebanyak 6 triliun per detik.

Menurut data di Nanoreview, Apple A14 Bionic mencetak skor AnTuTu 9 sebesar 724.894. Pengetesan selanjutnya adalah mengenai kemampuan CPU pada GeekBench 5. Hasilnya impresif, skor single-core chipset ini menyentuh 1592, sedangkan multi-core-nya tembus 4107. 

6. Qualcomm Snapdragon 8 Gen 1

snapdragon 8 gen 1

Diperkenalkan dalam ajang Snapdragon Tech Summit 2021, Qualcomm Snapdragon 8 Gen 1 memang langsung menarik perhatian public teknologi. Pasalnya, ini merupakan chipset pertama dari Qualcomm yang dibuat dengan fabrikasi 4 nm.

Snapdragon 8 Gen 1 sendiri penerus dari Snapdragon 888. Tidak heran chipset baru ini dibekali sejumlah peningkatan dan beragam fitur premium, mulai dari koneksi 5G, teknologi AI, Wifi dan Bluetooth terbaru.

Menariknya, Qualcomm mengklaim kinerja CPU di Snapdragon 8 Gen 1 ini lebih baik dan meningkat 20% dari CPU sebelumnya. Tidak hanya itu, Chipset ini juga bisa menghemat daya 30% lebih baik daripada Snapdragon 888.

Chip mobile 5G ini dibuat dengan konfigurasi octa-core. Konfigurasi prosesor octa core yang kuat terdiri dari satu unit Cortex X2 (3,0 GHz) sebagai inti high performance, tiga core cortex A7810 (2,5 Ghz), dan empat unit Cortex A510 (1.8 GHz) sebagai inti hemat daya.

Untuk komponen lainnya, Snapdragon memasang GPU Adreno terbaru. GPU ini diklaim mengalami peningkatan performa hingga 30% dibanding GPU Adreno seri sebelumnya. Selain itu, SoC ini juga memiliki Snapdragon Sight yang dirancang untuk kalangan fotografer profesional.

Berdasarkan data di Nanoreview, Snapdragon 8 Gen 1 mencetak skor AnTuTu 9 sebesar 1.032.325. Pengetesan selanjutnya adalah mengenai kemampuan CPU pada GeekBench 5. Hasilnya impresif, skor single-core HP ini menyentuh 1205, sedangkan multi-core-nya tembus 3753. 

Chipset Snapdragon 8 Gen 1 sudah digunakan di berbagai HP seperti realme GT2 Pro, vivo X80 Pro, OPPO Find X5 Pro, Xiaomi 12 dan Xiaomi 12 Pro, serta Samsung Galaxy S22 series. 

7. Snapdragon 888 Plus

snapdragon-888-plus_

Kalau Anda mencari chipset yang performanya setara atau mendekati dengan MediaTek Dimensity 9200, maka chipset Qualcomm Snapdragon 888 Plus layak dipilih. Pasalnya, seri ini menjadi salah satu chipset terkencang di tahun 2021.

Qualcomm Snapdragon 888 plus dirilis pada ajang Mobile World Congress 2021 dengan sejumlah peningkatan. Qualcomm menjanjikan chipset ini memiliki kemampuan yang lebih baik untuk smartphone flagship meski chipset ini dibuat dengan dasar Qualcomm Snapdragon 888.

SoC Snapdragon buatan Qualcomm yang dibangun dengan fabrikasi 5 nm ini menggunakan Konfigurasi prosesor octa core yang kuat terdiri dari satu unit Kryo 680 Prime (2,9 GHz) sebagai inti high performance , tiga core 680 gold (2,42 Ghz) dan empat unit Kryo 680 Silver (1.8 GHz) sebagai inti hemat daya.

Untuk komponen lainnya, Snapdragon memasang GPU Adreno 660. GPU ini diklaim mengalami peningkatan performa hingga 35% dibanding GPU Adreno dalam Snapdragon 865. 

Tidak hanya itu, GPU ini juga lebih hemat 20% dibandingkan Snapdragon 865 Selain itu, SoC ini juga memiliki prosesor AI Hexagon 780 terbaru, tiga prosesor gambar Spectra 580 dan modem internal 5G X60.

Chipset ini juga didukung dengan teknologi Qualcomm AI Engine generasi ke 6 dengan kinerja hingga 32 TOPS (Tera Operation Per Second), meningkat 20 persen dari Snapdragon 888.

Menurut nanoreview, Snapdragon 888 Plus mampu mencetak skor AnTuTu 9 822.629. Sedangkan untuk skor singlecore dan multi-core SoC ini yakni 1170 dan 3628 sesuai data pengujian GeekBench 5.

Chipset ini sudah digunakan di sejumlah smartphone seperti ASUS ROG Phone 5s Pro, Xiaomi Mi 11, vivo X70 Pro Plus, hingga Xiaomi Mix 4.

Nah, itu dia chipset yang bisa dibilang setara dengan MediaTek Dimensity 9200. Perlu diperhatikan bahwa baik buruknya performa sebuah smartphone tidak hanya berasal dari chipset yang digunakan.

Kategori:
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram