carisinyal web banner retina
Carisinyal / Laptop / 10 Kelebihan dan Kekurangan Apple MacBook Air M1

10 Kelebihan dan Kekurangan Apple MacBook Air M1

Ditulis oleh Ananda Ganesha M - Diperbaharui 3 Februari 2021

Semua orang pasti tahu sepak terjang Apple sebagai perusahaan teknologi bergengsi. Tidak hanya mengeluarkan produk smartphone seperti Apple iPhone 12 series ataupun iPad, namun Apple juga punya seri laptop canggih yang dinamakan MacBook Air. Pada November 2020, Apple memutuskan untuk mengganti prosesor Intel yang selama ini mengotaki MacBook Air dengan prosesor ARM buatan mereka sendiri, yakni M1.

MacBook Air yang versi Intel sekarang sudah discontinued alias tidak diproduksi lagi. Nah, pastinya para fans penasaran mengapa Apple melakukan langkah ini dan apa saja kelebihan dan kekurangan Apple M1 pada MacBook Air. Untuk itu, kami hadirkan beberapa poin kelebihan dan kekurangan MacBook Air M1 berikut ini.

Spesifikasi MacBook Air M1

apple macbook air m1

  • Layar: 13,3 inch IPS (2560 x 1600 piksel) 227 ppi
  • Processor: Chip Apple M1
  • Graphic Card: -
  • RAM: 8 GB (dapat di-upgrade ke 16 GB)
  • Storage: 256 GB atau 512 GB SSD (upgradable hingga 2 TB)
  • Optical Drive: No
  • Konektivitas: Wi-Fi 6 802.11ax, Bluetooth Version 5.0
  • Port: 2x Thunderbolt/USB 4 (Thunderbolt 3 hingga 40 Gb/dtk dan USB 3.1 Gen hingga 10 Gb/dtk)
  • Baterai: Li-Polymer, 49,9Wh

Kelebihan MacBook Air M1

Kira-kira apa yang menjadikan MacBook Air ini menjadi istimewa setelah pakai chip M1? Simak beberapa poin di bawah.

1. Chipset M1 Lebih Powerful

chipset m1

Apple mengklaim bahwa chipset M1 ini jauh lebih cepat dibandingkan dengan Intel ataupun prosesor PC lainnya. ExtremeTech juga mengamini hal ini, bahwa Apple M1 mengalahkan salah satu kontestan terkuat dari pihak Intel, yakni Intel i9.

Seperti pada benchmark GeekBench 5 misalnya, terlihat bahwa Apple M1 jauh lebih bertenaga di bagian pengujian single core dan multi-core. Untuk yang single core, Apple M1 dapat skor 1687 sedangkan untuk multi-core mendapatkan skot 7433. Pengujian ini lebih tinggi dibanding Intel Core i9-9980HK pada MacBook Pro 16 inci yang dapatkan skor 1149 untuk single core, dan 7329 untuk multi-core.

Sekalipun ini hanyalah pengujian sintetis, tapi cukup layak dijadikan acuan untuk menggambarkan betapa powerful-nya Apple M1. Anda bisa menjalankan beragam aktivitas produktif seperti pengeditan video, atau bahkan bermain game dengan lebih lancar.

Apple M1 sendiri mengusung empat inti Firestorm berperforma tinggi dan empat inti Icestorm yang hemat daya. Sementara itu, M1 ini juga menghadirkan GPU dengan delapan inti yang mampu menjalankan 25.000 rangkaian perintah dalam sekali waktu.

2. Mengusung Teknologi Neural Network Processing

unified memory architecture

Apple berhasil menunjukkan bahwa mereka mampu menghadirkan teknologi inovatif yang tidak pernah dilakukan pesaingnya, yakni kehadiran Unified Memory Architecture yang mampu melakukan transmisi data dengan lebih cepat. Apple M1 turut hadir dengan core Neural Engine sebanyak 16 inti.

Keberadaan Neural Engine ini memungkinkan prosesor untuk bekerja dengan jauh lebih efisien, mengemas sejumlah teknologi yang powerful ke dalam satu cip saja pada arsitektur bernamakan Unified Memory Architecture. Alhasil, performa dan efisiensi bisa meningkat berkali-kali lipat dibandingkan CPU atau GPU lainnya yang ada di pasaran hingga saat ini.

Bahkan bisa dibilang, MacBook Air ini sungguh layak dianggap satu-satunya yang menghadirkan performa yang tidak terungguli, mampu memaksimalkan potensi dari hardware yang ada sekalipun tampak di bawah spek PC lain yang menggunakan Intel atau AMD.

3. Harganya Cukup Masuk Akal

macbook air m1 harga masuk akal

Tahukah Anda? Bahwa ternyata harga MacBook Air yang menggunakan chipset M1 ini tidak begitu mahal. Dengan menawarkan performa yang bisa berkali-kali lipat lebih bertenaga dibanding laptop biasa, Anda hanya akan ditawarkan dengan banderol harga $999 atau sekitar Rp14 jutaan.

Bahkan untuk seukuran laptop dari Apple, harga segini terbilang terjangkau. Rasio performa ke harga yang didapatkan juga cukup tinggi. Belum tentu Anda akan mendapatkan laptop dengan performa sekencang MacBook Air di harga yang sama.

Jika dibandingkan dengan MacBook Air yang masih pakai Intel, versi M1 ini tidak mengalami pelonjakkan harga sama sekali. Dengan harga yang sama, Anda bisa mendapatkan performa yang lebih gahar. Menarik, bukan?

4. Lebih Hemat Daya

lebih hemat daya

Dikarenakan penggunaan chipset M1 yang efisien, Apple MacBook Air pun tidak akan begitu banyak menghabiskan banyak daya untuk penggunaan sehari-hari ataupun menjalankan perintah berat.

Ekosistem Apple yang menggunakan neural processing membuat kinerja CPU dan GPU-nya lebih teroptimasi lagi. Juga, hal ini mengubah cara komponen berinteraksi dengan satu sama lain, lebih efektif dan efisien dibanding pakai prosesor dari Intel.

MacBook Air M1 ini sendiri memiliki kapasitas baterai LiPo 49,9 W/h, dan mampu menjalankan pemutaran film aplikasi Apple TV hingga 18 jam atau bereselancar di internet selama 15 jam. MacBook Air M1 dikemas dengan adaptor baterai berkoneksikan USB tipe-C pada daya 30 W.

5. Tingkat Kebisingan Lebih Rendah

tingkat kebisingan lebih rendah

Ada satu lagi yang membuat prosesor M1 ini unggul ketimbang Intel dan CPU lainnya, yakni karena MacBook Air M1 ini dapat berjalan dengan lebih sunyi lagi. Bahkan, pada aktivitas yang demanding sekalipun. Seperti yang kita tahu, laptop biasa akan mulai mengeluarkan suara bising karena kipas yang bekerja lebih keras pada aktivitas tertentu.

Kekurangan MacBook Air M1

Bagaimanapun juga, MacBook Air M1 punya beberapa kekurangan yang harus Anda perhatikan, yakni sebagai berikut.

1. Tanpa Dukungan Windows Boot Camp

MacBook Air M1

*Sumber: Dan Ackerman/CNET

Saat laptop ini dirilis, pengguna sama sekali tidak dapat menemukan cara yang mudah untuk menjalankan sistem operasi Windows pada MacBook Air M1. Sebelumnya sih ada software bernama Boot Camp yang berfungsi untuk menjalankan Windows pada produk Mac yang menggunakan Intel.


Boot Camp ini dapat membuat partisi terpisah untuk diinstalkan OS Windows, juga membantu pengguna dalam menginstalkan driver Windows untuk hardware Apple. Hingga saat ini, Boot Camp mendukung hingga penginstalan Windows 10. Karena MacBook Air ini sudah tidak lagi menggunakan Intel, maka dukungan Boot Camp pun ditiadakan dan Anda tidak dapat menginstal OS Windows.

2. Tidak Bisa Pakai eGPU

* sumber: arstechnica.com

Kemampuan GPU pada MacBook Air M1 ini sebenarnya sudah sangat baik, tapi hal ini tentu tidak mencegah keinginan para penggunanya untuk menggunakan GPU eksternal yang lebih powerful. Kabar buruknya, laptop ini kini tidak support penggunaan eGPU.

Sekalipun ia hadir dengan port Thunderbolt, tapi ketika eGPU dicolokkan, laptop ini hanya akan mendeteksinya. Kendati demikian, eGPU tidak akan menambah pada performa seperti saat dicolokkan ke laptop Intel.

Hal ini dibuktikan oleh laman Notebookcheck yang mengatakan kalau produk Mac mampu mendeteksi Blackmagic eGPU dengan VGA Radeon RX 580 tapi tidak bisa berfungsi untuk akselerasi hardware. Beberapa sumber mengatakan kalau kekurangan ini tidak akan berlaku selamanya.

Pada saat artikel ini ditulis sih masih tidak bisa pakai eGPU, tapi bukan tidak mungkin ada penambahan software upgrade yang bisa membuat eGPU berfungsi sepenuhnya.

3. Tidak Support Multiple External Display

tidak support multiple external display

* sumber: www.howtogeek.com

Sebelumnya, MacBook Air yang berjalan dengan prosesor Intel mendukung monitor eksternal sebanyak dua buah yang pakai resolusi 4K. Sedangkan untuk monitor 6K atau 5K, hanya bisa satu monitor saja.

Kalau untuk MacBook Air M1, Anda hanya dapat menggunakan satu eksternal display hingga resolusi 6K pada refresh rate 60 Hz. Artinya, tidak ada dukungan multiple display secara native alias bawaan. Untuk beberapa pekerjaan kreatif seperti videografer atau animator yang butuh banyak monitor, hal ini mungkin akan jadi kekurangan yang mengecewakan.

Jika memang mau menggunakan multiple display, harus mencari cara di luar yang disediakan Apple secara resmi. Contohnya seperti menggunakan adapter DisplayPort dan menginstal DisplayLink.

4. Tidak Dapat Menjalankan Aplikasi Windows Secara Native

hanya bisa jalankan aplikasi windows via emulasi

* sumber: www.engadget.com

Telah dijelaskan tadi bahwa MacBook Air yang berjalan pada chipset M1 tidak menghadirkan fitur Boot Camp untuk menginstal sistem operasi Windows. Alhasil, Anda pun tidak bisa menginstal software yang diperuntukkan untuk Windows.

Sebenarnya ada software Rosetta 2 yang dapat mengubah software yang tadinya hanya kompatibel dengan Mac berbasiskan Intel, kini bisa dijalankan juga pada MacBook Air M1. Namun Rosetta 2 tidak dapat mengubah aplikasi Windows agar kompatibel.

Alhasil Anda pun harus menggunakan aplikasi bernama CrossOver. Nah, karena CrossOver ini hanya berjalan pada Mac yang pakai Intel, Anda harus jalankan CrossOver melalui Rosetta 2. Jadi, pokoknya banyak tahapan yang harus dilakukan, dan itu pun tidak menjamin semua aplikasi Windows bisa berjalan sebaik native.

5. Pilihan Upgrade Lebih Terbatas

pilihan upgrade lebih terbatas

Berbeda dengan MacBook Air berbasiskan Intel yang dapat di-upgrade hingga RAM 32 GB dan SSD 4 TB, nyatanya versi M1 ini lebih terbatas. Anda hanya dapat melakukan upgrade RAM hingga 16 GB, dan storage-nya dapat ditambahkan hingga 2 TB.

Sekalipun versi M1 ini tidak se-lenient versi Intel dalam segi upgrade komponen, kami harus ingatkan kembali kalau M1 punya optimasi hardware yang jauh lebih baik. Misalnya, menggunakan RAM 16 GB pada MacBook Air M1 tetap akan jauh lebih bertenaga ketimbang RAM 16 GB pada versi Intel.

Ternyata MacBook Air M1 ini merupakan upgrade yang layak dimiliki ketimbang generasi sebelumnya. Dengan teknologi Unified Memory Architecture yang tidak dimiliki pesaingnya, dan pengalaman pengguna yang lebih menyenangkan. Transisi dari Intel ke M1 menghadirkan beberapa kelebihan, namun ada kekurangannya juga.

Bagi Anda yang ingin pakai eGPU high-end nampaknya harus bersabar, karena saat artikel ini ditulis MacBook Air M1 memang tidak mendukung penggunaan eGPU. Untungnya, GPU onboard miliknya sudah lebih powerful dibanding kebanyakan mid range VGA pada umumnya. Jadi, tertarik memiliki laptop ini?

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram