carisinyal web banner retina
Carisinyal / Smartphone / Mari Ketahui Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan realme 8!

Mari Ketahui Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan realme 8!

Ditulis oleh Ahmad Tsalis - Diperbaharui 26 April 2021

Generasi terbaru ponsel realme series melenggang secara resmi ke pasar Indonesia pada 7 April 2021. Adalah realme 8 dan realme 8 Pro generasi terbaru itu. Kedua ponsel hadir untuk menggantikan pendahulunya, yakni realme 7 dan realme 7 Pro, sekaligus memanaskan persaingan ponsel kelas menengah.

Ponsel yang akan dibahas dalam artikel ini adalah realme 8. Ponsel ini menjadi andalan realme sebagai ponsel termurahnya yang memakai layar berpanel Super AMOLED. Dibanding IPS LCD, panel keluarga OLED jelas mampu menampilkan konten dengan warna yang lebih hidup. Misalnya, warna putih yang lebih cerah, dan hitam yang lebih pekat.

Profil warna seperti ini kini makin disukai oleh orang-orang. Apalagi, Super AMOLED diklaim relatif hemat konsumsi daya dan canggih karena bisa dijejali sensor sidik jari. Namun, apakah hanya layar Super AMOLED yang jadi daya tarik dari realme 8?

Jawaban dari pertanyaan itu akan segera kamu ketahui dalam artikel kelebihan dan kekurangan realme 8 ini. Kamu yang belum kenal betul ponsel satu ini, bisa membaca spesifikasi singkatnya sebagai berikut:

Spesifikasi realme 8

  • Layar: Super AMOLED, 6,4 inci, Full HD+ (1080 x 2400 piksel)
  • Chipset: Mediatek Helio G95 (12 nm)
  • CPU: Octa-core (2x2,05 GHz Cortex-A76 & 6x2,0 GHz Cortex-A55)
  • GPU: Mali-G76 MC4
  • RAM: 8 GB
  • Memori Internal: 128 GB
  • Memori Eksternal: microSD (slot khusus)
  • Kamera Belakang: 64 MP + 8 MP + 2 MP + 2 MP
  • Kamera Depan: 16 MP
  • Baterai: Li-Po 5000 mAh, tidak dapat dilepas

Spesifikasi selengkapnya...

Kelebihan realme 8

Ponsel dari kelas apa pun pasti membawa kelebihan yang menjadi daya tarik. Khusus buat ponsel kelas menengah seperti realme 8, beberapa kelebihan yang dibawanya tentu tidak sembarangan. Yuk, cermati satu per satu kelebihannya di bawah ini:

1. Tampilan Sip

Kalau punya dua pilihan, mana yang bakal kamu ambil? IPS LCD 90 Hz atau Super AMOLED 60 Hz? Tentu pilihan yang sulit bukan karena tidak ada opsi Super AMOLED 60 Hz. Hal ini seperti yang terjadi pada realme 8 yang memakai panel Super AMOLED dengan laju penyegaran 60 Hz untuk sektor tampilan.

Memakai panel Super AMOLED memang sebuah kemajuan buat ponsel ini mengingat pendahulunya masih dipasangi IPS LCD. Apalagi, di kelas harga Rp3 jutaan, belum banyak ponsel yang mengadopsi tampilan dengan panel keluarga OLED. Sayangnya laju penyegaran 60 Hz merupakan downgrade dari realme 7 yang sudah mendukung 120 Hz.

Akan tetapi, kalau kamu bisa lebih bijaksana melihat, rasa-rasanya layar Super AMOLED 6,4 inci beresolusi Full HD+ sudah lebih dari cukup buat realme 8. Toh Super AMOLED jelas lebih rendah konsumsi daya, dan bisa memberikan tampilan warna yang lebih menyala.

Lebih sip lagi, layar dengan kamera depan punch-hole ponsel ini sudah ditanam sensor pemindai sidik jari. Keren bukan? Tidak cuma di situ, kecerahan maksimal 1000 nit jadi jaminan bahwa realme 8 tidak punya masalah dipakai di bawah terik matahari.

Sandep Sarkar dari laman Gizbot bilang bahwa layar realme 8 bisa menampilkan konten yang sedap pada aplikasi seperti Netflix, Amazon Prime Video, dan YouTube. Saturasi warnanya memang belum menyamai HP kelas atas.

Akan tetapi, kamu akan mendapat sajian warna yang seimbang dan pengalaman seperti mendekati nyata. Adapun layar Super AMOLED di realme 8 juga dibekali fitur Always-on display.

Fitur ini memungkinkan ponsel menampilkan notifikasi di layar dalam kondisi terkunci, tanpa menguras baterai. Terakhir, layar ponsel ini juga punya touch sampling rate 180 Hz yang cukup responsif dalam menerjemahkan sentuhan menjadi gerakan.

2. Performa Mantap

Sisi dapur pacu realme 8 memang tidak berbeda dari pendahulunya, realme 7 (meluncur September 2020). Ya, ponsel ini memakai MediaTek Helio G95. Chipset 8 inti ini diproses dengan fabrikasi 12 nm. Helio G95 terdiri atas dua core kencang Cortex A76 (2,05 GHz) dan enam core irit Cortex A55 (2,0 GHz). Ada lagi GPU Mali-G76 MC4 yang berjalan di kecepatan 900 MHz.

Dilihat sekilas, kamu bisa saja ragu dengan performa yang dihasilkan mengingat fabrikasinya masih dua digit. Akan tetapi, Helio G95 sudah mengadopsi arsitektur Cortex A76 yang modern dan lazim dipakai oleh chipset-chipset kelas menengah terbaru. Snapdragon 720G yang dipasang di realme 8 Pro pun memakai arsitektur ini.

Karena itu, secara teori, chipset ini bisa menghadirkan performa yang mantap buat realme 8. Apalagi jika dipadukan dengan RAM 8 GB LPDDR4X dan memori internal 128 GB berteknologi UFS 2.1.

Uji benchmark sintetis dengan beragam aplikasi pun memberi bukti. David Brendi dalam kanal YouTube Gadgetin menyebut bahwa skor Antutu 8 realme 8 tembus 300 ribuan (300.438).

Menurut David, skor ini lebih tinggi daripada ponsel seharga Rp4-5 jutaan yang memakai Snapdragon 720G. Kemudian, Sandep Sarkar turut menguji realme 8 pada aplikasi Geekbench 5, Sling Shot Extreme-3D Mark, dan PCMark Work Performance 2.0.


Berdasarkan tes yang dilakukan Sarkar pada Geekbench 5, realme 8 memperoleh skor 520 untuk kemampuan singlecore dan 1695 buat multicore. Adapun skor 2637 yang didapat pada uji Sling Shot-Extreme di aplikasi 3D Mark menandakan bahwa kemampuan grafik realme 8 lumayan.

sumber: gizbot.com | Sandeep Sarkar

Sementara itu, uji dengan software PCMark Work Performance 2.0 menghasilkan nilai 9598, cukup bagus di kelas harganya. Skor-skor yang dijelaskan memang masih bias karena uji sintetis hanya mengukur kemampuan ponsel dalam sekali waktu. Pengujian berdasarkan pengalaman sehari-harilah yang membuktikan seberapa tangguh performa ponsel ini di kondisi nyata.

Menurut pengalaman Ankita Garg dari Indian Express, realme 8 tak memiliki masalah saat dipakai untuk multitasking. Ponsel dengan sistem operasi Android 11 ini tetap lancar menangani tugas, kendati ada 17 aplikasi yang berjalan di latar belakang.

Garg menambahkan, tidak ada lag atau stutter ketika realme 8 dipakai buat browsing, bermain sosial media, dan menangani berbagai tugas keseharian. Lantas, bagaimana soal kemampuannya menjalankan gim? Lagi-lagi ponsel satu ini memberi kesan yang oke.

Garg berujar, memainkan Genshin Impact pada pengaturan grafis low sangat mulus di realme 8. Satu-satunya hal mengganggu dari sisi performa adalah adanya aplikasi Game Assistant. Menurut Garg, aplikasi ini senantiasa muncul saat ponsel pertama kali membuka aplikasi gim yang baru.

3. Iklan yang Ramah

Produsen asal Tiongkok punya banyak strategi agar bisa menghadirkan perangkat terjangkau dengan spesifikasi unggul. Salah satunya adalah dengan menyertakan iklan. Benar, iklan memang sengaja disuntikkan ke dalam sistem operasi atau antarmuka. Dengan kata lain, pendapatan yang diperoleh produsen dari iklan akan mensubsidi harga ponsel.

Sayangnya, beberapa iklan yang ada justru mengganggu pengalaman pengguna. Lebih-lebih iklan yang muncul secara tiba-tiba dan sulit untuk dikeluarkan. Hanya saja, kasus yang demikian tidak terjadi pada realme 8. Antarmuka realme UI 2.0 berbasis Android 11 yang dipakai ponsel ini punya iklan yang tak mengganggu.

Menurut David Brendi, iklan di realme 8 hanya akan muncul ketika pengguna membuka aplikasi bawaan seperti Theme Store App dan App Store. Itu pun iklannya sesuai dengan aplikasi yang dibuka. Aplikasi seperti File Manager, Kalkulator, Gallery, dan Browser, juga memunculkan iklan yang ramah.

4. Baterai Besar dan Ergonomika Baik

Baterai yang disematkan di dalam bodi realme 8 punya kapasitas cukup besar, yakni 5000 mAh. realme mengklaim bahwa baterai ponsel ini bisa tahan 40 hari jika tidak diapa-apakan (siaga). Lalu, bagaimana ketahanannya kalau dipakai?

Ternyata tidak mengecewakan, lho. Ankita Garg bertutur, dengan mengecas sampai penuh, baterai ponsel ini bisa dipakai seharian. Skenarionya yakni dipakai main gim selama satu jam, foto-foto, menonton beberapa video online, dan sesekali mengecek media sosial.

Sementara itu, menurut David Brendi, main PUBG Mobile di ponsel ini bikin baterainya berkurang 7 persen (dalam kecerahan 60 %). Kemudian, main Mobile Legend 15 menit baterai berkurang 4 persen, main medsos satu jam baterai berkurang 7 menit, dan menonton video YouTube 60 menit baterai berkurang 5 persen.

Semua uji yang dilakukan David memakai jaringan internet dari WiFi. Atas dasar fakta ini, bisa dibilang baterai realme 8 cukup awet. Sudah awet pengecasannya cepat pula. Ya, berkat teknologi pengisian cepat 30 W, mengisi baterai realme 8 dari kosong sampai penuh cuma butuh waktu 1 jam 15 menit, menurut pengujian David Brendi.

Adapun realme 8 juga mendukung pengisian balik untuk mengecas perangkat lain, jika dihubungkan dengan kabel USB OTG. Hal mengesankan selanjutnya adalah, meski baterai yang digendong cukup besar, tubuh ponsel ini tetap ringan dan tipis.

Benar saja, desain Super Slim-Infinite Bold yang dianut membuat realme 8 cuma berbobot 177 g dengan ketebalan 7,99 mm. Hal ini membuat realme 8 cukup ergonomis alias enak digenggam.

5. Sensor Lengkap, Slot Oke Punya

Ponsel seharga Rp3 jutaan lazimnya memang dibekali sensor-sensor yang lengkap. Seperti realme 8 yang punya seluruh sensor esensial, yakni sensor cahaya, proksimiti, kompas, akselerometer, dan giroskop.

Yang menarik, seperti dibahas pada poin tampilan, realme memaksimalkan potensi panel Super AMOLED dengan menaruh sensor sidik jari di bawah permukaan layar. Satu lagi yang tidak ketinggalan, realme 8 juga dibekali NFC yang semakin penting buat zaman sekarang. Misalnya, untuk mengisi saldo e-money.

Selain memberi sensor lengkap, realme juga tidak pelit dengan memberi dua slot kartu nanoSIM plus satu kartu microSD. Hal ini tentu saja menarik, sebab memori internal 128 GB mungkin saja bakal kurang. Khususnya jika kamu gemar mengoleksi film, suka jeprat-jepret, atau senang meng-install banyak gim HD.

6. Kamera Lumayan

Konfigurasi kamera yang dipasang di bodi realme 8 tidak begitu berbeda dari realme 7. Yakni empat kamera belakang dan satu kamera depan. Kamera belakang terdiri atas lensa utama 64 MP, f/1.79; lensa ultrawide 8 MP f/2.25 yang bisa mengambil foto 119˚; lensa makro 2 MP f/2.4; lensa B&W 2 MP f/2.4; serta satu lampu flash.

Sedangkan selingkar kamera depan ponsel ini adalah lensa 16 MP, f/2.45 yang ditenagai sensor Sony IMX471. Secara keseluruhan, hasil jepretan kamera realme 8 masuk kategori lumayan. Buat kamera utamanya, teknologi 4-in-1 binning pixel membuat empat foto beresolusi 16 MP digabung jadi satu foto dengan ukuran 64 MP.

Menurut Sandep Sarkar, kamera utama realme 8 punya dynamic range dan detail bagus, terutama dalam kondisi pencahayaan cukup. Hanya saja, kata Ankita Garg, konsistensinya masih kurang. Kadang-kadang foto terlalu terang (overexposed), kadang-kadang pula saturasi warnanya berlebihan.

Garg melanjutkan, mode portrait (bokeh) di ponsel ini bisa menghasilkan foto close-up dengan detail dan akurasi warna yang cukup. Meski begitu, area yang diblur dengan yang tidak kadang masih sering tidak pas.

Kemudian, mode malam dengan nightscape memang bisa menjamin detail yang cukup. Namun, reproduksi warnanya kurang dan noise tetap ada. Hal ini sangat wajar buat kelas harganya.

Sementara itu, kamera ultrawide realme 8 bisa dinilai cukup. Kamera ini bisa diandalkan jika kamu tak memperoleh sudut pengambilan yang bagus dengan kamera utama. Selanjutnya untuk kamera depan hasilnya cukup.

Adapun kamera belakang realme 8 bisa merekam video dengan resolusi maksimal 4K di 30 fps, sedang kamera depannya mentok di 1080p 30 fps. Ponsel ini pun mampu membikin video slow motion 720p di 240 fps. Berikut ini beberapa contoh foto jepretan realme 8:

sumber: indianexpress.com | Ankita Garg
sumber: https://youtu.be/E2cuT2lHtd4 (Trakin Tech)
sumber: https://youtu.be/E2cuT2lHtd4 (Trakin Tech)
sumber: https://youtu.be/E2cuT2lHtd4 (Trakin Tech)
sumber: https://youtu.be/E2cuT2lHtd4 (Trakin Tech)

Kekurangan realme 8

Sulit untuk menemukan hal yang bisa dinilai sebagai kekurangan pada realme 8. Sebab, beberapa hal yang masuk ke dalam poin kekurangan bisa saja dimaklumi karena banderol harganya. Berikut kekurangan realme 8 menurut Carisinyal:

1. Desain Terlalu Mencolok

realme tampaknya berupaya merombak desain pada generasi terbaru ponsel realme series. Hal ini dibuktikan dengan susutnya bobot dan ketebalan pada realme 8. Dengan berat 177 g dan ketebalan 7,99 mm, realme 8 lebih enteng 19,5 g serta lebih tipis 1,41 mm ketimbang realme 7. Perubahan ini tentu patut diapresiasi.

Upaya realme dalam merombak desain tidak berhenti di situ. Pasalnya, mereka juga coba menghadirkan penampilan anyar yang lebih segar. Dimulai dari penataan kamera belakang dengan formasi 2-2 di dalam modul persegi. Lalu, dilanjutkan dengan penyertaan tagline "Dare To Leap" yang ditulis besar-besar di kover belakang si ponsel.

Pemberian tulisan tagline tersebut dapat dipahami bahwa produsen ponsel asal Tiongkok ini ingin para penggemarnya bangga dengan produk realme. Karena itu, tulisan ini dipampang secara stand out (menonjol), yang bisa menarik perhatian orang.

Hanya saja, desain yang diberi nama Infinite Bold ini mungkin hanya akan diminati oleh kalangan remaja. Profesional, mahasiswa, dan orang dewasa lainnya bisa saja tidak suka dengan sesuatu yang terlalu mencolok ini. Terutama pada varian warna cyber silver yang tulisan tagline-nya punya aksen kerlip pelangi.

Sementara varian warna cyber black masih bisa dimaklumi karena tagline dicetak dengan samar-samar. Bisa jadi, orang dewasa yang terlanjur meminang realme 8 varian warna cyber silver langsung membeli case guna menutupi sisi yang berlebihan tersebut.

2. Speaker Belum Stereo

realme 8 sebetulnya sudah bagus karena mendukung sertifikasi audio resolusi tinggi 24-bit/192kHz. Hal ini berarti bahwa, ponsel ini bisa memutar file audio berkualitas (bitrate tinggi) - melebihi kualitas file audio yang disimpan di sebuah keping CD.

Hanya saja, potensi realme 8 mengeluarkan suara yang bagus terhambat karena speaker yang dipasang masih tunggal alias mono, bukan stereo. Satu speaker itu berada di bawah. Kendati speaker-nya disetel oleh perusahaan audio asal Swedia, Dirac, tetap saja suaranya tak semantap speaker stereo.

Demikian ulasan mengenai kelebihan dan kekurangan realme 8. Ponsel ini dapat dibeli dengan harga Rp3.599.000 di situs resmi realme dan berbagai toko online. Selain memperoleh perangkatnya, pembeli akan mendapat kabel USB C, adaptor 30 W, ejektor SIM, pelindung layar, case, buku panduan, dan kartu informasi garansi dalam paket penjualan.

Jika ditimbang-timbang dari segi harga jual dan kemampuannya, realme 8 tentu bisa menjadi salah satu pilihan yang layak dibeli. Alasannya antara lain karena HP ini performanya oke, baterainya awet, pengisiannya cepat, dan kameranya lumayan. Dipegang pun enak karena bentuknya tipis dan berbobot ringan.

Hanya saja, dengan desain mencolok, realme 8 mungkin bakal lebih cocok untuk remaja yang ingin tampil beda dan lebih ekspresif. Ponsel ini juga cocok buat kamu yang belum sempat membeli realme 7. Secara harga dan performa, kedua ponsel ada di kisaran sama.

Namun, realme 8 unggul pada bagian layar AMOLED dan ergonomika. Sedangkan realme 7, yang dirilis September 2020, bisa jadi alternatif jika kamu tidak suka desain terlalu mencolok. Alternatif lain di rentang harga mirip yang bisa dilirik adalah Samsung Galaxy A32 (Rp3,6 juta, 128/6 GB) dan Redmi Note 10 Pro (Rp3,5 juta, 64/6 GB).

Galaxy A32 menawarkan desain yang lebih kalem, antarmuka yang stabil dan bersih ala OneUI, dan jaminan upgrade sistem operasi sampai 3 tahun, dengan dukungan patch keamanan sampai tahun keempat.

Sedangkan Redmi Note 10 Pro unggul dalam hal chipset (Snapdragon 732G), speaker stereo, laju penyegaran tinggi (120 Hz), dan kamera yang lebih andal. Sekarang, kamu mau pilih yang mana?

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram