carisinyal-web-banner-retina 35

Inilah Kelebihan dan Kekurangan HP Buatan Samsung

Ditulis oleh Hilman Mulya Nugraha

Salah satu merk ponsel pintar yang namanya terkenal secara global tentunya adalah Samsung. Sang merk raksasa ini sudah lama berkecimpung di dunia gadget, bahkan sebelum kehadiran ponsel Android.

Perusahaan yang didirikan di Korea Selatan ini telah beridiri sejak 1938, awalnya sebagai perusahaan perdagangan namun kini sudah merambah ke berbagai macam industri, termasuk salah satunya bidang ponsel pintar.

Samsung sendiri saat ini termasuk ke dalam perusahaan papan atas di dunia. Hal tersebut bisa tercapai berkat dedikasi yang tak kenal lelah dalam menghadirkan inovasi dan kualitas baik pada setiap produk yang dirilis.

Mau tahu apa saja yang jadi kelebihan dan kekurangan ponsel Samsung? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Kelebihan Samsung

Rasanya mustahil ada orang yang tidak mengenal nama Samsung, terlebih bagi para generasi muda yang sering up-to-date soal berita-berita gadget. Yuk, simak sejumlah kelebihan Samsung di bawah ini!

1. Branding yang Kuat

samsung_

Di tengah pasar yang makin penuh dengan merek baru dan nama seri yang kadang bikin pusing, Samsung tetap jadi pilihan yang paling jelas dan paling aman. Keunggulan mereka sekarang bukan cuma soal popularitas, tapi soal kepercayaan yang sudah terbentuk lama.

Harus diakui, Samsung adalah satu-satunya brand Android yang punya gengsi setara dengan Apple. Kalau seseorang butuh HP flagship selain iPhone, jawabannya hampir selalu Samsung Galaxy seri S atau seri Z yang bisa dilipat. Memakai HP lipat atau seri Ultra dari Samsung punya nilai prestise yang sulit ditandingi brand lain, meskipun spesifikasi di atas kertas milik kompetitor terlihat lebih menggoda.

Untuk kelas menengah, ada seri A yang jadi pilihan orang yang ingin HP Samsung dengan harga lebih ramah. Mereka juga menyediakan seri M yang di Indonesia kadang hadir dan kadang tidak, tergantung strategi pasar.

Di luar soal gengsi, kekuatan nama Samsung juga memberi rasa aman. Buat pengguna awam yang malas riset soal chipset atau jenis storage, Samsung adalah opsi paling aman.

Pembeli tahu bahwa dengan memilih Samsung, mereka mendapatkan kualitas yang sesuai standar global, data terlindungi lewat Samsung Knox, dan tidak perlu khawatir soal layanan purnajual karena pusat servisnya tersebar di banyak tempat.

2. Galaxy AI dan Jaminan Update OS Panjang

Galaxy AI

Sebagai salah satu pemimpin industri teknologi, Samsung dikenal konsisten dalam menghadirkan inovasi lebih awal. Di saat kompetitor masih berfokus pada angka spesifikasi di atas kertas, Samsung telah melangkah lebih jauh dengan menjadikan ponselnya lebih cerdas.

Komitmen ini dibuktikan melalui kehadiran ekosistem Galaxy AI. Meskipun istilah Kecerdasan Buatan (AI) mungkin terdengar rumit bagi sebagian pengguna, implementasi Galaxy AI pada perangkat Samsung justru dirancang sangat praktis untuk penggunaan sehari-hari. 

Fitur-fiturnya jauh dari kesan membingungkan. Sebagai contoh, terdapat Circle to Search yang memungkinkan pengguna mencari informasi produk atau objek hanya dengan melingkarinya di layar.

Ada pula Live Translate, yang mampu menerjemahkan percakapan lintas bahasa secara langsung saat panggilan telepon berlangsung. Hal ini membuktikan bahwa teknologi AI di Samsung adalah fitur fungsional yang benar-benar membantu produktivitas, bukan sekadar pelengkap.

Kenyamanan pengguna juga didukung oleh antarmuka One UI yang dikenal intuitif dan matang. Namun, nilai tambah terbesar Samsung saat ini terletak pada masa pakai perangkatnya. 

Untuk lini flagship, Samsung menetapkan standar baru dengan memberikan jaminan pembaruan sistem operasi (OS) dan keamanan hingga 7 tahun. Ini memastikan perangkat tetap relevan dan aman untuk digunakan dalam jangka waktu yang sangat panjang.

Kabar baiknya, komitmen luar biasa ini tidak hanya eksklusif untuk ponsel premium. Lini entry-level seperti Galaxy A07 juga mendapatkan dukungan perangkat lunak yang sangat panjang, yakni 6 kali pembaruan OS dan 6 tahun pembaruan keamanan.

Dukungan jangka panjang seperti ini sangat langka ditemukan pada ponsel di rentang harga Rp 1-2 jutaan, yang biasanya hanya mendapatkan pembaruan selama satu atau dua tahun. Dengan jaminan 6 tahun ini, membeli ponsel Samsung di kelas terjangkau sekalipun menjadi investasi yang aman karena perangkat dipastikan tidak akan cepat usang atau ketinggalan zaman.

3. Kualitas Layar yang Matang dan Nyaman di Mata

layar samsung galaxy s25 fe

Jika hanya melihat spesifikasinya, posisi Samsung mungkin terlihat sedikit tertinggal. Kompetitor kini berani menawarkan angka-angka fantastis, seperti refresh rate 144Hz atau tingkat kecerahan layar hingga 4.000 nits. Namun, pengalaman penggunaan di dunia nyata seringkali berbeda dengan angka di atas kertas.

Panel Dynamic AMOLED 2X andalan Samsung masih menjadi standar emas untuk kematangan kualitas layar. Fokus utamanya bukan lagi sekadar seberapa terang layar tersebut bisa menyala, melainkan pada akurasi warna dan kenyamanan mata pengguna. 

Mulai dari seri Galaxy A56 hingga Galaxy S25 Ultra, reproduksi warnanya terasa jauh lebih natural dan konsisten. Tampilan warnanya tidak dibuat terlalu mencolok atau berlebihan yang justru bisa membuat mata cepat lelah.

Keunggulan lain yang sulit ditiru adalah teknologi lapisan anti-pantulan cahaya, seperti yang ada pada Gorilla Glass Armor di seri flagship. Fitur ini sangat efektif mengurangi silau dari matahari atau lampu ruangan. 

Hasilnya, layar tetap terlihat jelas dan hitam pekat di luar ruangan tanpa harus memaksakan kecerahan ke level maksimal yang bisa menguras baterai dan memanaskan perangkat.Bisa dibilang layar adalah salah satu keunggulan terbaik dari Samsung jika dibandingkan brand Android lainnya. 

4. Ekosistem Paling Seamless di Android

Samsung Galaxy Ekosistem

Jika ekosistem Apple sering dijadikan tolok ukur kenyamanan dan integrasi antarperangkat, maka di dunia Android, Samsung adalah satu-satunya yang mampu menawarkan pengalaman setara. Ekosistem Galaxy dirancang agar setiap perangkat dapat terhubung dan bekerja sama dengan sangat mulus (seamless), menciptakan pengalaman penggunaan yang produktif dan efisien.

Integrasi ini terasa sangat praktis dalam skenario sehari-hari. Fitur seperti Auto Switch memungkinkan Galaxy Buds berpindah koneksi secara otomatis dari ponsel ke tablet saat Anda memutar video, tanpa perlu melakukan pairing ulang. 

Selain itu, fitur Multi Control memungkinkan Anda menyalin teks atau gambar di ponsel Galaxy, lalu menempelnya (paste) langsung di Galaxy Tab atau Galaxy Book semudah bekerja di satu perangkat.

Selain Galaxy Watch dan Galaxy Buds, kini hadir juga Galaxy Ring, cincin pintar yang fokus pada pemantauan kesehatan. 

Menariknya, jika Galaxy Ring digunakan bersamaan dengan Galaxy Watch, kedua perangkat ini mampu berbagi tugas untuk memberikan data kesehatan yang lebih akurat sekaligus menghemat konsumsi baterai masing-masing secara signifikan.

Belum lagi soal SmartThings. Dengan fitur ini, pengguna dapat memantau dan mengontrol perangkat elektronik rumah seperti TV, AC, hingga mesin cuci Samsung langsung dari ponsel. Kemudahan dan keterikatan ekosistem inilah yang menjadi nilai tambah besar, membuat pengguna Samsung merasa sangat terbantu dan enggan beralih ke merek lain.

5. Build Quality yang Baik di Hampir Semua Produk

Samsung Galaxy XCover 7 Pro

Salah satu kelebihan produk Samsung adalah build quality produknya yang bagus. Samsung berhasil menciptakan standar kualitas yang merata, sehingga kesan "murahan" nyaris tidak ditemukan lagi, bahkan pada seri kelas menengahnya. Saat Anda menggenggam Galaxy A56 atau Galaxy S25, keduanya sama-sama memberikan sensasi kokoh dan presisi yang meyakinkan.

Keunggulan utamanya terletak pada fitur ketahanan terhadap air dan debu. Di saat beberapa kompetitor masih menjadikan fitur ini sebagai nilai jual eksklusif untuk ponsel mahal, Samsung sudah menjadikannya standar di lini yang lebih luas. 

Seri menengah seperti Galaxy A5x dan A3x series secara konsisten hadir dengan sertifikasi IP67. Artinya, ponsel ini aman meski tidak sengaja tercebur ke dalam air tawar hingga kedalaman 1 meter. 

Sementara untuk lini flagship Galaxy S Series, standarnya lebih tinggi lagi dengan IP68, memberikan perlindungan maksimal di berbagai kondisi.

Selain tahan air, material yang digunakan juga tergolong premium di kelasnya. Samsung kerap membekali lini ponselnya dengan pelindung layar kelas atas seperti Gorilla Glass Victus (atau bahkan Gorilla Glass Armor di seri Ultra) yang sangat tahan goresan. 

Bingkai bodinya pun menggunakan material Armor Aluminum yang diklaim lebih kuat dan tahan benturan dibanding aluminium biasa. Kombinasi material tangguh dan perlindungan air ini menjadikan HP Samsung salah satu yang paling "badak" dan awet untuk penggunaan jangka panjang.

6. Kualitas Kamera yang Bagus untuk Media Sosial

Samsung Galaxy S25 Ultra cover

Dalam dunia fotografi smartphone, Samsung mungkin tidak selalu memimpin dalam hal besaran angka megapiksel jika dibandingkan dengan beberapa brand kompetitor. Namun, Samsung memenangkan hati pengguna melalui konsistensi. 

Kamera di ponsel Samsung umumnya dikenal memiliki karakter yang sangat dapat diandalkan. Pengguna cukup menekan tombol shutter untuk mendapatkan hasil foto yang tajam serta layak pamer dalam berbagai kondisi pencahayaan tanpa perlu pengaturan manual yang rumit.

Keunggulan lain yang membuat Samsung sulit digantikan adalah optimalisasinya terhadap aplikasi pihak ketiga. Meskipun beberapa brand Android lain mulai meningkatkan kualitas kamera di aplikasi sosial media, Samsung tetap menjadi pemimpin dalam hal stabilitas dan integrasi. 

Mereka menjalin kerja sama mendalam dengan pengembang aplikasi seperti Instagram dan TikTok. Kerja sama ini memungkinkan fitur canggih kamera bawaan, seperti pemrosesan AI dan Super HDR, dapat berjalan optimal langsung di dalam aplikasi tersebut.

Hasilnya sangat terasa perbedaannya. Video Instagram Story atau TikTok yang diunggah dari HP Samsung, terutama seri Galaxy S dan Galaxy A kelas atas, terlihat jauh lebih jernih dan stabil dibandingkan kebanyakan HP Android lainnya. 

Selain itu, kemampuan video Samsung juga patut diacungi jempol karena stabilitas rekamannya yang sering dianggap terbaik di ranah Android. Bagi para penggemar konser, fitur Space Zoom pada seri Ultra juga masih menjadi juara. Kemampuan memotret panggung dari jarak jauh dengan jernih menjadikan Samsung perangkat wajib yang selalu dicari saat momen konser tiba.

7. Memiliki Badan R&D yang Solid

samsung research_

Semakin teknologi berkembang, semakin banyak ponsel flagship yang memiliki fitur serupa. Namun di antara semuanya, Samsung Galaxy S series merupakan salah satu yang pertama kali hadirkan fitur inovatif yang menjadi inspirasi bagi brand lain.

Hal ini karena Samsung memiliki tim R&D (Research and Development) terbaik untuk senantiasa hadirkan inovasi terdepan dan menciptakan nilai-nilai baru untuk setiap produknya.

Pusat R&D milik Samsung dinamakan Samsung Research, memiliki visi untuk membentuk masa depan dengan inovasi dan kecerdasan. Hal ini direalisasikan dengan cara mengidentifikasikan area untuk dikembangkan dan menciptakan teknologi tingkat lanjut pada produk dan layanannya.

Samsung Research ini telah menjalin kolaborasi dengan 14 pusat R&D lainnya yang tersebar di 12 negara di dunia serta 7 pusat pengembangan AI untuk mendapatkan teknologi inovatif yang dapat meningkatkan kehidupan penggunanya.

Sehingga, tidak heran produk-produk smartphone besutan Samsung di pasaran senantiasa hadirkan fitur unik dan pengalaman pengguna yang sulit didapatkan di brand lain.

8. Punya Fitur Samsung DeX

samsung dex

Salah satu fitur yang seringkali ditunggu-tunggu oleh fans Samsung adalah Samsung DeX dan Samsung Wireless DeX. Fitur ini akan menyulap ponsel Samsung menjadi desktop dengan hanya menghubungkannya ke monitor atau TV eksternal, baik menggunakan kabel maupun nirkabel.

Hadirnya Samsung DeX dan Samsung Wireless DeX memiliki sejumlah kelebihan, yakni memungkinkan pengguna untuk melihat konten pada display yang lebih luas, meningkatkan produktivitas dengan dukungan multi-window, dan mempermudah kolaborasi antarperangkat berkat antarmuka drag and drop.

Tidak semua ponsel Samsung punya fitur ini. Umumnya ponsel dan tablet kelas atas mereka yang punya fitur ini. Menariknya, Google juga akhirnya membuat Android versi Desktop mulai Android 16. Itu berarti semua ponsel Android punya potensi untuk hadirkan fitur ini.

Oh yah, mode desktop Android 16 memang mirip dengan Samsung DeX, karena keduanya menawarkan pengalaman layaknya desktop dengan multi-jendela pada layar eksternal. Namun, Samsung DeX saat ini lebih matang dengan beberapa fitur yang belum tersedia di Android 16, sementara solusi bawaan Android 16 lebih terintegrasi ke dalam OS Android dasar.

9. Layanan Purnajual (Service Center) Terluas dan Mudah Diakses

samsung service center

Salah satu alasan utama mengapa banyak pengguna enggan beralih dari Samsung adalah ekosistem layanan purnajualnya yang sangat prima. Sebagai pemimpin pasar yang sudah lama beroperasi di Indonesia, Samsung memiliki jaringan pusat perbaikan atau Service Center yang paling luas dan merata. 

Lokasinya tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau hingga ke tingkat kabupaten. Hal ini memberikan kemudahan akses bagi konsumen di berbagai daerah jika sewaktu-waktu perangkat mereka mengalami kendala.

Kualitas pelayanannya pun dikenal memiliki standar yang tinggi. Ketersediaan suku cadang untuk berbagai model, mulai dari seri entry-level hingga flagship, umumnya lebih terjamin dibandingkan brand yang baru berkembang. 

Selain itu, Samsung juga menyediakan aplikasi Samsung Members yang sangat membantu. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat melakukan pengecekan mandiri terhadap kesehatan ponsel, berkonsultasi langsung dengan teknisi secara online, hingga memesan jadwal perbaikan agar tidak perlu antre lama di lokasi servis.

Samsung juga menawarkan program perlindungan tambahan bernama Samsung Care+. Layanan ini memberikan perlindungan ekstra terhadap kerusakan yang tidak disengaja, seperti layar pecah atau kerusakan akibat cairan, yang biasanya tidak ditanggung oleh garansi standar.

Dukungan purnajual inilah yang bikin tenang. Dengan tempat servis yang tersebar di mana-mana, suku cadang yang terjamin, dan adanya proteksi tambahan, Anda tidak perlu was-was saat menggunakan HP Samsung dalam jangka panjang.

10. Dilengkapi Fitur Keamanan Samusng Knox mulai dari Model Terjangkau

samsung knox vault

Samsung punya nilai plus besar di sektor keamanan lewat Samsung Knox. Ini adalah platform keamanan yang sudah pre-installed di hampir semua HP Samsung keluaran baru. Fungsinya untuk menjaga data sensitif pengguna secara real time, mulai dari keamanan sistem sampai proteksi terhadap ancaman digital.

Tidak hanya itu, Samsung Knox juga menyediakan solusi manajemen perangkat untuk kebutuhan bisnis. Fitur ini memudahkan admin IT perusahaan untuk mengatur, memantau, mendistribusikan, sampai menganalisis perangkat karyawan.

Jadi, smartphone Samsung bukan hanya cocok untuk konsumen umum, tetapi juga ideal sebagai perangkat produktivitas yang mudah dikelola oleh tim IT agar tetap aman dan stabil.

Yang makin menarik, Samsung kini turut menerapkan Samsung Knox Vault bahkan di HP terjangkau mereka. Contohnya di Galaxy A06 dan Galaxy A07. Padahal seri ini sebelumnya jarang dilengkapi fitur keamanan.

Knox Vault sendiri merupakan lapisan keamanan tingkat lanjut yang memisahkan data sensitif dari sistem utama. Cara kerjanya, Knox Vault menempatkan data penting seperti PIN, kata sandi, biometric, dan encryption keys ke dalam chip khusus yang terisolasi dari prosesor utama. Dengan begitu, data tetap aman meskipun terjadi peretasan pada sisi perangkat lunak.

Ilustrasinya sederhana. Sistem keamanan biasa melindungi ruangan, sementara Knox Vault menyediakan brankas di dalam ruangan tersebut. Brankas ini punya perlindungan tambahan sehingga lebih sulit ditembus.

Itulah mengapa diterapkannya Knox Vault di HP Samsung kelas terjangkau jadi kelebihan besar, karena fitur keamanan sekelas flagship bisa dinikmati pengguna dengan dana terbatas.

Kekurangan Samsung

Meski hadirkan segudang kelebihan, Samsung sebagai brand tetap saja memiliki sejumlah kekurangan, yakni sebagai berikut.

1. Spesifikasi Dasar (RAM & Storage) Terasa Pelit

harga samsung galaxy A07

Samsung memang laris manis di pasaran. Sayangnya, mereka terbilang agak pelit soal spesifikasi dasar. Di saat banyak kompetitor mulai berani memberi memori besar sebagai standar, Samsung masih terkesan menahan diri, baik untuk HP kelas murah maupun kelas atas.

Contohnya di segmen entry-level. Di era aplikasi yang makin berat, RAM 4 GB sudah mulai kewalahan untuk kebutuhan multitasking. Standar ideal saat ini sebenarnya sudah bergeser ke 6 GB. Namun, Samsung masih mempertahankan opsi RAM 4 GB di Galaxy A07. Akibatnya, pengalaman pemakaian bisa cepat terasa lambat saat membuka banyak aplikasi sekaligus.

Di segmen yang lebih mahal pun terasa sama. Ambil contoh Galaxy S25 FE. Dengan harga sekitar Rp8,9 jutaan, varian dasarnya masih memakai konfigurasi 8 GB RAM dan 128 GB penyimpanan. Untuk kelas harga tersebut, spesifikasinya memang terasa kurang kompetitif.

Bandingkan saja dengan kompetitor di rentang harga yang mirip. Banyak brand lain yang sudah menawarkan RAM 12 GB dengan storage 256 GB bahkan 512 GB. Artinya, pengguna Samsung harus merogoh kocek lebih dalam untuk kapasitas memori yang lebih kecil, yang pada akhirnya bisa bikin cepat kehabisan ruang penyimpanan dalam penggunaan jangka panjang.

2. Paket Penjualan Minim dan Kecepatan Charger Maksimal 45 Watt

travel adapater charger samsung

Seperti Apple, Samsung adalah merk yang jarang menyediakan charger pada boks penjualannya. Mungkin masih bisa dimaklumi untuk ponsel di kelas flagship. Namun, nyatanya Samsung juga melakukan hal ini pada jajaran HP mid-range.

Ini adalah langkah yang tidak pro-konsumer dari sisi Samsung, mengharuskan pembeli untuk mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan charger secara terpisah. Padahal, charger Samsung original dengan daya 25 watt dibanderol dengan harga cukup mahal .

Keluhan yang satu ini sudah jadi cerita lama bagi pembeli HP Samsung. Berbeda dengan banyak kompetitor yang masih memberikan paket lengkap, Samsung tetap bertahan dengan gaya penjualan yang super minimalis dan cenderung irit.

Saat membeli HP Samsung, baik seri Galaxy A yang ramah kantong maupun seri Galaxy S yang mahal, Anda akan disambut kotak tipis dengan isi yang sederhana. Di dalamnya biasanya hanya ada unit HP, kabel data USB-C ke USB-C, dan alat untuk membuka slot kartu SIM. Anda tidak akan menemukan kepala charger, casing bawaan, ataupun lapisan anti-gores.

Dampaknya? Konsumen harus menyiapkan uang tambahan. Setelah membayar jutaan rupiah untuk ponselnya, Anda masih perlu membeli kepala charger original agar perangkat bisa dipakai seperti biasa. Namun, biasanya beberapa seri ada yang hadirkan paket bundling dengan charger Samsung yang kalau tidak 18 watt, 25 watt, atau 45 watt.

Ya, kecepatan pengisian daya Samsung tidak lebih dari 45 watt. Setidaknya, saat ini mereka belum mengembangkan charger di atas 45 watt.

Ini memang bukan masalah besar. Pada pemakaian sehari-hari, durasi pengisian dari nol sampai penuh antara 25W atau 45W dengan kecepatan 67W yang dipakai kompetitor biasanya hanya berselisih beberapa menit saja. Namun, sensasi fast charging di menit-menit awal memang tidak sedramatis yang ditawarkan brand lain.

3. Masih Terlalu Hati-hati di Urusan Baterai

Samsung Galaxy A05s

Saat brand Tiongkok mulai ramai memakai teknologi baterai baru seperti silicon carbon, Samsung justru terlihat belum mau ikut melangkah ke arah yang sama. Padahal, teknologi silicon carbon ini memungkinkan kapasitas baterai yang lebih besar, misalnya 6.000 mAh, tetap muat di bodi yang ramping. 

Di sisi lain, Samsung masih bertahan dengan baterai Lithium-Ion konvensional sehingga kapasitas 5.000 mAh seakan jadi angka wajib yang tidak berubah dari tahun ke tahun.

Buat para tech enthusiast, keputusan ini jelas terasa mengecewakan. Mereka sebenarnya bisa saja mendapatkan daya tahan baterai yang lebih lama atau desain HP yang lebih tipis jika Samsung berani mencoba teknologi baru. Tidak sedikit yang akhirnya merasa Samsung seperti “jalan di tempat”.

Namun, sikap konservatif ini sebenarnya punya alasan. Samsung tampaknya lebih memprioritaskan keamanan dan ketahanan jangka panjang. 

Baterai Lithium-Ion sudah terbukti stabil, mudah diprediksi, dan tidak cepat mengalami degradasi. Ini cocok dengan komitmen Samsung untuk memberikan update software sampai 7 tahun karena mereka butuh baterai yang bisa tetap sehat selama itu.

Jadi, kekurangan ini bergantung dari sudut pandang. Kalau Anda mencari HP dengan teknologi baterai paling mutakhir serta kapasitas super besar dalam bodi tipis, Samsung memang bukan pilihannya. Tapi kalau Anda mengutamakan baterai yang aman, stabil, dan lebih tahan lama, pendekatan Samsung yang main aman ini justru terasa masuk akal.

4. Desain Terlalu Seragam

samsung

Membangun identitas visual yang konsisten itu penting, tetapi Samsung tampaknya sedikit kelewat jauh sampai semua HP-nya terlihat hampir sama. Saat ini, bahasa desain Samsung terasa begitu seragam di semua lini produknya dan hal ini jadi pisau bermata dua untuk pengguna.

Samsung memakai desain tiga cincin kamera vertikal tanpa modul (floating camera) secara merata. Mulai dari Galaxy A07 yang harganya sejutaan, Galaxy A56 di kelas menengah, sampai Galaxy S25 yang harganya sudah belasan juta, semuanya punya tampilan belakang yang benar-benar mirip.

Paling yang paling kentara beda adalah ponsel lipat mereka dan Galaxy S seri Ultra. Seri lainnya hampir mirip desain belakangnya.

Untuk pengguna seri entry-level, ini jelas keuntungan karena HP murah mereka terlihat lebih premium. Namun, bagi pembeli seri flagship, kondisi ini justru jadi kekurangan besar. Eksklusivitasnya berkurang. Ketika seseorang mengeluarkan dana belasan juta rupiah, wajar jika mereka mengharapkan desain yang terasa lebih istimewa dibanding HP kelas bawah.

Kurang pas rasanya ketika ponsel premium yang Anda pakai sulit dibedakan dari HP sejutaan yang ada di sebelah Anda. Desain Samsung memang terlihat rapi, bersih, dan timeless, tetapi ia kehilangan karakter yang menegaskan kelas produknya.

Strategi satu desain untuk semua membuat lini flagship Samsung terlihat kurang menonjol secara visual, terutama jika dibandingkan dengan kompetitor yang berani menghadirkan desain unik khusus untuk model termahalnya.

Nah, kini setelah Anda tahu kelebihan dan kekurangan Samsung di atas, bagaimana pendapat Anda soal merk smartphone asal Korea Selatan tersebut? Apa yang paling Anda sukai dari ponsel Samsung? Bagikan di kolom komentar di bawah, ya.

cross