carisinyal web banner retina

Menilik 7 Kelebihan dan Kekurangan ZTE Blade V50 Design

Ditulis oleh Ahmad Tsalis

ZTE tampaknya masih malu-malu kucing sejak kembali ke Indonesia pada 2022. Pasalnya, belum banyak produk yang mereka keluarkan. Kalaupun ada produk baru yang dijual, rilisnya terkesan diam-diam.

Hal itu seperti ZTE Blade V50 Design yang bakal saya bahas di artikel ini. Ponsel yang di beberapa negara dinamai ZTE Axon 50 Lite ini tiba-tiba nongol di e-commerce pada awal Oktober 2023. Selebaran terkait HP ini bahkan baru diunggah di akun media sosial resmi ZTE beberapa hari setelahnya.

Kendati demikian, dengan banderol harga Rp1 jutaan, HP ini saya rasa punya value yang menarik. Namun, Anda perlu menyimak ulasan yang saya siapkan. Intisarinya bisa Anda intip di tabel berikut.

*Tabel ini bisa digeser ke samping
Kelebihan
Kekurangan
Desain menarik, bobot tidak berat
Jenis sensor kurang lengkap
Layar IPS 90 Hz yang lebar
Kamera ultrawide absen, mikrofon cuma satu
Performa harian mumpuni
Belum punya IP Rating dan NFC
Tangkapan kamera lumayan
Belum ada keterangan soal update software
Baterai dan pengisian cepat memadai
Paket penjualan cukup lengkap
Ada audio jack, slot microSD, dan radio FM

Bagaimana impresi Anda setelah melihat rangkuman di atas? Semakin penasaran dengan HP yang satu ini? Silakan baca artikel ini sampai habis agar Anda semakin mengenali ZTE Blade V50 Design.

Spesifikasi ZTE Blade V50 Design

ZTE Blade V50 Design
Layar IPS LCD 6.6 inci
Chipset UNISOC Tiger T606
RAM 8 GB
Memori Internal 128 GB
Kamera 50 MP (wide) 2 MP (macro) 2 MP (depth)
Baterai Li-Po 5000 mAh
Kelebihan & Kekurangan Baca di sini
Cek Harga Saat Ini Shopee Lazada Blibli

Kelebihan ZTE Blade V50 Design

Ada tujuh hal yang membuat ZTE Blade V50 Design menarik. Tujuh hal menarik tersebut belum tentu bisa Anda jumpai di HP lain dengan rentang harga yang sama. Apa saja itu? Simak selengkapnya di bawah ini.

1. Desain Menarik, Bobot Tidak Berat

zte blade v50 design

Bagian depan ZTE Blade V50 Design mungkin terlihat kurang keren. Bezel bawahnya agak tebal, sedangkan model lubang kamera depannya masih water drop notch. Akan tetapi, jika melihat desainnya secara keseluruhan, penampilan HP ini masih cukup menarik, terlepas dari modul kameranya yang mirip iPhone.

ZTE Blade V50 Design mengusung desain tepi penutup belakang dan frame yang rata (flat). Desain flat disukai oleh sebagian orang karena membuat ponsel punya kesan yang serius. Beberapa pengulas yang saya rujuk juga mengapresiasi desain ZTE Blade V50 Design.

zte blade v50 design

Alasannya karena build quality bodi HP ini solid, walaupun materialnya terbuat dari bahan polikarbonat. Di bagian belakang, back cover yang dipakai masih polikarbonat, tetapi dibuat mirip seperti kaca. Ia bersifat reflektif sehingga bisa memantulkan cahaya.

Meski begitu, pengulas dalam kanal YouTube Consume Global bilang bahwa penutup belakangnya bukan tipe yang gampang meninggalkan sidik jari. Varian warna Violet Sunrise buat saya jadi opsi yang paling menarik. Namun, jika Anda ingin penampilan yang lebih kalem, silakan ambil Diamond Black.

Sayangnya warna varian hijau yang tak kalah menarik tidak masuk ke Indonesia. Hal menarik lain dari bodi ZTE Blade V50 Design adalah dimensinya cukup ramah dalam genggaman. Ketebalannnya sekitar 8,3 mm saja dengan bobot 182 gram. Ia masih enak dipakai dengan satu tangan.

2. Layar IPS 90 Hz yang Lebar

zte blade v50 design

ZTE membekali Blade V50 Design dengan layar IPS LCD 6,6 inci yang lebar. Tampilan warna layar berpanel IPS LCD memang tak sekeren panel keluarga OLED, terutama soal kontras. Kendati demikian, layar HP ini sudah bisa sajikan visual yang cukup baik.

Tidak ada masalah saat dipakai untuk menonton video atau film di berbagai platform. Demikian seperti yang dituturkan reviewer dalam kanal YouTube RANDOM: Tech & Vlogs. Hanya saja, untuk digunakan di kondisi outdoor, kecerahan layarnya agak kurang.

Layar HP ini masih menyimpan dua hal menarik lagi. Pertama, resolusinya Full HD+ (1080 x 2408 piksel) yang membuat tampilan punya detail tinggi. Kedua, sudah ada dukungan refresh rate 90 Hz yang membuat pengalaman scrolling terasa mulus.

3. Performa Harian Mumpuni

UNISOC tiger t606

Dapur pacu ZTE Blade V50 Design cukup meyakinkan untuk sebuah HP 1 jutaan. SoC yang dipakainya adalah UNISOC Tiger T606 plus RAM 8 GB dan memori internal 128 GB.

Masih ada fitur penambah RAM virtual hingga 8 GB. Namun, fitur itu rasanya tidak perlu diaktifkan mengingat RAM bawaan HP ini sudah besar. RAM 8 GB mampu mengakomodasi aktivitas multitasking yang lancar serta mendukung SoC untuk mengeluarkan kemampuan tertingginya.

Ngomong-ngomong, UNISOC Tiger T606 terbukti punya performa yang mumpuni. Ada banyak HP yang beredar di Indonesia pakai SoC tersebut. Sebut saja itel S23, Samsung Galaxy A03, dan saudara Blade V50 Design yakni ZTE Blade V40 Vita.

Secara clockspeed, Tiger T606 memang tidak tinggi. Namun, CPU-nya memiliki core performa. Itulah yang membuatnya gegas dalam menangani beban kerja harian sekaligus gaming kasual.

Rancangan CPU-nya terdiri atas dua core performa Cortex A75 (1,6 GHz) dan enam core efisiensi Cortex A55 (1,6 GHz). SoC bikinan TSMC via fabrikasi 12 nm ini memakai GPU Mali-G57 MP1 dengan clockspeed 650 MHz.

Kanal YouTube Denek32 Fenix memperlihatkan skor AnTuTu 10 ZTE Axon 50 Lite/Blade V50 Design ada di kisaran 230.102. Namun, unit yang diuji memiliki RAM 4 GB. Maka besar kemungkinan ada kenaikan skor untuk unit Indonesia yang punya RAM 8 GB.

Kanal tersebut juga menunjukkan bahwa Blade V50 Design lancar menjalankan gim Call of Duty Mobile dengan setelan grafik "medium" dan frame rate "high". Jika Call of Duty Mobile saja lancar, gim lain seperti PUBG Mobile dan Mobile Legends tentu saja bukan masalah.

4. Tangkapan Kamera Lumayan untuk Kelas Harganya

zte blade v50 design

ZTE Blade V50 Design mengusung konfigurasi tiga kamera belakang. Kamera utamanya punya resolusi 50 MP dengan bukaan f/1.8. Dua kamera lainnya adalah kamera bonus berupa kamera makro dan sensor kedalaman. Masing-masing 2 MP dengna bukaan f/2.4.

Kamera utama si ponsel sifatnya autofokus dan ditemani satu lampu flash. Di sisi muka ada kamera depan fixed focus 8 MP dengan bukaan f/2.0. Baik kamera utama dan kamera depan dapat hasilkan rekaman video beresolusi Full HD (1080p) 30 FPS.

Berdasarkan sampel yang saya lihat di sejumlah kanal YouTube, kamera Blade V50 Design mampu ciptakan foto yang lumayan. Catatannya hanyalah foto mesti diambil di situasi outdoor dengan pencahayaan cukup.

zte blade v50 designSumber: Consume Global
Kamera utama
zte blade v50 designSumber: Isa Marcial
Kamera depan

Warnanya terlihat realistis, sedangkan detail dan rentang dinamisnya cukup. Kalau foto diambil di situasi pencahayaan sulit, misalnya backlight, seringkali eksposurnya kurang sip. Sorotan cahaya yang mengenai objek utama kurang maksimal.

Mengaktifkan mode HDR bisa membantu kamera meningkatkan hasilnya. Begitu juga dengan mode malam saat Anda mengambil foto di malam hari.

Kalau untuk videonya, saya rasa kualitasnya cukup saja. Fitur penstabilan video belum ada lantaran HP ini tak punya sensor giroskop.

5. Baterai dan Pengisian Cepat Memadai

zte blade v50 design

Ukuran baterai ZTE Blade V50 Design sudah memenuhi standar masa kini, yaitu 5000 mAh. Dengan begitu, HP ini sanggup menemani aktivitas penggunanya selama sehari penuh.

Dalam pengujian yang dilakukan kanal YouTube RANDOM: Tech & Vlogs, Blade V50 Design mampu mencatatkan screen on time 6 jam 11 menit. Adapun HP ini juga dibekali teknologi pengisian cepat 22,5 Watt.

Dengan charger bawaan 22,5 Watt, baterai kosong Blade V50 Design bisa terisi penuh dalam waktu kira-kira 1 jam 43 menit. Hasil itu merujuk pada pengujian yang dilakukan YouTuber teknologi asal Meksiko Isa Marcial. Bukan durasi yang paling cepat memang, tetapi sudah memadai.

6. Paket Penjualan Cukup Lengkap

zte blade v50 design

ZTE Blade V50 Design dipasarkan dengan paket penjualan yang cukup lengkap. Meski tidak ada earphone dan screen protector, setidaknya kabel USB C dan charger masih tersedia. Casing pelindung dan SIM ejector jadi aksesori lain yang ada dalam boks si ponsel.

Pengguna pun tinggal membeli tempered glass untuk mengamankan layar Blade V50 Design dari risiko tergores benda tajam. Jika bingung mau beli tempered glass yang mana, Anda bisa membaca artikel tempered glass terbaik terlebih dahulu.

7. Ada Audio Jack, Slot microSD, dan Radio FM

zte blade v50 design

Anda mungkin tidak akan memperoleh teknologi paling mutakhir ketika membeli HP kelas entri. Namun, teknologi yang ketinggalan justru masih dicari-cari oleh banyak orang karena menguntungkan.

Demikianlah yang terjadi pada ZTE Blade V50 Design. HP ini masih punya audio jack 3,5 mm yang kini sudah banyak ditinggalkan oleh HP kelas menengah atas dan HP flaghip. Ia juga masih punya slot microSD sebagai solusi untuk meningkatkan ruang simpan.

Buat Anda yang tidak berlangganan platform seperti Spotify, JOOX, ataupun YouTube Music, masih ada Radio FM. Colokkan saja earphone ke HP ini, maka Anda bisa dengarkan musik secara gratis dari berbagai stasiun radio.

Kekurangan ZTE Blade V50 Design

Selalu ada alasan mengapa orang merasa tidak cocok dengan sebuah produk. Itu wajar karena sebuah produk memang tidak diciptakan untuk semua orang. Beberapa catatan di bawah ini merupakan hal yang mungkin membuat Anda kurang cocok menggunakan ZTE Blade V50 Design.

1. Jenis Sensor Kurang Lengkap

zte blade v50 design

ZTE Blade V50 Design memiliki sensor akselerometer, proksimitas, dan cahaya. Ada juga sensor pemindai sidik jari yang terletak di samping, tepatnya di tombol power. Posisi itu menurut saya adalah posisi terbaik karena mudah dijangkau oleh ibu jari.

Hanya saja, keempat sensor itu masih kurang. Blade V50 Design melupakan sensor kompas yang fungsinya krusial untuk menentukan arah mata angin. Selain itu, HP ini belum punya sensor giroskop yang fungsinya banyak. Salah satu fungsinya adalah untuk menciptakan sistem penstabil rekaman video.

2. Kamera Ultrawide Absen, Mikrofon Cuma Satu

zte blade v50 design

Rekaman video Blade V50 Design memang biasa saja. Ketidakstabilan perekaman jadi faktor utamanya. Namun, video yang dihasilkan juga rawan "membisu". Pasalnya, HP ini cuma punya satu mikrofon yang letaknya di dekat port USB C.

Ketika mikrofon itu tak sengaja tertutupi tangan saat merekam, sudah pasti audionya bermasalah. Suaranya bisa pelan sekali dan tidak jelas.

Hal lain yang bikin sektor kamera HP ini terlihat inferior adalah konfigurasinya. Praktis di kamera belakang cuma ada kamera utama yang bisa diandalkan. Dua kamera sisanya, kamera makro dan sensor kedalaman, hanya berfungsi sebagai dekorasi.

Kamera makro sih bisa-bisa saja dipakai buat ambil gambar. Namun, hasilnya tentu kurang elok untuk dipamerkan di media sosial.

3. Belum Punya IP Rating dan NFC

zte blade v50 design

HP 1 jutaan kalau tidak punya IP rating sebetulnya adalah hal yang wajar. Namun, kalau ada, pastinya bisa menambah daya tarik sebuah HP. Minimal IP53 yang menjamin HP tersebut tidak kenapa-kenapa ketika kena debu dan percikan air.

Untuk masalah ini, ZTE Blade V50 Design belum punya. Berbeda dari NFC. Ketiadaan fitur ini cukup disayangkan. Jika saja ada, HP ini mungkin jadi salah satu HP murah incaran warga kota yang sering naik kereta listrik ataupun orang yang sering melintasi jalan tol.

Dengan NFC, sebuah HP bisa digunakan untuk mengecek dan mengisi saldo yang ada di dalam kartu e-money.

4. Belum Ada Keterangan soal Update Software

zte blade v50 design

Para penguji tak memiliki keluhan dengan software ZTE Blade V50 Design. HP ini disuntik sistem operasi Android 13 dengan antarmuka MyOS.

Antarmuka tersebut sangat mirip dengan Android polosan. Ringan, simpel, dan stabil. Ada beberapa fitur yang ditambahkan, tetapi tidak banyak. Hal lain yang perlu diapresiasi adalah bloatware-nya tidak banyak. Pokoknya software di HP ini tak akan bikin performa jadi lelet.

Hanya saja, ZTE belum memberi keterangan soal pembaruannya. Belum ada kabar terkait apakah versi Androidnya akan ditingkatkan atau tidak, dan apakah sistem keamanannya bakal diperbarui berapa lama.

Simpulan

Sudah banyak HP dengan performa mumpuni yang dijual di harga 1 jutaan. Namun, jika Anda ingin mencari HP dengan experience Android polosan, ZTE Blade V50 Design adalah solusinya.

Android polosan tak ada iklannya, minim bloatware, dan bikin performa HP jadi ngebut. Hal yang bikin menarik Blade V50 Design tak cuma itu. Penampilan HP ini juga trendi, tampilan layarnya oke, dan kameranya masih bisa diandalkan di kondisi pencahayaan cukup.

Daya tahan baterainya tidak akan mengecewakan buat Anda yang memakai HP secara intensif. Hanya saja, HP ini bukanlah all rounder dengan paket lengkap. Dengan hargannya yang 1 jutaan, harus ada sektor yang dikorbankan.

Kamera ultrawide belum ada, begitu juga dengan sensor giroskop dan kompas yang absen. Lalu HP ini tak punya NFC yang sebenarnya bisa meningkatkan nilai jual.

Jika Anda bukan kalangan maniak foto dan video, tak sering naik kereta listrik, dan tidak main game shooter dengan kontrol gerakan, Blade V50 Design bakal bisa jadi andalan.

HP ini bakal cocok buat pengguna kasual yang memerlukan perangkat untuk keperluan multimedia, media sosial, dan sesekali main game. Tertarik dengan ZTE Blade V50 Design?

Kategori:
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram