carisinyal web banner retina

Perbedaan OLED, AMOLED, Super AMOLED, Dynamic AMOLED, dan LTPO AMOLED

Ditulis oleh Ananda Ganesha M
ARTIKEL INI ADA VERSI INGGRISNYA!
Jika meng-update artikel ini, WAJIB tulis link-nya di sheet ini

Sejumlah smartphone menggunakan panel layar IPS LCD dengan kontras rasio lebih terbatas dan reproduksi warna yang "seadanya". Jika Anda ingin merasakan pengalaman visual layar yang lebih menyenangkan, sebaiknya pilih perangkat smartphone yang suguhkan panel OLED.

Panel OLED punya segudang kelebihan, seperti efisiensi daya lebih tinggi, warna yang lebih luas, serta kontras rasio yang tidak tertandingi. OLED pun memiliki beberapa "keturunan" yakni AMOLED, Super AMOLED, Dynamic AMOLED, dan juga LTPO AMOLED. Kami juga menambahkan tentang Super Retina XDR OLED.

Masing-masing dari jenis panel OLED tersebut memiliki ciri khas yang unik dan beragam. Jika nama-nama tersebut kurang familier di telinga Anda, berikut ini kami sajikan poin-poin perbedaan antara panel OLED tersebut.

OLED memang memiliki jenis panel turunan yang begitu banyak dan beragam. Tapi jangan khawatir, Anda hanya perlu simak poin-poin di bawah untuk mengerti perbedaannya.

1. OLED

OLED merupakan singkatan dari Organic Light Emitting Diode. Tidak seperti panel IPS LCD yang membutuhkan backlight sebagai sumber cahaya, piksel-piksel pada panel OLED dapat mengeluarkan cahaya sendiri ketika dialiri listrik.

Panel OLED sendiri terdiri atas lapisan bahan semikonduktor organik yang terletak antara dua electrode. OLED juga dapat diartikan sebagai dioda cahaya organik yang menjelma sebagai semikonduktor untuk memancarkan cahaya.

Berkat kemampuannya dalam memancarkan cahaya secara organik tanpa bantuan backlight, panel OLED pun dinilai lebih hemat daya ketimbang IPS LCD. Kelebihan dari panel OLED juga biaya produksinya yang cenderung lebih murah dibandingkan AMOLED ataupun jenis OLED turunan lainnya.

Panel OLED menghadirkan sudut tampilan yang lebih luas dari LCD, fleksibel, serta sanggup menampilkan warna hitam sesungguhnya yang berujung pada kontras rasio tinggi.

Terlepas dari kelebihannya, panel OLED berpotensi terkena isu burn in atau image retention. Ketika menampilkan elemen visual statis di tempat yang sama dengan durasi panjang, lama-lama ia akan berbayang dan membekas secara permanen di layar.

2. AMOLED

poco m4 pro

AMOLED adalah sebuah pembaharuan dari panel OLED. Panel ini memiliki sejumlah peningkatan yang membuatnya mampu berikan visual lebih baik. AMOLED memiliki kepanjangan Active-Matrix Organic Light Emitting Diode. AMOLED adalah teknologi yang dikembangkan Samsung.

Dibandingkan OLED, Anda bisa menikmati beragam kelebihan AMOLED seperti masa pakai yang lebih panjang, lebih tahan terhadap cuaca ekstrim, serta tingkat brightness atau pencahayaan yang lebih tinggi.

Sama seperti OLED, AMOLED juga tidak membutuhkan backlight sehingga ia mampu menjaga ketahanan baterai agar tidak mudah cepat habis. Kontras rasio AMOLED juga sangat baik, mampu mencapai tingkatan pencahayaan terendah di 0 nit (true black).

Response time yang dihadirkan juga lebih cepat dari mayoritas panel LCD. Sehingga, panel AMOLED cenderung cocok untuk bermain gim sekaligus untuk menikmati indahnya visual di layar karena akurasi warnanya yang baik.

Sayangnya, biaya produksi untuk AMOLED memang lebih tinggi dibandingkan IPS LCD ataupun OLED biasa. Itulah mengapa AMOLED awalnya hanya dimiliki ponsel flagship saja.

Seiring teknologi berkembang, mulai bermunculan ponsel terjangkau yang pakai AMOLED. Tapi, umumnya ponsel murah dengan AMOLED tidak akan tawarkan refresh rate tinggi di saat bersamaan. Oh ya, seperti OLED, AMOLED juga memiliki risiko terkena burn in jika menampilkan warna yang sama terus menerus di satu piksel.

3. Super AMOLED

Samsung Galaxy A33 5G cover
Samsung Galaxy A33, salah satu ponsel Samsung yang pakai Super AMOLED

Jika AMOLED merupakan bentuk peningkatan dari OLED, maka Super AMOLED bisa dibilang bentuk peningkatan dari AMOLED. Sama seperti AMOLED biasa, Super AMOLED pun dapat menampilkan kontras rasio tidak terbatas karena absennya lapisan backlight di dalamnya sehingga masing-masing piksel menampilkan cahayanya sendiri.

Saat tidak dialiri listrik (ketika layar menampilkan bagian berwarna hitam), maka piksel tersebut benar-benar tidak menyala. Itulah mengapa ponsel dengan panel IPS LCD atau TN TFT tidak dapat menerapkan fitur AOD (Always On Display).

Dibandingkan dengan AMOLED biasa, Anda bisa ekspektasikan peningkatan dari sisi konsumsi daya dan juga tingkat kecerahan layar sebanyak 20%. Super AMOLED juga disinyalir mampu mengurangi pantulan cahaya matahari hingga 80% dibandingkan AMOLED, seperti yang diklaim pihak Samsung.

Super AMOLED merupakan versi tingkatan yang menggabungkan sensor sentuh dengan layar itu sendiri, alih-alih berlapis di atasnya. Oleh karena itu, Super AMOLED pun lebih tipis jika dibandingkan panel OLED biasa.

4. Dynamic AMOLED / Dynamic AMOLED 2X

Samsung Galaxy S23 Ultra
Samsung Galaxy S23 Ultra dikemas dengan panel Dynamic AMOLED 2X

Hadir pada 2019, panel Dynamic AMOLED merupakan peningkatan dari Super AMOLED. Semua sifat Super AMOLED juga dimiliki oleh Dynamic AMOLED ini. Bedanya, Samsung memberikan tambahan sertifikasi HDR10+ sehingga membuat warna, kontras, dan tingkat kecerahannya jadi jauh lebih baik lagi.

Panel Dynamic AMOLED juga mendukung gamut warna DCI-P3 sehingga layar akan senantiasa tampilkan warna yang punchy dalam setiap tingkat kecerahan.

Adapun untuk kelebihan lainnya, Dynamic AMOLED cenderung lebih minim dalam hasilkan emisi cahaya biru. Dengan begitu, mata pengguna jadi tidak mudah lelah.

Dynamic AMOLED juga sering kali memiliki tambahan nama "2X" di belakangnya, menandakan bahwa layar tersebut punya refresh rate dua kali lipat yaitu 120 Hz.

Selain Dynamic AMOLED, Samsung juga mengeluarkan varian panel lainnya yang disebut dengan E4 AMOLED. Singkatnya, ini merupakan generasi lanjutan dari Super AMOLED yang diluncurkan pada 2020. Seperti Dynamic AMOLED, E4 AMOLED juga didukung oleh sertifikasi HDR10+ dan gamut warna DCI-P3.

E4 AMOLED juga telah mendapatkan sertifikat Display Mate A+, mengusung akurasi warna delta E di bawah 1, mendukung refresh rate 120 Hz dan juga touch sampling rate 240 Hz.

Uniknya lagi, E4 AMOLED turut didukung teknologi MEMC (Motion Estimation Motion Compensation) yang dapat meningkatkan frame rate pada video yang ditonton.

5. LTPO AMOLED

oppo find x5 pro pencahayaan layar_
LTPO AMOLED memungkinkan OPPO Find X5 Pro untuk menurunkan refresh rate saat layar statis

LTPO AMOLED merupakan teknologi panel yang dibesut oleh Apple. LTPO sendiri merupakan singkatan dari Low Temperature Polycrystalline Oxid, dirancang khusus agar sanggup mengatur refresh rate menjadi serendah mungkin ketika tidak terdeteksi adanya aktivitas di layar.

LTPO AMOLED awalnya digunakan Apple untuk produk smartwatch-nya yang diberi nama Apple Watch. Seperti yang kita ketahui, jam tangan pintar membutuhkan efisiensi daya setinggi mungkin agar bisa tahan lama tanpa harus terlalu sering dicas.

Dengan penggunaan LTPO AMOLED, refresh rate pada layar Apple Watch dapat diturunkan hingga 1 Hz saat menampilkan gambar statis, dan kembali ke 60 Hz ketika layar digunakan (di-swipe). Sehingga, baterai bisa jauh lebih awet dari seharusnya.

Seiring berkembangnya teknologi, LTPO AMOLED pun digunakan pada smartphone kelas atas, seperti OPPO Find X3 Pro, OPPO Find X5 Pro, dan Samsung Galaxy Z Flip3. Kekurangan dari panel ini, produksi panel layar ini sangat mahal, sehingga hanya dimiliki oleh ponsel flagship saja.

6. Super Retina XDR OLED

iphone 14 pro aod_

Selain LTPO AMOLED, Apple juga memiliki varian panel OLED lainnya yang dinamakan Super Retina XDR OLED. Panel ini pertama diterapkan pada iPhone 11 Pro dan iPhone 11 Pro Max, memiliki luas rentang dinamis yang lebih ditingkatkan lagi, sehingga warna hitamnya benar-benar terlihat pekat dengan warna putih yang terlihat begitu murni.

Bukan cuman itu, Apple juga mengklaim bahwa Super Retina XDR OLED merupakan varian OLED terbaik di industri dalam kaitannya mencegah isu burn in. Menurut Apple, ponsel memiliki algoritma khusus yang dapat memonitor penggunaan masing-masing piksel secara individu untuk menghasilkan data kalibrasi.

Kemudian, iPhone pun akan melakukan penyesuaian tingkat kecerahan masing-masing piksel secara otomatis. Cara ini dilakukan agar piksel tidak menampilkan warna yang sama dalam waktu lama.

Kini setelah Anda mengetahui perbedaan dari beragam jenis panel OLED, Anda bisa tentukan pilihan ingin membeli smartphone dengan panel yang mana. Panel Super AMOLED sudah dimiliki oleh ponsel kelas harga Rp 2 jutaan.

Sedangkan, varian-varian OLED lainnya seperti Dynamic AMOLED, E4 AMOLED, dan LTPO AMOLED masih dimiliki oleh ponsel-ponsel kelas atas saja.

Kategori:
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram