Carisinyal / Review / Review Samsung Galaxy S10, Unggul di Banyak Sektor Tapi Ada Kekurangan

Review Samsung Galaxy S10, Unggul di Banyak Sektor Tapi Ada Kekurangan

Ditulis oleh - Diperbaharui 9 September 2019

Salah satu ponsel kelas atas yang selalu saya ingin coba adalah Samsung Galaxy S Series. Sejak hadir dan banyak diidamkan, Samsung Galaxy S Series memang menarik. Banyak daya tarik yang ditawarkan oleh ponsel dari Samsung Galaxy S Series ini. Kesempatan untuk mencoba Samsung Galaxy S Series akhirnya datang juga ketika di meja Carisinyal, hadir Samsung Galaxy S10 yang siap saya ulas.

Ya, Samsung Galaxy S10 itu, yang harganya di atas Rp10 juta, yang punya saudara bernama Samsung Galaxy S10e dan Samsung Galaxy S10 Plus. Ketika datang di meja saya, Samsung Galaxy S10 itu datang dengan kotak hitam bertuliskan “S10” dengan ukuran besar.

Ketika kotak hitam itu dibuka, hadir sebuah ponsel dengan desain menarik hadir. Di dalamnya juga hadir sebuah charger fast charging berwarna putih dan tentu yang menarik, yaitu headset AKG. Sisanya, seperti kotak ponsel pada umumnya yang biasanya terdapat kabel charger, SIM injector, dan juga buku panduan.

Samsung Galaxy S10

Tidak banyak yang ingin saya katakan soal buku panduan. Lebih baik langsung saja bahas soal pengalaman saya memakai Samsung Galaxy S10 ini. Seperti apakah Samsung Galaxy S10 ini? Simak ulasannya berikut ini.

Spesifikasi Samsung Galaxy S10

Umum

  • Diumumkan
    Februari, 2019
  • Jaringan
    2G, 3G, 4G
  • SIM Card
    Single SIM (Nano-SIM) atau Hybrid Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)

Body

  • Dimensi
    149.9 x 70.4 x 7.8 mm
  • Berat
    157 g

Layar

  • Jenis
    Dynamic AMOLED capacitive touchscreen
  • Ukuran
    6.1 inci
  • Resolusi
    1440 x 3040 pixels, 19:9 ratio (~550 ppi density)

Hardware

  • Chipset
    Exynos 9820 Octa (8 nm)
  • CPU
    Octa-core (2x2.7 GHz Mongoose M4 & 2x2.3 GHz Cortex-A75 & 4x1.9 GHz Cortex-A55)
  • GPU
    Mali-G76 MP12

Memori

  • RAM
    8 GB
  • Memori Internal
    128 GB
  • Memori Eksternal
    microSD, hingga 512 GB (menggunakan slot SIM 2) - untuk model dual SIM

Kamera Utama

  • Jumlah Kamera
    3
  • Resolusi
    12 MP + 12 MP + 16 MP
  • Fitur
    f/1.5-2.4, 26mm (wide), 1/2.55", 1.4µm, Dual Pixel PDAF, OIS + f/2.4, 52mm (telephoto), 1/3.6", 1.0µm, AF, OIS, 2x optical zoom + f/2.2, 12mm (ultrawide) + LED flash, auto-HDR, panorama
  • Video

Kamera Selfie

Konektivitas

  • Wlan
    Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac/ax, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot
  • Bluetooth
    5.0, A2DP, LE, aptX
  • Infrared
  • NFC
  • GPS
    A-GPS, GLONASS, BDS, GALILEO
  • USB
    3.1, Type-C 1.0 reversible connector

Baterai

  • Jenis
    Li-Ion
  • Kapasitas
    Non-removable 3400 mAh
  • Wireless Charging
  • Fitur
    Fast battery charging 15W
    Fast wireless charging 15W
    Power bank/Reverse wireless charging 9W

Fitur

  • OS (Saat Dirilis)
    Android 9.0 Pie
  • Sensor
    Fingerprint (under display), accelerometer, gyro, proximity, compass, barometer, heart rate, SpO2
    - ANT+
    - Bixby natural language commands and dictation
    - Samsung DeX (desktop experience support)
  • 3.5mm Jack
  • Warna
    Prism White, Prism Black, Prism Green, Prism Blue, Canary Yellow, Flamingo Pink
  • Lainnya
    - Samsung Pay (Visa, MasterCard certified)
    - IP68 dust/water proof (hingga 1,5 meter selama 30 menit)
    - HDR10
    - Always-on display

Desain

Samsung Galaxy S10

Samsung Galaxy S10 yang saya ulas adalah varian Prism White. Varian ini meruakan seri Samsung Galaxy S10 yang hadir menawarkan warna putih tetapi jika dilihat sekilas, warnanya cenderung ke arah biru atau hijau, jika menilik bagian belakang bodinya.

Bodi belakang ini memakai frame aluminium yang dibalut dengan kaca pelindung Corning Gorilla Glass 5. Jelas hal ini membuat bagian belakang bodi ponsel terlihat cukup kokoh. Terlebih fakta kalau bodi Samsung Galaxy S10 sudah mengantongi sertifikasi IP68, jelas membuat ponsel ini terasa lebih tangguh.

Meskipun sudah mengantongi sertifikasi IP68 yang berarti ponsel ini sudah anti air, saya tidak akan coba-coba langsung mengetesnya. Tidak dengan cara sengaja tentunya.

Oh yah, Samsung Galaxy S10 yang saya pegang ini memang terasa sangat premium. Tiap sudut dan lekukannya tampak menyatu sehingga tidak terkesan licin di tangan. Samsung benar-benar memerhatikan soal desainnya. Tidak hanya sisi desainnya, Samsung juga mempertahankan keberadaan port audio jack di bagian bawah. Port tersebut bersama speaker mengapit port USB Type-C di bagian bawah ponsel layar.

Samsung Galaxy S10

Di bagian samping kanan, Samsung menempatkan tombol power yang hadir sendirian. Biasanya di bagian ini juga hadir tombol volume, tetapi bagian tombol volume ini ternyata ada di sebelah kiri tepat di atas tombol Bixby.

Kehadiran tombol Bixby ini sempat mendapat kritikan di seri sebelumnya. Mengapa? Karena tidak sedikit yang merasa Bixby kurang berguna jika dibandingkan Google Asisstant. Kini, di Samsung Galaxy S10, tombol Bixby masih tetap dipertahankan tetapi fungsinya bisa diubah ke fungsi lain seperti ke Samsung Assitant dengan cara satu kali klik dan dua klik untuk pindah ke aplikasi lain. Tidak ada opsi untuk mematikan tombol Bixby ini.

Lantas, dimana slot untuk SIM dan microSD? Ternyata, Samsung menempatkan slot ini di bagian atas ponsel, berbarengan dengan mic. Oh yah, slot yang digunakan di Samsung Galaxy S10 ini adalah slot hybrid SIM (dual SIM atau single SIM with microSD).

Samsung Galaxy S10

Samsung Galaxy S10

Dengan bobot yang hanya 157 gram, Samsung Galaxy S10 ini terasa lebih pas di tangan. Feel di tangan tampak terasa enteng, tidak berat, sehingga membuat saya lebih mudah membawa ponsel ini, bahkan cukup pas ketika dimasukan ke dalam saku celana sekalipun.

Namun, ada satu hal yang cukup mengganjal buat saya pribadi. Desain bodi Samsung Galaxy S10 ini meskipun tergolong bagus, tetapi terasa kurang menarik. Warna modelnya yang cenderung terlihat pucat memang cukup berbeda tetapi tidak terkesan “wah” sama sekali.

Layar

Samsung Galaxy S10

Samsung Galaxy S10 series pada akhirnya harus mengikuti tren ponsel kekinian, yakni menghadirkan kamera depan dengan bentuk yang sekecil mungkin. Khusus di Samsung Galaxy S10, keberadaan kamera depan tidak seperti notch pada umumnya tetapi hadir dengan bentuk bulatan yang menempel di layar. Samsung menyebutnya sebagai punch hole display alias Infinity O-Display.

Infinity O-Display ini hadir di sebelah pojok kiri Samsung Galaxy S10. Keberadaannya cukup bisa diantisipasi dengan memakai wallpaper khusus Samsung Galaxy S10 yang biasanya bakal menutupi bagian Infinity O-Display ini. Tetapi ketika ponsel ini digunakan, misalnya ketika menonton video, lubang bulatnya terlihat di bagian sudut kiri atas. Cukup aneh saya membiasakan melihat layar smartphone dengan lubang hitam di bagian salah satu sudutnya.

Oh yah, saya belum bicara soal teknis layar. Layar pada Samsung Galaxy S10 ini hadir dengan layar 6,1 inci dan memiliki resolusi 1440 x 3040 piksel. Layarnya hadir dengan rasio 19:9 dengan kerapatan layar 550 ppi. Tipe panel layar yang digunakan adalah Dynamic AMOLED, bukan Super AMOLED.

Dynamic AMOLED ini adalah teknologi panel layar pengembangan dari Samsung Galaxy S10. Teknologi ini mampu menghasilkan tampilan layar yang baik, terlebih layar di ponsel ini juga sudah mendukung HDR10+.

Tampilan layar yang baik ini pun diakui oleh DisplayMate.com, sebuah situs yang sering mengulas soal layar sebuah perangkat elektronik. DisplayMate menganggap layar Samsung Galaxy S10 ini sebagai smartphone dengan kualitas layar terbaik. Terlebih, selain tampilan visualnya yang baik, layar pada ponsel ini juga sudah cukup kokoh karena dilapisi pelindung Corning Gorilla Glass 6.

Tanpa klaim dari salah satu situs penilai kualitas layar, saya sendiri juga mengakui kejernihan dan ketajaman layar dari Samsung Galaxy S10. Ketika melihat pertama kali layar dari ponsel ini, saya kagum dengan tampilan layarnya yang cukup jernih, Padahal ternyata, resolusi bawaan yang diatur default di Samsung Galaxy S10 adalah FHD+ alias 2280 x 1080 piksel.

Saya baru tahu hal ini ketika mengecek di bagian resolusi layar. Di bagian ini, terdapat opsi untuk mengatur resolusi layar yang digunakan. Resolusi layar maksimal adalah WQHD+ alias 1440 x 3040 piksel. Tetapi secara default, resolusi yang diatur adalah FHD+.

Opsi pengubah resolusi layar di Samsung Galaxy S10

Saya bisa mengubah resolusi layar ini sesuai yang saya inginkan. Saya mencoba memakai tiga resolusi tersebut. Yang paling nyaman jelas WQHD+. Hanya harus diingat, penggunaan resolusi tinggi berpotensi membuat penggunaan konsumsi baterai lebih cepat habis.

Penggunaan resolusi HD+ juga masih nyaman tetapi terasa kurang optimal. Oh yah, perpindahan resolusi layar ini mengharuskan ponsel untuk disetel ulang alias restart agar layar bisa menyesuaikan dengan tampilan resolusi yang dipilih. Jika tidak, tampilan layar dalam membuka aplikasi akan tampak tidak nyaman, seperti tulisan yang terlalu besar misalnya.

Samsung Galaxy S10

Samsung Galaxy S10

Bisa disimpulkan, kalau tampilan layar Samsung Galaxy S10 memang tajam. Reproduksi warna yang dihasilkan tergolong baik dan tajam. Tidak ada keluhan untuk tampilan layar ini karena memang Samsung Galaxy S10 ini menghadirkan layar yang cukup jernih. Bahkan, kualitas layarnya masih tergolong cukup jelas ketika layarnya terkena sinar matahari langsung.

User Interface

OneUI Samsung Galaxy S10

Samsung Galaxy S10 hadir dengan tampilan antarmuka OneUI yang berbasis Android Pie. OneUI memberikan pengalaman yang cukup menyenangkan dan memang terasa lebih baik jika dibandingkan Samsung UX 9.0 seperti yang tersemat di Samsung Galaxy S10.

Tampilan ikon OneuI tidak terlalu kaku dan ukuran cukup fleksibel. Artinya, ukurannya juga bisa disesuaikan dengan selera penggunanya, misalnya ikon tidak tampak terlalu besar atau tidak tampak terlalu kecil. Selain itu, OneUI juga memberikan pengalaman perpindahan aplikasi yang baik dan terasa cukup smooth. Fitur di OneUI juga tergolong lengkap serta mudah dipahami meskipun oleh pengguna pemula.

Performa

Samsung Galaxy S10

Sekarang, mari bicara bagian paling menyenangkan, performa. Mengapa menyenangkan? Yah\ karena performa dari sebuah ponsel sering jadi acuan kenapa orang harus membeli ponsel tersebut. Lantas, seperti apa performa dari Samsung Galaxy S10 ini? Untuk menjawabnya, biarkan skor Antutu di bawah ini yang menjawabnya.

Antutu Samsung Galaxy S10

Meskipun Antutu tidak menggambarkan performa yang sebenarnya alias tidak terlalu presisi untuk menebak performa tetapi sering jadi tolak ukur performa sebuah ponsel. Dan angka 323 ribu jelas bukan angka yang kecil. Angka ini jelas lebih tinggi jika dibandingkan skor Antutu Snapdragon 845 seperti yang terlihat di Asus Zenfone 5z maupun Asus ROG Phone.

Skor Geekbench juga menunjukan angka yang tinggi untuk sebuah ponsel kelas atas. Skor single-core Geekbench 4 dengan angka 4.395 dan skor multi-core Geekbench 4 dengan angka 9.647 jelas bukan angka yang kecil. Angka Geekbench 4 ini malah lebih menunjukan performa sebuah ponsel dibandingkan skor Antutu.

Geekbench 4 Samsung Galaxy S10

Skor Geekbench 4  dan Antutu yang tinggi ini jelas karena Samsung Galaxy S10 dibekali dengan Exynos 9820. Chipset besutan Samsung ini dibuat berdasarkan fabrikasi 8 nm yang tentu memberikan performa lebih baik dengan konsumsi baterai yang lebih hemat.

Dengan chipset yang memiliki prosesor kencang (2×2.73 GHz Mongoose M4 & 2×2.31 GHz Cortex-A75 & 4×1.95 GHz Cortex-A55), saya tidak menemukan kendala berarti ketika memakai Samsung Galaxy S10. Tidak ada lag, perpindahan aplikasi juga lancar. Memakai banyak aplikasi juga tergolong lancar. Faktor penggunaan RAM 8 GB juga jadi faktor lain yang membuat Samsung Galaxy S10 memang bisa dibilang terbaik di kelas harganya.

Game Performance

Bagaimana dengan performa gim di Samsung Galaxy S10? Tentu saja baik-baik saja, malah lancar. Mali-G76 MP12 sebagai pengolah grafis di ponsel ini mampu bekerja optimal dalam menjalankan berbagai gim yang cukup berat sekalipun.

Hasil tes benchmark GFX Bench menunjukan kalau ponsel ini memiliki performa yang baik. Beberapa tes seperti T-Rex di 1080p dan Aztec Ruins di 1080p menunjukan angka fps yang tinggi. Rata-rata pengujian tes grafis GFX Bench di resolusi 1080 menunjukan angka fps di atas 30 fps, angka yang membuat sebuah gim tergolong lancar ketika dimainkan.

GFX Bench Samsung Galaxy S10

Namun, menilik hasil benchmark saja jelas tidak cukup. Perlu pengujian untuk menilik sejauh apa performa yang ditawarkan dari pengolah grafis yang ada di ponsel ini. Karena itu, saya menguji performa dari Samsung Galaxy S10 ini dengan tiga gim berat.

1. Fortnite

FPS Fortnite di Samsung Galaxy S10

Gim pertama yang saya coba di Samsung Galaxy S10 adalah Fortnite. Gim ini merupakan gim eksklusif yang hanya bisa dijalankan di ponsel dengan spesifikasi kelas atas. Memainkan Fortnite di Samsung Galaxy S10 jelas lancar dan performa terbaiknya bisa diatur ke pengaturan grafis tinggi dengan 60 fps. Namun untuk grafis lebih tinggi, yakni “epic” ternyata mentok di 30 fps saja.

2. Honkai Impact 3rd

FPS Honkai Impact 3rd di Samsung Galaxy S10

Honkai Impact 3rd adalah gim selanjutnya yang saya tes di Samsung Galaxy S10. Gim ini tergolong berat karena menunjukan grafis animasi yang keren. Lantas, apakah Samsung Galaxy S10 lancar memainkan gim ini? Untuk menjawab hal tersebut, saya gunakan Gamebench sebagai tolak ukur untuk melihat angka fps di sebuah gim.

Aplikasi Gamebench ini memerlukan izin agar bisa berjalan di atas aplikasi lain (dalam hal ini gim). Sayangnya Fortnite tidak mengizinkan penggunaan Gamebench sehingga saya tidak bisa melihat angka fps pastinya. Namun, untuk Honkai Impact 3rd, Gamebench bisa berjalan dan mampu merekam gim dengan fps tinggi.

Honkai Impact 3rd ini bisa berjalan dengan angka 59 fps, angka yang cukup tinggi. Angka tersebut didapatkan dengan pengaturan grafis tinggi. Jadi memainkan gim Honkai Impact 3rd di Samsung Galaxy S10 bukan masalah besar, apalagi fps yang didapat juga tergolong tinggi.

3. PUBG Mobile

FPS PUBG Mobile di Samsung Galaxy S10

Gim yang pasti paling banyak ditanyakan ini sudah jelas masuk ke dalam pengujian gim di Samsung Galaxy S10. Gim ini jelas bisa dimainkan dengan baik. Terlihat dari angka fps di atas yang menunjukan angka 39, angka yang tentunya tergolong baik dan playable dalam memainkan PUBG Mobile. Bahkan, terkadang angka fps bisa mencapai 42 fps atau lebih.

FPS PUBG Mobile di Samsung Galaxy S10 (3)

Angka fps tersebut bisa didapatkan jika memainkan PUBG Mobile dengan pengaturan grafis HDR dan frame rates “utra”. Jika ingin pengalaman bermain PUBG Mobile yang lebih baik, silakan atur grafisnya dengan mode grafis smooth, nantinya akan muncul pilihan framerates “extreme”. Pilihan framerates  “extreme”. memungkinkan Samsung Galaxy S10 menjalankan PUBG Mobile dengan angka 50 sampa 60 fps.

FPS PUBG Mobile di Samsung Galaxy S10 (2)

Dari hasil pengujian, dapat disimpulkan kalau secara performa Samsung Galaxy S10 jelas lancar dalam memainkan gim. Angka fps yang didapatkan yang cukup tinggi jelas jadi bukti kalau Samsung Galaxy S10 memang benar-benar bagus dalam hal performa gaming. 

Kamera Belakang

Samsung Galaxy S10

Kamera adalah nilai jual lain yang menarik yang tentu saja tidak bisa dilewatkan begitu saja dari sebuah ponsel Samsung Galaxy S Series. Tiga kamera belakang di ponsel ini adalah bukti keseriusan Samsung untuk menghadirkan sebuah ponsel dengan kualitas tangkapan kamera yang baik.

Skor DxOMark yang mencapai angka 109 adalah bukti kalau kualitas kamera belakang Samsung Galaxy S10 benar-benar bagus. Meskipun varian yang diuji oleh DxOMark adalah Samsung Galaxy S10 Plus, hal tersebut tidak mengubah fakta kalau kamera Samsung Galaxy S10 juga sama baiknya. Pasalnya, kamera belakang Samsung Galaxy S10 benar sama-sama hadir dengan konfigurasi tiga kamera belakang yang sama.

Konfigurasi tiga kamera belakang pada Samsung Galaxy S10 dan Samsung Galaxy S10 Plus terdiri dari 12 MP +  12 MP +16 MP. Kamera 12 MP adalah kamera wide  dengan bukaan ganda f/1.5-2.4. Kamera ini mendukung fitur Dual Pixel PDAF, dan OIS.

Kamera kedua adalah kamera 12 MP telephoto. Kamera ini mendukung fitur AF, OIS, 2x optical zoom. Sementara kamera ketiga adalah 16 MP yang berfungsi menangkap gambar dengan lensa ultrawide yang mampu menangkap gambar lebih luas.  Bagaimana hasil tangkapan kamera belakang ini? Biarkan hasil foto berikut yang berbicara.

foto-foto kamera belakang samsung galaxy s10 (5)

Terlihat kalau hasil tangkapan kamera belakang Samsung Galaxy S10 benar-benar bagus. Kameranya mampu menangkap gambar dengan baik, bahkan sangat detail. Coba perhatikan lagi, percikan hujan yang turun, dan air yang menempel di daun terlihat lebih jelas dan detail. Kameranya juga mampu menangkap gambar dengan noise yang minim.

Selain itu, kamera belakang Samsung Galaxy S10 ini memiliki teknologi AI yang memungkinkan kamera membaca objek dan memberikan arahan agar tepat membidik. Beberapa kali saya memakai kamera belakangnya, saat memfoto sebuah objek, sering ada arahan untuk membidik dengan tepat. Bisa dibilang AI pada kamera ini tergolong keren.

Selain itu, kamera belakang di ponsel ini juga memiliki berbagai fitur yang lengkap. Salah satunya fitur untuk mengubah kontras warna sesuai selera kita, termasuk mengaturnya ke mode hitam putih. Selain itu, kamera belakang ponsel ini juga mampu memfoto objek makanan dengan sangat baik sehingga membuat hasilnya terlihat detail dan menggoda.

 

foto-foto kamera belakang samsung galaxy s10 (5)

Kamera belakang Samsung Galaxy S10 juga menghadirkan opsi pemotretan panorama. Tidak ada keluhan dalam mode ini. Yang bisa saya katakan mode panorama ini benar-benar cukup baik.

foto-foto kamera belakang samsung galaxy s10 (5)

Selain mode panorama, Samsung Galaxy S10 juga punya fitur Live Focus untuk memotret objek dengan efek bokeh. Ada juga mode foto Instagram yang disesuaikan ukurannya untuk Insta Story. Fitur mode “Pro” juga ada di ponsel ini. Namun,yang menarik jelas adalah tangkapan kamera ultrawide yang mampu menangkap gambar dengan baik seperti gambar di bawah ini.

kamera ultra wide samsung galaxy s10

Samsung Galaxy S10 juga menghadirkan fitur untuk merekam video slow-motion. Hasilnya jelas bagus. Fitur perekaman video juga bagus dan bisa menghasilkan video 4K dengan baik dan detail. Tidak ada keluhan untuk kualitas foto dan videonya karena memang bagus.

Hal yang mungkin saya keluhkan adalah soal mode foto dalam kondisi gelap. Samsung Galaxy S10 (setidaknya untuk saat ini) cukup kesulitan menghasilkan gambar yang baik dan detail di kondisi kurang cahaya. Terlihat seperti contoh di bawah ini.

Hasil tangkapan kamera belakang di kondisi gelap menghasilkan foto yang cukup memiliki banyak noise. Ada fitur AI Scene yang memungkinkan kamera aktif dalam menangkap gambar di kondisi malam atau kurang cahaya (night mode). Tetapi yah hasilnya yah memang kurang maksimal.

Untuk sebuah ponsel kelas atas, sayang sekali jika hasil tangkapan kamera belakangnya di kondisi gelap tidak terlalu bagus. Memang tidak buruk tetapi jika dibandingkan pesaing Samsung Galaxy S10 yang hadir dengan fitur “Night Mode” atau apalah namanya, jelas Samsung Galaxy S10 kalah saing.

Kamera Depan

Di bagian depan, Samsung Galaxy S10 hadir dengan kamera depan 10 MP. Kamera depan berada di bulatan hitam yang tadi sudah saya sebutkan, yakni punch hole alias Infinity O Display. Kamera depa ini mampu menangkap foto selfie dengan detail dan baik seperti foto selfie di bawah ini.

selfie samsung galaxy s10 (2)

Kamera depan ini juga dapat menangkap foto dengan luas. Cocok digunakan untuk group selfie. Hasil fotonya jelas tergolong bagus. Contoh group selfie di ponsel ini bisa disimak pada foto di bawah ini.

Kamera depan Samsung Galaxy S10 juga tergolong baik. Tidak ada kendala yang berarti ketika saya selfie atau menggunakan fitur kamera depan di ponsel ini. Semua fiturnya cukup berguna, termasuk fitur Live Focus yang memang sekarang fitur foto bokeh jadi suatu kewajiban tersendiri di sebuah ponsel.

Untuk rekaman video juga sudah bagus. Kalau suka ngevlog, Samsung Galaxy S10 ini bisa dijadikan andalan karena kamera depannya bisa merekam video 2160 piksel dengan baik dan detail. Terlebih kamera depannya memiliki fitur HDR.

Baterai

Penggunaan Baterai di Samsung Galaxy S10

Samsung Galaxy S10 hadir dengan baterai berkapasitas 3.400 mAh. Baterainya ini memiliki  daya tahan yang cukup baik. Dengan penggunaan saya yang cukup signifikan, saya bisa memakai Samsung Galaxy S10 ini seharian, termasuk di dalamnya penggunaan pemakaian gim.

Baterainya juga memiliki konsumsi yang cukup efisien. Contohnya adalah ketika saya memutar video Youtube 1080p selama satu jam, konsumsi baterainya berkurang 9% saja. Hal tersebut bisa saya dapatkan dengan pengaturan tingkat kecerahan layar sampai 50% saja.

Bisa dibilang, konsumsi daya Samsung Galaxy S10 tergolong cukup irit. Sayangnya, untuk pengisian dayanya, Samsung Galaxy S10 bukanlah yang terbaik. Yah, Samsung Galaxy S10 ini mendukung pengisian cepat. Hanya saja bukan yang terbaik. Dari baterai dengan daya 14%, saya isi mencapai 100%, ternyata membutuhkan waktu sekitar 105 menit.

Waktu pengisian daya tersebut memang cukup cepat. Hanya saja para pesaing Samsung Galaxy S10 mampu menghadirkan pengisian daya yang lebih cepat. Untungnya, Samsung Galaxy S10 tidak ketinggalan soal kemampuan pengisian baterai tanpa kabel, termasuk fungsi pengisian baterai pada ponsel lain alias reverse wireless charging. Meskipun saya tidak memakai dan tidak membutuhkan fitur ini.

Fitur-fitur Lain

face unlock fingerprint Samsung Galaxy S10

Sebagai ponsel kelas atas, Samsung Galaxy S10 jelas memiliki fitur yang lengkap. Ponsel ini memiliki fitur seperti NFC, sensor yang lengkap, dan lain sebagainya. Sensor sidik jari dan Face Unlock juga hadir di ponsel ini. Untuk Face Unlock, saya tidak menemukan masalah yang cukup berarti. Face Unlock di ponsel tergolong cepat dan baik dalam membaca wajah.

Hal yang disayangkan adalah soal sensor sidik jarinya. Samsung Galaxy S10  sudah hadir dengan teknologi sensor sidik jari di bawah permukaan layar. Samsung menyebutnya sebagai ultrasonic under display fingerprint. Teknologi sensor sidik jari ini tergolong bagus, sayangnya responnya terkadang sedikit lambat, malah lebih cepat Face Unlock atau pemindai wajah dibandingkan sensor sidik jari ini.

Simpulan

Samsung Galaxy S10

Samsung Galaxy S10 jelas adalah ponsel kelas atas yang benar-benar bagus. Dengan harga kisaran Rp11 jutaan lebih, Samsung Galaxy S10 menawarkan apa yang memang seharusnya ada di sebuah ponsel kelas atas. Banyak kelebihan yang ditawarkan oleh ponsel ini. Namun tentu saja ada kelemahannya.

Kelebihan Samsung Galaxy S10

  • Performa luar biasa
  • Kualitas tangkapan kamera belakang dan kamera depan sudah sangat baik
  • Tampilan layar yang tajam dan terbaik
  • OneUI yang user friendly 
  • Konsumsi baterai cukup irit.
  • Desain material bodi bagus
  • Masih hadirnya audio jack 3,5 mm

Kekurangan Samsung Galaxy S10

  • Warna desain bodi terasa kurang “bersinar” untuk sebuah ponsel premium
  • Tangkapan kamera belakang low-light tidak maksimal
  • Respon sensor sidik jari yang kurang gegas
  • Kecepatan pengisian daya tidak terlalu mengesankan

Dari hasil saya menggunakan Samsung Galaxy S10 ini, bisa saya katakan jika ponsel ini memang tergolong bagus. Terbaik di kelasnya dan layak dipilih meskipun tentu masih ada kekurangan yang menyertai ponsel kelas atas dari Samsung ini. Banyak sektor yang unggul tetapi tetap masih ada sektor lain yang kurang. Bisa dikatakan Samsung Galaxy S10 ini terbaik tetapi belum sempurna.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *