Carisinyal / Aksesoris PC / Berikut Ini 5 Ciri Motherboard Rusak Beserta Solusinya

Berikut Ini 5 Ciri Motherboard Rusak Beserta Solusinya

Ditulis oleh - Diperbaharui 25 Desember 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Motherboard rusak merupakan momok menakutkan, apalagi jika semua pekerjaanmu ada di komputer tersebut. Jika prosesor adalah otak dari dari sebuah komputer, maka motherboard adalah jantungnya. Jadi jika motherboard rusak, bisa dipastikan sebuah komputer tidak bisa dioperasikan dengan layak seperti biasa.

Kerusakan motherboard merupakan kerusakan paling fatal yang sangat susah bahkan untuk diperbaiki oleh teknisi sekalipun. Untuk memahami kenapa motherboard rusak, seorang teknisi biasanya akan mengeliminasi faktor penyebab kerusakan, baik dari software maupun hardwarenya.

Ciri-Ciri Motherboard Rusak

Nah, kira-kira, apa saja ciri-ciri motherboard yang rusak? Kali ini Carisinyal akan membahas ciri-cirinya satu per satu. Simak dan periksa apakah motherboard kamu memiliki salah satu dari ciri berikut ini.

1. Ada Komponen Fisik yang Rusak pada Motherboard

* sumber: kittdigital.com

Ciri-ciri ini merupakan ciri yang paling terlihat secara kasat mata. Kamu bisa membongkar dan kemudian memeriksa motherboard secara seksama, siapa tahu ada bagian yang rusak, lepas, atau hangus karena kepanasan. Namun sebelum membongkar bagian motherboard, kamu haruslah paham cara membongkar rakitan serta motherboard kamu sedang tidak dalam masa garansi.

Kadang-kadang, kapasitor motherboard bisa saja hangus seperti yang terlihat pada gambar. Alasannya macam-macam. Bisa saja karena overheat, material kapasitor yang cacat, atau karena usia motherboard atau kapasitornya yang sudah tua.

2. Stuck pada Boot Screen Saat Membuka Layar

* sumber: unix.stackexchange.com

Pasti menyebalkan sekali ketika menghidupkan layar namun ternyata stuck di boot screen. Pekerjaan yang tadinya ingin segera diselesaikan malah membuat tambah jengkel karena terkendala stuck ini. Layar komputer berwarna hitam dan blank kemudian kursor berkedip kedip di pojok kiri dibagian atas layar komputer.

Kerusakan ini biasanya disebabkan oleh kesalahan BIOS yang mengalami boot loader pada sistem operasi, dan terjadi crash. Selain itu, mungkin juga karena hard disk terkena crash. Jika hal ini terjadi terus-menerus, periksa chipset motherboard. Kenapa? Karena stuck saat membuka layar ini bisa jadi merupakan salah satu ciri motherboard yang rusak.

3. Komputer Sering Tiba-tiba Mati

* sumber: www.pultiopok.com

Pada motherboard, terdapat cooling pad yang bentuknya mirip sekali dengan kipas angin mini. Sesuai dengan namanya, cooling pad merupakan pendingin motherboard agar motherboard tidak terlalu panas ketika sedang bekerja.

Apa hubungannya keberadaan cooling pad dan komputer yang tiba-tiba mati? Selain cooling pad, motherboard juga memiliki sistem deteksi suhu yang menyesuaikan kerja cooling pad. Jika sistem deteksi suhu tersebut rusak, maka cooling pad akan bekerja secara sembarangan dan motherboard lebih mudah kepanasan.

Kerusakan sistem pendeteksi suhu ini selain merusak motherboard, juga bisa merusak komponen lain yang ada di sekitar motherboard akibat dari overheat. Perlu dicek kembali apakah komputer yang sering tiba-tiba mati ini akibat dari overheat, kerusakan cooling pad, ataukah komponen motherboard lainnya.

Jika cooling pad yang rusak, kamu bisa segera mengganti cooling pad dengan yang baru sebelum kerusakan bertambah parah dan menjalar ke komponen lain karena overheat. Namun jika motherboard yang rusak, sebaiknya diskusikan dengan teknisi resmi yang ditunjuk pabrik komputer kamu atau beli yang baru.

4. Komputer Sulit Dihidupkan

* sumber: id.carousell.com

Selain karena motherboard rusak, penyebab lain kenapa komputer sulit dihidupkan bisa jadi karena terlalu lama dalam keadaan sleep atau hibernate. Selain itu, mungkin saja HDD yang rusak, motherboard yang rusak, atau RAM-nya yang rusak.

Nah, jika kamu sudah mengecek RAM dan HDD (Hard Disk Drive) dan ternyata kedua komponen ini dalam keadaan baik-baik saja, cek lagi PSUnya. Hidupkan Power Supply Unit (PSU) dan cek apakah lampu hijau pada motherboard menyala atau tidak. Jika tidak menyala, berarti masalah ada pada PSU atau pada motherboard.

5. Dengarkan Bunyi “Bip, bip, bip”

* sumber: www.petersons.com

Semua motherboard dibuat dengan disertai alat diagnosis mandiri, dimana motherboard akan mendeteksi kerusakannya sendiri. Jika terdapat kerusakan, motherboard akan membunyikan suara “bip”. Jenisnya macam-macam, bisa saja suara bip yang panjang berulang-ulang atau suara bip pendek tiga kali dan berulang. Biasanya jenis kerusakan memiliki suara bip tersendiri.

Kamu bisa menerjemahkan suara “bip” ini dengan mengecek website pabrik pembuat motherboardmu, atau cek di sini. Daftar kode bipnya akan membantumu secepatnya memahami kerusakan apa yang terjadi pada komputermu, dan kamu bisa mencari solusi sesuai dengan suara bip yang kamu dengar.

Tips Saat Motherboard Rusak

Jangan khawatir dan panik kalau motherboard Anda rusak, silakan ikuti beberapa tips yang sudah dipaparkan oleh Carisinyal berikut ini. Langsung simak saja ya!

Cek Konektor

motherboard connector

*https://www.youtube.com/watch?v=aE2y30bIejE&ab_channel=KevinColleran

Cek apakah kabel power longgar. Kabel power yang longgar bisa menyebabkan komputermu sering sekali mati atau shutdown. Kabel konektor lain yang longgar juga bisa menyebabkan masalah, jadi jangan sampai terlalu longgar.


Jika kamu ingin melakukan booting, cek hard drive eksternal, flash disk, atau CD pada optical drive. Keluarkan CD atau DVD dari optical drive serta apapun yang dicolok via USB. Lepaskan koneksi pada printer dan scanner sebelum kamu melakukan boot. Cek cara reboot komputer dan setting BIOS melalui buku manual atau pada website resmi komputer atau motherboardmu.

Solusi

* sumber: www.technology-solved.com

Nah, setelah kamu tahu motherboardmu rusak, kamu bisa beralih ke langkah perbaikan. Jika kamu bukan seorang teknisi, jangan coba-coba memperbaiki motherboard seorang diri. Kamu bisa saja menambah kerusakan komputermu.

Sebelum ke reparasi, sebaiknya kamu mengecek masa garansinya. Jangan sembarangan membuka komponen jika kamu tidak ingin merusak masa garansi. Masih dalam masa garansi? Selamat, kamu beruntung. Kamu bisa membawa komputermu ke tempat reparasi resmi yang ditunjuk oleh pabrik atau perusahaan komputermu, dan memproses garansi agar diperbaiki secara gratis.

Bagaimana jika masa garansi sudah lewat? Memilih tempat reparasi yang resmi tetap sangat dianjurkan karena mereka lebih mengetahui karakteristik tipe komputermu. Selain memilih tempat perbaikan resmi yang ditunjuk oleh pabrik komputermu, kamu juga bisa bertanya-tanya pada teman yang memang mengerti komputer sebelum pergi ke teknisi.

Jika menurut teknisi motherboardmu harus diganti, maka sebaiknya diganti saja. Memperbaiki komponen-komponen kecil motherboard lebih beresiko dan mengganti motherboard juga memiliki beberapa keunggulan, seperti teknologi yang lebih baru dan masa pakai yang lebih awet.

Itu dia ciri-ciri motherboard yang rusak beserta solusinya. Pertimbangkan banyak hal jika kamu berusaha memperbaiki dan membongkar pasang motherboard sendirian. Selain itu, catat penyebab kerusakan motherboard mu sebelumnya dan hindari penyebab tersebut agar motherboardmu berumur panjang.

Apakah kamu memiliki informasi lain seputar ciri-ciri motherboard yang rusak? Jika ada, silakan bagikan pada pembaca lain di kolom komentar di bawah, ya. Semoga informasi ini bermanfaat dan membantumu memecahkan masalah komputermu, ya! Oh iya, kalau ingin tahu soal jenis-jenis motherboard, bisa cek artikel ini, ya!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *