carisinyal web banner retina

MediaTek Dimensity 7200 Setara Apa? Simak 5 Chipset Saingannya

Ditulis oleh Ananda Ganesha M

Persaingan smartphone di kelas harga mid-range semakin ketat. Hal ini membuat produsen chipset seperti MediaTek mau tidak mau menghadirkan chipset yang mumpuni. Satu chipset kelas menengah atas yang MediaTek keluarkan pada kuartal pertama 2023 adalah Dimensity 7200.

SoC ini digunakan untuk kali pertama pada vivo V27 5G. Dimensity 7200 memiliki rancang bangun manufaktur 4 nm generasi kedua yang membuat efisiensi dayanya setara dengan chipset flagship. Adapun konstruksi jumlah inti CPU-nya memakai konfigurasi octa-core 2+6.

Lebih lengkapnya dua inti untuk klaster high performance dan empat inti buat efficiency core. Inti berkinerja tingginya mengandalkan ARM Cortex A715 berkekuatan 2,8 GHz. Sementara itu, untuk menunjang aktivitas yang lebih ringan, ARM Cortex A510 berkekuatan 2,0 GHz yang diandalkan.

Agar pengalaman gaming dan edit gambar jadi lebih mulus, dikerahkan sebuah chip grafis Mali G610 (4 core; 800 MHz). Terdapat pula fitur HyperGaming 5.0 yang bisa mengalokasikan daya secara maksimal sekaligus memperlancar jaringan internet saat bermain gim online.

Bagi yang menyukai aktivitas multi-tasking juga akan terbantu dengan dukungan RAM LPDDR5 yang berjalan pada frekuensi 6400 MHz. Bandwidth yang dimilikinya bisa mencapai kecepatan 51.2 Gb per detik. Sementara pada penyimpanan internalnya mendukung standar hingga UFS 3.1.

Dimensity 7200 ini juga mengandung MediaTek APU 650 sebagai neural processor-nya. Untuk urusan videografi, SoC ini sanggup merekam hingga resolusi 4K di 60 FPS. Pada dukungan layarnya, ponsel dengan SoC ini bisa mendukung resolusi layar hingga Full HD+ sekaligus refresh rate 144 Hz.

Beragam fitur lainnya tentu turut hadir untuk meningkatkan kapabilitas smartphone, seperti konektivitas Dual SIM 5G, protokol WiFi 6E, hingga versi Bluetooth 5.3 yang memiliki latensi super rendah. Dukungan-dukungan ini sifatnya bisa, bukan wajib. Artinya, bisa jadi produsen ponsel hanya akan menyematkan WiFi 5, alih-alih WiFi 6E.

Beragam spesifikasinya memang membuat Dimensity 7200 tampak seperti SoC kelas premium. Lalu bagaimana dengan performanya? Cara untuk mengetahuinya yakni menjadikan skor benchmark suatu HP yang memakai SoC tersebut sebagai acuan. Misalnya skor AnTuTu 9 dan GeekBench 5.

Berdasarkan pengujian yang dilakukan oleh kanal YouTube Harshit Technical, skor AnTuTu 9 vivo V27 5G mencapai tersebut mencapai 614.855. Hasil tersebut tidak jauh berbeda dari pengetesan Jagat Review yang mencapai 620 ribuan.

antutu vivo v27 5gSumber: Harshit Technical

Sementara itu, pada Geekbench 5, skor yang diraih Dimensity 7200 adalah 919 poin untuk skenario single-core, serta 2434 buat multi-core. Skor single-core-nya cukup tinggi mengingat mengingat ia memakai inti performa dengan mikroarsitektur yang baru.

Dengan segala kelebihannya tersebut, maka tidak heran banyak yang penasaran soal perbandingannya dengan chipset lain. Jadi Dimensity 7200 setara dengan chipset apa? Berdasarkan hasil benchmark sintetis, Dimensity 7200 ini performanya setara atau setidaknya mendekati dengan Qualcomm Snapdragon 778G atau Exynos 1380.

Selain kedua cip tersebut, ada 3 cipset lain yang performanya bersaing dengan Dimensity 7200. Langsung saja cek pembahasan 3 cipset lainnya beserta Qualcomm Snapdragon 778G dan Exynos 1380 berikut ini.

1. Qualcomm Snapdragon 778G

qualcomm Snapdragon 778G

Snapdragon 778G adalah SoC pujaan hampir reviewer. SoC yang dirilis Qualcomm pada Mei 2021 ini menuai pujian karena kemampuannya menjaga kestabilan performa dalam waktu panjang. Performa puncaknya tidak setinggi Snapdragon seri 8, tetapi soal kestabilan memang jempolan.

Delapan core CPU yang dikandung Snapdragon 778G menggunakan formasi 1+3+4. Rinciannya adalah satu inti prima Kryo 670 Prime (2,4 GHz), tiga inti performa Kryo 670 Gold (2,2 GHz, dan empat inti efisiensi Kryo 670 Silver (1,8 GHz).

Kryo 670 Prime dan Kryo 670 Gold merupakan modifikasi dari Cortex A78, sedangkan Kryo 670 Silver adalah Cortex A55 yang sudah diutak-atik. Selain CPU, Snapdragon 778G mengandung beragam komponen seperti GPU Adreno 642L (2 core: 490 MHz).

Ada juga ISP Spectra 570L yang mendukung kamera sampai resolusi 200 MP, prosesor AI Hexagon, modem internal 5G, dan lain-lain. Snapdragon 778G bisa dipasangi RAM LPDDR5 dan memori internal UFS 3.1

SoC dengan fabrikasi 6 nm ini juga kompatibel dengan layar Full HD+ yang refresh rate-nya bisa mencapai 144 Hz. Urusan perekaman, Snapdragon 778G bisa memproses video hingga resolusi 4K 30 fps. Adapun SoC ini dapat terhubung ke WiFi 6E dan Bluetooth 5.2.

Nah, kalau soal skor AnTuTu, Snapdragon 778G bisa mentok di 530 ribuan. Lumayan tertinggal dari Dimensity 7200 yang mencapai 620 ribuan. Namun, skor GeekBench 5-nya lagi-lagi cukup bersaing.

Di skenario single-core, SoC ini meraup skor 777, mengutip Nano Review. Namun, karena core performanya lebih banyak, skor multi-core-nya mencapai 2833, mengungguli Dimensity 7200.

Keunggulan lain dari Snapdragon 778G adalah popularitasnya. SoC bikinan Qualcomm memang lebih familier bagi pengembang game. Tidak heran jika ada banyak gim yang setelan grafis tertingginya terbuka di smartphone dengan SoC Qualcomm.

2. Exynos 1380

exynos 1380_

Dari seluruh SoC yang ada di dalam daftar, Exynos 1380 terbilang paling muda. Ya, sebabnya SoC ini baru diperkenalkan pada Februari 2023. Exynos 1380 merupakan upgrade besar dari Exynos 1280 yang performanya tak terlalu tangguh. HP yang menggunakannya adalah Samsung Galaxy A54 5G.

Upgrade pertama dilakukan dengan menambah jumlah core performa Cortex A78, dari yang semula dua jadi empat. Frekuensinya disetel 2,4 GHz. Empat inti performa itu didampingi empat inti efisiensi Cortex A55 (2,0 GHz).

Upgrade kedua yakni menambah jumlah core GPU Mali G68 dari yang semula empat jadi 5. GPU yang pakai arsitektur Valhall 2 ini dirancang untuk bisa menyentuh clockspeed hingga 950 MHz.

Upgrade lain ada di sektor multimedia. Samsung - selaku pengembang Exynos 1380 - memasang ISP dengan dukungan kamera sampai 200 MP dan NPU (prosesor AI) yang lebih gegas. Adapun SoC ini mendukung layar Full HD+ dengan refresh rate hingga 144 Hz.

RAM yang cocok disandingkan dengan Exynos 1380 LPDDR4x atau LPDDR5, sedangkan penyimpanannya sampai UFS 3.1. SoC 5 nm ini bisa tersambung ke WiFi 6, Bluetooth 5.2, dan memproses video di resolusi 4K 30 fps.

Dari segi mikroarsitektur CPU, Exynos 1380 memang tertinggal satu generasi dari Dimensity 7200. Namun demikian, SoC ini tetap mampu mengungguli Dimensity 7200 dalam multi-core, murni karena jumlah core performa yang lebih banyak.

Dalam data yang dihimpun NanoReview, Exynos 1380 tercatat memiliki skor single-core sebesar 781 dan multi-core 2637 poin di GeekBench 5. Sementara AnTuTu 9-nya menyentuh 513.658, tertinggal sekitar 100 ribu poin dari Dimensity 7200.

3. MediaTek Dimensity 1100

dimensity 1100

MediaTek Dimensity 1100 sebenarnya punya potensi performa yang cukup bagus. Hanya saja, konsumen di pasar global cuma bisa merasakannya di POCO X3 GT. Dimensity 1100 - yang keluar pada Januari 2021 - menggunakan proses manufaktur 6 nm.

Delapan CPU-nya menggunakan mikroarsitektur Cortex A78 (empat inti) dan A55 (empat inti). Kalah modern ketimbang Dimensity 7200 yang pakai Cortex A715 dan Cortex A510. Akan tetapi, jumlah inti performanya dua kali lipat lebih banyak daripada punya Dimensity 7200.

Itulah mengapa kemampuan multi-core SoC ini cukup tinggi. Skor GeekBench 5 sang chipset di skenario multi-core mencapai 3045, sedangkan single-core-nya menyentuh 796. Skor ini berdasarkan pencatatan Nano Review. Sementara itu, skor AnTuTu 9 HP ini mencapai 590 ribuan, menurut pengujian kanal YouTube TechTablets pada POCO X3 GT.

SoC ini mengandung GPU Mali-G77 MC9 (9 core; 836 MHz). Secara kasta dan jumlah execution unit, GPU tersebut tampak lebih bertenaga ketimbang Mali G610 milik Dimensity 7200. Namun, kemungkinan besar performanya tidak jauh berbeda.

Hal tersebut lantaran Mali G610 menggunakan arsitektur Valhall 2 yang baru, sedangkan Mali G77 MC9 dirancang dengan arsitektur Valhall. Beberapa komponen dan fitur yang dapat didukung Dimensity 1100 adalah sebagai berikut.

Mulai dari RAM LPDDR4x, penyimpanan UFS 3.1, modem internal 5G, WiFi 6, dan Bluetooth 5.2. SoC ini juga kompatibel dengan kamera yang resolusinya sampai 108 MP, serta layar Full HD+ berikut refresh rate 144 Hz. Dimensity 1100 dapat memproses video dengan resolusi hingga 4K 60 fps.

4. HiSilicon Kirin 990 5G

kirin 990 5g performa

Kirin 990 5G adalah SoC yang memperkuat dapur pacu sejumlah ponsel Huawei, misalnya Huawei P40 Pro+ 5G. SoC ini terhitung masih kencang walaupun dari segi teknologi ketinggalan dari Dimensity 7200. Untuk diketahui, Kirin 990 5G diperkenalkan ke publik pada Oktober 2019. Fabrikasinya 7 nm +.

Mengutip Nano Review, skor AnTuTu 9 SoC ini mencapai 580 ribuan, selisih 40-an poin dengan Dimensity 7200. Kirin 990 5G mencetak skor single-core 768 dan multi-core 3096. Karena skor multi-core-nya tinggi, kemampuan multi-tasking-nya sangat baik. Ini adalah ciri khas SoC flagship.

Maklum jumlah core performa CPU-nya tidak cuma dua, melainkan empat. Dua core performa Cortex A76 disetel dengan kecepatan 2,86 GHz, dua sisanya adalah Cortex A76 dengan clockspeed 2,36 GHz. Untuk menangani beban kerja ringan, terdapat empat core hemat daya Cortex A55 (1,95 GHz).

Urusan olah grafis diserahkan pada GPU Mali G76 MP16. GPU 700 MHz ini memang mantap pada masanya karena memakai 16 execution unit. Hanya, ia dirancang dengan arsitektur Bifrost, dua generasi di belakang Mali G610 yang dipakai Dimensity 7200. Perbedaan arsitektur menentukan performa.

Kirin 990 5G mengandung beberapa komponen lain yang disatukan melalui proses manufaktor 7 nm+. Misalnya prosesor AI dengan arsitektur Da Vinci, ISP Kirin generasi kelima, dan modem internal 5G Balong 5000.

SoC ini kompatibel dengan RAM LPDDR4x dan penyimpanan UFS 2.1 atau UFS 3.0. Ia pun bisa dipasangi layar yang resolusi maksimalnya 4K 60 Hz, atau Full HD+ dengan refresh rate 90 Hz.

Kirin 990 5G diketahui bisa memproses video yang resolusinya 4K pada frame rate 60 fps. SoC ini pun bisa tersambung ke WiFi 6 dan Bluetooth 5.0

5. Apple A12 Bionic

Apple A12 Bionic

Salah satu SoC yang setara dengan Dimensity 7200 adalah Apple A13 Bionic. SoC tersebut merupakan otak dari sejumlah iPhone keluaran tahun 2018, di antaranya adalah iPhone XS dan iPhone XS Max.

Selain itu, Apple A12 Bionic juga dapat ditemukan pada iPad mini generasi kelima. Chipset ini terbilang salah satu yang paling gahar di masanya, memiliki peningkatan performa 15% sekaligus lebih hemat daya 50% dibandingkan dengan Apple A11 Bionic.

Core pada SoC ini hanya berjumlah enam buah, berbeda dengan kebanyakan SoC Android yang umumnya mengusung octa-core. Keenam inti ini memiliki rincian dua unit Vortex berkekuatan 2,5 GHz serta empat inti Thempest dengan kecepatan 1.6 GHz.

Anda bisa merasakan performa grafis yang sangat baik pada smartphone dengan Apple A12 Bionic, karena adanya GPU Apple 4-core yang punya peningkatan kinerja 50% ketimbang generasi sebelumnya.

Apple A13 Bionic memiliki skor AnTuTu v9 sebesar 535 ribuan saja, tapi ini tidak bisa dijadikan patokan untuk perbandingan. Pasalnya, AnTuTu v9 merupakan alat benchmark yang tidak cross-platform alias hanya cocok untuk membandingkan chipset pada platofrm yang sama.

Maka dari itu mari kita bandingkan hasil skor Geekbench 5-nya. Apple A12 Bionic diketahui meraih skor 1131 poin pada single-core dan 2935 poin pada multi-core. Skor tersebut rupanya tetap lebih tinggi dibandingkan Dimensity 7200.

Demikian ulasan soal beberapa SoC yang bisa menyaingi Dimensity 7200. Beberapa SoC yang masuk ke daftar ada di kelas flagship. Ini menandakan bahwa Dimensity 7200 memang cukup kencang dan bisa bersaing SoC papan atas keluaran lama. Bagaimana pendapat Anda soal SoC ini?

Kategori:
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram