carisinyal web banner retina

10 Kelebihan dan Kekurangan Layar AMOLED yang Perlu Diketahui

Ditulis oleh Ahmad Tsalis

Layar AMOLED banyak digunakan di berbagai perangkat elektronik. Smartphone, tablet, dan televisi adalah contohnya. Layar jenis ini disukai karena mampu menghasilkan tampilan yang ciamik, sesuai dengan selera orang masa kini.

Selain AMOLED, barang elektronik, terutama smartphone, memakai juga jenis panel layar lain. Anda bisa menyimaknya pada artikel "Jenis-jenis Layar di Smartphone".

Untuk artikel kali ini, fokus pembahasan utama adalah AMOLED.

AMOLED adalah kependekan dari Active-Matrix Organic Light Emitting-Diode. Sederhananya, layar ini adalah OLED yang tiap pikselnya dikendalikan secara aktif oleh sebuah transistor (TFT). Teknologi ini berlainan dengan P-MOLED (Passive-Matrix OLED).

AMOLED dikembangkan dan diproduksi sejak 2006 oleh Samsung. Maka tak heran bila banyak smartphone Samsung yang memakai layar AMOLED. Meski begitu, Samsung juga memasok layar AMOLED untuk produsen smartphone lain.

AMOLED terus mengalami pengembangan sejak pertama kali diluncurkan. Ia kini bukan sekadar benda penampil visual. Namun, AMOLED mendapat perluasan fungsi dan penambahan fitur, sehingga membuatnya jadi salah satu teknologi layar yang diminati.

Nah, dalam artikel ini, Carisinyal akan membahas apa saja kelebihan dan kekurangan layar AMOLED. Ikhtisar alias ringkasannya bisa Anda simak pada tabel di bawah ini.

*Tabel ini bisa digeser ke samping
Kelebihan
Kekurangan
Tampilan warna yang cerah
Usia pakai lebih pendek ketimbang LCD
Sudut pandang luas
Warna tampak lebay buat sebagian orang
Hemat konsumsi daya
Biaya produksi lebih mahal daripada panel IPS
Mendukung refresh rate dan resolusi tinggi
Response time yang singkat
Konstruksi lebih sederhana dan fleksibel
Bisa dipasangi sensor sidik jadi dan kamera

Kalau Anda masih penasaran dan ingin tahu lebih detail, jangan lewatkan kesempatan baca artikel ini sampai kelar. Yuk, simak dengan santai pembahasan berikut!

Kelebihan Layar AMOLED

Sesuatu yang populer berarti diminati banyak orang. Begitu pula dengan layar AMOLED. Tentunya layar ini punya kelebihan yang menjadikannya disukai. Lalu, apa saja kelebihan AMOLED? Ini dia jawabannya.

1. Tampilan Warna yang Cerah

galaxy-s22-ultra-layar_

Salah satu alasan utama mengapa orang memilih gawai dengan layar AMOLED adalah kualitas tampilannya. Jika dibandingkan dengan layar keluarga LCD, termasuk IPS, AMOLED menang telak. Tampilan warna yang dihasilkan AMOLED sangat cerah.

Warna putih bisa jadi sangat terang, sedangkan warna hitam tampak sangat gelap. Hal ini terjadi karena rasio kontras layar AMOLED memang tinggi. Cakupan warna layar AMOLED juga luas. Umumnya mencapai 100% dalam standar DCI-P3, dan lebih dari 100% sRGB.

Ada beberapa alasan yang mendasari mengapa tampilan AMOLED lebih cerah daripada LCD. Salah satunya adalah, piksel AMOLED mengeluarkan cahaya dan warnanya sendiri.

Tidak seperti piksel LCD yang memerlukan lampu latar dan filter warna. Struktur yang demikian membuat layar LCD relatif mengalami penghamburan cahaya, sehingga warna yang dihasilkan kurang pekat.

2. Sudut Pandang Luas

oppo find x5 pro layar_

Poin ini masih berkaitan dengan kualitas tampilan. Layar AMOLED juga keren lantaran punya sudut pandang yang luas. Dilihat dari sisi mana pun, tampilannya tetap oke. Tidak terjadi pergeseran warna. Oleh sebab itu, menonton film ramai-ramai bersama teman amat menyenangkan kalau memakai layar AMOLED.

AMOLED diklaim memiliki sudut pandang hingga 180 derajat, baik secara vertikal maupun horizontal. Angka sudut pandang ini unggul dua derajat dari layar IPS LCD yang paling canggih (178 derajat).

3. Hemat Konsumsi Daya

Redmi note 11 pro

AMOLED dan layar OLED lainnya memiliki cara sederhana untuk hasilkan warna hitam: mematikan pikselnya. Mematikan atau menonaktifkan piksel berarti tidak ada aliran listrik yang disuplai oleh transistor. Otomatis konsumsi dayanya jadi lebih rendah.

Rendah dalam hal ini adalah jika dibandingkan dengan layar LCD seperti IPS. Layar IPS akan selalu menyalakan lampu latar, apa pun warna yang ditampilkan. Hal ini karena piksel pada layar IPS tidak memproduksi cahaya sendiri.

Sejumlah pihak mengeklaim, tingkat konsumsi daya layar keluarga OLED (termasuk AMOLED) 10 kali lebih rendah ketimbang layar IPS. Meski begitu, konsumsi daya layar OLED bukan satu-satunya faktor yang berpengaruh terhadap awet tidaknya baterai suatu perangkat.

Kadang-kadang ada HP berlayar IPS yang daya tahan baterainya bagus, bahkan mengalahkan smartphone dengan layar OLED. Sistem manajemen daya adalah kuncinya.

4. Mendukung Refresh Rate dan Resolusi Tinggi

Samsung Galaxy S23 Ultra

Refresh rate adalah jumlah gambar yang ditampilkan layar dalam satu detik. Maka jika sebuah layar diketahui punya refresh rate 60 Hz, jumlah gambar yang ditampilkan tiap detiknya adalah 60. Angka 60 Hz merupakan standar kemampuan yang dimiliki seluruh jenis layar masa kini.

Untuk penggunaan sehari-hari, 60 Hz sebenarnya sudah mumpuni. Pasalnya, banyak konten yang berjalan dengan frame rate di bawah 60 fps, misalnya film. Namun, gerak animasi di dalam gim bisa lebih dari itu.

Oleh sebab itu, Anda akan menjumpai layar di sebuah perangkat dengan dukungan refresh rate 90 Hz, 120 Hz, 144 Hz, 165 Hz, dan seterusnya. Hampir seluruh jenis layar mendukung refresh rate tinggi, termasuk AMOLED.

Selain mendukung refresh rate tinggi, AMOLED mampu memberikan tampilan yang tajam tak peduli seberapa lebar bentang suatu layar. Hal itu karena layar jenis ini mendukung resolusi tinggi.

Resolusi Full HD dan 2K umum digunakan pada smartphone yang bentang layarnya di kisaran 6 inci. Kedua tingkat resolusi tersebut sudah bisa memberikan kualitas tampilan yang tajam, dengan densitas piksel per inci layar (ppi) di angka lebih dari 300.

5. Response Time yang Singkat

ASUS Zenfone 9

Terkadang Anda akan bingung ketika dihadapkan dengan dua pilihan smartphone. Yang satu punya layar IPS dengan refresh rate 90 Hz, dan yang lain berlayar AMOLED 60 Hz. Lalu mana yang sebaiknya dipilih? Jawabannya adalah semua tergantung pada preferensi.

Namun, saat memilih HP dengan layar AMOLED, Anda akan memperoleh response time yang lebih singkat. Biasanya produsen smartphone juga mengistilahkan response time dengan touch sampling rate. Intinya faktor ini adalah seberapa cepat suatu layar merespons sentuhan jari.

Makin cepat berarti makin singkat. Faktor ini penting terutama bagi para pemain gim genre apa pun. Anda tentu tidak ingin perintah yang Anda berikan lewat sentuhan jari telat dieksekusi.

HP gaming biasanya memiliki touch sampling rate 240 Hz. Angka itu berarti si layar dapat menerjemahkan 240 perintah sentuhan dalam 1 detik (1000 milidetik).

6. Konstruksi Lebih Sederhana dan Fleksibel

Samsung Galaxy Z Fold5 5G
Dokumentasi Carisinyal

Layar AMOLED standar memiliki konstruksi yang sederhana. Ia hanya terdiri dari pelat kaca, transistor, dan komponen material organik berupa OLED. Ia tidak memerlukan lampu latar dan filter warna seperti layar berbasis LCD. Oleh sebab itu, ukuran layar AMOLED menjadi sangat tipis.

Tak cuma tipis, AMOLED juga memilki sifat fleksibel. Ia bisa dibekuk secara temporer maupun permanen. Sifatnya yang fleksibel menjadi alasan kemunculan HP dengan layar lipat (foldable) seperti Samsung Galaxy Z Fold 4 5G atau Samsung Galaxy Z Fold 3 5G.

Kedua HP tersebut punya layar AMOLED yang bisa dibekuk secara temporer. Sebelum kedua HP tersebut muncul, ada Galaxy S8 yang pakai layar AMOLED dengan bekukan permanen. Sifatnya yang permanen ditunjukkan lewat lengkungan pada kedua sisi layar.

7. Mendukung Pemasangan Pemindai Sidik Jari dan Kamera

fingerprint Samsung Galaxy A31

Salah satu alasan mengapa layar IPS-LCD belum bisa dipasangai sensor pemindai sidik jari adalah keterbatasan ruang. Ruang belakang piksel kristal sudah diisi lampu latar dan transistor, sedangkan ruang depannya diisi filter warna. Hal ini berbeda dari layar AMOLED yang cuma ada transistor di belakang material organik.

Oleh sebab itu, produsen bereksperimen dengan menyematkan komponen lain seperti sensor pemindai sidik jari. Entah itu yang berbasis optik ataupun ultrasonik. Yang paling baru, produsen smartphone juga menanam kamera di dalam layar AMOLED. Istilah kerennya kamera underdisplay.

Konsep kamera di dalam layar ini diklaim meningkatkan kepuasan pengguna terhadap tampilan. Pasalnya, tidak ada lagi lubang kecil pada layar. Kamera underdisplay tersembunyi. Ia hanya muncul saat akan dipakai untuk memfoto.

Terlalu teknis untuk menjelaskan bagaimana sebuah kamera bisa dijejalkan di panel layar. Sederhananya, kamera underdisplay memang ditaruh di panel layar. Ia bisa mengambil gambar karena tatanan piksel layar di atasnya direnggangkan. Cahaya pun masuk dan objek berhasil ditangkap.

Kekurangan Layar AMOLED

Ada banyak manfaat yang diperoleh dari penggunaan layar AMOLED. Namun demikian, layar yang satu ini juga punya sisi minus. Apa saja itu? Berikut penjelasannya.

1. Usia Pakai Lebih Pendek

vivo v25e layar_

Material organik berupa piksel pada layar AMOLED dapat mengeluarkan cahaya ketika ada aliran listrik yang mengalirinya. Sayangnya, makin sering ia menyala, makin cepat pula ia menua (aus). Ini adalah sifat dasar dari material organik.

Layar AMOLED yang paling umum memiliki piksel merah, biru, dan hijau. Menurut Robert Triggs dari Android Authority, piksel biru adalah yang paling gampang aus. Sebab, piksel biru perlu listrik yang lebih banyak ketimbang piksel merah dan hijau, untuk menciptakan tingkat kecerahan yang sama.

Aus bukan berarti pikselnya mati dan tak bisa menampilkan gambar. Namun, ia tidak mampu lagi menghasilkan kecerahan yang sama dengan piksel-piksel lain. Hal ini membuat tampilan di layar tidak rata. Warnanya berubah secara permanen. Inilah yang disebut burn-in.

Produsen layar OLED LG memperkirakan bahwa layar bikinan mereka punya usia pakai 100 ribu jam. Kira-kira itu setara 11,4 tahun. Layar IPS jauh lebih awet karena bisa dipakai hingga 20 tahun.

2. Warna Bisa Jadi Dianggap Lebay

galaxy a33

Cakupan warna yang luas membuat tampilan layar AMOLED jadi sangat hidup. Namun, hal ini bisa dianggap oleh sebagian orang terlihat berlebihan alias lebay. Bahkan, creator content juga menghindari layar dengan cakupan warna 100% DCI-P3 yang ditampilkan oleh layar AMOLED.

Pasalnya, proses edit yang mereka lakukan sebelum rendering bisa jadi menghasilkan warna yang tidak sesuai. Untungnya, banyak produsen membekali perangkat berlayar AMOLED mereka dengan setelan warna. Pengguna pun bisa menyetel layarnya dengan cakupan warna 100% sRGB yang lebih natural.

3. Biaya Produksi Harga Lebih Mahal daripada panel IPS

Xiaomi 12T Pro layar_

Data yang dirilis oleh IHS pada 2018 menyatakan bahwa biaya produksi layar keluarga OLED lebih mahal ketimbang layar LCD. Selapis layar OLED dengan notch yang diagonalnya 5,9 inci memakan biaya produksi 28,18 dolar AS (sekitar Rp438 ribu, kurs 30 Oktober 2022).

Sementara itu, layar LCD dengan tipe sama yang bentangnya 6 inci perlu biaya produksi 18,41 dolar AS (sekitar Rp286 ribu). Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan biaya produksi layar berbasis OLED lebih murah pada masa mendatang. Ketika suatu teknologi semakin umum, biaya produksinya jadi lebih murah.

Simpulan

Nah, itulah penjelasan mengenai kelebihan dan kekurangan layar AMOLED secara umum. Dari segi kualitas tampilan, layar AMOLED memang tiada lawan. Tampilannya cerah dan tajam. Responsnya pun instan.

Namun, satu catatan kekurangan yang jadi momok bagi pengguna gawai berlayar AMOLED adalah usia pakainya. Jika masalah tersebut dapat ditemukan solusinya, AMOLED memiliki kemungkinan menjadi layar favorit di seluruh perangkat elektronik pada masa mendatang.

cross
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram