carisinyal web banner retina
Carisinyal / Smartphone / Mari Simak Kelebihan dan Kekurangan Redmi Note 10 Pro

Mari Simak Kelebihan dan Kekurangan Redmi Note 10 Pro

Ditulis oleh Ahmad Tsalis - Diperbaharui 26 April 2021

Maret 2021 menjadi momen yang spesial buat Xiaomi. Pasalnya, pada bulan tersebut, salah satu seri ponsel andalan Xiaomi lahir ke dunia. Benar, ponsel yang dimaksud adalah Redmi Note 10 Pro. Ia lahir bersama empat ponsel lain yang masuk dalam keluarga Redmi Note 10 Series.

Xiaomi tentu sudah banyak makan asam garam dalam membesarkan Redmi Note, dari generasi pertama (2014) hingga generasi yang ke-10 ini. Mereka pun semakin tanggap dengan apa yang diminta publik, tidak asal membuat smartphone berlayar besar dan berspesifikasi mumpuni.

Terbukti dengan empat generasi terakhir, termasuk Redmi Note 8 Pro dan Redmi Note 9 Pro, yang selalu mendapat atensi dan respons positif dari masyarakat. Kali ini, kedewasaan Xiaomi kembali dibuktikan dengan lahirnya produk spesial bernama Redmi Note 10 Pro.

Seberapa spesial ponsel yang satu ini, dan apakah ada kekurangannya? Pertanyaan tersebut akan Carisinyal jawab dalam artikel ini. Jika Anda sama sekali belum mengenal Redmi Note 10 Pro, ada baiknya membaca spesifikasinya di bawah ini.

Spesifikasi Redmi Note 10 Pro

Redmi Note 10 Pro
  • Rilis: Maret, 2021
  • Layar: AMOLED 6,67 inci, Full HD+ (1080 x 2400 piksel), 120 Hz, 1200 nit
  • Chipset: Snapdragon 732G (8 nm)
  • GPU: Adreno 618
  • RAM: 6 GB, 8 GB
  • Memori Internal: 64 GB, 128 GB
  • Memori Eksternal: microSDXC (slot khusus)
  • Kamera Belakang: 108 MP + 8 MP + 2 MP + 2 MP
  • Kamera Depan: 16 MP
  • Baterai: Li-Po 5020 mAh

Spesifikasi selengkapnya...

Kelebihan Redmi Note 10 Pro

Redmi Note 10 Pro membuat penegasan seperti apa seharusnya sebuah smartphone kelas menengah premium. Beberapa poin berikut akan menjelaskan mengapa ponsel ini punya daya tarik lebih.

1. Desain Totalitas

sumber: techradar.com | Andrew Williams

Cantik adalah satu kata yang mungkin bisa mewakili pekerjaan hebat Xiaomi dalam mendesain Redmi Note 10 Pro. Pasalnya, dalam kesempatan ini, mereka berhasil menggabungkan material premium dan murah menjadi satu. Benar, kaca berlabel Corning Gorilla Glass 5 di bagian layar dan kaca lengkung di kover belakang disatukan oleh frame plastik beraksen glossy.

Pekerjaan hebat selanjutnya bisa ditilik dari wujud si ponsel yang langsing. Redmi Note 10 punya ukuran 164 x 76,5 x 8,1 mm dengan bobot 193 g. Ukuran tersebut berarti bahwa Redmi Note 10 Pro lebih pendek, lebih singset, dan lebih tipis dari kakaknya, Redmi Note 9 Pro. Bahkan ia juga 16 gram lebih enteng daripada Redmi Note 9 Pro.

Ukuran layar kedua ponsel padahal sama-sama 6,67 inci. Lalu, apa yang membuat Redmi Note 10 Pro bisa menampung layar besar dengan dimensi ringkas. Alasan pertama adalah ukuran bezel yang sedikit lebih kecil, kecuali bagian dagu (bawah).

Kedua, diameter kamera depan bergaya punch-hole juga makin menciut. Menurut situs resmi Xiaomi, diameter kamera tersebut berukuran 2,96 mm. Xiaomi mengklaim, semakin kecil diameter kamera depan, semakin tidak terganggu pengalaman pengguna.

Selesai masalah material dan dimensi, mari berlanjut ke bagian belakang dan samping untuk menengok apa saja yang ada di sana. Bagian belakang ponsel ini tentu saja ada modul kamera di pojok kanan atas yang penataannya benar-benar berbeda dari Redmi Note 9 Pro.

Xiaomi merancang modul kamera belakang Redmi 10 Pro secara bertingkat. Tingkat pertama diisi lampu flash, laser autofocus, serta semacam sensor, yang didampingi oleh tulisan "ULTRA" dan "PREMIUM. Sementara itu, tingkat kedua jadi tempat bernaung empat lensa yang disusun dengan formasi 1-2-1 vertikal.

Lensa yang paling atas, yaitu lensa kamera utama, jadi sorotan karena dikelilingi oleh ring berwarna perak. Penataan kamera yang seperti ini membuat Redmi Note 10 Pro tampak canggih, bahkan mungkin terlihat lebih keren ketimbang Mi 11.

Hal keren selanjutnya tentu penutup belakang berbahan kaca yang melengkung ke arah frame dan bertuliskan "Redmi" di pojok kanan bawah. Penutup belakang ini menarik karena bisa menampilkan efek gradasi ketika mendapat terpaan cahaya atau dilihat dari sudut yang berbeda.

Macam warna penutup belakangnya ada tiga: Gradient Bronze, Onyx Gray (glossy), Glacier Blue. Lanjut ke bagian samping, ada tombol volume dan power yang menyatu dengan sensor sidik jari di frame bagian kanan. Anda mungkin akan bertanya, "Mengapa sensor fingerprint ponsel ini tidak dipasang di bawah permukaan layar saja mengingat sudah pakai panel AMOLED?"

Belum ada alasan tepat yang bisa menjawab pertanyaan itu selain strategi Xiaomi untuk menekan biaya produksi. Toh sensor sidik jari di samping ini nyaman, cepat, dan akurat, menurut GSM Arena dan Eric Zeman dari Android Authority.

Xiaomi pun memberi pilihan fleksibel buat Anda untuk membuka dan menutup kunci ponsel ini. Apakah hanya dengan sentuhan (membaca sidik jari sekaligus membuka kunci), atau sentuhan diikuti memencet tombol power. Pilihan kedua akan menghindarkan ponsel terkunci atau terbuka saat jari tak sengaja menyentuh tombol power.

Bergerak ke bagian bawah ada port USB tipe C, mikrofon, dan speaker. Di samping kiri ada slot dua nano-SIM plus satu microSD (tidak hybrid). Sedang di atas ada jack audio 3,5 mm, mikrofon, infrared blaster, dan speaker lagi (menyatu dengan earpice). Ya, ponsel ini punya dua speaker. Adapun bagian layarnya berupa kaca dengan tepi melengkung (2.5 D).


Secara ergonomi, GSM Arena menilai, menggenggam Redmi Note 10 Pro menimbulkan pengalaman yang menyenangkan. Kover belakangnya mungkin sedikit licin, lebih-lebih jika tangan Anda berkeringat. Namun, frame yang tipis disertai kaca lengkung di depan dan belakang membuat cengkeraman tangan terhadap si ponsel jadi oke.

Xiaomi sepertinya merancang desain Redmi Note 10 Pro secara totalitas. Hal itu membuatnya menjadi ponsel yang tidak hanya enak dipandang, tapi juga enak dipegang. Jangan lupa juga bahwa ada sertifikasi tahan percikan air dan debu IP53 yang membuat Anda kini tak perlu khawatir ketika gerimis hujan mengenai si ponsel.

2. Tampilan Mengesankan

Sektor tampilan Redmi Note 10 Pro menjadi sisi yang juga mencuri perhatian. Untuk kali pertama dalam sejarah, ponsel seri Redmi Note dibekali dengan layar 6,67 inci berpanel AMOLED Full HD+. Tidak cukup di situ, Redmi Note 10 Pro juga naik kelas berkat beberapa teknologi yang disuntikkan.

Di antaranya adalah, laju penyegaran adaptif 120 Hz, touch sampling rate 240 Hz, gamut warna bertaraf DCI-P3, teknologi rentang dinamis HDR10, dan dukungan Widevine L1 untuk menonton konten Netflix.

Laju penyegaran 120 Hz tentu tinggi, bahkan ini merupakan standar yang dipakai buat ponsel-ponsel kelas atas. Laju penyegaran tinggi ini berimbas pada pengalaman scrolling tanpa tersendat dan animasi yang ditampilkan ponsel berjalan mulus.

Menurut GSM Arena, secara default layarnya akan menampilkan laju penyegaran 120 Hz. Namun, ia akan berpindah ke setelan 60 Hz ketika menampilkan gambar yang diam, dan dipakai untuk membuka beberapa aplikasi dan gim. Beberapa aplikasi itu seperti YouTube, Prime Video, dan Netflix.

Karena itu, pengguna tidak perlu khawatir baterai Redmi Note 10 Pro bakal boros. Bahkan, kalau merasa tidak memerlukan 120 Hz, pengguna bisa menguncinya sendiri di setelan 60 Hz. Adapun touch sampling rate 240 Hz artinya adalah, layar ponsel ini bisa memproses 120 titik sentuhan dalam satu detik.

Sehingga, layar dengan kepadatan piksel 395 ppi ini cuma butuh waktu 4,16 milidetik untuk memproses satu titik sentuhan menjadi sebuah gerakan. Hal ini bisa membuat ponsel bebas lag saat main gim. Sekadar informasi, touch sampling rate 240 Hz adalah standar minimal yang biasanya dipakai buat ponsel gaming.

Lanjut ke masalah warna, Andrew Williams dari Tech Radar bilang bahwa layar ponsel ini bisa mengeluarkan tampilan yang tajam, kontrasnya sempurna, dan rentang warnanya dalam. Sangat oke buat nonton video ataupun main gim. Di sisi lain, adanya teknologi gamut warna DCI-P3 bikin rentang warna yang dipakai layar Redmi Note 10 Pro sangat luas, setara dengan layar bioskop modern.

sumber: mi.co.id

Dalam uji yang dilakukan GSM Arena, layar ponsel ini bisa menampilkan akurasi warna paling bagus pada setelan standar. Sebab, delta E yang diperoleh pada setelan ini adalah 1.3. Makin kecil delta E suatu layar, makin kecil pula penyimpangannya terhadap ruang warna DCI-P3.

Tidak hanya responsif dan punya warna yang cemerlang, layar Redmi Note 10 Pro juga tetap bisa menampilkan konten dengan baik meski di bawah terik matahari. Hal ini disebabkan karena layar ponsel ini bisa memancarkan kecerahan puncak yang relatif tinggi.

Yakni 725 nit dalam mode auto atau ketika mengaktifkan fitur Sunlight Boost, menurut GSM Arena. Sedangkan kecerahan puncak 1200 nit yang diklaim Xiaomi hanya berlaku dalam kondisi tertentu, misalnya ketika menyetel konten video HDR.

Yang menarik, kata GSM Arena, Redmi Note 10 Pro bisa menampilkan kecerahan yang sangat rendah, yakni 2,3 nit saja. Hal ini tentu bakal membuat mata nyaman ketika menggunakan HP di kegelapan. Apalagi ponsel ini juga memiliki sertifikasi SGS Eye Care yang menjamin layarnya minim pancaran radiasi sinar biru.

Satu hal keren lagi soal layar Redmi Note 10 Pro adalah fitur always-on display yang umumnya dipunyai ponsel berpanel OLED. Fitur ini membuat notifikasi bisa muncul di layar yang sedang terkunci tanpa membuat baterai ponsel terkuras.

3. Performa Oke

Redmi Note 10 Pro kebagian SoC (System on Chip) kelas menengah premium terbaru dari Qualcomm. Yakni Snapdragon 732G yang diproses dengan fabrikasi 8 nm. Chipset ini terdiri atas 2 CPU Kryo 470 Gold berbasis Cortex A76 (2,3 GHz), 6 CPU Kryo 465 Silver berbasis Cortex A55 (1,8 GHz), serta GPU Adreno 618 (810 MHz).

Jika diingat-ingat, Snapdragon 732G juga dipakai oleh POCO X3 NFC. Lantas apakah hal ini membuat performa Redmi Note 10 Pro mirip dengan saudaranya itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita tengok beberapa hasil tes benchmark sintetis yang dilakukan GSM Arena.

Pada aplikasi mainstream Antutu 8, Redmi Note 10 Pro berhasil meraih skor 295.442. POCO X3 NFC kalah karena cuma menghasilkan skor 283.750. Redmi Note 10 Pro lagi-lagi mengungguli saudaranya ini dalam pengujian dengan Geekbench 5.

Skor singlecore dan multicore yang ia raih adalah 569 dan 1780, unggul tipis dari POCO X3 NFC yang mendapat nilai 568 dan 1777. Meski begitu, dalam tes GFX Car Chase ES 3.1 (onscreen) untuk menguji kemampuan grafis, kedua ponsel seimbang dengan mencatat 16 fps.

Kesimpulan awal yang bisa diambil dari hasil di atas adalah Redmi Note 10 Pro sedikit lebih unggul dari POCO X3 NFC. Ada beberapa alasan yang mendasari mengapa hal ini bisa terjadi.

Pertama, Redmi Note 10 Pro sudah berjalan di sistem operasi lebih baru: Android 11. Kedua, teknologi penyimpanan UFS 2.2 pada Redmi Note 10 Pro punya kecepatan tulis sekuensial 2x lebih kencang ketimbang UFS 2.2 di POCO X3 NFC.

Di sisi lain, tinjauan skor benchmark sintetis saja tidak cukup untuk menggambarkan performa Redmi Note 10 Pro dalam kondisi nyata alias dalam pemakaian sehari-hari. Perihal ini coba dijawab oleh Mike Lowe dalam laman Pocket Lint. Kata Lowe, berkat Snapdragon 732G, ponsel ini andal menangani berbagai aplikasi dan gim.

Gim-gim seperti Zwift, PUBG Mobile, dan South Park: Phone Destroyer, bisa dijalankan dengan mulus. Pengalaman sama dirasakan oleh Andrew Williams yang mengaku nyaman memainkan gim Fortnite, ARK: Survival Evolved, hingga Asphalt 9.

Apalagi kalau cuma dipakai untuk menonton video di YouTube, browsing, atau scrolling di media sosial. Ponsel ini tak pernah memperlihatkan penurunan performa atau lag, berdasarkan pengalaman Eric Zeman. Satu-satunya lag yang ditemui Mike Lowe adalah saat berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain (multi-tasking). Itu pun sangat jarang.

4. MIUI 12

miui 12

Ponsel dengan hardware yang bertenaga tidak akan mampu mengeluarkan potensi maksimalnya jika tidak didukung software yang kuat. Beruntung Redmi Note 10 Pro (bersama Mi 11) adalah ponsel pertama Xiaomi yang sudah dipasangi sistem operasi Android 11 dengan antarmuka MIUI 12, sejak dalam kardusnya.

Kata Eric Zeman, MIUI 12 (versi global) ini punya bloatware (aplikasi bawaan) yang jauh lebih sedikit dari versi-versi sebelumnya. Semua aplikasi bawaan - seperti app scanner - bahkan bisa diatur agar tidak menampilkan iklan mengganggu. Yakni dengan menonaktifkan (disable) fitur rekomendasi pada menu setelan.

Selain bloatware yang sedikit, hal menarik dari antarmuka ini adalah hadirnya beberapa fitur fungsional. Pertama, always-on display yang bisa Anda aktifkan atau tidak. Jika diaktifkan, Anda bisa mengatur apa saja yang bisa muncul saat ponsel dalam keadaan terkunci.

sumber: gsmarena.com

Mulai dari notifikasi, pesan pelecut semangat, jam, background, dan lis warna pada tepi layar. Fitur menarik selanjutnya adalah pusat notifikasi dan pusat kendali (berisi macam-macam jalan pintas) yang sederhana, mirip iOS.

Anda bisa mengakses pusat notifikasi dengan menggeser layar dari arah kiri. Sedangkan menggeser layar dari arah kanan adalah cara untuk membuka pusat kendali. Jika tak suka dengan gaya ini, Anda bisa menonaktifkannya untuk mengembalikan tampilan ala MIUI.

Yang tak kalah keren adalah peningkatan soal keamanan privasi. MIUI 12 kini memberi akses bagi pengguna untuk menghapus metadata seperti informasi lokasi dan nama perangkat, sebelum membagikan foto atau video kepada orang lain.

Hal keren lagi adalah MIUI 12 di Redmi Note 10 Pro telah dioptimasi untuk menjalankan tampilan dalam laju penyegaran tinggi. Tentu saja sesuai dengan layarnya yang punya dukungan 120 Hz. Menurut GSM Arena, semua elemen yang ditampilkan MIUI ini mulus dan cepat, sangat impresif.

Selebihnya, fitur-fitur yang ada di antarmuka ini sama dengan yang ada di versi sebelumnya. Seperti aplikasi keamanan, Mi Remote (IR Blaster), Radio FM, dan Dark Mode.

5. Kamera Unggul di Kelasnya

Dilihat dari penampilannya, susunan kamera belakang Redmi Note 10 Pro sudah keren. Lalu, bagaimana dengan hasil jepretannya? Apakah keren juga? Sebelum ke sana, mari lihat ada apa saja di situ.

Pertama, kamera utama 108 MP, f/1.9-nya dibekali sensor Samsung ISOCELL HM2 dengan ukuran 1/1,52 inci. Kamera ini punya enam elemen lensa (6p) dan setiap piksel yang dibuat punya ukuran 0,7 µm. Gambar yang bisa dihasilkan dari kamera ini sebetulnya mentok di resolusi 12 MP.

Namun, dengan metode pixel binning disertai filter warna Nona-Bayer, sembilan piksel 0,7 µm digabung menjadi satu piksel berukuran 2.1 µm. Akhirnya berhasil tercipta foto dengan resolusi 108 MP. Adapun kamera utama ini adalah satu-satunya kamera belakang yang bisa mengambil foto pada mode malam.

Lanjut ke kamera ultrawide 8 MP, kamera ini diperkuat sensor Sony IMX355, bukaan f/2.2, fixed focus, dan bisa mengambil foto dengan sudut 118˚.

Di sektor kamera makro, ponsel ini ditenagai sensor 5 MP OmniVision OV5675 dengan ukuran 1/5 inci dan berdiafragma f/2.4. Kamera makro ini punya fitur auto focus yang aktif bekerja pada jarak 3-10 cm.

Kamera terakhir di sisi belakang adalah sensor kedalaman 2 MP berlabel GC02M1. Balik ke depan ada kamera swafoto 16 MP, f/2.45, fixed focus, yang punya focal length lensa 20 mm dan sensor Sony IMX471 berukuran 1/3 inci.

Sekarang mari kita cermati hasil jepretan kameranya satu per satu. Untuk kamera utama, hasil gambar yang dihasilkan punya detail yang tajam, fokus dan eksposurnya terjaga, dynamic range-nya bagus, dan noise-nya sangat sedikit. GSM Arena, Mike Lowe, dan Andrew Williams sangat suka dengan hasilnya.

Bahkan untuk mode malam hari, Lowe dan Williams menyebut kamera utama ponsel ini adalah yang terbaik di kelas harganya. Sebab, fotonya cukup terang dan minim noise. Sayang, karena tidak ada OIS (penstabil gambar berbasis optik), pengguna harus memegang si ponsel dengan stabil.

Jepretan Kamera Utama (techradar.com | Andrew Williams)
Jepretan Kamera Utama - Mode Malam (sumber: gsmarena.com)

Getaran jelas menimbulkan hasil yang soft ketika mengambil foto pada malam hari. Adapun kamera utamanya ini juga bisa melakukan zoom sebanyak 2x meskipun tidak ada lensa telefoto. Walau begitu, detail fotonya jadi berkurang.

Untuk kamera ultrawide-nya, hasil fotonya oke. Detail dan dynamic range-nya mungkin tak sebagus kamera utama. Namun, noise yang minim dengan reproduksi warna akurat membuat gambarnya tetap bisa diterima.

Jepretan Kamera Ultrawide (sumber: androidauthority.com | Eric Zeman)

Bagian yang mengesankan buat Andre Williams adalah kamera makro ponsel ini. Menurutnya, kamera makro Redmi Note 10 Pro adalah terbaik dari yang pernah ia temui. Williams beralasan, sebagian besar ponsel terjangkau memakai lensa ultrawide - yang punya sudut pandang luas - untuk kamera makro.

Hal itu membuat kamera makro mayoritas ponsel kesulitan mengambil fokus ke satu bagian kecil dari suatu objek. Sedangkan kamera makro Redmi Note 10 Pro berbeda. Ia bisa mengambil foto close-up lebih dalam ketimbang kamera utamanya, dengan detail yang cukup.

Jepretan Kamera Makro (techradar.com | Andrew Williams)

Sementara itu, hadirnya sensor kedalaman 2 MP membuat ponsel ini cukup andal dalam mengambil foto bokeh. Sebab, ia mampu menentukan wilayah mana yang diblur dan tidak.

Meski begitu, menurut Eric Zeman, kadang-kadang subjek utama (manusia) terlihat seperti mengambang di background yang blur. Di sisi lain, Zeman suka dengan hasil foto kamera depannya yang tajam dan bersih.

Jepretan Kamera Depan (sumber: androidauthority.com | Eric Zeman)

6. Baterai, Speaker, dan Sensor Mantap

Performa ponsel yang oke akan sedikit sia-sia andai ketahanan baterainya kedodoran. Untungnya, Redmi Note 10 Pro tidak punya masalah soal ketahanan baterai. Baterai 5020 mAh yang dikandungnya tetap awet sekalipun ponsel digunakan dalam mode laju penyegaran 120 Hz.

Uji yang dilakukan GSM Arena mencatat, ponsel ini mampu dipakai selama 28 jam 45 menit untuk telepon, 13 jam 58 menit buat browsing via Wi-Fi, dan 15 jam 47 menit untuk menonton video offline. Endurance rating-nya mencapai 114 jam!

Hasilnya tidak beda jauh ketika laju penyegaran Redmi Note 10 Pro ini diturunkan menjadi 60 Hz. Catatan waktu pakainya adalah, 28 jam 45 menit buat telepon, 14 jam 13 menit untuk browsing, dan 17 jam 44 menit buat menonton video. Sedangkan endurance rating-nya naik jadi 118 jam.

Dalam pemakaian sehari-hari, Andrew Williams mengaku baterai ponsel ini bisa tersisa 30-35 persen sebelum dia tidur. Bahkan, menurut pengalaman Eric Zeman, ketahanannya bisa nyaris 2 hari jika si ponsel digunakan untuk pekerjaan yang ringan.

Baterai yang awet juga didukung teknologi pengisian cepat 33 Watt. Mengecas Redmi Note 10 Pro dengan adaptor berdaya 33 W sudah cukup cepat. Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kapasitas 50 persen adalah 30 menit, menurut GSM Arena. Sedangkan pengecasan dari kosong sampai penuh butuh waktu 81 menit.

Komponen pendukung selanjutnya yang keren di ponsel ini adalah speaker stereo dan sensor-sensornya. Untuk masalah speaker, Andrew Williams menyebut Redmi Note 10 Pro adalah yang terbaik di kelas harganya.

Bunyi yang dikeluarkannya lantang dan elemen bass-nya terdengar meski samar-samar. GSM Arena mengatakan hal yang sama seperti Andrew Williams bahwa bass di speaker ponsel ini memang masih kurang. Meski demikian, kelantangannya sangat bagus, mencapai -25,7 LUFS (Loudness Unit Full Scale).

Ponsel ini punya suara lebih lantang daripada Redmi Note 9 Pro (-28,6 LUFS). Selain itu, suaranya nyaring di level volume menengah dan atas. Oh iya, karena punya sertifikasi Hi-Res, Redmi Note 10 Pro juga bisa menyetel audio beresolusi tinggi 24-bit/192kHz. Speaker yang oke tentu saja membuat pengguna bisa merasakan pengalaman asyik saat main gim atau menonton video.

Selanjutnya, untuk masalah sensor, tidak ada satu pun yang terlewat di ponsel ini. Akselerometer, cahaya, giroskop, kompas (elektronik) ada. Sensor infra merah khas HP Xiaomi pun ada. Jangan lupa bahwa HP ini juga punya NFC.

Terakhir, Redmi Note 10 Pro juga mengadopsi dinamo getar terbaru seperti pendahulunya, yaitu Z-axis linear vibration motor (LVM). LVM - yang punya prinsip kerja memproduksi getaran berdasarkan gerakan dinamo naik-turun - menawarkan vibrasi lebih baik dan umur lebih panjang ketimbang dinamo getar ERM.

Kekurangan Redmi Note 10 Pro

Kesempurnaan adalah suatu kemustahilan yang letaknya ada di alam pikiran. Segala produk bikinan manusia pasti punya kekurangan. Hanya, kekurangan itu bisa saja Anda maklumi, tapi bisa saja tidak.

1. Sisi Negatif Desain

Xiaomi tahu bahwa Redmi Note 10 Pro adalah bukti bahwa mereka telah meraih pencapaian yang hebat untuk seri Redmi Note. Karena itu, desain yang diberikan untuk merayakan lahirnya generasi ke-10 dari seri ini tidaklah sembarangan. Desain ponsel ini enak dipandang dan dipegang. Meski begitu, tetap saja ada cela yang ditinggalkan.

Hal itu seperti yang diutarakan oleh Mike Lowe. Secara khusus, Lowe menyoroti kamera depan punch-hole ponsel ini yang punya ring berwarna perak. Menurutnya, ring itu mengganggu karena bisa memantulkan cahaya ke arah pengguna. Harusnya Xiaomi memakai ring dengan warna gelap agar pantulan cahaya tidak terjadi.

Kemudian, Lowe juga kurang suka dengan tonjolan modul kamera belakang Redmi Note 10 Pro. Bukan cuma ukurannya yang besar, tetapi juga karena bentuknya yang bertingkat (tidak rata). Hal ini membuat si ponsel tak stabil saat diletakkan di atas meja. Anda pun bisa membayangkan sendiri jika ada telepon yang masuk. Ponsel ini tentu bakal bergetar hebat.

Sementara itu, Eric Zeman mewanti-wanti calon pengguna agar berhati-hati jika meletakkan Redmi Note 10 Pro di atas meja. Sebab, penutup belakangnya cukup licin, khususnya untuk warna Onyx Gray yang punya finishing glossy. Supaya tidak tergelincir, ponsel sebaiknya dipasangi case tambahan.

2. Low Light dan Perekaman Video

(sumber: techradar.com | Andrew Williams)

Di kelas harganya, Redmi Note 10 Pro cukup bagus dalam mengambil gambar di kondisi kurang cahaya (low light). Namun, karena tidak punya OIS, kualitasnya tetap saja medioker. Menurut Mike Lowe, mode malam yang disertakan untuk mengambil gambar secara multiple frame dengan eksposur panjang, tidak begitu berpengaruh untuk meningkatkan kecerahan.

Tanpa OIS, hasil gambar tetap saja kurang tajam alias soft. Selain itu, mode malam hanya dapat digunakan untuk kamera utama. Artinya, kamera ultrawide dan makro tidak bisa memakai mode malam. Masalah soal kamera berlanjut ke perekaman video.

Penstabil gyro-EIS memang ada untuk mengurangi guncangan. Hanya saja, fitur itu cuma bisa dipakai pada resolusi 1080p di 30 fps atau 60 fps. Sehingga, jika Anda merekam video di ponsel ini dengan resolusi terbesarnya, 4K di 30 fps, hasilnya sudah pasti goyang.

3. Tidak Ada Fitur Pengisian Balik

Baterai yang awet adalah sebuah tradisi yang coba terus dilestarikan oleh seri Redmi Note. Hal itu dimulai sejak kemunculan Redmi Note 4X yang memakai chipset Snapdragon 625. Baterai yang awet itu juga diimbangi dengan dukungan teknologi pengisian cepat sejak beberapa seri terakhir.

Hanya saja, hingga saat ini belum pernah ada ponsel Redmi Note yang dibekali teknologi pengisian balik, termasuk Redmi Note 10 Pro ini. Alhasil, Anda tak bisa 'meminta' sebagian daya yang dipunyai ponsel ini untuk mengecas perangkat lain. Perangkat lain itu seperti TWS (earphone nirkabel), gelang pintar, atau jam tangan pintar.

Simpulan

Redmi Note 10 Pro telah memberi standar yang tinggi terhadap sebuah ponsel kelas menengah. Pasalnya, ponsel ini tidak hanya mumpuni menangani beragam pekerjaan serius, tapi juga menawarkan estetika dan kenyamanan. Pengalaman ala smartphone flagship pun bisa Anda rasakan berkat adanya layar AMOLED 120 Hz serta sertifikasi tahan percikan air dan debu IP53.

Walau begitu, layaknya smartphone kelas menengah lain, Redmi Note 10 Pro tetap tidak terlalu piawai dalam menangkap gambar di kondisi malam hari. Jika ditanya, untuk siapakah ponsel ini dibuat? Jawaban kami adalah untuk semua kalangan. Terutama buat mereka yang punya perhatian lebih terhadap desain dan suka menikmati konten dari HP.

Redmi Note 10 Pro dijual di Indonesia mulai 6 April 2020. Varian memori 64/6 GB dijual dengan harga perkenalan Rp3.499.000 (normal Rp3.599.000), sedangkan varian 128/8 GB dibanderol Rp3.899.000 (normal Rp3.999.000). Pembeli akan mendapat softcase, adaptor 33 W, ejektor SIM, dan garansi selama 15 bulan dalam paket penjualan.

Jika melihat harga, paket penjualan, dan spesifikasi yang ditawarkan, Redmi Note 10 Pro jelas sulit disaingi oleh kompetitor lain. Sebab, ponsel ini punya price to value yang sangat baik.

Namun, jika Anda bertanya alternatifnya, tiga ponsel ini bisa masuk pertimbangan. Adalah realme 7 Pro, POCO X3 NFC, hingga Samsung Galaxy A52. realme 7 Pro menawarkan pengisian baterai yang lebih cepat (65 W), sedangkan POCO X3 NFC tentu saja punya harga yang lebih miring.

Sementara itu, Galaxy A52 punya dua fitur yang sulit dijumpai di ponsel kelas menengah, yakni OIS dan sertifikasi IP67. Sekarang pilihan tergantung pada Anda!

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram