carisinyal web banner retina

10 Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy Tab S8 Ultra 5G

Ditulis oleh Ahmad Tsalis

Samsung mengambil langkah cepat saat membuka babak baru pada kuartal pertama 2022. Mereka tidak hanya memperbarui lini smartphone flagship melalui Galaxy S22 Series. Namun, mereka juga meluncurkan tiga tablet baru.

Tiga tablet baru itu adalah Galaxy Tab S8, Galaxy Tab S8+, dan Galaxy Tab S8 Ultra. Perbedaan ketiganya telah kami bahas dalam artikel perbedaan tablet Galaxy Tab S8 Series. Yang akan kami ulas di artikel ini adalah model teratasnya, yakni Galaxy Tab S8 Ultra.

Tablet ini menjadi tablet pertama Samsung di seri Galaxy Tab S dengan layar 14,6 inci. Dengan layar sebesar itu, perangkat ini mungkin bisa menjadi alternatif laptop. Bagi Anda yang punya produktivitas dan mobilitas tinggi tentu perlu untuk mempertimbangkan tablet ini.

Nah, melalui artikel ini, Carisinyal akan membantu Anda dalam melihat potensi Galaxy Tab S8 Ultra secara keseluruhan. Oleh sebab itu, simak artikel kelebihan dan kekurangan Galaxy Tab S8 Ultra ini sampai habis!

Spesifikasi Samsung Galaxy Tab S8 Ultra 5G

galaxy tab s8 ultra_
Layar Super AMOLED 14.6 inci
Chipset Qualcomm Snapdragon 8 Gen 1
RAM 8 GB, 12 GB, 16 GB
Memori Internal 128 GB, 256 GB, 512 GB
Kamera 13 MP (wide) 6 MP (ultrawide)
Baterai Li-Po 11200 mAh
Kelebihan & Kekurangan Baca di sini
Cek Harga Saat Ini Shopee Lazada Blibli

Kelebihan Samsung Galaxy Tab S8 Ultra

Akhiran "Ultra" cukup akrab dalam penamaan smartphone kelas atas Samsung. Namun, apa jadinya bila akhiran tersebut dipakai di lini tablet? Kurang lebih sama karena Galaxy Tab S8 Ultra punya berbagai kelebihan di level flagship sebagai berikut.

1. Desain

desain tab s8 ultra

Samsung tak mengubah bahasa desain Galaxy Tab S8 Ultra. Artinya, desain tablet ini masih sama seperti Galaxy Tab S7 Series yang dirilis pada 2020. Ciri khas desain yang dipakai kedua tablet adalah garis vertikal yang tersambung dengan modul kamera belakang.

Garis tersebut bukan cuma pajangan, tetapi juga merupakan dudukan magnetis sekaligus tempat pengecasan pena stylus S Pen. Hal yang membuat sisi desain Galaxy Tab S8 Ultra berbeda dibanding jajaran Tab S7 Series adalah material yang dipakai.

Tablet ini menggunakan material aluminium armor pada penutup belakang dan rangkanya. Konon, material ini lebih tahan benturan ketimbang aluminium yang dipakai Galaxy Tab S7. Bahkan Samsung mengeklaim bahwa Tab S8 Ultra (dan tablet Tab S8 lain) adalah tablet terkuat yang pernah mereka buat.

Hal yang berbeda lagi adalah adanya poni kecil pada layarnya. Keberadaan poni dimaksudkan untuk memberi ruang bagi dua kamera depan. Selain material bodi dan poni, tak ada lagi corak desain yang membedakan Tab S8 Ultra dengan generasi pendahulunya.

Yasmine Crossland dari T3, memiliki kesan mendalam terhadap desain tablet ini. Crossland menilai bahwa desain tablet ini benar-benar terasa premium. Alasannya adalah karena bezel layar tablet ini minimalis.

Selain itu, tablet ini juga sangat tipis tidak terlalu berat untuk sebuah tablet berlayar jumbo. Dimensi Galaxy Tab S8 Ultra adalah 326.4 x 208.6 x 5.5 dengan bobot 728 g.

Samsung hanya menyediakan satu varian warna buat tablet ini, yaitu Graphite (hitam keabuan), dengan karakter matte. Dalam orientasi landscape, Anda akan menemukan tombol power, tombol pengatur volume, mikrofon, dan slot satu kartu SIM plus satu microSD di sisi atas tablet.

Di sisi bawah terdapat konektor keyboard (POGO pin). Di sisi kanan ada dua lubang speaker dan port USB C. Sementara itu, di sisi kiri ada dua lubang speaker lagi dan lubang mikrofon.

2. Layar

layar tab s8 ultra

Layar berpanel Super AMOLED mengisi sektor tampilan Galaxy Tab S8 Ultra. Layar dengan bentang 14,6 inci ini memiliki resolusi 1848 x 2960 piksel, dengan rasio aspek 16:10.

Menurut GSM Arena, layar Tab S8 Ultra sudah diproteksi kaca Corning Gorilla Glass. Anda pun tak perlu khawatir bila layar tablet ini terkena gesekan benda tajam.

Lebih lanjut, dukungan refresh rate 120 Hz hadir buat layar dengan kepadatan piksel 240 ppi ini. Refresh rate yang tinggi akan menciptakan interaksi sentuhan yang nyaman, karena tampilan layar amat mulus. Refresh rate 120 Hz juga memungkinkan tablet ini untuk menjalankan gim pada fps tinggi.

Menurut Ben Sin dari XDA-Developers, tampilan yang muncul dari layar Tab S8 Ultra sangat hidup (immersive). Pengalaman itu dia rasakan saat tablet dipakai untuk melihat Instastory, menonton video di YouTube, hingga membaca komik.

Sementara itu, Yasmine Crossland juga menyukai layar Tab S8 Ultra. Buat dia, layar yang super lega membuat aktivitas seperti mengedit foto, menggambar, dan menonton film jadi lebih menyenangkan.

Adapun layar Galaxy Tab S8 Ultra mampu memancarkan 16 juta warna dan sudah mendapat sertifikasi HDR10+. Sertifikasi Widevine L1 pun ada. Artinya tablet ini bisa memutar film dari Netflix, Amazon Prime, dan Disney+ pada resolusi Full HD+.

Di dalam layar tablet ini juga terkandung sensor pemindai sidik jari optik (in-display) untuk mendukung fitur keamanan. Menurut Crossland, pemindai sidik jari in-display tablet ini bekerja dengan baik: cepat dan akurat!

3. S Pen dan Speaker

s pen

Samsung memasangkan Galaxy Tab S8 Ultra dengan pena stylus S Pen baru. Menurut Samsung, S Pen anyar ini jauh lebih responsif dan akurat karena latensinya hanya 2,8 milidetik. S Pen Tab S8 Ultra jauh lebih keren ketimbang S Pen milik Tab S7+ (latensi 5,6 milidetik).

Bahkan S Pen yang dipunyai Tab S8 Ultra jauh lebih responsif daripada Apple Pencil generasi teranyar (9 milidetik). Bagi Ben Sin, kegunaan S Pen di sebuah tablet jauh lebih penting ketimbang di ponsel.

Pasalnya, S Pen akan lebih sering dipakai untuk memudahkan navigasi di perangkat dengan bentang layar lebar. Satu hal yang membuat Ben Sin suka dengan S Pen adalah material bagian ujungnya yang terbuat dari karet lembut.

Material tersebut menciptakan sensasi yang lebih nyaman saat S Pen digesek ke layar tablet. Hal ini berbeda dari Apple Pencil yang ujungnya memakai bahan plastik keras.

Hal selanjutnya yang disukai Ben Sin terhadap S Pen adalah fitur-fiturnya yang cukup fungsional. Misalnya, menerjemahkan teks yang diberi highlight, melakukan screenshot, dan tentu saja mengubah teks tulisan menjadi teks digital.

Fitur yang terakhir sangat membantu Ben Sin saat menulis kalimat dalam bahasa Mandarin. Ben Sin mengaku bahwa ia adalah orang yang bisa membaca dan menulis dalam bahasa Mandarin. Namun, ia tidak bisa merangkai kalimat Mandarin jika dilakukan lewat ketikan keyboard.

Adapun fungsi lain yang bisa dilakukan oleh S Pen Galaxy Tab S8 Ultra adalah mengganti slide presentasi dan mengambil gambar dari kamera tablet. Dua fungsi itu bisa diakses dengan memencet tombol yang ada pada si pena stylus.

Pembahasan berlanjut ke sektor speaker. Tablet ini dibekali speaker berjumlah empat. Karena itu, konfigurasinya adalah stereo. Speaker ini memperoleh setelan berstandar AKG serta dibekali teknologi Dolby Atmos.

Menurut Chris G. dalam kanal YouTube TechTablets, suara yang keluar dari speaker Tab S8 Ultra lantang. Elemen bass-nya pun terasa. Chris yakin, tidak ada satu pun orang yang komplain jika mendengar kualitas suara tablet ini.

4. Dapur Pacu

performa tab s8 ultra

Semua tablet Galaxy Tab S8 Series yang dijual di seluruh dunia mengandung SoC Snapdragon 8 Gen 1. Termasuk Tab S8 Ultra yang dipasarkan di Indonesia.

Pada Tab S8 Ultra yang dijual di Indonesia. SoC premium dari Qualcomm itu didukung RAM 12 GB (LPDDR5) dan memori internal 256 GB (UFS 3.1). Jika memorinya kurang, Anda dapat memasang microSD pada slot khusus yang tersedia. Kapasitas maksimal yang bisa ditampung adalah 1 TB.

Snapdragon 8 Gen 1 adalah SoC yang dibikin melalui proses manufaktur 4 nm. SoC ini mengandung delapan inti CPU yang terdiri atas satu Cortex-X2 (3.00 GHz) tiga Cortex-A710 (2.40 GHz), dan empat Cortex-A510 (1.70 GHz).

Masalah olah grafis, Snapdragon 8 Gen 1 mengandalkan GPU Adreno 730. SoC ini juga memiliki modem X65 5G, ISP Spectra (prosesor gambar), dan DSP Hexagon (prosesor pengatur AI).

Qualcomm mengeklaim, SoC ini punya kemampuan CPU 20% lebih tinggi ketimbang Snapdragon 888. Kemampuan GPU-nya pun disebut meningkat 30%. Keberadaan SoC ini nyatanya menghasilkan performa yang mantap pada sektor dapur pacu Galaxy Tab S8 Ultra.

Yasmine Crossland bilang, apa pun tugas yang diberikan, tablet ini bisa menanganinya tanpa masalah. Semuanya terasa cepat, walaupun tablet ini dipakai untuk membuka banyak aplikasi dalam waktu bersamaan.

Yang aneh, skor-skor dari pengujian aplikasi benchmark sintetis yang diperoleh tablet ini tidak setinggi perangkat-perangkat lain dengan SoC Snapdragon 8 Gen 1. Chris G. dan Yasmine Crossland pun mengakui bahwa skor benchmark sintetis tablet ini memang tidak terlalu tinggi, meskipun sudah masuk level flagship.

Pada aplikasi AnTuTu 9, tablet ini mencatat skor 889.575. Skor ini memang agak jauh dari Galaxy S22 Ultra yang skor AnTuTu 9-nya nyaris tembus 1 juta. Walau begitu, ada maksud khusus di balik skor benchmark yang tidak terlalu tinggi.

Samsung sepertinya menyetel batasan atas kemampuan tablet ini sedikit lebih rendah agar kestabilan performa didapat. Apalagi dengan dimensi yang jauh lebih besar ketimbang smartphone, tablet punya sistem termal yang lebih andal dalam menangani panas.

Imbasnya, gejala throttling akan sangat minim terjadi. Dalam pengujian AnTuTu 9 yang dilakukan Chris G. Galaxy Tab S8 Ultra hanya mengalami peningkatan suhu 0,4°C. Sebagai pembanding, Xiaomi 12 Pro, yang juga memakai SoC Snapdraogn 8 Gen 1, mengalami kenaikan suhu hingga 9°C.

Beberapa pengujian lain pun dilakukan Chris G., di antaranya adalah Geekbench 5 dan 3D Mark. Skor CPU singlecore tablet ini menyentuh 1212 pada aplikasi Geekbench 5. Sementara itu, skor multicore-nya mencapai 3380.

Untuk performa GPU, Tab S8 Ultra memperoleh skor 9286 pada aplikasi 3D Mark Wild Life. Selama pengujian, tablet mencatat rerata kemampuan rendering pada 55,6 fps.

Selanjutnya, bagaimana jika tablet ini dipakai main game? Secara gameplay, gim mobile paling berat Genshin Impact sukses dijalankan dengan lancar pada setelan grafis tertinggi.

Frame drop sesekali muncul dan itu wajar. Namun, yang paling menyenangkan, Chris G. tak merasakan panas berlebihan pada tablet ini selama 15 menit memainkan Genshin Impact.

5. Kamera

kamera tab s8 ultra

Anda tak akan menemukan kualitas kamera sebagus smartphone pada Galaxy Tab S8 Ultra. Pasalnya, kamera pada tablet memang tak diciptakan untuk menangani tugas foto dan video untuk keperluan konten.

Kamera pada tablet lebih difungsikan untuk hal-hal produktivitas. Misalnya, untuk rapat virtual, memfoto dokumen, dan sebagai alat dokumentasi penting lain terkait pekerjaan. Galaxy Tab S8 Ultra punya empat buah kamera, masing-masing terpasang di sisi belakang dan depan.

Pada bagian belakang, tablet ini punya kamera utama 13 MP, f/2.0 dengan autofokus. Ada juga kamera ultrawide dengan bukaan f/2.2 dan punya fokus tunggal. Dua kamera ini ditemani satu lampu flash.

Sementara itu, di sisi depan, ada kamera selfie 12 MP, f/2.2, dan kamera selfie ultrawide 12 MP f/2.4 yang punya ruang pandang 120˚.

Baik kamera belakang maupun kamera depan mampu merekam video hingga resolusi 4K pada 30 fps. Namun, hanya kamera belakang yang dibekali fitur penstabil elektronik (EIS).

Yang baru dari kamera Tab S8 Ultra adalah fitur Auto Framing. Singkatnya, fitur ini tablet akan mendeteksi gerak dan keberadaan orang yang sedang disorot kamera depan.

Kamera pun akan otomatis melakukan zoom in dan zoom out, serta berpindah dari kamera selfie utama ke kamera selfie ultrawide atau sebaliknya. Semua itu dilakukan agar orang yang berada dalam sorotan tetap dalam frame, terutama saat melakukan video call.

Auto Frame juga dapat mendeteksi keberadaan hingga 10 orang. Saat Anda sedang video call dan tiba-tiba kedatangan 9 teman yang ingin ikut, maka tablet akan otomatis melakukan zoom-out agar seluruhnya bisa masuk ke dalam frame.

Fitur yang satu ini keren, tetapi belum secanggih Center Stage yang dimiliki iPad Pro. Sebab, Center Stage mampu membuat pengguna tetap dalam sorotan, meskipun sambil berlalu-lalang di depan tablet.

Kendati demikian, kamera Galaxy Tab S8 Ultra pada dasarnya sudah mampu bekerja dengan baik. Kualitas foto dan video yang dihasilkan, baik kamera depan dan kamera belakang, sudah bagus sesuai standar tablet.

6. Software

dex samsung galaxy tab s8 ultra

Galaxy Tab S8 Ultra tiba dengan sistem operasi Android 12 plus antarmuka OneUI 4.1. Antarmuka ini merupakan salah satu favorit di dunia karena stabil, minim bloatware, dan bebas iklan

Chris G. merasakan interaksi yang mulus selama menguji tablet ini. Tidak ada sendatan ketika dia melakukan scrolling secara cepat pada Tab S8 Ultra. Hal itu menandakan bahwa antarmuka OneUI mendapat optimasi yang optimal.

Selain itu, Samsung menjamin Galaxy Tab S8 Ultra (dan seri Galaxy Tab S8 yang lain) memperoleh upgrade sistem operasi sampai empat kali, dan pembaruan patch keamanan hingga lima tahun. Artinya, tablet ini bakal bisa mencicipi Android 16 dan terus didukung sampai 2027.

Oh iya, karena Galaxy Tab S8 Ultra adalah tablet seri teratas Samsung, mode DeX disertakan. Fitur ini membawa pengalaman memakai komputer pada sebuah tablet. Contohnya adalah multitasking.

7. Ketahanan Baterai

baterai samsung galaxy tab s8 ultra

Baterai berkapasitas 11.200 mAh menjadi sumber tenaga dari Galaxy Tab S8 Ultra. Ukuran baterai ini sepadan dengan ukuran layarnya yang jumbo. Berdasarkan pengujian Ben Sin, baterai tablet ini berkurang 11% per jam.

Ben Sin memperlakukan Galaxy Tab S8 Ultra sebagai mesin kerja. Tablet ini dipakai untuk membuka browser dengan beberapa tab, aplikasi perpesanan Slack, Twitter, dan Spotify dalam waktu bersamaan.

Derajat penurunan baterai bisa lebih minim, yakni 7% per jam, jika tablet dipakai untuk menonton film di Netflix. Kata Ben Sin, Galaxy Tab S8 Ultra bisa mencapai waktu pemakaian 11 jam dalam sekali cas. Itu bagus!

Galaxy Tab S8 Ultra turut dibekali teknologi pengisian cepat 45W yang sebetulnya cukup kencang. Namun, karena baterai tablet ini besar, kecepatan pengecasannya tidak kencang-kencang amat menurut Ben Sin.

Kekurangan Samsung Galaxy Tab S8 Ultra

Galaxy Tab S8 Ultra bisa jadi merupakan tablet terbaik yang dirilis pada 2022. Meski begitu, bukan berarti tablet ini tak punya catatan yang mungkin saja menjadi kekurangannya. Beberapa poin penjelasan di bawah ini adalah hal yang perlu Anda perhatikan sebelum meminang si tablet.

1. Besar dan Berat

ukuran samsung galaxy tab s8 ultra

Tak salah bila Galaxy Tab S8 Ultra disebut tablet monster karena layarnya yang sangat lebar: 14,6 inci. Bentang layar 14,6 inci sebetulnya bukan masalah bila perangkat ini adalah laptop yang pemakaiannya tidak ditenteng.

Berdasarkan pengalaman Chris G. menenteng tablet ini selama 20 menit untuk menonton video bikin tangan pegal. Pada kondisi ini, Galaxy Tab S8 Ultra terasa beratnya. Karena ukurannya yang jumbo itu pula, pengalaman main gim jadi tidak nyaman.

Chris G. merasakan ketidaknyamanan itu saat main Genshin Impact. Dua ibu jari yang biasanya bisa menjangkau seluruh perintah di layar ponsel, kini harus dipaksa meraih area yang lebih jauh.

Oleh karena itu, menurut kami, cara paling nyaman memakai Galaxy Tab S8 Ultra ini adalah menaruhnya, baik diberdirikan dengan sandaran maupun membaringkannya.

2. Sisi Minor Layar dan Mode DeX

aplikasi samsung galaxy tab s8 ultra

Berdasarkan pengalaman para penguji, layar besar Galaxy Tab S8 Ultra responsif dan mampu menghasilkan tampilan yang keren. Meski demikian, layar yang jumbo ini membuat tampilan aplikasi tidak optimal. Hal ini sebagaimana dituturkan oleh Ben Sin.

Bagi Ben Sin, sebagian besar aplikasi Android belum dioptimasi untuk perangkat dengan layar lebar. Ia lantas mengambil contoh aplikasi Twitter. Di tablet Android, aplikasi ini serasa seperti versi ponsel yang dibuka dengan orientasi landscape.

Ihwal ini, seluruh tampilan aplikasi hanya dipenuhi linimasa. Hal tersebut berbeda dari Twitter di iPad yang telah mengalami optimasi untuk perangkat tablet. Di iPad, tampilan Twitter terbagi menjadi dua bilah dengan bilah sebelah kiri difungsikan untuk navigasi.

Ben Sin berpendapat, optimasi yang kurang pada tablet Android disebabkan oleh pengembang yang tak mau repot. Alasannya, pengembang lebih suka melakukan upaya lebih pada iPad yang dinilai lebih populer dan menguntungkan ketimbang tablet Android.

Samsung pun turun tangan sendiri dengan menghadirkan mode DeX. Berkat fitur ini, aplikasi di Galaxy Tab S8 Ultra bisa dibuka dengan ukuran yang bisa disesuaikan layaknya PC. Mode DeX membuat aplikasi terlihat jauh lebih baik ketimbang dibuka dalam mode Android biasa.

Mode DeX juga dinilai Ben Sin berandil pada peningkatan kemampuan multitasking, selain karena ukuran layar Galaxy Tab S8 Ultra yang memang lebar. Tiga sampai empat aplikasi bisa dibuka sekaligus dalam satu tampilan layar.

Kendati demikian, mode DeX masih jauh dari kata sempurna. Misalnya, pada aplikasi Google Document. Menurut pengalaman Ben Sin, dokumen yang ia buka selalu muncul di jendela terpisah.

Google Chrome juga belum optimal. Peramban ini seringkali terbuka dalam tampilan ponsel, padahal Ben Sin sudah menyetelnya agar bisa memenuhi seluruh layar tablet. Hal yang seperti ini tidak pernah terjadi pada iPad dengan iPadOS-nya.

3. Paket Penjualan

paket penjualan samsung galaxy tab s8 ultra

Galaxy Tab S8 Ultra dijual secara resmi di Indonesia mulai Februari 2022. Pengguna akan mendapatkan S Pen, kabel USB tipe C ke tipe C, ejektor kartu SIM, dan book cover keyboard. Untuk charger, laman resmi Samsung menulis bahwa charger 45W dijual secara terpisah.

Sementara itu, book cover keyboard statusnya adalah bonus yang diperoleh jika konsumen membeli tablet ini pada masa pre-order. Masa pre-order yakni 9 Februari - 3 Maret 2022.

Lewat masa itu, konsumen harus mengeluarkan dana ekstra Rp3,99 juta jika menginginkan book cover keyboard. Dengan harga rilis tablet yang menyentuh Rp19.999.000, Galaxy Tab S8 Ultra akan terasa agak mahal jika dibeli di luar masa pre-order.

Simpulan

Samsung Galaxy Tab S8 Ultra 5G bisa dibilang sebagai masterpiece Samsung pada lini produk tablet. Pasalnya, Samsung bukan hanya menawarkan ukuran layar terbesar sepanjang sejarah portofolio tablet mereka. Namun, mereka juga menyajikan segudang hal keren buat tablet flagship yang satu ini.

Galaxy Tab S8 Ultra adalah tablet dengan performa dan pena stylus terbaik. Inilah alasannya mengapa pekerja profesional dengan mobilitas tinggi perlu mempertimbangkan tablet ini, alih-alih membeli sebuah laptop.

Meski begitu, Galaxy Tab S8 Ultra bukanlah tablet sempurna. Ukurannya yang monster mungkin kurang disukai orang, kecuali bila tablet ini hanya dipakai sebagai perangkat duduk. Selain itu, optimasi aplikasi di tablet ini masih jauh dari iPad, meskipun sudah dibantu dengan Mode Dex.

Terakhir dan yang paling krusial adalah paket penjualan yang tak lengkap jika Anda membeli tablet ini di luar masa pre-order. Akan sangat disayangkan jika Anda membeli tablet ini tanpa book cover keyboard orisinil dari Samsung.

Sebab, yang membuat Galaxy Tab S8 Ultra powerful, khususnya untuk produktivitas, adalah keyboard tersebut. Sedangkan harga book cover keyboard untuk Tab S8 Ultra yang dijual terpisah juga tidak murah. Bagaimanapun, Galaxy Tab S8 Ultra tetap jadi salah satu tablet Android terbaik.

Kategori:
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram