carisinyal web banner retina

Intip 6 Perbedaan Samsung Galaxy A22 dan Galaxy A23

Ditulis oleh Ananda Ganesha M

Pembaruan demi pembaruan senantiasa dilakukan salah satu produsen smartphone terbaik di dunia, yakni Samsung. Bukan hanya menyuguhkan seri flagship yang inovasinya tidak habis-habis, mereka pun kini telah merilis penerus dari Samsung Galaxy A22. Apalagi kalau bukan Samsung Galaxy A23?

Sontak, sebagaimana pembaharuan manapun, fans Samsung pun ingin langsung mengetahui perubahan apa saja yang dibawakan Galaxy A23, dan apakah ponsel ini miliki spek yang layak untuk mendorong pengguna Galaxy A22 hijrah ke Galaxy A23.

Nah, jika Anda termasuk dalam kategori orang-orang yang kami sebutkan tadi, Anda berada di tempat yang benar. Soalnya, Carisinyal telah merangkum hal-hal yang membedakan Galaxy A22 dan Galaxy A23, yakni seperti yang di bawah ini.

Spesifikasi Samsung Galaxy A22

Galaxy-A22-4G
Layar Super AMOLED 6.4 inci
Chipset MediaTek Helio G80
RAM 6 GB
Memori Internal 128 GB
Kamera 48 MP (wide) 8 MP (ultrawide) 2 MP (macro) 2 MP (depth)
Baterai Li-Po 5000 mAh
Kelebihan & Kekurangan Baca di sini
Cek Harga Saat Ini Shopee Lazada Blibli

Spesifikasi Samsung Galaxy A23

samsung galaxy a23
Layar PLS TFT 6.6 inci
Chipset Qualcomm Snapdragon 680
RAM 6 GB
Memori Internal 128 GB
Kamera 50 MP (wide) 5 MP (ultrawide) 2 MP (macro) 2 MP (depth)
Baterai Li-Po 5000 mAh
Kelebihan & Kekurangan Baca di sini
Cek Harga Saat Ini Shopee Lazada Blibli

Perbedaan Samsung Galaxy A22 dan Galaxy A23

Yuk, kenali lebih jauh mengenai dua ponsel Galaxy A22 dan Galaxy A23 yang memiliki harga sekitar Rp3 jutaan ini! Berikut adalah poin-poin perbedaan yang mesti Anda ketahui sebelum memutuskan untuk membeli kedua ponsel tersebut.

1. Super AMOLED vs. PLS LCD

galaxy a23 layar_

Tahukah Anda? Samsung Galaxy A22 rupanya hadir dengan panel layar yang lebih baik ketimbang Galaxy A23. Ini karena Galaxy A22 sudah menggunakan panel Super AMOLED dengan tingkat kecerahan dan kejernihan lebih tinggi dibandingkan PLS (plane lane switching) LCD pada Galaxy A23.

Saat layar menampilkan warna hitam, layar Super AMOLED akan mematikan lampu pada bagian layar sehingga menimbulkan kontras rasio antara hitam dan putih yang begitu signifikan, sekaligus menjadikannya jauh lebih hemat daya. Terlebih jika Anda menggunakan Dark Mode. Karena efisiensi dayanya yang tinggi, Anda pun dapat menikmati fitur Always-On Display pada Galaxy A22.

Kedua layar juga diketahui mampu berjalan pada refresh rate tinggi 90 Hz, yang notabene 50% lebih tinggi dibandingkan 60 Hz konvensional.

Imbasnya, pengguna dapat merasakan transisi pergerakan di dalam layar yang terasa begitu mulus dan licin, terutama saat menjelajahi antarmuka, berselancar via browser, scrolling medsos, ataupun ketika memainkan game tertentu yang mendukung.

Selain gunakan panel layar yang berbeda, kedua ponsel Samsung ini juga berada pada ukuran yang berbeda. Seperti contohnya Galaxy A22 dengan ukuran panel lebih kecil yaitu 6,4 inci, sementara Galaxy A23 sedikit lebih besar di angka 6,6 inci.

Tambah lagi, Galaxy A22 hanya berjalan pada layar beresolusi HD+ 720p dengan kerapatan piksel 274 ppi. Besaran resolusi tersebut tentu tidak sebaik Samsung Galaxy A23 yang berada di resolusi Full HD+ 1080p dengan kerapatan piksel mencapai 400 ppi.

Kini pilihan berada di Anda. Apakah Anda prefer layar Super AMOLED dengan ukuran dan resolusi lebih kecil? Maka pilih Galaxy A22. Atau lebih menyukai resolusi layar lebih tajam pada ukuran yang sedikit lebih lega, kendati kontras rasio dan kecerahannya lebih terbatas? Pilihannya adalah Galaxy A23.

2. Fast Charging 15 W vs. 25 W

galaxy a23 battery

Kedua ponsel smartphone yang memasuki segmen harga murah ini ditopang dengan baterai Li-Polymer berkapasitas 5.000 mAh. Samsung mengklaim bahwa kedua ponsel bisa tahan selama setidaknya dua hari pada pemakaian normal.

Dua-duanya juga diketahui sama-sama memiliki tipe port pengisian daya USB-C 2.0, sudah tidak lagi microUSB yang penggunaannya cukup merepotkan dan menawarkan durasi transfer data dari dan ke PC yang lambat.

Meski keduanya sama unggul dari sisi baterai, rupanya Anda dapat rasakan pengalaman charging yang lebih ngebut saat gunakan Galaxy A23.

Pasalnya, sang generasi lanjutan ini telah dilengkapi fast charging 25 W kendati boks kemasannya hanya menyuguhkan casan 15 W. Kondisi fast charging pada Galaxy A22 sedikit lebih lambat, karena hanya gunakan daya 18 W saja.

3. Resolusi Kamera

galaxy a23 kamera_

Kini beralih ke sisi fotografi, satu aspek yang dikuasai oleh Galaxy A22 dan Galaxy A23 meskipun dengan cara mereka sendiri. Lensa utama di kedua HP ini sama-sama hadirkan fitur OIS (Optical Image Stabilization) yang dapat menstabilkan pemotretan sekalipun sambil berjalan atau bahkan berlari.

Pada Galaxy A22, kamera utama yang ditampilkan memiliki resolusi 48 MP sedangkan Galaxy A23 hadirkan sensor utama berkekuatan 50 MP.

Adapun untuk sensor ultra-wide-nya, Galaxy A22 berada pada resolusi 8 MP sementara Galaxy A23 miliki resolusi 5 MP. Sensor ultra-wide kedua HP mendukung bidang keluasan sebanyak 123 derajat.

Untuk sensor ketiga dan keempatnya, Galaxy A22 dan A23 dilengkapi dengan kamera 2 MP makro dan 2 MP depth sensor. Kemudian, Galaxy A22 hadir dengan sensor depan dengan resolusi lebih tinggi, yaitu 13 MP sementara Galaxy A33 hanya unggulkan kamera 8 MP.

4. Helio G80 vs. Snapdragon 680

68094-snapdragon-680-4g_

Tak ada satupun dari kedua ponsel ini yang gunakan chipset besutan Samsung, yaitu Exynos. Diketahui, Galaxy A22 dilengkapi dengan system on chip (SoC) berupa MediaTek Helio G80 dan Galaxy A23 ditopang dengan Qualcomm Snapdragon 680. Kedua chipset ini biasa ditemukan pada jajaran smartphone di segmen entry-level.

Helio G80 merupakan chipset dengan proses fabrikasi 12 nanometer yang dirilis pada tahun 2020. Chipset ini menawarkan konfigurasi prosesor sebanyak delapan inti. Sebagai klaster performa tingginya, tersedia dua unit Cortex A75 dengan clock speed 2 GHz.

Sementara untuk klaster efisiensi daya (little core), chipset didukung enam unit Cortex A55 dengan frekuensi 1.8 GHz. Saat Anda gunakan HP untuk bermain game atau rendering video, tersedia kartu pengolah grafis Mali G52 MP2 dengan frekuensi 950 MHz.

Apakah Helio G80 ini punya kinerja lebih baik dari Snapdragon 680? Mari kita bandingkan spesifikasinya. Untuk sang SoC asal Qualcomm tersebut, ia didukung dengan konfigurasi CPU octa-core dengan dua klaster.

Klaster pertama merupakan empat unit berkinerja tinggi Kryo 265 Gold berbasiskan Cortex A73, berlari pada kecepatan 2.4 GHz. Adapun pada klaster kedua, hadirkan Kryo 265 Silver berbasiskan Cortex A53 berkekuatan 1.8 GHz sebanyak empat buah.

Snapdragon 680 turut dibekali Adreno 610 sebagai kartu pengolah grafis, hadirkan frekuensi GPU yang lebih tinggi yaitu sebesar 1100 MHz. Tak hanya itu, Snapdragon 680 juga dibangun atas proses fabrikasi 6 nanometer yang notabene dua kali lipat lebih kecil dari Helio G80.

Biasanya, besaran transistor 6 nm hanya ditemui pada SoC yang mendiami smartphone kelas flagship. Ini artinya, Anda dapat merasakan efisiensi daya kelas premium pada HP Rp2 jutaan.

Secara kemampuan AnTuTu v9, Snapdragon 680 dengan konektivitas 4G ini berada di skor 277.018 poin, sedangkan Helio G80 meraih skor yang sedikit lebih kecil di angka 229.723 poin, dilansir dari NanoReview.

Keunggulan Snapdragon 680 juga turut tercermin pada skor GeekBench 5, mencapai skor 373 poin pada pengujian single core, dan 1542 poin pada multi-core. Lagi-lagi ia lebih tinggi ketimbang Helio G80 dengan skor 347 poin pada single-core dan 1296 pada multi-core.

Namun perlu diingat, kedua perbandingan benchmark di atas hanya sebatas sintetis saja. Berdasarkan perbandingan yang dilakukan YouTuber Valor Reviews, Samsung Galaxy A22 bisa memainkan game PUBG Mobile pada pengaturan Smooth - High. Sedangkan, Galaxy A23 mampu mainkan pada pengaturan Smooth - Ultra.

Ultra merupakan pengaturan frame rate yang lebih tinggi dibandingkan High, sehingga pengguna bisa merasakan pengalaman yang lebih fluid dan lancar.

Kedua smartphone memiliki RAM 4 GB yang berada pada jenis LPDDR4x serta memori internal berstandar eMMC 5.1 pada kapasitas 128 GB. Tak lupa, tersedia pula slot microSD eksternal pada slot khusus hingga 1 TB.

Galaxy A23 juga disinyalir memiliki kemampuan penambahan RAM secara virtual hingga 6 GB. Sehingga, total RAM yang didapat adalah 12 GB.

5. Desain Bodi

galaxy a22 desian bodi_
Samsung Galaxy A22

Baik A22 maupun A23 sama-sama memiliki desain bodi yang serupa, hadirkan modul kamera dengan warna yang selaras dengan opsi warna panel belakang.

Bedanya, Galaxy A22 terlihat lebih tradisional karena menyusun keempat kameranya dalam bentuk 4 x 4, berbeda dengan Galaxy A23 yang tampilkan tiga lensa besar di sisi kiri secara vertikal, dengan satu lensa kecil di sisi kanan beserta lampu LED Flash.

Bentuk poni waterdrop notch pada Galaxy A22 pun lebih membulat, menyerupai huruf O. Galaxy A23 juga tampilkan notch serupa walaupun dengan desain yang lebih menyerupai huruf V.

Desain kamera belakang pada Galaxy A23 mungkin akan mengingatkan Anda pada Galaxy A13. Dalam hal ini, Galaxy A13 sebetulnya relatif terlihat lebih seamless karena sama sekali tidak terlihat adanya camera bump. Pada Galaxy A23, jendolan kamera ini sungguh terlihat menonjol.

galaxy a23 desain bodi_
Galaxy A23 (Peach)

Seperti Galaxy A13, Galaxy A23 juga hadir dalam varian warna Peach alias salem yang begitu chic dan stylish. Adapun warna lain yang tak kalah menariknya yaitu Black, White, dan juga Blue.

Sementara pada Galaxy A22, Anda dapat mengekspektasikan warna Black, White, Mint, dan juga Violet. Karakteristik warna yang ditampilkan smartphone ini juga terlihat soft, sebuah peningkatan drastis ketimbang desain pada Galaxy A12.

6. Harga Rilis

galaxy a22 harga rilis_

Samsung Galaxy A23 tersedia di pasaran Indonesia sejak Maret 2022 seharga Rp3.499.000 untuk varian RAM 6 GB + memori internal 128 GB. Dengan kombinasi memori yang sama, Galaxy A22 dibanderol dengan harga rilis lebih murah lagi yaitu Rp2.999.000.

Simpulan

Pertarungan antara Samsung Galaxy A22 dan A23 memang terbilang sengit, terlebih jika kita menimbang-nimbang dari sisi layar.

Ya, Galaxy A22 memang menyuguhkan panel Super AMOLED, namun dengan resolusi 720p. Sementara, panel PLS TFT Full HD+ pada Galaxy A23 menampilkan ketajaman yang cukup tinggi walau tidak sebaik pendahulunya dari sisi efisiensi daya dan juga kontras rasio.

Kedua layar juga diketahui memiliki refresh rate 90 Hz untuk memanjakan mata pengguna saat berselancar di dunia maya, menjelajahi sosmed, dan lain sebagainya. Jika melihat dari sisi pengalaman gaming, tampaknya Anda akan lebih menyukai Galaxy A23 dengan chipset Qualcomm yang marginally punya performa lebih besar.

Oh ya, mengenai isu penggunaan PLS TFT pada Galaxy A23 alih-alih Super AMOLED, tampaknya Samsung mengerti kekhawatiran pengguna akan daya tahannya yang berkurang.

Oleh karena itu, Galaxy A23 pun dihadirkan dengan fast charging 25 W walaupun casan yang termasuk dalam boks penjualan hanyalah 15 W. Setidaknya ini merupakan upaya baik dari Samsung ketimbang kekeuh hanya menyuguhkan fast charging 18 W seperti pendahulunya.

Jadi, Samsung Galaxy A23 cocok untuk siapa? Untuk gamer sejati, orang-orang yang punya budget lebih, juga tampilan desain bodi yang lebih fresh.

Bagaimana dengan Galaxy A22? Well, sang pendahulu ini akan cocok bagi Anda yang bosan dengan panel LCD dan ingin mencicipi Super AMOLED, membutuhkan fitur Always on display, serta menggandrungi kegiatan gaming secara ringan-ringan saja.

Sementara jika Anda merupakan seseorang yang sudah memiliki Galaxy A22 sebagai daily driver, kami sarankan untuk skip dulu Galaxy A23. Mengapa? Karena peningkatan yang dibawakannya tidak begitu drastis menurut penulis, malah justru jadi downgrade dari sisi jenis panelnya. Kalau mau, ganti saja HP Anda ke seri di atasnya lagi yaitu Galaxy A33 atau Galaxy A53. Selamat memilih.

Kategori:
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram