carisinyal web banner retina

Ketahui 5 Perbedaan Samsung Galaxy Tab S7+ dan Tab S8+

Terpaut dua tahun, Samsung pun kembali merilis seri tablet premium Galaxy Tab S di pasaran. Jika di tahun 2020 Anda disuguhkan dengan seri Galaxy Tab S7, kini Anda pun dapat melihat beragam peningkatan fitur pada Galaxy Tab S8 series di tahun 2022.

Galaxy Tab S8 series yang rilis di awal 2022, hadir tiga varian, yakni reguler, Plus, dan juga Ultra. Nah, yang akan Carisinyal bahas kali ini merupakan varian Plus atau yang bisa juga dikatakan sebagai varian tengah. Punya ukuran layar yang tidak sekecil reguler namun masih suguhkan portabilitas yang nyaman dibanding Ultra.

Itulah Samsung Galaxy Tab S8+. Dari penamaannya, seri ini merupakan penerus dari Samsung Galaxy Tab S7+. Sebagai penerus, tentu ada hal-hal yang berbeda diantara kedua produk.

Bila Anda penasaran dengan perbedaan Samsung Galaxy Tab S7+ dan Samsung Galaxy Tab S8+, Anda berada di tempat yang tepat. Pada kesempatan kali ini kami akan beberkan beberapa perbedaan utama yang dirasa penting untuk dijadikan faktor penentu dalam keputusan memilih.

Spesifikasi Samsung Galaxy Tab S7+

Samsung Galaxy Tab S7 Plus
Layar Super AMOLED 12.4 inci
Chipset Qualcomm Snapdragon 865+
RAM 8 GB
Memori Internal 256 GB
Kamera 13 MP (wide) 5 MP (ultrawide)
Baterai Li-Po 10090 mAh
Harga Saat Rilis Rp 17.000.000
Cek Harga Saat Ini Shopee Lazada

Spesifikasi Samsung Galaxy Tab S8+

galaxy tab s8 plus_
Layar Super AMOLED 12.4 inci
Chipset Qualcomm Snapdragon 8 Gen 1
RAM 8 GB, 12 GB
Memori Internal 128 GB, 256 GB
Kamera 13 MP (wide) 6 MP (ultrawide)
Baterai Li-Po 10090 mAh
Harga Saat Rilis Rp 16.999.000
Cek Harga Saat Ini Shopee Lazada

Perbedaan Samsung Galaxy Tab S7+ dan Tab S8+

Kedua tablet Samsung ini sama-sama berada di varian Plus, namun memiliki beberapa perbedaan penting yang harus Anda ketahui sebelum memutuskan akan membeli yang mana. Simak poin-poin perbedaan berikut.

1. Snapdragon 865+ vs Snapdragon 8 Gen 1

Snapdragon-8-Gen-1-1_

Samsung Galaxy Tab S7+ yang dirilis pada tahun 2020 menggunakan chipset flagship tertinggi pada masanya, yakni Snapdragon 865 Plus. Ia merupakan versi overclock dari Snapdragon 865, yang semula memiliki clock speed sebesar 2.84 GHz menjadi 3.1 GHz.

Snapdragon 865+ ini dibuat pada proses fabikasi 7nm+ dengan konfigurasi prosesor octa-core, mencakup satu unit prima Kryo 585 Prime berbasiskan Cortex A77 (3.1 GHz), tiga inti berkinerja tinggi Kryo 585 Gold berbasiskan Cortex A77 (2.42 GHz), dan empat inti hemat daya Kryo 585 Silver berbasiskan Cortex A55 (1.8 GHz).

Chipset ini tidak hanya melalui proses overclock dari CPU-nya saja, melainkan GPU-nya juga. Sama-sama hadirkan kartu pengolah grafis Adreno 650 seperti Snapdragon 865 biasa, frekuensi GPU-nya meningkat dari 587 MHz menjadi 645 MHz.

Chipset ini hadirkan modem Qualcomm Snapdragon X55 5G yang dapat menghasilkan kecepatan internet hingga 7.5 Gbps untuk kemudahan gamer mendapatkan pengalaman online gaming terbaik di manapun mereka berada.

Selain itu, Snapdragon 865+ juga dibekali dengan sistem FastConnect 6900 yang mendukung kinerja WiFi 6, serta mampu terkoneksi dengan pita jaringain 6 GHz bagi ponsel dan tablet yang sudah menggunakan protokol WiFi 6E.

Bagi Anda yang tertarik dengan Samsung Galaxy Tab S8+, kabar menarik menanti Anda. Pasalnya, tablet flagship tersebut sudah menghadirkan chipset next-gen berupa Snapdragon 8 Gen 1, dua generasi lebih baru dari Snapdragon 865+ pada Galaxy Tab S7+.

Snapdragon 8 Gen 1 membawakan peningkatan cukup drastis, dengan set instruksi ARMv9-A serta konfigurasi CPU 8-core yang terdiri atas satu unit prima Cortex X2 (3 GHz), tiga inti prosesor berkinerja tinggi berupa Cortex A710 (2.5 GHz), serta empat inti hemat daya ARM Cortex A510 (1.8 GHz).

Snapdragon 8 Gen 1 juga dibuat atas proses fabrikasi yang lebih kecil yaitu 4 nanometer alih-alih 7 nanometer. Sementara untuk kartu pengolah grafisnya, tersedia Adreno 730 dengan frekuensi 818 MHz.

Chipset ini masih membawakan sistem Qualcomm FastConnect 6900 yang sama, mendukung kecepatan internet WiFi 6 dan WiFi 6E hingga 3.6 Gbps. Sedangkan pada modem 5G-nya ia dikemas dengan modem generasi ke-4 berupa Qualcomm Snapdragon X65 yang merupakan modem 10 Gbit 5G pertama di dunia.

Berdasarkan pengujian benchmark yang dilansir dari NanoReview, Snapdragon 8 Gen 1 meraih skor AnTuTu v9 yang 43% lebih tinggi dibandingkan Snapdragon 865 Plus, tepatnya 1.007.290 poin vs 706.115 poin. Mulai dari kemampuan CPU, GPU, memori, hingga UX, Snapdragon 8 Gen 1 mendapatkan skor pengujian yang jauh lebih besar.

Ditambah lagi, pengujian Geekbench 5 pun mengungkapkan hal yang sama, dengan Snapdragon 8 Gen 1 meraih skor 1208 (single core) dan 3767 (multi-core) sementara Snapdragon 865 Plus mendapatkan skor 919 (single core) dan 3298 (multi-core).

2. Kamera

galaxy-tab-s8-selfie-cam_

Kedua tablet menghadirkan konfigurasi Dual Camera di belakangnya, namun dengan kombinasi resolusi lensa yang agak sedikit berbeda. Contohnya saja dengan Galaxy Tab S7 Plus yang membawakan lensa utama 13 MP (f/2.0) dengan ukuran sensor 1/3.4 inci, serta lensa kedua 5 MP (f/2.2) pada fungsi ultrawide.

Pada Samsung Galaxy Tab S8 Plus, konfigurasi kamera ini sedikit berbeda, yakni dengan menyuguhkan kamera 13 MP (f/2.0) sebagai kamera utamanya, dan sensor 6 MP (f/2.2) sebagai sensor ultrawide.

Perbedaan kamera belakang, seperti yang terlihat di atas, terlampau sedikit. Hanya beda resolusi kamera keduanya saja, itu pun hanya terpaut 1 MP. Namun jika Anda beralih ke bagian depan, Anda akan menemukan alasan lainnya mengapa Samsung Galaxy Tab S8+ merupakan tablet yang lebih layak digemari.

Pasalnya, Galaxy Tab S7+ yang merupakan generasi pendahulu hanya membawakan sensor selfie 8 MP (f/2.0) pada fungsi wide-angle. Berbeda dengan Galaxy Tab S8+ dengan kamera depan 12 MP (f/2.4) yang sudah mengusung fungsi ultrawide, dengan sudut keluasan (FOV) sebesar 120 derajat.

Ini artinya, Galaxy Tab S8+ bisa memuat lebih banyak area dalam satu frame, sebuah hal yang penting dimiliki pada saat pembuatan vlog ataupun ketika online meeting. Berkat adanya sensor ultrawide selfie ini, perangkat pun memiliki fitur Auto Framing yang fungsinya serupa dengan Center Stage pada iPad.

Auto Framing ini akan senantiasa mengatur proporsi perekaman video agar subjek selalu berada pas di tengah-tengah. Kemudian, di saat ada sanak saudara atau teman Anda yang memasuki frame, video pun akan secara otomatis melakukan zoom out agar kedua subjek berada di posisi yang proporsional dalam sebuah rekaman video.

3. WiFi 6 vs WiFi 6E

wifi-6e_

Siapapun mendambakan koneksi internet yang cepat agar produktivitas lebih mudah selesai, atau sekadar agar aktivitas hiburan tidak terganggu. Dalam hal ini, Samsung Galaxy Tab S7+ dan S8+ membawakan protokol WiFi yang unggul, walaupun yang satu lebih unggul dari yang satunya lagi.

Adalah Galaxy Tab S7+ yang mendukung WiFi 6, protokol WiFi yang lebih maju dibandingkan WiFi 5 Dual Band. Apabila WiFi 802.11.n memungkinkan perangkat terhubung pada pita jaringan 2,4 GHz, WiFi 802.11.ac akan membuat perangkat terhubung pada pita jaringan 5 GHz.

Begitu pun dengan WiFi 6, yang meskipun sama-sama terkoneksi dengan 5 GHz, namun memiliki dukungan maksimal bandwidth yang lebih tinggi dibanding WiFi 5, sehingga kecepatan dan kestabilan internet yang didapat pun lebih tinggi.

Hal ini semakin ditingkatkan lagi pada WiFi 6E yang didukung Galaxy Tab S8+, yang mampu terhubung dengan pita jaringan 6 GHz. Seperti yang dilansir dari HowToGeek, WiFi 6E beroperasi dengan cara yang sama seperti WiFi 6 dan generas-generasi sebelumnya.1

Namun, WiFi 6E dapat memanfaatkan channel tambahan yang tidak tumpang tindih satu sama lain, yakni sebanyak 14 channel 80 MHz dan 7 channel 160 MHz. Hal ini akan membantu menjaga kestabilan internet sekalipun berada pada lokasi dengan banyak perangkat terhubung pada jaringan yang sama.

4. Latensi Stylus

galaxy-tab-s8-s-pen_

Salah satu alasan utama memiliki tablet adalah kemampuan mencatat secara superior. Itulah mengapa Samsung memberikan S Pen pada Galaxy Tab S7+ dan S8+ tanpa tambahan biaya, alias sudah termasuk dalam boks pembelian tablet.

Perbedaan keduanya terletak pada latensi, atau bisa dibilang tingkat responsivitas layar dalam mendeteksi adanya input dari stylus. Pada Galaxy Tab S7+, layar memiliki latensi sebesar 5,6 milidetik sedangkan latensi pada layar Galaxy Tab S8+ adalah 2,8 milidetik.

Dengan latensi yang lebih rendah, maka Galaxy Tab S8+ mampu merespon apa yang Anda tuliskan dengan lebih cepat, memberikan pengalaman stylus yang lebih natural dan terasa seperti pulpen sungguhan di atas kertas.

5. Versi Android saat Rilis

android 12

Sama seperti Galaxy Tab S7 varian lainnya, versi Plus ini juga dihadirkan dengan sistem operasi Android 10 saat waktu perilisannya. Berbeda dengan Galaxy Tab S8+ yang sudah dirilis dengan Android 12 pada antarmuka One UI 4.1 dari pabrikannya.

Galaxy Tab S7+ tentu bisa di-upgrade hingga Android 12, namun ia tidak akan selanggeng Galaxy Tab S8+ dalam hal durasi support OTA (over the air). Terlebih lagi, Galaxy Tab S7+ berbeda dua generasi dibanding penerusnya.

Simpulan

Dengan hadirkan beragam fitur menarik, siapapun akan tergiur dengan Samsung Galaxy Tab S7+ dan S8+. Walau memang, dalam urusan perkembangan teknologi, "new is always better".

Betul, Galaxy Tab S7+ merupakan tablet yang masih relevan hingga sekarang, dengan panel layar Super AMOLED, chipset Snapdragon 865+ yang merupakan salah satu paling bertenaga di dunia, serta dukungan stylus berlatensi rendah.

Kendati demikian, siapapun tidak akan mengelak kalau Galaxy Tab S8+ menawarkan peningkatan yang sayang dilewatkan. Snapdragon 8 Gen 1 menyuguhkan tingkatan performa yang berkali-kali lipat dibandingkan Snapdragon 865+.

Juga, kamera selfie-nya kini dirancang dengan lensa ultrawide untuk memenuhi standar kebiasaan baru masyarakat di seluruh dunia yang terkena dampak pandemi, yakni Zoom meeting dan pembelajaran jarak jauh. Pada waktu perilisannya, kedua tablet memiliki harga yang sama yaitu Rp16.999.000,-. Namun sejak adanya sang generasi penerus, tentu harga Galaxy Tab S7+ pun kini menurun. Jadi, tertarik yang mana?

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram