Review ASUS VivoBook Slate 13 OLED T3300, 2 in 1 Multifungsi

Ditulis oleh Hilman Mulya Nugraha
asus vivbook 13 slate oled t330

Secara sederhana, kehadiran panel OLED ini, mampu hadirkan visual yang menarik. Warna yang ditampilkan layar lebih kaya dan lebih jelas dibandingkan panel layar standar. Terlebih karena layar ASUS OLED dilengkapi dengan fitur  100% DCI-P3, sertifikasi VESA CERTIFIED Display HDR True Black 500, dan  PANTONE Validated. 

Layarnya yang menawarkan resolusi 1920 x 1080 piksel ini juga dilengkapi fitur TÜV Rheinland-certified dan SGS Eye Care Display yang bertujuan mengurangi kelelahan bagi mata saat menatap layar lama-lama. Sederhananya, tidak bikin mata lelah karena bisa meredam cahaya biru sampai 70 persen.

Satu lagi, saya benar-benar dimanjakan saat menonton konten video kualitas tinggi di laptop ini. Menonton di kondisi luar ruangan pun bukan masalah besar mengingat perangkat ini punya tingkat kecerahan puncak mencapai 550 nits.

ASUS VivoBook Slate 13 OLED T3300
ASUS VivoBook Slate 13 OLED T3300
ASUS VivoBook Slate 13 OLED T3300

Layar dengan rasio layar ke bodi sebesar 83 persen ini hadirkan pengalaman layar sentuh yang cukup menyenangkan. Dengan ASUS Pen, membuat ilustrasi dan bernavigasi begitu bagus. 

Tanpa melihat spesifikasi teknis, orang awam pun bakal memuji tampilan yang disajikan laptop ini. Mereka ini pasti lebih peduli apakah layarnya bakal tampilkan warna yang bagus atau tidak.

ASUS VivoBook Slate 13 OLED T3300

Dan kabar baiknya, ASUS VivoBook Slate 13 OLED T3300 justru memang menawarkan visualisasi tampilan yang matang. Color gamut yang baik, tingkat kecerahan yang baik, warna hitam yang benar-benar pekat, serta tidak lupa layar Glossy agar layar tidak tampilkan pantulan atau bayangan.

asus vivbook 13 slate oled t330

Layar laptop ini juga menawarkan teknologi layar sentuh yang nyaman. Tidak perlu dengan Pen, dengan tangan pun, pengalaman menggulir layar tergolong menyenangkan.

Dengan berbagai fleksibilitasnya, ASUS VivoBook Slate 13 OLED T3300, dapat menawarkan berbagai macam mode penggunaan kepada pengguna.

1. Mode Laptop

ASUS VivoBook Slate 13 OLED T3300 cover

Mode yang umum digunakan untuk bekerja dalam keadaan keyboard terpasang. Mode yang sering saya gunakan untuk kebutuhan produktivitas. Bagian keyboard laptop ini yang tipis, membuat saya bisa memakai laptop untuk bekerja di meja yang tidak terlalu besar sekalipun.

sus vivbook 13 slate oled t330

Selain itu, mode ini juga memungkinkan saya bekerja atau mengetik dengan layar dalam keadaan "tidur" seperti pada gambar di atas.

2. Mode Tenda

ASUS VivoBook Slate 13 OLED T3300

Mode untuk menonton konten media di ASUS VivoBook Slate 13 OLED T3300. Mode ini adalah mode yang sama dengan mode laptop, hanya saja bagian keyboard dilepas.

Mode ini sangat nyaman digunakan ketika menonton sambil makan. Atau untuk sekadar scroll media sosial dengan navigasi tangan.

3. Mode Tablet

asus vivbook 13 slate oled t330

Mode ini mengandalkan layar saja untuk di bawa kemana-mana. Mode ini cocok memakai cover stand atau hanya memakai kasing saja. Tidak perlu bawa keyboard. Mode ini dapat digunakan di berbagai situasi, bahkan untuk kebutuhan video call sambil rebahan di kasur misalnya.

4. Mode Berdiri

asus vivbook 13 slate oled t330

Ini adalah mode saat ASUS VivoBook Slate 13 OLED T3300 diposisikan berdiri. Persis yang sudah dijelaskan pada bagian aksesoris.

Baik dalam mode tablet, mode laptop, dijinjing, ataupun sambil rebahan, tampilan visual perangkat ini memang berikan pengalaman visual yang menyenangkan. Cocok sebagai perangkat buat konsumen yang butuh laptop untuk kebutuhan menikmati konten video.

Layarnya juga sangat ramah buat anak-anak berkat pengurangan cahaya birunya. Sebagai informasi, cahaya biru dari layar kabarnya dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan sang anak.

Performa CPU

ASUS VivoBook Slate 13 OLED T3300

ASUS VivoBook Slate 13 OLED T3300 yang saya uji ini memakai prosesor Intel Pentium Silver. Penggunaan prosesor ini tampak tidak jadi nilai jual karena di bagian promo yang ada di situs resminya, hanya disebut Intel® quad-core CPU up to 3,3 GHz. 

Prosesor yang digunakan sendiri lebih tepatnya adalah Intel Pentium Silver  N6000. Prosesor ini punya 4 core dan 4 thread dengan basis kecepatan dasar 1,1 GHz dan kecepatan maksimal mencapai 3,3 GHz. 

Meski 4 core, ini adalah prosesor basic atau prosesor dasar. Terbukti nilai performa dari benchmark sintetis juga hasilkan skor yang standar. 

Kalau menilik hasil benchmark Geekbench 5, skor yang didapatkan adalah 694 untuk single-core dan 1.813 untuk multicore.

geekbench 5 asus vivbook slate 13 oled_

Skornya tentu dimaklumi mengingat ini adalah prosesor standar di bawah Core i3. Hasil benchmark lain juga menunjuka hal yang sama. Pada tes Cinebench R15 misalnya, skor yang didapatkan ada di angka 300-an, kisaran 324 sampai 331 cb.

Bandingkan dengan skor Cinebench R15 i3-1115G4 Tiger-Lake-U pada ASUS VivoBook 15 OLED K513E. Hasilnya, mencapai 490 cb sampai 506 cb.

Contoh benchmark lain adalah hasil dari PCMARK10. Benchmark PCMARK10 pada perangkat ini menunjukkan angka di 2.596.

pc mark 10 asus vivbook slate 13 oled_

Pada akhirnya, benchmark tetap bukan segalanya. Pengalaman penggunaan laptop justru lebih menawarkan performa sesungguhnya. Berdasarkan pengalaman saya memakai laptop ini, saya masih mengerjakan tugas dengan baik dan produktif. 

Beberapa tugas yang saya kerjakan sebagai contoh, mengetik dokumen di Google Docs, membuka banyak tab di browser Microsoft Edge, membuka Spotify, atau video Youtube. Semua dilakukan berbarengan dan masih cukup nyaman. 

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram