Review Redmi Note 11 Pro, HP 108 MP di Harga 3 Jutaan

Ditulis oleh Ahmad Tsalis
redmi note 11 pro

Pada gaya baru, toggle dan notifikasi memiliki ruang tampil masing-masing. Toggle bisa diakses dengan mengusap ujung atas layar sebelah kanan ke arah bawah. Sementara itu, notifikasi yang masuk bisa diakses dengan cara mengusap ujung atas layar sebelah kiri ke arah bawah.

redmi note 11 pro

Beberapa fitur fungsional dijejalkan ke dalam antarmuka MIUI 13.0.2. Mulai dari Cleaner (pembersih sampah data), Dual Apps (pengkloning aplikasi), App Lock (pengunci aplikasi), dan Second Space (menciptakan user account berbeda seperti di komputer Windows).

Ada juga fitur bawaan seperti Screen Recorder, kalkulator, kompas, radio FM, dan Mi Remote, yang mungkin bakal Anda perlukan sewaktu-waktu.

Oh iya, karena MIUI 13.0.2 sudah berbasis Android 11, fitur-fitur seperti floating windows (buka aplikasi dalam jendela kecil) sudah ada. Fitur ini penting bagi Anda yang ingin membuka beberapa aplikasi secara sekaligus, misalnya memutar video klip lagu di YouTube sambil membaca liriknya di browser.

Performa

Redmi note 11 pro

SoC atau chipset MediaTek Helio G96 mengisi dapur pacu Redmi Note 11 Pro. SoC ini sudah cukup kondang karena banyak dipakai ponsel di berbagai merek, termasuk POCO M4 Pro. Oleh sebab itu, performa Redmi Note 11 Pro bisa jadi mirip-mirip dengan POCO M4 Pro.

Namun, chipset bukan satu-satunya faktor penentu performa. Ada faktor lain yang turut memberi pengaruh seperti software dan sistem pembuangan panas.

Sebelum membahas seperti apa performa Redmi Note 11 Pro, kami perlu mengulas sedikit mengenai profil chipset Helio G96. Chipset ini dibikin dengan proses fabrikasi 12 nm dan memiliki delapan inti CPU.

Delapan inti itu terbagi dalam dua klaster. Pertama, ada empat inti performa, yakni Cortex A76, yang disetel pada frekuensi puncak 2,05 Ghz. Kedua, ada enam inti efisiensi, yaitu Cortex A55, dengan clockspeed 2,0 Ghz.

Selain CPU, ada macam-macam komponen yang dikandung Helio G96. Beberapa di antaranya adalah GPU Mali-G57 MC2 (950 MHz), ISP dengan dukungan kamera hingga 108 MP, dan modem internal 4G.

Pada dapur pacu Redmi Note 11 Pro, Helio G96 dipadu dengan RAM 6 atau 8 GB LPDDR4X dual channel (2133 MHz) dan memori internal UFS 2.2 sebesar 128 GB. Unit Redmi Note 11 Pro yang kami uji adalah varian 8/128 GB.

HP ini memiliki fitur Memory Extension untuk menambah RAM hingga 3 GB, dengan memanfaatkan ruang kosong pada memori internal. Lalu penyimpanannya juga bisa ditambah hingga 1 TB melalui slot microSD hybrid.

Tidak hanya chipset dan memori, dapur pacu Redmi Note 11 pro juga diperkuat dengan sistem pembuangan panas yang disebut Teknologi LiquidCool. Sistem ini memiliki komponen berupa pipa pelepas panas dan beberapa lapisan panel grafit.

Nah, kini saatnya membahas performa HP ini mulai dari pengujian di beberapa aplikasi benchmark sintetis. Pertama, untuk AnTuTu 9, Redmi Note 11 Pro mencatat skor 320.606. Skor ini terbilang bagus, bahkan sedikit lebih tinggi ketimbang POCO M4 Pro (311.616) yang pernah kami uji.

Redmi Note 11 Pro

Kedua, kami mengetes kemampuan CPU si ponsel dengan GeekBench 5. Hasil skornya adalah 478 untuk single-core dan 1609 buat multi-core. Lagi-lagi hasil ini oke buat HP kelas menengah dengan SoC Helio G96.

Ketiga, kami coba mengetes kemampuan GPU si smartphone pada 3DMark Wild Life. Hasilnya, Redmi Note 11 Pro mencetak skor 1099 dengan rerata 6,6 fps. Skor ini sesuai karena HP lain dengan SoC sama juga memiliki skor tak jauh beda.

Redmi Note 11 Pro

Pengujian kami lanjutkan untuk mengetahui stabilitas performa si ponsel ketika menghadapi beban kerja tinggi. Tes yang pertama memakai aplikasi CPU Throttling Test. Pada aplikasi ini, pengujian dilakukan selama 20 menit.

Dari pengujian tersebut, terlihat bahwa Redmi Note 11 Pro mengalami penurunan performa ke angka 85% dari kemampuan puncaknya. Hasil ini cukup oke karena penurunan terjadi secara bertahap. Selain itu, jika dilihat dari grafiknya, penurunan kemampuan antar-waktu memiliki interval yang tidak besar.

Redmi Note 11 Pro

Tes yang selanjutnya adalah pengujian selama 20 menit pada aplikasi 3DMark Wild Life Stress Test. Hasil yang menunjukkan HP ini meraih best loop score 1103, dengan lowest loop score 1098. Stabilitas performanya mencapai 99,5%. Hasil ini terbilang bagus.

Raihan Redmi Note 11 Pro pada pengujian aplikasi benchmark sintetis di atas terlihat bagus. Namun, performa pada kondisi nyata bisa jadi akan berbeda. Hal ini karena pengujian di aplikasi benchmark sintetis hanya mengukur kemampuan ponsel dalam satu waktu.

Pada kenyataannya, performa HP ini lancar dalam penggunaan sehari-hari. Buka-tutup aplikasi, berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain, scrolling secara cepat di lini masa media sosial, semuanya terasa mulus.

HP ini juga mampu membuka 13 tab pada browser Google Chrome, tanpa mengalami reload saat berpindah dari satu tab ke tab lainnya. Hal ini kami alami meskipun fitur Memory Extension tidak diaktifkan.

Selain itu, proses buka kunci ponsel juga terasa instan. Pengalaman ini kami dapati baik saat menggunakan pemindai sidik jari maupun pemindai muka.

Jika pemakaian sehari-hari terasa lancar, apakah pengalaman tersebut juga terjadi ketika Redmi Note 11 Pro digunakan main game? Untuk menjawab pertanyaan itu, kami melakukan pengujian pada empat game: Mobile Legends, Need For Speed No Limits, Subway Surfers, dan Genshin Impact.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram