carisinyal web banner retina

Exynos 2400 Setara Apa? Ini Dia 5 Chipset Pembandingnya

Ditulis oleh Ananda Ganesha M

Samsung Galaxy S24 series (reguler, Plus, dan Ultra) resmi meluncur di Indonesia pada Januari 2024. Untuk varian reguler dan Plus yang masuk pasar domestik, menggunakan chipset Exynos 2400 besutan Samsung. Ini berbeda dengan varian AS, Kanada, Cina, Taiwan, dan Hongkong yang menggunakan Snapdragon 8 Gen 3.

Ada setidaknya empat kelebihan Exynos 2400 yang digemborkan. Pertama, chipset ini mendukung kemampuan AI Generatif yang mulai trending di tahun 2023. Anda familiar dengan ChatGPT? Ya, Exynos 2400 sanggup berikan fitur serupa melalui cip NPU canggih miliknya.

Samsung Galaxy S24 series menawarkan fitur Galaxy AI yang berisikan fitur-fitur berbasiskan AI yang inovatif, seperti Live Translate, Circle to Search, Chat Assist, dan yang paling menarik adalah generative photo.

Exynos 2400 dibekali sepuluh inti prosesor, dua inti lebih banyak dari mayoritas pesaingnya. Di antara sepuluh inti tersebut adalah satu unit prima Cortex X4 (3.21 GHz), lima inti Cortex A720 (dua unit pada 2.9 GHz dan tiga unit pada 2.6 GHz), serta empat inti Cortex A520 (2 GHz).

Chipset berfabrikasi 4 nm (Samsung) ini turut didukung dengan kartu grafis Samsung Xclipse 940 pada frekuensi 1.009 MHz.

Samsung menyebutkan bahwa performa CPU di chip ini meningkat sebanyak 70 persen dibanding Exynos 2200. Selain itu, GPU yang berbasiskan AMD RDNA 3 pada chipset mendukung fitur ray tracing, sehingga tampilan refleksi cahaya dan bayangan akan terlihat lebih nyata.

Melansir Nano Review, Exynos 2400 meraih skor 1.648.252 poin pada AnTuTu v10. Sedangkan, pengujian Geekbench 6 mencatatkan skor 2195 poin pada single core dan 6920 poin pada multi-core.

Pertanyaan selanjutnya, kira-kira, chipset apa yang bisa dianggap setara dengan Exynos 2400 ini? Dua chipset yang setara dengan Exynos 2400 adalah Dimensity 9300 dan Snapdragon 9300. Namun, untuk menjawab pertanyaan tersebut lebih lengkap, berikut adalah lima chipset yang setara dengan Qualcomm Exynos 2400.

Sebagai catatan, kelima chipset yang akan disebutkan di sini memang tidak benar-benar setara. Namun, secara umum, performanya masih bisa menyaingi atau berada dalam rentang yang sama. Berikut ini lima chipset yang setara dengan Exynos 2400.

1. Snapdragon 8 Gen 3

Snapdragon 8 gen 3

Mungkin sudah langsung bisa ditebak bahwa Snapdragon 8 Gen 3 adalah chipset yang paling setara dengan Exynos 2400. Bagaimana tidak? Karena selain menawarkan Galaxy S24 series dalam versi Exynos 2400 di wilayah tertentu, Samsung juga menyediakan varian Snapdragon 8 Gen 3 pada produk flagship terbaru mereka di 2024.

Snapdragon 8 Gen 2 dibangun pada fabrikasi 4 nm TSMC yang rilis pada Oktober 2023. Chipset ini dibekali satu unit Cortex X4 (3.3 GHz), tiga inti Cortex A720 (3.15 GHz), dua unit Cortex A720 (2.96 GHz), serta dua inti Cortex A520 (2.26 GHz).

Sejumlah smartphone yang diotaki Snapdragon 8 Gen 3 antara lain ASUS ROG Phone 8 dan 8 Pro, Honor Magic6 Pro, OnePlus 12, realme GT5 Pro, dan tentunya tidak lupa Samsung Galaxy S24 Ultra.

Salah satu fitur terbaru chipset Qualcomm tersebut adalah kemampuan generative AI dengan bantuan NPU Hexagon baru, diklaim 98 persen lebih kencang dan 40 persen lebih hemat daya dibandingkan Snapdragon 8 Gen 2.

Dengan NPU terbaru tersebut, sebuah ponsel dapat mengusung fitur-fitur unik berbasiskan AI yang kini sedang berseliweran di mana-mana, seperti menghapus objek dari video atau melakukan image generate pada latar belakang.

Tak cuma itu, Snapdragon 8 Gen 3 juga dibekali kemampuan ray tracing yang meningkat dari sebelumnya. GPU Adreno 750 miliknya disinyalir punya kemampuan ray tracing yang 50 persen lebih baik dari Adreno 740 pada cip generasi pendahulu.

Laman Nano Review melaporkan bahwa Snapdragon 8 Gen 3 sanggup meraih skor AnTuTu v10 sebesar 2.079.542 poin. Angka yang sangat fantastis dan belum pernah diraih sebelumnya pada industri HP Android.

Sementara, penilaian Geekbench 6 miliknya mencatatkan angka 2181 poin untuk single core dan 7250 poin untuk multi-core.

2. Dimensity 9300

Dimensity 9300

Kalau dari kubu MediaTek, chipset yang setara Exynos 2400 adalah Dimensity 9300. Chipset ini juga merupakan salah satu pesaing terberat Snapdragon 8 Gen 3, bahkan spesifikasi CPU-nya sempat membuat saya takjub lantaran semua prosesornya merupakan unit high performance.

Ya, betul. Pada Dimensity 9300, tidak ditemukan sama sekali Cortex A5x sebagai penanda inti efisiensi daya. Tampaknya MediaTek benar-benar ingin full ngegas untuk dapat menyaingi si rivalnya itu.

Di saat Snapdragon 8 Gen 3 diumumkan pada Oktober 2023, Dimensity 9300 baru menginjakkan kakinya ke industri smartphone pada November 2023. Cip ini dibangun pada fabrikasi 4 nm dengan empat unit Cortex X4 (satu unit pada 3.25 GHz dan tiga unit pada 2.85 GHz), serta empat inti Cortex A720 (2 GHz).

Untuk pengolah grafisnya, Dimensity 9300 menggunakan GPU ARM Immortalis G720 yang memiliki jumlah inti sebanyak 12, sedikit meningkat dari generasi sebelumnya yang punya 11 inti. MediaTek mengklaim GPU ini punya kinerja grafis yang 23 persen lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Satu masalah yang saya khawatirkan soal chipset ini adalah: "bagaimana dengan efisiensi dayanya?". Sebab, semua rivalnya masih dipasangkan dengan Cortex A5x yang berfokus pada performa baterai. Cuman Dimensity 9300 yang beda sendiri.

Untuk menjawabnya, MediaTek pun mengeluarkan statement bahwa penggunaan Cortex A720 justru akan lebih efisien lantaran bisa mengerjakan segala suatunya dengan lebih cepat. Jadi begitu pekerjaan diselesaikan dengan cepat, unit akan segera berhenti bekerja dan itu bisa membuat baterai jadi lebih awet.

Pihak MediaTek mengklaim bahwa Dimensity 9300 memakan lebih sedikit daya dibanding cip pendahulu, yakni 10 hingga 15 persen lebih sedikit. Saat artikel ini ditulis, hanya segelintir saja HP flagship yang menggunakan Dimensity 9300. Di antaranya adalah vivo X100, vivo X100 Pro, dan iQOO Neo9 Pro.

Seperti Snapdragon 8 Gen 3 dan Exynos 2400, chipset ini juga mendukung ray tracing berbasiskan akselerasi hardware. Kinerja ray tracing ini meningkat 46 persen dari sebelumnya, juga menawarkan efisiensi daya yang 40 persen lebih baik.

Dimensity 9300 juga tidak mau kalah dengan pesaingnya dalam hal kemampuan AI. Ya, chipset ini turut dibekali APU 790 yang mendukung AI generatif untuk dapat melakukan generasi gambar AI.

Untuk dukungan konektivitas dan multimedia, Dimensity 9300 dukung layar beresolusi WQHD pada refresh rate 180 Hz atau 4K pada 120 Hz, koneksi 5G dengan kecepatan unduh 7 Gbps, Wi-Fi 7, dan juga pemotretan HDR pada 4K.

Dalam pengujian benchmark sintetis, Dimensity 9300 sanggup meraih nilai 2.248.162 poin pada AnTuTu v10 dan juga 2221 poin (single core) serta 7521 poin (multi-core) pada Geekbench 6, dilansir dari Nano Review.

3. Apple A17 Pro

iphone 15 pro max

Kalau ditanya saingan Samsung Galaxy S24 series yang paling berat, mungkin semua akan setuju kalau jawabannya adalah iPhone 15 series. Terutama, varian Pro dan Pro Max-nya.

Bukan tanpa sebab, varian iPhone 15 Pro dan Pro Max ditopang dengan chipset Apple A17 Pro yang merupakan generasi cip terbaru dari Apple di awal tahun 2024.

Apple A17 Pro merupakan chipset pertama di dunia yang bawakan teknologi fabrikasi 3 nm dari TSMC. Lebih kecil dari mayoritas pesaingnya yang mentok di 4 nm.

Berkat fabrikasi 3 nm tersebut, Apple A17 Pro sanggup mengantongi sebanyak 19 miliar transistor di dalamnya. Angka ini tiga miliar lebih tinggi dari jumlah transistor pada Apple A16.

Apple A17 Pro terdiri atas konfigurasi enam inti prosesor (hexa core) yang mencakup mikroarsitektur Everest dan Sawtooth (empat inti efisiensi daya dan dua inti performa).

Sebagai kartu pengolah grafisnya, terdapat GPU bernama Pro Class yang disinyalir punya kinerja 20 persen lebih baik. GPU ini tentu sudah mendukung fitur ray tracing secara hardware untuk tingkatkan kualitas pencahayaan dalam gim.

Mesin saraf alias neural engine pada chipset ini juga diklaim mampu melakukan sebanyak 35 triliun pengoperasian setiap detiknya (TOPs). Selain itu, terdapat teknologi dekoder AV1 yang dapat menangani video dengan kualitas tinggi.

Skor AnTuTu v10 pada Apple A17 Pro adalah senilai 1.534.402 poin, dilansir dari Nano Review. Namun perlu diingat, skor ini tidak dapat dikomparasi dengan skor perangkat Android, ya.

Kalau mau di-compare sebaiknya mengacu ke Geekbench 6 yang cross-platform. Diketahui, Apple A17 Pro meraih nilai 2930 poin pada single core dan 7430 poin pada multi-core.

4. Google Tensor G3

google tensor g3_

Secara performa, Google Tensor G3 memang tidak sebaik Exynos 2400 maupun Snapdragon 8 Gen 3 dan Dimensity 9300. Namun, soal kemampuan machine learning-nya, ia adalah salah satu yang terbaik.

Bahkan, pertama kalinya saya mengenal ada fitur magic eraser adalah dari produk-produk Google Pixel. Dengan Google Tensor G3, fitur-fitur AI seperti menghilangkan objek tak diinginkan pada gambar atau menghilangkan blur pada foto jepretan kamera jadul.

Google Tensor G3 adalah cip yang digunakan Google Pixel 8 dan Google Pixel 8 Pro, dan menjadi chipset Google terbaik saat artikel ini ditulis pada Januari 2024. Proses pengerjaan AI di kedua HP tersebut berjalan secara client-side, sehingga tidak perlu mengirimkan file apa pun ke server.

Google Tensor G3 turut mendukung kemampuan memahami ucapan dan bahas natural. Itu mengapa, ponsel dengan chipset ini mampu memberikan anotasi pada panggilan telepon atau voice chat secara real time.

Pada spesifikasinya, Google Tensor G3 menghadirkan sembilan inti prosesor yang terdiri atas satu unit Cortex X3 (2.91 GHz), empat inti Cortex A715 (2.37 GHz), serta empat Cortex A510 (1.7 GHz).

Kinerja chipset berfabrikasi 4 nm Samsung ini cukup baik, yakni mencapai 1.099.191 poin pada skor AnTuTu v10, dilansir dari Nano Review. Adapun pada pengujian Geekbench 6, cip Google ini dapat raih 1762 poin single core dan 4469 poin multi-core.

5. Kirin 9000

Kirin 9000

Chipset HiSilicon dengan performa terbaik per kuartal pertama 2024 jatuh kepada Kirin 9000. Dibandingkan Kirin 9000S dengan kinerja kelas mid-range, Kirin 9000 ini sudah bisa disandingkan dengan para petinggi chipset flagship kelas dunia.

Di dalamnya tersemat delapan inti prosesor, mencakup satu unit prima Cortex A77 (3.13 GHz), tiga unit performa tinggi Cortex A77 (2.54 GHz), serta empat inti hemat daya Cortex A55 (2.05 GHz).

Cip besutan HiSilion ini dibangun pada fabrikasi 5 nm melalui perusahaan semikonduktor TSMC, memiliki sebanyak 15,3 miliar transistor di dalamnya.

Chipset Kirin 9000 mengandalkan kartu pengolah grafis (GPU) berupa Mali G78 MP24 pada arsitektur Valhall 2nd Gen, berlari pada kecepatan 759 MHz.

Dukungan memori yang didukungnya antara lain LPDDR5 Dual Channel pada frekuensi 2750 MHz dan UFS 3.1. Kemampuan multimedia-nya mencakup dukungan kodek video H.265, H.265, dan VP9 serta dapat memutar dan merekam video 4K di 60 FPS.

Konektivitas yang didukungnya mencakup modem Balong 5000 dengan kecepatan downlink hingga 4.6 Gbps dan uplink hingga 2.5 Gbps. Adapun pada skor AnTuTu v10 meraih skor 898.520 poin, serta Geekbench 6 sebanyak 1251 poin (single core) dan 3481 poin (multi-core).

Sekian chipset-chipset pesaing dari Exynos 2400 yang berasal dari berbagai "kubu". Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda dalam menentukan pilihan ponsel ke depannya.

Kategori:
Tag:
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram