carisinyal-web-banner-retina 35

Inilah Kelebihan dan Kekurangan Smartphone realme

Ditulis oleh Ananda Ganesha M

realme kini berada dalam masa perubahan yang cukup besar. Dari yang awalnya dikenal sebagai brand dengan performa kencang dan harga agresif, realme perlahan bergeser menjadi merek yang lebih menonjolkan desain, durabilitas, dan pengalaman penggunaan sehari-hari. 

Perubahan arah ini terlihat dari berbagai seri yang mereka rilis dalam beberapa tahun terakhir, lengkap dengan fitur yang lebih matang dan fokus yang lebih jelas terhadap kebutuhan pengguna Indonesia.

Di sisi lain, pergeseran ini juga membawa sejumlah konsekuensi. Harga beberapa seri menjadi lebih tinggi dan posisi tiap lini produk kadang tumpang tindih. 

Karena itu, penting untuk melihat apa saja kelebihan dan kekurangan realme saat ini agar pengguna bisa memahami apa yang sebenarnya mereka tawarkan dan apakah perubahan ini sesuai dengan kebutuhan masing-masing. 

Namun, saya akan membatasi soal kelebihan kekurangan ini dengan kondisi realme Indonesia saja. Langsung saja simak berbagai kelebihan kekurangan HP realme berikut ini.

Kelebihan realme

Apa saja yang jadi daya tarik ponsel realme saat ini? Daripada penasaran, berikut kami berikan poin-poin kelebihan dari ponsel realme.

1. Durabilitas yang Makin Baik, Terutama di C-Series

realme C75x cover image

realme sekarang terlihat jauh lebih matang dalam urusan ketahanan. Kalau dulu mereka lebih identik dengan desain yang fashionable, kini fokusnya mulai meluas ke build quality yang benar-benar terasa manfaatnya. Perubahan ini paling kentara di C-Series, yaitu lini yang memang jadi tulang punggung realme di segmen harga terjangkau.

Strategi ketahanan ini makin terasa sejak hadirnya model seperti realme C75x, C75, C85, dan C85 Pro. Banyak di antaranya sudah membawa sertifikasi IP lengkap seperti IP66, IP68, sampai IP69. 

Misalnya realme C75x punya IP68 dan IP69, sementara realme C75 membawa IP66, IP68, dan IP69. Artinya, perangkat di kelas harga ini tidak hanya tahan hujan tetapi juga sanggup menghadapi semburan air bertekanan tinggi maupun kondisi ekstrem lainnya sesuai standar masing-masing rating.

Tidak hanya C series, seri lain seperti P-Series, GT series, dan Number Series juga punya fitur ini. Contohnya realme P3 5G, realme 14 5G, realme 14T 5G, realme 15 5G, dan realme 15T 5G membawa kombinasi proteksi IP66, IP68, dan IP69. 

Bahkan di kelas menengah atas, beberapa ponsel seperti realme 15 Pro 5G dan realme GT 7T juga menawarkan IP68 dan IP69 sebagai proteksi standar.

realme juga hadirkan ponsel dengan durabilitas yang lebih baik lewat realme C85 Series. Seri ini memperkenalkan fitur IP69 Pro yang realme klaim sebagai yang pertama di dunia untuk kategori smartphone. IP69 Pro mencakup empat standar sekaligus yaitu IP66, IP68, IP69, dan IP69K. 

realme c85 ip rating

Hasilnya, ponsel dapat tetap aman saat terkena hujan, semprotan air bertekanan tinggi sampai 100 derajat, bahkan semburan keras seperti selang pemadam kebakaran. Pada kondisi tertentu, perangkat yang membawa IP68 juga bisa dipakai saat terendam air dalam kedalaman dan durasi yang sudah ditentukan.

Ini membuktikan kualitas realme naik signifikan. Saya sendiri pernah mengalami kejadian yang cukup ekstrem dengan realme 11 Pro+. Ponsel itu masih ada di saku celana dan tanpa sengaja ikut tercuci di mesin cuci. 

Saya baru sadar sekitar empat jam kemudian, setelah seluruh proses pencucian selesai dan perangkat sudah terendam total. Setelah saya keringkan dan saya simpan di dalam beras, ponselnya tetap menyala dan sampai sekarang masih saya gunakan. 

Padahal realme 11 Pro+ tidak mencantumkan rating IP apa pun. Pengalaman ini membuat saya merasa bahwa durabilitas realme memang nyata, bukan sekadar gimmick semata. 

2. Fitur NFC yang Hampir Ada di Semua Varian 

ealme C71 NFC

Satu hal yang cukup khas dari realme di Indonesia adalah cara mereka memperlakukan fitur NFC. Meski tidak selalu jadi sorotan di pasar global, fitur ini justru sangat penting bagi pengguna di sini. realme paham betul kebutuhan itu sehingga mereka hampir selalu menyertakan NFC pada ponsel yang dipasarkan resmi di Indonesia.

Pada 2024, realme pernah menegaskan bahwa fitur NFC wajib hadir di ponsel Rp2 jutaan. Ini langkah yang saya apresiasi. NFC sangat membantu untuk kebutuhan harian seperti cek saldo, isi ulang kartu uang elektronik, sampai transaksi non-tunai lain yang sudah jadi bagian dari mobilitas masyarakat, termasuk penggunaan QRIS Tap yang harus punya fitur NFC.

Tidak aneh melihat lini ponsel realme yang ada di Indonesia sudah punya fitur NFC, tetapi varian globalnya tidak ada. Artinya, realme Indonesia benar-benar menyesuaikan hardware demi memenuhi kebiasaan pengguna lokal.

Lebih jauh lagi, realme termasuk salah satu brand yang paling cepat mendorong NFC turun ke kelas harga yang lebih terjangkau. Beberapa model entry-level seperti realme C71 atau realme P3 Lite sudah dibekali NFC sejak awal. Saya curiga nantinya, NFC ini bakal jadi fitur standar yang bakal hadir di semua ponsel realme tanpa terkecuali. 

3. Tawarkan Desain yang Premium 

realme 13 pro plus 5g featured image_

Identitas realme sekarang sudah berbeda jauh dari beberapa tahun lalu. Slogan lama mereka, “Dare to Leap”, yang dulu menonjolkan ambisi mengejar spesifikasi tinggi, kini digantikan oleh “Make it real”. 

Pergeseran ini bukan sekadar permainan kata, tetapi menunjukkan perubahan arah yang lebih besar. realme tidak lagi sekadar mengejar angka di atas kertas, melainkan membangun citra dan pengalaman yang benar-benar terasa bagi pengguna.

Kekuatan utama mereka kini ada pada desain. realme terlihat semakin mantap menempatkan diri sebagai brand yang menonjolkan desain premium dan fashionable. 

Posisi mereka lebih mendekati OPPO yang fokus pada estetika dibandingkan brand yang hanya mengandalkan spek mentah. Filosofi “Make it real” diterjemahkan menjadi manfaat nyata yang bisa dinikmati pengguna, bukan sekadar angka performa yang sulit dirasakan sehari-hari.

Contoh yang paling jelas terlihat dari konsistensi desain mewah yang mereka pertahankan selama beberapa generasi. Jejaknya dimulai dari realme 11 Pro Series yang membawa material Premium Vegan Leather, lalu dilanjutkan ke realme 12 Series, realme 13 Series, hingga realme 14 Series.

Empat generasi itu sama-sama memakai konsep Desain Jam Tangan Mewah, dengan modul kamera besar berbentuk lingkaran dan detail menyerupai dial jam tangan berkelas, lengkap dengan tekstur dan ornamen kecil yang membuatnya terlihat lebih premium.

Yang menarik, saat memasuki realme 15 Series seperti realme 15 5G dan realme 15 Pro 5G, realme mulai meninggalkan ciri khas “Luxury Watch Design” tersebut. Namun, perubahan ini tidak menghilangkan kesan premiumnya. 

Mereka justru menawarkan pendekatan desain baru yang lebih segar, tetap stylish, dan tetap terasa mahal saat digenggam. Untuk pengguna yang ingin tampil beda tanpa harus membeli flagship, desain realme di tahun 2025 adalah salah satu yang paling memikat di kelasnya.

4. realmeUI yang Punya Fitur Keren dan Kejelasan Janji Update OS 

realme UI

Antarmuka realme UI (sekarang sudah mencapai versi 6.0) pada dasarnya adalah “kakak-adik” dengan ColorOS dari OPPO. Ini justru menjadi nilai plus, karena realme UI membawa karakter yang sama seperti saudaranya yakni stabil, halus saat digunakan, serta penuh fitur yang benar-benar berguna.

Perubahan besar yang membuat realme UI kini lebih dihargai adalah komitmen baru terhadap pembaruan software. Kalau dulu realme sering dianggap kurang konsisten soal update OS, sekarang situasinya sudah berubah total. Brand ini mulai transparan dan lebih percaya diri. 

Contohnya, realme 15 Pro dijanjikan mendapat tiga kali pembaruan sistem Android dan empat tahun pembaruan keamanan. Ini membuat perangkat realme bukan hanya kencang saat baru dibeli, tetapi juga tetap relevan dan aman untuk dipakai dalam jangka panjang.

Selain itu, realme UI 6.0 membawa banyak fitur AI yang terasa praktis dalam penggunaan sehari-hari. Ada AI Smart Remover 2.0 untuk menghapus objek yang mengganggu di foto, AI Edit Genie yang bisa mengedit gambar menggunakan instruksi suara, dan AI Smart Loop yang memperlancar aktivitas multitasking

Pada model tertentu seperti realme 15 Pro 5G, fitur seperti AI Gaming Coach juga hadir untuk membantu pengguna meningkatkan performa bermain gim. 

Ada juga Mini Capsule yang menampilkan informasi penting seperti status pengisian daya. Fitur populer seperti Floating Window, Split View, dan AOD yang kaya kustomisasi pun hadir secara lengkap.

DNA performa realme juga terasa kuat di sisi software. Pada realme 15 Series, fitur seperti GT Boost, HyperBoost, dan Optimisasi AI Gaming bekerja menjaga performa tetap stabil dan responsif saat bermain gim. Fitur-fitur ini ini tersebut menjadikan realme UI jadi salah satu UI yang matang dan punya banyak fitur keren. 

5. Layanan Purnajual yang Mudah dan Terpercaya

realme service center

Salah satu kelebihan realme yang sering luput dibahas adalah kualitas layanan purnajual yang mereka tawarkan. Service center realme kini tersebar luas di berbagai kota, sehingga pengguna bisa mendapatkan bantuan teknis tanpa harus jauh-jauh atau menunggu terlalu lama. Akses yang mudah seperti ini memberi rasa aman sejak awal pembelian.

Standar pelayanannya juga terjaga dengan baik. Ruang tunggu yang rapi, antrean yang jelas, serta transparansi biaya membuat proses servis terasa nyaman. Pengguna dapat mengecek estimasi harga spare part sebelum perbaikan dilakukan, sehingga tidak ada rasa khawatir soal biaya yang tiba-tiba berubah.

Pendekatan seperti ini membantu membangun kepercayaan, terutama bagi pengguna yang baru pertama kali melakukan servis.

Saya sendiri pernah merasakan langsung kualitas layanan mereka. Saat membawa perangkat untuk dicek, proses pemeriksaannya hanya sekitar 30 menit. Setelah itu, pihak service center akan memberi kabar lewat WhatsApp mengenai apa saja yang perlu diperbaiki dan berapa biayanya. 

Jadi pengguna tidak perlu menunggu berhari-hari hanya untuk mengetahui kondisi perangkat. Kecuali bila ada spare part yang sedang kosong dan harus diindent, prosesnya bisa memakan waktu lebih lama, tetapi ini sifatnya kasus tertentu.

Kekurangan realme

realme sebagai brand memang berkualitas. Tapi jangan tutup sebelah mata, karena merk ini tentu punya beberapa kekurangan yang perlu Anda perhatikan.

1. Tak Lagi Jadi Brand Price to Performance

realme C75x

Perubahan strategi realme membawa satu konsekuensi besar. Brand yang dulu dikenal karena semangat "Dare to Leap", yaitu performa tinggi dengan harga serendah mungkin, kini bergerak ke arah yang berbeda. 

realme tidak lagi sekadar mengejar angka spesifikasi, tetapi ingin tampil sebagai brand yang lebih modis dan berfokus pada pengalaman pengguna. Hal yang menurut saya agak disayangkan karena dulu realme dikenal sebagai brand ponsel yang menawarkan performa kencang tapi harga terjangkau.

Masa itu telah lewat, realme kini hadir dengan identitas ponsel yang sesuai dengan kebutuhan. Karena itu, sering terlihat beberapa tipe ponselnya cenderung mirip di rentang harga yang sama tetapi kebutuhannya berbeda. 

Misalnya realme 15 Pro 5G dijual di kisaran Rp6,9 jutaab.  Ada juga realme GT 7 yang juga dirilis dengan harga yang sama. Keduanya memang ada di harga yang sama tetapi peruntukannya berbeda. 

realme 15 Pro 5G unggul di kamera tetapi performa cenderung biasa. realme GT unggul di performa dan kameranya termasuk bagus. Hanya ada pengurangan sedikit berbeda jika dibanding realme 15 Pro 5G.

Dari sisi strategi bisnis ini bagus tapi mungkin dari sisi konsumen bisa menimbulkan kebingungan.  Sejak realme 11 series sebenarnya realme melakukan hal ini. Saat itu, harga ponselnya sudah lebih mahal dibanding generasi sebelumnya, terutama untuk seri nomor. Ini membuat identitas realme berubah karena kini desain dan menyasar anak muda selalu jadi highlight utama, bukan lagi price-to-performance. 

2. Posisi Seri P dan Note yang Kurang Jelas

realme Note 60x

realme dulu punya lini yang benar-benar fokus. Ada seri C untuk kelas harga Rp1 jutaan. Seri nomor yang dulu mulai dijual pada harga Rp2 sampai Rp4 jutaan. Kemudian ada seri X yang kemudian berganti menjadi seri GT yang dijual mulai Rp5 jutaan. 

Kemudian muncul seri Narzo yang fokus pada penjualan online sehingga harganya lebih murah. Strategi ini cukup berhasil dan menarik perhatian konsumen. 

Namun, 2025 dan 2026, posisi seri realme di Indonesia sedikit berubah. Seri Narzo tidak ada lagi. Seri C yang fokus ke durabilitas dijual sampai harga Rp2 jutaan. Seri nomor seperti realme 14, realme 15 dan lainnya dijual mulai harga Rp4 sampai Rp6 jutaan. Seri GT juga masih ada meski kehadiran tidak sebanyak seri C. 

Nah, di harga Rp1 jutaan, ada juga seri Note seperti realme Note 60. Ini membuat bingung karena harga seri Note mirip dengan C, dan secara spesifikasi tidak jauh berbeda. realme Indonesia juga memperkenalkan seri P. Ada realme P3 5G yang dijual di rentang harga Rp3 jutaan mendekati seri nomor. Ada juga seri realme P3 Lite yang justru beradu dengan seri C dan Note. 

Saya agak bingung dengan strategi ini. Kenapa ada tiga seri yang dijual di harga Rp1 jutaan dengan identitas yang sebenarnya tidak jauh berbeda. Semoga kedepannya ada perbaikan soal penamaan seri ini. 

3. Portofolio Produk tak Sebanyak Dulu

realme pad x stylus_

Saya masih ingat saat era 2021 sampai 2023, realme Indonesia menghadirkan beragam produk menarik, bukan hanya ponsel. Mereka mampu menghadirkan banyak perangkat di luar kategori ponsel. Dulu pernah ada produk seperti realme Book, realme Pad, bahkan realme Smart TV sebagai bentuk ekspansi besar mereka ke dunia AIoT.

Namun, memasuki era “Make it real” yang fokus pada penyederhanaan portofolio, semua ambisi tersebut seperti berhenti di tengah jalan. Produk di luar ponsel kini sudah jarang atau bahkan tidak lagi dilanjutkan. Pada akhirnya, lini realme kembali berputar hanya pada perangkat inti seperti smartphone, TWS, dan smartwatch.

Di satu sisi ini bagus, karena realme Indonesia bisa fokus pada satu bidang saja. Di sisi lain, keberagaman produk tentu jadi nilai lebih karena seseorang bisa punya satu ekosistem yang serupa. 

4. Identitas Merek yang Tak Lagi Unik

realme logo

Salah satu kritik terbesar terhadap realme saat ini adalah karakter brand-nya yang terasa makin kurang menonjol. Dari sisi bisnis, arah yang mereka ambil memang masuk akal. Namun bagi pengguna, dampaknya cukup jelas: realme tidak lagi punya ciri yang benar-benar berbeda.

Sebagai bagian dari OPLUS Group (yang ada di bawah BBK Electronic) yang juga membawahi OPPO dan OnePlus, realme berbagi banyak sumber daya riset dengan “saudaranya”.

Hasilnya, realme UI sangat mirip dengan ColorOS, hanya dibedakan lewat tampilan dan detail kecil. Teknologi pengisian seperti DART Charge pun sebenarnya berasal dari VOOC, dan sekarang semuanya dilebur ke dalam nama yang sama, yaitu SuperVOOC.

Bagi sebagian pengguna, hal ini membuat pengalaman memakai HP realme terasa sangat mirip dengan brand lain dalam grup tersebut. Konsumen tetap mendapat perangkat yang mumpuni, tetapi sensasi eksklusif atau identitas khas yang berbeda tidak terlalu terasa.

Di sisi perusahaan, strategi ini sebenarnya menguntungkan karena proses pengembangan menjadi jauh lebih efisien. Berbagi R&D dan teknologi membuat biaya riset lebih hemat, waktu produksi lebih cepat, dan harga jual tetap bisa ditekan.

Namun dari sudut pandang branding, realme masih perlu memperkuat karakter uniknya agar tidak sekadar terlihat sebagai versi lain dari brand di bawah grup yang sama.

Simpulan

Secara garis besar, realme sekarang bukan lagi sekadar brand yang mengandalkan performa murah, tetapi sudah berkembang menjadi pemain yang fokus pada desain, durabilitas, dan pengalaman penggunaan yang lebih matang. 

Perubahan ini tentu membawa banyak kelebihan, tetapi juga beberapa kekurangan seperti penamaan seri yang membingungkan dan hilangnya identitas price-to-performance yang dulu jadi ciri khas mereka.

Meski begitu, realme tetap menawarkan pilihan yang menarik di berbagai kelas harga, tinggal bagaimana pengguna menyesuaikan kebutuhan dengan karakter tiap serinya.

Jadikan Carisinyal sebagai favoritmu di Google
google_preferred_source
cross