carisinyal web banner retina

Inilah 11 Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy S21 FE 5G

Samsung membuka lembaran kalender 2022 dengan meluncurkan satu smartphone spesial. Adalah Samsung Galaxy S21 FE 5G smartphone yang dimaksud. HP ini adalah kelanjutan dari seri FE (Fan Edition) yang dihadirkan Samsung sejak 2017.

Satu hal yang membuat ponsel seri ini terus eksis adalah harganya yang miring. Benar, Samsung selalu membanderol ponsel-ponsel FE Series di bawah Rp10 juta. Demikian halnya dengan Galaxy S21 FE yang dijual mulai dari Rp8.999.000.

Dengan harga yang tak sampai Rp10 juta, orang bisa merasakan pengalaman pakai sebuah HP flagship dari Samsung. Di sisi lain, benar bahwa teknologi yang diusung FE Series bukan yang paling baru. Namun, hal itu bukan sebuah masalah karena HP seri ini dirancang berdasarkan kemauan para penggemar.

Itulah mengapa nama seri ini adalah Fan Edition alias edisi para penggemar. Mengenai Galaxy S21 FE, ponsel ini mengambil garis besar dari ponsel flagship Samsung keluaran 2021. Akan tetapi, Samsung memberi beberapa pembenahan yang diklaim sesuai masukan penggemar.

Nah, apakah HP yang meluncur di Indonesia pada Januari 2021 ini cukup menarik untuk dipinang? Anda bisa menilainya dengan terlebih dahulu membaca ulasan kelebihan dan kekurangan Galaxy S21 FE 5G ini.

Spesifikasi Samsung Galaxy S21 FE 5G

Galaxy S21 FE 5G
Layar Dynamic AMOLED 2X 6.4 inci
Chipset Exynos 2100
RAM 8 GB
Memori Internal 128 GB, 256 GB
Kamera 12 MP (wide) 8 MP (telephoto) 12 MP (ultrawide)
Baterai Li-Po 4500 mAh
Harga Saat Rilis Rp 8.999.000
Cek Harga Saat Ini Shopee Lazada

Kelebihan Samsung Galaxy S21 FE 5G

Anda pastinya sudah tahu kelebihan apa saja yang wajib dimiliki sebuah smartphone flagship seperti Galaxy S21 FE 5G. Di segmen flagship, sebuah HP tidak boleh ada lagi kata kompromi pada sektor-sektor seperti di bawah ini.

1. Desain

desain s21 fe

Galaxy S21 FE 5G membawa bahasa desain yang sama dengan kakak kandungnya, Samsung Galaxy S21 5G, terutama di modul kamera belakang. Samsung menamainya dengan Contour-cut frame.

Bukan hanya itu yang sama, material yang dipakai pun serupa dengan Galaxy S21. Mulai dari penutup belakang polikarbonat, rangka aluminium membulat, dan layar punch-hole yang diproteksi kaca Gorilla Glass Victus.

Adapun penutup belakang Galaxy S21 FE punya polesan matte yang tidak licin dan tidak pula meninggalkan berkas sidik jari. Itulah alasan mengapa penguji Expert Reviews, Nathan Spendelow, bilang bahwa HP ini jauh dari kesan murahan.

Selain itu, menggengam juga sangat nyaman. Kata Debashis Sarkar dalam News 18, HP ini punya build quality yang kokoh dan terasa kompak. Wajar Sarkar berkata seperti itu, sebab dimensi HP ini tidak terlalu besar, 155.7 x 74.5 x 7.9, dengan bobot yang ringan di 177 g.

Senada dengan Sarkar soal build quality, Nicholas Sutrich dalam Android Central menilai bahwa kesan yang solid bisa dirasakan di seluruh bagian bodi S21 FE. Tidak ada suara-suara aneh yang muncul kendati Anda menekan seluruh bodinya dengan keras.

Yang beda dari desain S21 FE ini ada di pilihan warnanya. Anda bisa memilih Putih, Graphite (hitam), Lavender, atau Olive (hijau). Semuanya punya karakter kalem dan merupakan warna baru, beda dari opsi warna yang diberikan pada Galaxy S21.

Galaxy S21 FE juga memiliki sertifikasi IP68. Artinya, HP ini aman jika terkena hujan. Ia juga masih aman kendati tak sengaja terjebur di kolam selama 30 menit, pada kedalaman hingga 1,5 m.

Ciri-ciri lain pada desain HP ini masih sama dengan Galaxy S21. Seperti tombol daya dan pengatur volume di sisi kanan rangka; slot dua nanoSIM, port USB C, mikrofon, dan speaker utama di sisi bawah. Sementara itu, sisi atas rangka terdapat mikrofon kedua dan ada juga speaker sekunder yang merangkap sebagai earpiece.

Sensor pemindai sidik jari HP ini terdapat di bawah permukaan layar. Namun, menurut GSM Arena, jenisnya bukan ultrasonik sebagaimana Galaxy S21, melainkan optik.

2. Tampilan

layar s21 fe

Galaxy S21 FE mengalami peningkatan tinggi dan lebar dibanding Galaxy S21. Peningkatan ini bukan tanpa alasan. Sebab dimensi yang meningkat diiringi peningkatan bentang layar pula. Ya, layar yang mengisi sektor tampilan HP ini memiliki bentang 6,4 inci, naik 0,2 inci dari layar S21.

Panel yang dipakai layar HP ini adalah Dynamic AMOLED 2X. Panel ini sudah dipakai Samsung di jajaran produk tertingginya sejak Galaxy 20 Series (2020). Resolusinya Full HD+ (1080 x 2400), sedangkan refresh rate yang didukung sampai 120 Hz dan touch sampling rate-nya 240 Hz.

Layar dengan rasio 19.5:9 ini bisa menampilkan konten video HDR10+. Penguji Tech Radar, Tom Bedford, memberikan jempol atas kualitas tampilan layar S21 FE. Bagi dia, layar HP ini terang dan warnanya menyala. Bedford menambahkan, seluruhnya terlihat keren, baik itu warna, kontras, hingga kecerahan.

Philip Michael dari Tom's Guide juga mengakui bahwa layar S21 FE memang bagus. Rentang warnanya sedikit lebih luas ketimbang S21, yakni 119,8% melawan 109,2%, dalam spektrum warna sRGB. Akurasi warna HP ini juga sip karena nilai deltaE-nya (penyimpangan warna) hanya 0,29.

Adapun menurut pengujian Philip Michael, tingkat kecerahan puncak layar Galaxy S21 FE mencapai 700 nit. Angkanya memang kalah dari S21 (711 nit) dan iPhone 13 (795). Kendati demikian, kecerahan layar 700 nit sudah lebih dari cukup untuk pemakaian outdoor.

Sementara itu, seperti HP Samsung pada umumnya, S21 FE dilengkapi fitur Always-on display karena pakai panel keluarga AMOLED. Fitur ini dapat dimanfaatkan untuk menampilkan notifikasi, jam, dan lain sebagainya.

3. Dapur Pacu

exynos 2100

Samsung meluncurkan Galaxy S21 FE dengan dua jenis SoC (System on Chip), yakni Exynos 2100 dan Snapdragon 888. Untuk varian yang masuk secara resmi ke Indonesia menggunakan SoC Exynos 2100. Sebagai informasi, SoC Exynos juga dipakai pada Galaxy S21 FE yang meluncur di India, Australia, dan negara-negara Asia-Pasifik.

SoC atau chipset bikinan Samsung ini dipakai pula oleh HP-HP lain anggota S21 Series. Anda mungkin sudah tahu banyak mengenai SoC yang satu ini. Namun, kami akan paparkan sedikit mengenai Exynos 2100 untuk menyegarkan ingatan Anda. Exynos 2100 adalah SoC keluaran 2021 yang dibikin dengan fabrikasi 5 nm.

SoC ini mengandung delapan core CPU yang konfigurasinya mirip dengan Snapdragon 888. Ada satu core kencang Cortex X1 (2,91 GHz), tiga core menengah Cortex A78 (2,81 GHz), dan empat core hemat daya Cortex A55 (2,2 Ghz).

CPU tersebut ditemani oleh GPU ARM Mali G78 MP14 yang punya frekuensi 854 MHz. Karena ditujukan buat ponsel 5G, Exynos 2100 juga memiliki modem 5G.

Lebih lanjut, di sektor dapur pacu Galaxy S21 FE, Exynos 2100 ditemani oleh RAM LPDDR5 sebesar 8 GB, serta memori internal UFS 3.1 berkapasitas 128 GB atau 256 GB.

Anda bisa jadi sudah menebak bahwa performa Galaxy S21 FE tidak akan jauh berbeda dari Galaxy S21, mengingat spesifikasi jeroannya sama. Beberapa penguji pun merasakan pengalaman pakai yang nyaman saat beberapa hari menjajal HP ini.

Ryne Hager dalam Android Police bilang, buka kunci HP ini memakai fitur pemindai sidik jari sangat cepat dan bisa diandalkan. Meski begitu, pemindai sidik jari di bawah permukaan layar yang dipakai bukan bertipe ultrasonik, melainkan optik.

Selanjutnya, Deepak Rajawat dari Smartprix mengaku bahwa HP ini sama sekali tidak terlihat kepayahan dalam menjalankan tugas sehari-hari. Sementara itu, Nidhi Singal dari Business Today India, mengatakan bahwa S21 FE sama sekali tidak panas dan tidak mengalami lag.

Saat menjajal HP ini, Singal sering membuka banyak aplikasi dalam satu waktu, dan berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain. Misalnya Google Chrome, dia membuka cukup banyak tab ketika berselancar internet.

Memiliki dapur pacu flagship membuat Galaxy S21 5G juga bisa menjalankan gim dengan cukup baik. Penguji 91 Mobiles, Prateek Pandey, berhasil memacu HP ini untuk menjalankan gim Battleground Mobile India pada setelan grafik HDR dengan frame rate Ultra.

Dalam sejumlah pengujian dengan aplikasi benchmark sintetis, Galaxy S21 mencatat skor-skor yang mencerminkan jati dirinya. Pada aplikasi AnTuTu 9, HP ini mencatat skor 700.392 berdasarkan pengujian Nidhi Singal.

Sementara itu, pada aplikasi GeekBench 5, Galaxy S21 FE meraih skor 1047 untuk singlecore dan 3170 untuk. Pengujian untuk mengukur kemampuan CPU ini dilakukan oleh Deepak Rajawat.

4. Kamera

kamera galaxy s21 fe

Galaxy S21 FE dibekali tiga kamera belakang dan satu kamera depan. Tiga kamera belakangnya terdiri atas kamera utama 12 MP, f/1.8; kamera ultrawide 12 MP, f/2.2; dan kamera telefoto, 8 MP f/2.4.

Kamera utamanya dilengkapi dual-pixel PDAF dan OIS. Sementara itu, kamera telefoto punya PDAF, OIS, dan mampu melakukan perbesaran optik hingga 3x. Kamera ultrawide-nya fixed focus. Ketiga kamera tersebut ditemani satu lampu flash. Untuk kamera depan, resolusi yang diusung adalah 32 MP dengan bukaan f/2.2 dan fixed focus.

Kamera utama, kamera ultrawide, dan kamera depan HP ini bisa merekam video hingga resolusi 4K pada 60 fps, sedangkan kamera telefoto 4K pada 30 fps. Konfigurasi kamera Galaxy S21 FE memang mirip dengan Galaxy S21. Namun, ada sedikit penyesuaian. Anda bisa baca perbedaannya di artikel perbedaan Galaxy S21 dan S21 FE.

Lantas seperti apa kualitas jepretan si ponsel? Pada dasarnya seluruh Galaxy S21 mampu menghasilkan foto yang prima di segala kondisi. Detail, ketajaman, dan rentang dinamisnya bagus pada saat siang hari, begitu kata Prateek Pandey.

Yang menarik, tidak ada perbedaan karakter warna antar kamera. Bahkan Nidhi Singal suka dengan tone warna kamera ultrawide kamera HP ini. Sementara itu, kamera telefoto Galaxy S21 FE mampu melakukan tugasnya dengan baik hingga 3x perbesaran optik.

Kamera ini juga bisa melakukan perbesaran digital sampai 30x. Akan tetapi, hasilnya tidak memuaskan bagi Prateek Pandey. Nah, soal kemampuan low light, kamera Galaxy S21 FE juga jempolan.

Nidhi Singal menuturkan, menjepret di dalam ruangan dengan mode malam menghasilkan foto yang detail. Noise yang ditimbulkan pun sedikit. Hanya saja, dia harus menahan napas 3-4 detik guna menghindari guncangan dan hasil fotonya bisa bagus.

Bagaimana dengan foto dari kamera depannya? Tidak ada komplain dari Prateek Pandey. Hasilnya bagus baik siang atau malam hari. Fotonya penuh detail dan warnanya keren.

Berikut contoh jepretan Galaxy S21 FE:

sampel s21 feSumber: Smartprix
Jepretan Kamera Utama
sampel s21 feSumber: Smartprix
Jepretan Kamera Ultrawide
sampel s21 feSumber: Smartprix
Jepretan Kamera Tele
sampel s21 feSumber: SamMobile

5. Baterai Cukup Awet

baterai s21 fe

Samsung Galaxy S21 FE punya baterai 4500 mAh. Kapasitas ini naik 500 mAh ketimbang Galaxy S21 "reguler", tetapi masih sama dengan Galaxy S20 FE. Beberapa teknologi menyertai sektor daya HP ini.

Mulai dari pengisian cepat 25W, pengisian cepat nirkabel 15W, serta pengisian balik nirkabel untuk mengecas perangkat seperti TWS. Ada juga protokol USB Power Delivery 3.0.

Baterai 4500 mAh memang tidak luar biasa, tetapi para penguji sangat mudah mencapai pemakaian sehari penuh dengan HP ini. Artinya, Samsung mampu menciptakan manajemen daya yang baik sehingga baterai Galaxy S21 cukup awet.

Bahkan menurut Anuj Bhatia dari The Indian Express, HP ini bisa menyala seharian penuh kendati setelan refresh rate 120 Hz terus-terusan dipakai. Kata Nidhi Singal, pemakaian ringan bisa membuat HP ini bertahan hingga 1,5 hari.

Dalam pengujian yang dilakukan oleh Jagat Review, Galaxy S21 dapat bertahan 15-16 jam pada skenario pemutaran video lokal (1080p). Setelan refresh rate diatur pada 60 Hz. Sementara itu, saat digunakan untuk main gim Genshin Impact (Highest 60 fps) selama 30 menit, baterai berkurang 14%.

6. Sistem Operasi

android 12

Galaxy S21 FE 5G menjadi ponsel pertama dari Samsung yang langsung mendapat sistem operasi Android 12 tanpa harus update terlebih dahulu. Android 12 di HP ini dilapisi oleh antarmuka One UI 4.0.

Android 12 menjanjikan sesuatu yang lebih aman, personal, dan membuat seluruh bagian dalam tampilan bisa Anda racik sesuai preferensi. OneUI 4 pun mendukung kustomisasi, mulai dari tampilan beranda, ikon, hingga wallpaper, semuanya disediakan oleh Samsung.

Seperti yang Anda tahu, OneUI memang jauh dari Android murni. Akan tetapi, antarmuka ini terkenal stabil dan bebas iklan. Adapun karena sudah dibekali Android 12 dari awal, Galaxy S21 FE berpotensi mendapat upgrade hingga Android 15, plus pembaruan patch keamanan hingga tahun keempat.

Kekurangan Samsung Galaxy S21 FE 5G

Beberapa poin di bawah ini adalah hal-hal yang perlu Anda perhatikan. Sifatnya relatif, sebagian dari Anda bisa memaklumi, tapi ada juga yang tidak. Maka dari itu, cermati baik-baik poin yang mungkin jadi kekurangan Galaxy S21 FE 5G ini.

1. Refresh Rate

refresh rate s21 fe

Galaxy S21 FE 5G mendukung refresh rate hingga 120 Hz. Setelan ini membuat tampilan layar jadi mulus. Kemulusannya bisa Anda rasakan saat melakukan scrolling alias mengusap layar seperti ketika bersosial media. Refresh rate tinggi juga memberi jalan agar HP bisa menggunakan setelan fps tinggi saat main gim.

Hanya, menurut pengujian Philip Michaels dari Tom's Guide, refresh rate 120 Hz yang ada di HP ini bukan adaptif. Hal ini membuat Anda hanya bisa memilih setelan Standard 60 Hz untuk berhemat baterai atau High 120 Hz demi tampilan yang mulus.

Tidak ada opsi otomatis untuk menentukan setelan refresh rate sesuai pemakaian, seperti Galaxy S21. Michaels menilai, inilah salah satu alasan kenapa harga Galaxy S21 FE lebih murah ketimbang Galaxy S21.

2. Pengisian Daya Kurang Kencang

galaxy-s21-5g_fe_design

Samsung memang memberi dua opsi untuk mengisi daya Galaxy S21 5G. Anda bisa memanfaatkan pengisian kabel hingga 25W atau pengisian nirkabel hingga 15W. Hanya saja, Prateek Pandey dan Deepak Rajawat tak terlalu terkesan dengan kecepatannya.

Terlebih jika dibandingkan dengan produsen-produsen lain yang bisa memberi dukungan pengisian di atas 25W untuk HP flagship-nya. Dalam pengujian yang dilakukan Abhijeet M. dari SamMobile, mengecas 10 menit bikin baterai terisi 21%. Mengecas 30 menit terisi 56%, dan butuh waktu 75 menit agar baterai terisi penuh dari 0-100%.

Oh, iya. Jangan lupa pula bahwa Samsung tidak menyertakan charger dalam paket penjualan HP ini. Hanya ada kabel USB C, ejektor kartu SIM, dan panduan penggunaan. Oleh sebab itu, Anda harus beli sendiri jika belum punya charger.

3. Motor Getar (Haptic Feedback)

kardus galaxy s21 fe

Sebagian orang ada yang suka dengan sensasi getar saat mengetik sebuah pesan. Getaran yang timbul (haptic feedback) benar-benar mulus karena serasa muncul hanya di huruf yang dipencet. Hanya saja, getaran yang timbul di HP ini tidak cukup keren.

Begitulah yang dirasakan Nicholas Sutrich. Menurut dia, Samsung memasang motor getar murahan dan jadul. Getarannya keras dan tidak presisi, layaknya ponsel-ponsel kelas entri. Oleh sebab itu, Sutrich pun menyarankan pengguna untuk mematikan saja fitur getar saat mengetik menggunakan HP ini.

4. Agak Mahal

harga galaxy s21 fe

Di Indonesia, Samsung Galaxy S21 FE 5G dijual dengan harga Rp8,99 juta untuk varian memori 8/128 GB dan Rp9,99 juta buat varian 8/256 GB. Nominal ini sama dengan Galaxy S20 FE Snapdragon.

Bagi Anda yang sejak lama mengikuti perkembangan HP Samsung tentu saja dapat mengatakan bahwa S21 FE adalah ponsel yang murah. Khususnya jika dibandingkan dengan HP-HP flagship Samsung yang tembus belasan juta.

Hanya saja, tak perlu disangkal bahwa ada pula yang menyatakan bahwa banderol harga Galaxy S21 FE agak mahal, mengingat HP ini bukanlah ponsel flagship sejati sebagaimana anggota S21 Series yang lain.

Di segmen ponsel "flagship murah", beberapa produsen berani memberi label harga yang lebih miring ketimbang S21 FE. Namun, ingat bahwa ini adalah Samsung, salah satu brand yang punya layanan purnajual terbaik. Karena itu, harga tidak semata-mata bisa diganjar dengan spesifikasi di atas kertas.

5. Gejala Throttling

pengujian s21 fe 5gSumber: Smartprix

Dari empat hal yang sudah dibahas pada bagian kekurangan, mungkin inilah yang paling serius. SoC Exynos 2100 yang dikandung Galaxy S21 FE tak mampu mempertahankan performa tertingginya. Ia mengalami throttling alias penurunan performa seiring peningkatan temperatur pada saat diberi beban kerja tertinggi.

Dalam pengetesan CPU throttling yang dilakukan Prateek Pandey, performa HP ini bisa anjlok sampai 66 persen dari kemampuan puncaknya. Hasil yang lebih rendah diperoleh Deepak Rajawat dengan penurunan sampai sekitar 40-50%.

Penurunan juga terjadi ketika Rajawat menguji HP ini dengan aplikasi 3D Mark Wild Life Extreme Stress Test. Performa HP ini turun hingga 68,8%. Penurunan performa ini sepertinya merupakan protokol pembatasan yang dirancang Samsung agar ponsel tidak mengalami overheat.

Imbasnya di kondisi nyata, ponsel bisa saja tersendat-sendat alias mengalami lag. Namun, berdasarkan pengalaman Deepak Rajawat, hal itu tidak terjadi karena optimasi yang dilakukan Samsung cukup baik.

Simpulan

Samsung tampaknya tahu bahwa ada banyak orang yang ingin merasakan pengalaman menggunakan HP flagship racikannya. Karena itulah mereka menciptakan ponsel edisi penggemar (FE) agar sensasi HP flagship bisa dirasakan oleh lebih banyak kalangan.

Galaxy S21 FE 5G pun jadi ponsel FE selanjutnya yang dijual dengan harga Rp10 juta ke bawah. Dengan harga yang lebih murah ketimbang ponsel-ponsel premium Samsung lainnya, HP ini mampu menghadirkan pengalaman flagship. Mulai dari desain, tampilan, performa, kamera, dan daya tahan baterai, semuanya mantap!

Namun demikian, penurunan harga bukan berarti tidak memiliki konsekuensi. Kualitas motor haptic yang kurang sip dan ketiadaan refresh rate adaptif jadi alasan kenapa HP ini lebih murah ketimbang S21 reguler. Dua fitur itu memang tergolong ekstra, tetapi semestinya ada buat HP flagship.

Di sisi lain, jika fokus Anda adalah performa kelas flagship - tanpa memperhatikan fitur dan sentuhan ekstra - Galaxy S21 FE tentu bukan pilihan yang salah. Lebih-lebih karena HP ini tergolong future proof dengan dukungan konektivitas 5G dan pembaruan software hingga empat tahun. Bagaimana menurut Anda soal Galaxy S21 FE, worth it?

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram