carisinyal web banner retina

Menarik, Ini Dia 7 Perbedaan realme 9 Pro dan 9 Pro+

Pada awal 2022, realme meluncurkan produk berikutnya pada jajaran seri realme Number, yaitu realme 9 Pro dan realme 9 Pro+. Dalam kesempatan ini, realme menggemborkan bahwa realme 9 Pro+ memiliki beragam fitur unik dan spesifikasi menarik yang mampu menyaingi HP flagship sekalipun.

Tidak mau ketinggalan, realme 9 Pro juga turut dikemas dengan sejumlah kelebihan yang bahkan beberapa di antaranya tidak dimiliki oleh realme 9 Pro+. Lho, mengapa bisa begitu? Daripada penasaran, langsung simak saja beberapa perbedaan realme 9 Pro dan realme 9 Pro+ berikut ini.

Spesifikasi realme 9 Pro

realme 9 pro
Layar IPS LCD 6.6 inci
Chipset Qualcomm Snapdragon 695
RAM 6 GB, 8 GB
Memori Internal 128 GB
Kamera 64 MP (wide) 8 MP (ultrawide) 2 MP (macro)
Baterai Li-Po 5000 mAh
Harga Saat Rilis Rp 3.799.000
Cek Harga Saat Ini Shopee Lazada

Spesifikasi realme 9 Pro+

realme 9 Pro Plus
Layar Super AMOLED 6.4 inci
Chipset MediaTek Dimensity 920
RAM 8 GB
Memori Internal 128 GB, 256 GB
Kamera 50 MP (wide) 8 MP (ultrawide) 2 MP (macro)
Baterai Li-Po 4500 mAh
Harga Saat Rilis Rp 4.999.000
Cek Harga Saat Ini Shopee Lazada

Perbedaan realme 9 Pro dan 9 Pro+

Untuk memastikan Anda benar-benar memilih varian yang pas, kami menyarankan baca dulu beberapa poin perbedaan di bawah.

1. IPS LCD vs. Super AMOLED

layar realme 9 pro

Kendati keduanya merupakan entri produk smartphone menengah, hanya salah satu di antaranya yang gunakan layar panel Super AMOLED. realme memutuskan untuk memberikan panel IPS LCD pada realme 9 Pro dan Super AMOLED pada realme 9 Pro+.

Meskipun jenis panelnya superior, ukuran layar realme 9 Pro+ sedikit lebih kecil yaitu 6,4 inci dibandingkan realme 9 Pro dengan layar 6,6 inci. Selain itu, dukungan refresh rate pada realme 9 Pro+ juga hanya 90 Hz sedangkan varian 9 Pro lebih unggul di 120 Hz.

Kedua layar tentunya mengusung resolusi Full HD+ (1080 x 2412 piksel pada Pro dan 1080 x 2400 piksel pada Pro+), serta menawarkan tingkat kerapatan piksel yang tinggi (400 ppi pada varian Pro dan 411 ppi pada Pro+).

Walau panelnya IPS LCD, realme 9 Pro dikabarkan memiliki tingkat kecerahan layar yang cukup terang untuk kemudahan membaca tulisan di luar ruangan pada siang hari. Berdasarkan pengujian GSM Arena, layar realme 9 Pro dapat meraih angka 461 nit saat slider tingkat kecerahan digeser ke paling kanan. Sementara, mode Auto-nya mampu meraih tingkat kecerahan puncak hingga 567 nit.

Uniknya, justru tingkat kecerahan realme 9 Pro+ saat slider dibuat mentok kanan malah lebih kecil di angka 433 nit, meskipun mode Auto-nya memang lebih tinggi di angka 613 nit.

Lebih lanjut lagi, realme 9 Pro yang memang tidak dapat terlepas dari identitas layar IPS LCD-nya yang hanya menyuguhkan kontras rasio 1601:1. Tidak seperti realme 9 Pro+ yang suguhkan kontras rasio tak terbatas karena sifat panel Super AMOLED yang mampu menampilkan warna hitam pekat sesungguhnya.

2. Snapdragon 695 5G vs. Dimensity 920 5G

dimensity 920 realme 9 pro plus

Bagi Anda yang melirik kedua ponsel ini untuk dijadikan sarana gaming, perbedaan yang satu ini pasti menarik perhatian Anda. Pasalnya, realme 9 Pro disuguhkan dengan chipset mid-range dari Qualcomm bernama Snapdragon 695 5G. Varian Pro+ selangkah lebih maju dengan membawakan SoC flagship Dimensity 920 5G dari MediaTek.

Dimensity 920 5G tidak hanya unggul dari sisi kinerja gaming-nya saja melainkan juga sisi multimedia dan konektivitasnya. Ia dibekali dengan ISP yang mendukung perekaman video hingga resolusi 4K dengan fitur noise reduction sekelas ponsel flagship, serta memiliki kemampuan Carrier Aggregation 5G yang meningkatkan kecepatan internet.

Chipset ini bahkan menawarkan tingkat kecepatan unduhan hingga 1200 Mbps dan unggahan hingga 316 Mbps, memiliki dukungan terhadap WiFi 6, Bluetooth 5.2, Dual SIM 5G, dan MediaTek HyperEngine 3.0 yang dapat mengoptimalkan aktivitas online gaming di smartphone.

SoC tersebut membawakan konfigurasi delapan inti prosesor pada set instruksi ARMv8.2-A, mencakup dua inti bertenaga Cortex A78 (2.5 GHz) dan enam inti prosesor hemat daya Cortex A55 (2 GHz). Ia pun dibuat dengan proses fabrikasi yang sama dengan Snapdragon 695 yaitu 6 nanometer, dan membawakan kartu pengolah grafis berupa Mali G68 MC4 berfrekuensi 950 MHz.

realme 9 Pro yang gunakan Snapdragon 695 juga tetap memberikan performa yang tidak boleh diremehkan walau tidak sebanding dengan Dimensity 920 5G.

Chipset yang dirilis pada Q4 2021 ini juga dikemas dalam konfigurasi octa core, terdiri atas dua inti Kryo 660 Gold berbasiskan Cortex A78 (2.2 GHz), dan enam unti efisiensi daya Kryo 660 Silver berbasiskan Cortex A55 (1.7 GHz), serta mengandalkan Adreno 619 sebagai GPU-nya.

Dilihat dari sisi performa, dan jika ditarik dari garis besarnya, Dimensity 920 5G lebih unggul karena menyediakan clock speed yang 14% lebih cepat yaitu 2.5 GHz vs 2.2 GHz. Selain itu, dilansir dari NanoReview, hasil benchmark AnTuTu v9 dan GeekBench 5 dari Dimensity 920 5G juga lebih unggul.

SoC 5G dari MediaTek tersebut berhasil mendapatkan skor 475.193 poin sementara Snapdragon 695 meraih skor 407.776 poin (AnTuTu v9). Adapun untuk pengujian Geekbench 5, hasil serupa juga didapatkan di mana Dimensity 920 5G lebih tinggi dengan skor 790 poin (single core) dan 2605 (multi-core) sementara Snapdragon 695 meraih angka 675 (single core) dan 1898 (multi-core).

3. Kamera Belakang

kamera realme 9 pro plus

Sudah bukan rahasia lagi kalau sorotan utama pada realme 9 Pro series adalah kameranya. Hal ini ditunjukkan pada realme 9 Pro dengan kamera utama wide-angle 64 MP (f/1.8) dengan focal length 26 mm, sensor ultrawide 8 MP (f/2.2) pada FOV (field of view) 119 derajat, serta kamera makro 2 MP (f/2.4).

Resolusi kamera utama varian Pro mungkin sedikit lebih besar dari Pro+ yang "hanya" 50 MP. Akan tetapi, realme 9 Pro+ sudah menggunakan jenis sensor flagship Sony IMX 766 yang juga terdapat pada sejumlah HP seharga 10 jutaan ke atas, sebut saja OPPO Find X3 Pro, realme GT 2 Pro, dan Xiaomi 12.

Mengingat keterbatasan kemampuan chipset, fitur perekaman video realme 9 Pro sayangnya hanya mentok di resolusi 1080p pada frame rate 30 FPS, sedangkan realme 9 Pro+ mendukung hingga resolusi UHD 4K.

Yang membuat kamera varian Pro+ lebih istimewa lagi karena sudah adanya fitur OIS yang dapat menstabilkan hasil foto dan juga gyro-EIS agar kamera ponsel tidak mudah shaky saat merekam video sambil berjalan.

4. Side-Mounted vs. Under Display Fingerprint

lokasi sensor sidik jari realme 9 pro

Karena kedua ponsel ini menghadirkan jenis panel layar yang berbeda, tentu saja letak sensor sidik jarinya pun berbeda pula. Hal ini karena realme 9 Pro masih menggunakan panel IPS LCD yang memang belum mendukung lokasi sidik jari di layar.

Untungnya saja, realme memutuskan untuk menaruh sensor pemindai jari di samping bodi, menyatu dengan tombol Power alih-alih di punggung. Sensor yang terletak di samping (side-mounted) lebih unggul karena berikan pengalaman pembukaan kunci layar yang terasa natural. Beda halnya dengan lokasi di punggung (rear-mounted) yang akan mengurangi sisi estetika dari tampilan belakang ponsel.

Berbeda dengan realme 9 Pro+ yang memang misi utamanya adalah menyaingi ponsel flagship walau punya harga yang terjangkau, tentunya Anda sudah dapat mengekspektasikan sensor sidik jari yang tertanam di layar, atau yang biasa disebut in-display fingerprint scanner.

5. Kapasitas Baterai dan Fast Charging

baterai realme 9 pro plus

Sekadar informasi, panel IPS LCD umumnya lebih boros daya ketimbang Super AMOLED. Itulah yang tampaknya menjadi salah satu alasan realme memberikan kapasitas baterai lebih besar pada realme 9 Pro, yakni Li-Polymer 5.000 mAh.

Sedangkan, realme 9 Pro+ dihadirkan dengan kapasitas yang sedikit lebih kecil di angka 4.500 mAh. Dilihat dari pengujian yang dilakukan GSM Arena, rupanya kapasitas lebih tinggi pada realme 9 Pro memang dapat diterjemahkan menjadi durasi pemakaian yang lebih awet pula.

realme 9 Pro dengan baterai 5.000 mAh miliknya mampu meraih endurance rating selama 134 jam, dengan 3G Talk Time selama 36 jam 16 menit, web browsing 19 jam 52 menit, dan video playback selama 21 jam 20 menit.

Sementara itu, realme 9 Pro+ dengan baterai 4.500 mAh rupanya hanya memilki endurance rating 117 jam dengan durasi panggilan telepon selama 27 jam 51 menit, web browsing selama 16 jam 26 menit, serta pemutaran video selama 18 jam 7 menit.

Walau realme 9 Pro+ terbilang kalah dari ketahanan baterai, Anda bisa mengekspektasikan durasi pengisian daya yang jauh lebih cepat dibandingkan realme 9 Pro. Dengan fast charging 65W SuperDart Charge, realme 9 Pro+ dapat dicas hingga penuh dalam waktu 49 menit, dan fast charging 33W DartCharge pada realme 9 Pro membutuhkan waktu 1 jam 14 menit, menurut pengujian GSM Arena.

6. Ketersediaan Heart Rate Monitor

realme 9 pro+ heart rate monitor

Ada sebuah pertanda yang mencirikan ambisi realme 9 Pro+ dalam menyaingi ponsel flagship, yakni ketersediaan heart rate monitor. Sensor ini merupakan sebuah fungsi yang diintegrasikan dengan sensor sidik jari yang tertanam di layar, dan umumnya hanya dimiliki oleh HP flagship 10 jutaan, sebut saja Xiaomi Mi 11.

Dengan sensor ini, Anda jadi bisa melacak kondisi detak jantung Anda dengan menempelkan jari pada sensor. Terlepas dari akurat atau tidaknya hasil monitoring jantung yang ditampilkan, realme tidak mengklaim kalau sensor ini dapat dijadikan acuan medis.

Setidaknya, ia berfungsi untuk sekadar mendeteksi secara dini mengenai kemungkinan isu kesehatan yang dimiliki pengguna, agar kemudian bisa diperiksa oleh dokter. Kini tinggal Anda yang tentukan, apakah kehadiran fitur ini sekadar gimmick atau benar-benar Anda perlukan?

Jika tidak perlu-perlu amat, mungkin bisa memilih realme 9 Pro. Dan jika memang membutuhkan fitur heart rate monitoring, kami rasa akan lebih worth it jika keluarkan sedikit budget lebih untuk membeli wearable, seperti smartwatch atau smartband.

7. Dimensi dan Bobot Bodi

desain realme 9 pro

Membutuhkan ponsel dengan bobot yang ringan untuk kenyamanan penggunaan? Mungkin Anda mengira realme 9 Pro merupakan opsi yang lebih sesuai, namun rupanya justru realme 9 Pro+ yang menghadirkan bobot lebih ringan. Ya, realme 9 Pro memiliki berat 195 gram sedangkan varian Pro+ hanya hadirkan bobot 182 gram. Kemungkinan, ini berkat kapasitas baterai yang lebih kecil.

Lebih lanjut lagi, realme 9 Pro+ memiliki dimensi yang lebih kecil yakni 160.2 x 73.3 x 8 mm, sedangkan realme 9 Pro hadir dengan dimensi 164.3 x 75.6 x 8.5 mm. Ini merupakan kasus yang unik di mana varian ponsel lebih tinggi justru malah lebih compact dan ringan.

Simpulan

realme 9 Pro+ adalah ponsel fotografi yang sekelas flagship untuk Anda yang budget-nya pas-pasan. Dengan hanya sekitar Rp4.999.000,- saja, Anda sudah dapat membawa pulang HP berkualitas yang sudah mengantongi OIS dan sensor kamera flagship.

Walau menggiurkan, bukan berarti realme 9 Pro hadir tanpa keunggulannya tersendiri. Ia memiliki kapasitas baterai yang lebih besar, yang artinya lebih mampu menemani keseharian Anda tanpa lelah walau hanya dalam satu siklus pengisian daya.

Tidak hanya itu, realme 9 Pro juga menawarkan Anda laju penyegaran 120 Hz yang tidak dimiliki varian Pro+, pada ukuran layar yang juga lebih besar. Walau tidak menawarkan heart rate monitor, namun Anda bisa membeli HP ini mulai dari Rp3.799.000,- saja dan sisa budget-nya bisa dibelikan smartband.

Sekian penjabaran mengenai perbedaan realme 9 Pro dan realme 9 Pro+. Semoga Anda jadi tahu persis opsi mana yang akan dijadikan daily driver berikutnya. Selamat memilih!

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram