Inilah 6 Perbedaan Utama Merk Xiaomi dan POCO

Ditulis oleh Ananda Ganesha M

Banyak yang mengira bahwa POCO dan Xiaomi merupakan satu brand yang sama. Wajar saja, karena keduanya memang memiliki banyak kesamaan.

Kedua brand ini sama-sama menggunakan MIUI sebagai antarmukanya. Selain itu, sejumlah situs yang membahas seputar gadget pun seringkali menggabungkan nama Xiaomi dan POCO dalam penamaan ponsel (contohnya seperti Xiaomi POCO F2 Pro).

Apalagi, keduanya sama-sama punya value for money yang sangat baik. Terlepas dari beberapa kesamaan tadi, sebenarnya Xiaomi dan POCO merupakan dua brand yang berbeda, lho. Keduanya memang berasal dari entitas yang sama. Hanya saja secara operasional dan pemasaran, berbeda. Lantas, apa sajakah perbedaan keduanya? Simak yang berikut ini.

Perbedaan Xiaomi dan POCO

Kini Anda tidak perlu bingung soal perbedaan antara merk Xiaomi dan POCO. Tim Carisinyal telah menjabarkan poin-poin perbedaan untuk Anda pahami, yakni di bawah ini.

1. Tahun Didirikan

xiaomi vs poco_

Xiaomi merupakan perusakaan elektronik yang memiliki kantor pusat di Beijing, Cina. Xiaomi sendiri telah dibangun sejak tahun 2010, sehingga sepak terjangnya di dunia smartphone memang cenderung lebih solid ketimbang POCO.

POCO sendiri baru memasuki pasar smartphone Android sejak tahun 2018, ketika Pocophone F1 diperkenalkan untuk pertama kalinya di pasaran. Jadi, di antara kedua brand ini, umur POCO masih terbilang sangat muda ketimbang Xiaomi.

2. POCO Awalnya Didirikan sebagai Subbrand

Pocophone F1 tahan cipratan air

Tahukah Anda? Kendati kini POCO sudah dianggap sebagai brand independen, tapi awalnya POCO masih berada di bawah naungan Xiaomi sebagai salah satu sub-brand-nya. Pada 2018, Xiaomi mengeluarkan produk smartphone pertama di seri POCO yang berorientasi ke performa, yakni Pocofone F1.

Barulah pada 17 Januari 2020, POCO India resmi menjadi perusahaan independen yang terpisah dari XIaomi, diikuti oleh POCO Global yang juga menjadi perusahaan independen pada 24 November 2020.

Yang awalnya POCO memiliki tingkat yang setara dengan Redmi, Redmi Note, dan Mi (kini Xiaomi) sebagai sub-brand, kini POCO berhak dianggap sebagai brand smartphone tersendiri yang bersaing melawan realme, Infinix, dan bahkan Xiaomi itu sendiri.

Di Indonesia sendiri, POCO beroperasi sendiri dalam hal pemasaran. Baik POCO dan Xiaomi juga berada di bawah Country Director yang sama. Namun, POCO Indonesia masih di bawah naungan Xiaomi Indonesia untuk masalah operasional dan dukungan layanan purna jual.


Baca Juga:

3. Memiliki Lini Produk yang Berbeda

xiaomi 12

Xiaomi dan POCO sama-sama memiliki segmen pasar tersendiri. Mulanya, merk Xiaomi memiliki seri smartphone yang terbagi menjadi tiga, yaitu Redmi, POCO, dan Mi. Tapi karena POCO sudah menjadi brand independen pada tahun 2020, maka yang tersisa adalah Redmi dan Mi.

  • Lini produk Xiaomi

Nah, namun ternyata, Xiaomi memutuskan untuk mengganti nama "Mi" menjadi "Xiaomi". Contohnya, yang semula memiliki nama Xiaomi Mi 11, generasi penerusnya menghilangkan embel-embel "Mi" sehingga namanya menjadi Xiaomi 12 saja.

Seri Redmi pada Xiaomi pun dibagi lagi menjadi dua sub-series, yakni Redmi angka dan Redmi Note. Redmi angka itu contohnya seperti Redmi 9, 9A, 9C, dan sebagainya. Lewat setahun, bertambah pula angka yang di depannya.

Biasanya, Redmi angka ini memiliki rentang harga mulai dari 1 jutaan hingga 2 jutaan. Ini merupakan seri ponsel Xiaomi paling murah, atau yang bisa juga disebut entry-level. Spesifikasinya juga dilengkapi dengan kamera dasar dan dapur pacu yang cenderung seadanya, namun tetap worth it di kelas harganya.

Kemudian, ada Redmi Note angka (contohnya seperti Redmi Note 11, Redmi Note 11 Pro, dan sebagainya). Redmi Note biasanya dibanderol dengan harga rilis mulai dari 2 jutaan hingga 4 jutaan, tentunya mengusung spesifikasi yang lebih memadai.

Perbedaan umum antara Redmi dan Redmi Note terletak pada dapur pacu dan kameranya. Biasanya Redmi diotaki dengan chipset MediaTek Helio dan kamera 13 MP.

Sedangkan, Redmi Note sudah menyediakan chipset Qualomm yang lebih gahar. Misalnya saja Snapdragon 680 pada Redmi Note 11. Kamera Redmi Note 11 juga telah menggunakan teknologi Quad Bayer pada kamera 50 MP.

Kemudian ada seri Mi atau kini disebut dengan Xiaomi angka (e.g. Xiaomi Mi 11, Xiaomi 12, dll.). Ini merupakan seri flagship dan termahal yang ada di Xiaomi, biasanya memiliki harga Rp10 jutaan ke atas.

  • Lini produk POCO

Itu tadi merupakan segmen harga yang dituju oleh Xiaomi. Lalu, bagaimana dengan POCO? Nah, POCO sendiri memiliki seri-seri yang juga mengusung segmen pasar berbeda. Yang paling murah adalah POCO C series, seperti POCO C3, POCO C31, dan juga POCO C40. Harganya mulai dari 2 jutaan.

Selanjutnya adalah POCO M series, seperti POCO M3 Pro, POCO M4 5G, dan sebagainya. Banderol harganya sendiri mulai dari 3 jutaan, dan sudah memiliki varian yang gunakan 5G.

Lalu, ada seri POCO X dan POCO F di mana keduanya sudah mengusung kelas harga menengah. POCO X yang paling worth it dimiliki saat ini contohnya adalah POCO X3 Pro lantaran menghadirkan Snapdragon 860 di harganya yang cuman 3 jutaan.

Sejumlah POCO X series terbaru di tahun 2022 antara lain POCO X4 GT, POCO X4 NFC, dan POCO X4 Pro 5G. POCO X4 Pro 5G merupakan generasi penerus dari POCO X3 Pro, namun hype-nya tidak sebaik generasi pendahulu lantaran chipset yang digunakan terbilang standar di harganya.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram