carisinyal web banner retina

Simak 10 Kelebihan dan Kekurangan Huawei Pocket S Ini

Ditulis oleh Ananda Ganesha M

Perhelatan dunia ponsel lipat kini semakin panas sejak kemunculan Huawei Pocket S di pasaran. Meski tidak tersedia secara global dan hanya dijual di Tiongkok, tetap tidak menurunkan rasa penasaran khalayak akan produk Huawei tersebut.

Pasalnya, Huawei Pocket S disebut-sebut sebagai HP lipat vertikal (flip) termurah yang pernah ada hingga saat artikel ini ditulis. Otomatis, tidak heran banyak yang ingin ketahui seberapa hebat fitur-fitur dan spesifikasi yang ditawarkannya, terlebih saat disandingkan dengan Samsung Galaxy Z Flip4 5G yang namanya sungguh menggaung di Indonesia.

Huawei Pocket S sendiri merupakan varian dumbed down (disederhanakan) dari Huawei Pocket P50 yang hadir setahun sebelumnya. Jadi, secara DNA, Huawei Pocket S ini nyaris sama persis dengan Huawei P50 Pro. Yang membedakan hanyalah chipset, kamera, dan tentu saja harganya.

Sebelum lanjut ke inti pembahasan, tidak adalahnya menilik overview keseluruhan dari kelebihan dan kekurangan Huawei Pocket S, yakni pada tabel di bawah ini.

*Tabel ini bisa digeser ke samping
Kelebihan
Kekurangan
Layar Utama Lebih Lebar
Chipset Kalah Saing
Baterai Terbilang Besar untuk Seukuran HP Flip
Ukuran Layar Sekunder Lebih Kecil
Hadir dengan Slot Memori Eksternal
Tidak Mendukung 5G
Kemampuan Kamera Unggul
Tanpa Android dan Google Mobile Service
HP Flip Termurah di Pasaran
Tanpa Sertifikasi IP Rating

Sebagai HP lipat vertikal, Huawei Pocket S suguhkan form factor unik dan menarik, membuatnya lebih compact dan lebih mudah dimasukkan ke saku. Untuk mendapatkan penjelasan lengkap mengenai seluk-beluknya, simak spesifikasi dan poin-poin kelebihan serta kekurangannya berikut ini.

Spesifikasi Huawei Pocket S

Huawei Pocket S
Layar Foldable OLED 6.9 inci
Chipset Qualcomm Snapdragon 778G
RAM 8 GB
Memori Internal 128 GB, 256 GB, 512 GB
Kamera 40 MP (wide) 13 MP (ultrawide)
Baterai Li-Po 4000 mAh
Kelebihan & Kekurangan Baca di sini
Cek Harga Saat Ini Shopee Lazada Blibli

Kelebihan Huawei Pocket S

Huawei merupakan salah satu raja vendor smartphone asal Tiongkok yang tidak dapat diremehkan. Meski terdampak oleh isu kelangkaan chipset dan isu perdagangan dengan Amerika Serikat, tetap tidak mencegahnya dalam menghadirkan inovasi HP lipat yang unggul. Simak kelebihan Huawei Pocket S berikut ini.

1. Layar Utama Lebih Lebar

huawei pocket s layar utama besar

Meski dibanderol dengan harga lebih terjangkau, rupanya ada sejumlah kelebihan yang dimiliki Huawei Pocket S dibandingkan Samsung Galaxy Z Flip4. Apa itu? Ya, ponsel lipat asal perusahaan Tiongkok ini punya ukuran layar lebih lebar.

Di saat Galaxy Z Flip4 hanya memiliki dimensi panel berukuran 6,7 inci, Huawei Pocket S dirancang dengan ukuran layar 6,9 inci. Sedikit lebih besar, yang artinya pengguna dapat melihat isi konten dengan lebih besar pula dibanding pesaingnya dari kubu Samsung.

Lebih lengkapnya, spesifikasi layar utama Huawei Pocket S meliputi penggunaan panel Foldable OLED dengan dukungan refresh rate 120 Hz. Selain itu, layar juga mendukung gamut warna DCI-P3 100% yang sanggup tampilkan sebanyak 1 miliar warna.

Selain memiliki refresh rate yang tinggi sehingga pergerakan di layar 2x lipat lebih mulus, layar juga memiliki touch sampling rate 300 Hz. Hal ini membuat layar mampu merekam input sentuhan jari dengan lebih instan, memberikan advantage berlebih saat memainkan gim berpacu cepat.

Kondisi layar ponsel lipat ini membuat pengalaman penggunaan jadi lebih nyaman saat kecerahan rendah, misalnya ketika berada di ruangan minim pencahayaan. Pasalnya, sudah dibekali dengan 1440 Hz PWM sehingga minim flicker. Cocok untuk mata pengguna yang sensitif terhadap flicker (efek kelap-kelip yang cenderung sering muncul pada layar, terutama saat brightness rendah).

Spesifikasi layar pada Huawei Pocket S sama sekali tidak berbeda dengan Huawei P50 Pocket yang dibanderol dengan harga lebih tinggi. Dengan kata lain, pengguna bisa merasakan kualitas tampilan layar yang sama mantapnya tanpa harus keluar biaya lebih banyak.

Layar lipat Huawei Pocket S juga tentunya tidak hanya indah dilihat melainkan juga kokoh. Huawei menambatkan hinge multi-dimensi yang pertama di industri, telah lolos uji coba sebanyak 400 ribu kali dilipat dan telah mendapatkan sertifikasi durabilitas Swiss SGS.

2. Baterai Terbilang Besar untuk Seukuran HP Flip

huawei pocket s fast charging_

Konsumen yang sudah mengeluarkan banyak dana untuk membeli smartphone tentu mengharapkan ketahanan baterai yang oke punya. Sayangnya, tidak semua flagship mampu mewujudkannya. Contohnya seperti HP flip yang berfokus pada form factor yang kompak, sehingga sering kali mesti mengorbankan kapasitas baterai agar ukurannya bisa dibuat sekecil mungkin.

Dua contoh HP flip yang baterainya kecil adalah Samsung Galaxy Z Flip4 (3.700 mAh) dan Motorola Razr 2022 (3.500 mAh). Nah, kalau kapasitas tersebut masih terasa kurang, Anda bisa pilih Huawei Pocket S yang dibekali baterai 4.000 mAh. Sudah pasti, ketahanan baterainya pun jadi lebih tokcer ketimbang dua pesaingnya tadi.

Tidak cukup hanya menawarkan kapasitas besar, Huawei pun memutuskan untuk bekali Pocket S ini dengan fast charging memadai. Tidak tanggung-tanggung, daya yang didukungnya mencapai 40 W, disinyalir dapat mengisi ponsel dari 0-52% dalam waktu 20 menit saja.

Memang, ini bukan daya fast charging terbaik di industri smartphone. Sudah ada beberapa perangkat lain yang hadirkan daya melebihi 120 W. Tapi mengingat ini adalah HP lipat flip, daya 40 W rasanya begitu layak diapresiasi. Ditambah lagi, Anda dapat gunakan ponsel ini untuk cas device lain melalui reverse charging 5 W.

3. Hadir dengan Slot Memori Eksternal

nano memory

Jika menilik pada HP flagship di atas Rp10 jutaan, kita akan sulit menemukan fitur slot memori eksternal. Ada sejumlah hal yang dijadikan justifikasi oleh vendor smartphone.

Yang pertama, umumnya HP flagship punya kapasitas penyimpanan internal yang besar, dari 256 GB hingga 1 TB. Sehingga, menjadikan keberadaan slot memori eksternal sebagai fitur yang tidak terlalu penting.

Kedua, vendor sulit memastikan kecepatan transfer data dari penyimpanan internal dan eksternal untuk senantiasa cepat. Di saat masyarakat menggunakan jenis microSD dengan kelas bawah atau rendah, mereka akan mendapatkan durasi transfer rate yang tidak memuaskan. Ini dapat berdampak buruk bagi reputasi smartphone, padahal masalahnya terletak pada microSD yang digunakan.

Huawei dan Honor merupakan segelintir vendor yang masih rajin hadirkan slot memori eksternal pada HP flagship, tak terkecuali Huawei Pocket S ini. Pasalnya, mereka menggunakan slot khusus yang hanya kompatibel dengan jenis memori yang mereka ciptakan, yaitu Nano Memory.

Nano Memory adalah jenis memori eksternal yang memiliki ukuran 45% lebih kecil dari microSD pada umumnya. Bahkan, setiap unitnya memiliki ukuran yang sama dengan kartu SIM Nano. Hal ini membuatnya lebih compact dan tidak akan terlalu membuat ponsel lebih berat.

Dengan keberadaan slot Nano Memory di Huawei Pocket S ini, pengguna bisa menambah kapasitas penyimpanan hingga 256 GB (slot SIM bersama). Diketahui, konfigurasi penyimpanan internal di HP ini sudah cukup tinggi, yakni 128 GB, 256 GB, atau 512 GB dengan RAM 8 GB. Cocok untuk yang butuh penyimpanan ektra buat menyimpan file video besar.

4. Kemampuan Kamera Unggul

Kamera tentu jadi aspek yang mesti diperhatikan oleh Huawei, apalagi jika menginginkan Pocket S berada di posisi yang nyaman pada persaingan HP flip. Seperti ponsel lipat pada umumnya, HP ini hanya dibekali dengan konfigurasi dual camera di punggungnya. Tapi tenang saja, Anda tidak lagi dapat menemukan sensor "tidak penting" seperti makro dan depth.

Kedua kamera belakang di HP ini merupakan sensor 40 MP (f/1.8) dengan fungsi wide-angle, disertai fitur PDAF dan Laser AF agar dapat mengunci fokus ke subjek secara cepat dan akurat. Sensor keduanya adalah kamera 13 MP ultrawide (f/2.2) dengan bidang luas 120 derajat, dan tentunya dibekali dengan autofokus juga.

Kamera 40 MP tersebut menggunakan filter warna RYYB yang disinyalir dapat menangkap cahaya 40% lebih banyak, sehingga tetap dapat hasilkan foto dengan pencahayaan dan detail tajam saat pemotretan siang hari maupun malam hari.

Diketahui, fitur perekaman video di Huawei Pocket S ini mendukung resolusi 1080p dan 4K, sehingga terbilang cukup oke untuk menunjang aktivitas content creation.

Meski demikian, perlu diakui bahwa fitur perekamannya bukan yang terbaik di kelasnya. Pasalnya, Anda bisa menemukan Motorola Moto Razr 2022 yang mendukung 8K. But then again, harganya memang lebih mahal, sih.

Menariknya, Huawei Pocket S ini punya kamera selfie yang asyik dipakai vlogging. Resolusi kamera depan sebesar 10,7 MP dan sudah mengusung fungsi ultrawide. Jadi, Anda bisa memuat lebih banyak pada satu frame. Kamera tersebut juga sudah dukung 4K lho.

Tapi kalau dari pendapat saya pribadi, jika ingin melakukan selfie, tampaknya akan lebih oke menggunakan kamera belakang. Soalnya, jarang-jarang ada HP yang tampilkan viewfinder di belakang bodi. Berikut ini hasil contoh selfie pakai kamera belakang Huawei Pocket S.

huawei pocket s camera sample_
huawei pocket s camera sample

5. HP Flip Termurah di Pasaran

huawei pocket s featured image_

Meski ketersediaan HP lipat ini sangat terbatas (so far, hanya tersedia di pasar Tiongkok), namun Huawei Pocket S merupakan ponsel lipat flip termurah pada saat artikel ini ditulis. Seperti kita tahu, konsep ponsel lipat masih menjadi "barang baru" di dunia smartphone. Jadi, tentu vendor-vendor masih berikan harga selangit untuk HP jenis ini.

Berbeda dengan Huawei Pocket S yang hanya dibanderol dengan harga rilis 5988 yuan (setara Rp13,4 jutaan), sehingga HP lipat ini punya harga rilis yang terbilang sangat terjangkau.

Sebagai perbandingannya, Samsung Galaxy Z Flip4 5G berada di kisaran harga rilis Rp14 jutaan saat masuk Indonesia. Huawei Pocket S sendiri pada dasarnya memang ditujukan untuk pasar HP flip murah. Itu mengapa, spesifikasi dan fiturnya dibuat lebih "sederhana" ketimbang Huawei Pocket P50 (seharga mulai dari 8.988 yuan atau setara Rp19,9 jutaan).

Kekurangan Huawei Pocket S

Huawei Pocket S masih jauh dari kata sempurna. Sebagai HP lipat, masih ada sejumlah aspek yang kalah saing dengan beberapa kompetitornya. Simak poin-poin kekurangannya berikut ini.

1. Chipset Kalah Saing

qualcomm Snapdragon 778G

Tidak dapat dipungkiri bahwa Huawei Pocket S dibanderol dengan harga rilis cukup terjangkau untuk HP lipat. Kendati begitu, ada sejumlah "pengorbanan" yang mesti dilakukan, dan hal tersebut adalah pemilihan chipset-nya.

Di saat HP lipat lain berbondong-bondong pakai chipset flagship termutakhir (seperti Samsung Galaxy Z Flip4 dan Motorla Moto Razr 2022 dengan Snapdragon 8+ Gen 1), Huawei Pocket S "hanya" dibekali dengan Snapdragon 778G.

Apakah chipset tersebut gahar untuk sehari-hari? Tentu saja. Kemampuannya dalam menjaga ponsel tetap adem, menunjang aktivitas multi-tasking, serta memainkan gim populer terkini tidak perlu diragukan lagi.

Snapdragon 778G dibangun atas manufaktur 6 nm dengan satu prime core Kryo 670 Prime (Cortex A78) dengan clock speed 2.4 GHz, tiga inti high performance Kryo 670 (Cortex A78) dengan clock speed hingga 2.4 GHz, serta empat unit Kryo 670 Silver (Cortex A55) berfrekuensi 1.9 GHz.

Performa gaming maupun editing video dari chipset ini terbilang sangat gahar, mengandalkan kartu pengolah grafis (GPU) berupa Adreno 642L yang bisa menunjang rendering grafis dengan baik.

Kendati begitu, Snapdragon 778G bukanlah chipset yang cukup layak mentenagai smartphone flagship seharga Rp10 jutaan ke atas. Pasalnya, Snapdragon 778G sudah sering dapat Anda temukan pada opsi HP kelas menengah seperti vivo T1 Pro 5G, Samsung Galaxy A73 5G, realme GT Master Edition, dan masih banyak lagi.

Huawei Pocket S memang tidak ditujukan untuk gaming berat. Tapi jika Anda memang membutuhkan kinerja flagship pada sebuah HP lipat, tentu Samsung Galaxy Z Flip4 5G lebih ideal lantaran pakai Snapdragon 8+ Gen 1. Toh, meski lebih mahal, HP lipat Samsung tersebut sudah dapat dibeli dengan menambahkan beberapa ratus ribu saja.

Skor AnTuTu v9 dari Snapdragon 778G adalah sekitar 525 ribuan, dilansir dari Nano Review. Chipset ini juga memiliki skor Geekbench 5 sebesar 768 poin untuk single core dan 2796 poin untuk multi-core.

Di sisi lain, Samsung Galaxy Z Flip4 sanggup meraih skor yang jauh lebih besar, yakni AnTuTu v9 sebesar 926 ribuan, 1262 poin (single core), serta 3882 poin (multi-core) untuk Geekbench 5.

Menurut kami, selisih harga antara kedua HP lipat ini tidak seberapa dibandingkan dengan lonjakan performa yang bisa Anda dapatkan pada Galaxy Z Flip4. Jadi, meski lebih mahal, HP lipat Samsung tersebut akan lebih worth it jika Anda mementingkan sisi performa.

2. Ukuran Layar Sekunder Lebih Kecil

huawei pocket s layar eksternal kecil_

Keunikan dari HP lipat adalah kehadiran layar sekunder di belakang bodi yang menawarkan fungsionalitas beragam. Selain dapat dijadikan viewfinder saat memotret pakai kamera belakang, layar tersebut juga bisa tampilkan media control Spotify, informasi cuaca, isi pesan masuk, hingga notifikasi.

Huawei Pocket S merupakan salah satu HP lipat yang suguhkan fitur tersebut. Namun sayangnya, ukuran dari exterior display ini terbilang kecil dibandingkan dengan Galaxy Z Flip4 5G. Sementara Flip4 punya ukuran 1.9 inci pada bentuk persegi panjang, Huawei Pocket S hanya dihadirkan dengan lensa bulat (sirkular) dengan ukuran 1.04 inci.

Meski fungsi dan fiturnya kurang lebih serupa, namun ukuran layar sekunder pada Galaxy Z Flip4 akan suguhkan imersi yang lebih dalam, serta menampilkan informasi dan antarmuka navigasi dengan lebih menyenangkan. Terlebih, layar belakang yang berbentuk lingkaran pada Huawei Pocket S membuatnya tampak seperti smartwatch.

3. Tidak Mendukung 5G

huawei pocket s tanpa 5g_

Bagi Anda yang membutuhkan jaringan 5G, tampaknya sih akan kecewa dengan Huawei Pocket S. Meski sudah menghadirkan fitur konektivitas terkini, namun Huawei hanya menambatkan jaringan seluler LTE di HP lipat ini.

Ini bukan kali pertama Huawei mengabsenkan fitur 5G pada produknya. Contohnya, Huawei Mate 50 series yang memegang predikat HP dengan kamera terbaik sekalipun tidak mendukung jaringan generasi kelima.

Penyebabnya diduga karena isu perdagangan yang membatasi Huawei, sehingga tidak dapat gunakan teknologi besutan perusahaan asal Amerika Serikat. Alhasil, mereka pun tidak diizinkan menggunakan chipset dengan teknologi 5G.

Selain mendukung LTE, Huawei Pocket S juga disematkan dukungan protokol Wi-Fi 6, Bluetooth 5.2, NFC untuk transaksi digital secara praktis, serta USB Type-C yang disertai USB on-the-go. Perangkat lipat ini juga dibekali sensor cukup lengkap seperti gyro, akselerometer, proksimitas, kompas, barometer, dan spektrum warna.

4. Tanpa Android dan Google Mobile Service

google mobile services

Berbeda dengan smartphone lain pada umumnya, Huawei Pocket S tidak dibekali dengan OS Android ataupun iOS. Dulu, Huawei memang masih sering menambatkan OS Android berselimutkan EMUI pada setiap produknya.

Namun semenjak isu perdagangan terjadi, produk-produk mereka tidak dapat mengakses Google Mobile Service sehingga sejumlah aplikasi Google tidak dapat digunakan sama sekali.

Hal ini mendorong Huawei menggunakan sistem operasi bikinan mereka sendiri yang dinamakan HarmonyOS. Meski sempat mengkhawatirkan banyak khalayak lantaran merupakan OS baru, namun kini HarmonyOS sudah cukup layak pakai.

Mayoritas aplikasi yang ada di Google Play Store kini sudah dapat diunduh melalui AppGallery. Namun memang, Anda tidak dapat mengakses aplikasi Google seperti YouTube, Gmail, Google Maps, dan sebagainya. Beberapa aplikasi pihak ketiga yang membutuhkan lokasi juga terdampak oleh absennya Google Mobile Service.

Sebagai informasi tambahan, Huawei juga menerapkan sejumlah fitur software menarik yang eksklusif di HP lipat Huawei. Salah satunya adalah Fold Privacy yang dapat mengunci akses kamera dan mikrofon dengan hanya melipat layar. Terdapat pula fitur Security Center yang dapat mendeteksi virus dan gangguan secara otomatis.

5. Tanpa Sertifikasi IP Rating

huawei pocket s tanpa ip rating_

Saat membeli produk high end, masyarakat tentu menginginkan jaminan ketahanan pada tingkatan tertentu demi mendapatkan peace of mind saat penggunaan. Inilah salah satu alasan mayoritas HP flagship dibekali dengan sertifikasi Ingress Protection. Supaya ponsel tidak begitu mudah rusak saat terkena air atau terjatuh ke kolam.

Masalahnya, HP lipat sendiri memiliki rancang bangun yang terbilang lebih rumit dari rata-rata, sehingga sulit disematkan sertifikasi IP Rating seperti flagship lain pada umumnya. Huawei Pocket S dan Huawei Pocket P50 merupakan dua HP lipat yang tidak dibekali sertifikasi IP Rating sama sekali. Jadi, berhati-hatilah saat berada di lingkungan perairan.

Kalau memang HP lipat sulit memiliki IP Rating, lantas mengapa kekurangan ini tidak bisa ditolerir? Jawabannya cukup simpel. Karena ada HP lipat lain yang sudah menggunakannya. Entah bagaimana caranya, Samsung berhasil menyematkan sertifikasi IPX8 pada Z Flip4 5G besutan mereka. Ini jelas jadi pilihan yang kentara untuk Anda yang mewajibkan IP Rating pada HP di atas Rp10 jutaan.

Simpulan

Demikian yang bisa dipaparkan dari kelebihan dan kekurangan Huawei Pocket S. Pada intinya, HP lipat ini menawarkan sejumlah kelebihan yang sulit ditandingi HP lipat pesaingnya, seperti baterai lebih besar, layar utama yang lebih luas, adanya slot memori tambahan, dan lain-lain.

Akan tetapi, HP ini juga tidak luput dari kekurangan yang membuatnya tidak hanya kalah saing dengan HP lipat, tapi juga tidak sesuai dengan harga yang ditawarkannya. Kendati berada di harga Rp10 jutaan, tapi chipset yang digunakan justru hanya Snapdragon 778G yang merupakan SoC mid-range.

Selain itu, absennya fitur 5G juga jadi masalah tentunya, mengingat HP flagship mestinya bisa tetap relevan untuk setidaknya 5 tahun ke depan setelah pembelian.

Masalah berikutnya terletak di sisi software yang tidak gunakan Android, serta tidak memiliki Google Mobile Services. Saya tidak tahu preferensi Anda, tapi bagi saya pribadi rasanya sulit membayangkan gunakan HP tanpa ekosistem Google.

Kategori:
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram