carisinyal web banner retina

Inilah 10 Kelebihan dan Kekurangan Huawei Mate 50 Pro

Ditulis oleh Ananda Ganesha M

Pada September 2022, Huawei telah resmi meluncurkan anggota terbaru pada Mate series yang dinamakan Huawei Mate 50 Pro. Seolah mengikuti jejak para pendahulunya, ponsel ini juga langsung menempati peringkat pertama di DxOMark sebagai ponsel dengan kamera terbaik di dunia. Setidaknya saat artikel ini dibuat.

Huawei merupakan brand asal Tiongkok yang menjadi "kambing hitam" di dunia smartphone, terbelenggu isu perdagangan dengan Amerika Serikat. Hal ini membuat sejumlah fiturnya dibatasi di sejumlah area, termasuk konektivitas dan software-nya.

Di luar itu, Huawei Mate 50 Pro tetap menawarkan kualitas flagship sejati yang mendukung gaya hidup muda-mudi masa kini. Yuk, intip sejenak sejumlah kelebihan dan kekurangannya.

KelebihanKekurangan
Tampilan Layar Memukau
Performa Tingkat Atas
Kamera Terbaik di Dunia
Durasi Ketahanan Baterai yang Awet
Desain Bodi Keren dengan Material Kulit
Kualitas Stereo Speaker yang Menggelegar
Charger Sudah Tersedia dalam Boks Penjualan
Tanpa 5G
Tanpa Layanan Google
Performa Gampang Turun saat beban Berat

Huawei Mate 50 Pro adalah ponsel yang unggul di sisi desain, fotografi, performa, dan juga tampilan layar. Untuk dapat mengenali HP ini lebih jauh, berikut adalah penjabaran mengenai kelebihan dan kekurangannya.

Spesifikasi Huawei Mate 50 Pro

Huawei Mate 50 Pro
Layar OLED 6.74 inci
Chipset Qualcomm Snapdragon 8+ Gen 1
RAM 8 GB
Memori Internal 256 GB, 512 GB
Kamera 50 MP (wide) 64 MP (periscope telephoto) 13 MP (ultrawide)
Baterai Li-Po 4700 mAh
Kelebihan & Kekurangan Baca di sini
Cek Harga Saat Ini Shopee Lazada Blibli

Kelebihan Huawei Mate 50 Pro

Huawei Mate 50 Pro hadir sebagai ponsel flagship yang layak diidamkan oleh penggiat fotografi mana pun. Apa saja kelebihan-kelebihannya? Simak di bawah ini.

1. Tampilan Layar Memukau

huawei mate 50 pro layar_

Seperti para pesaingnya di kelas harga flagship, Huawei Mate 50 Pro turut dikemas dengan kualitas layar memukau. Ponsel ini menggunakan panel OLED berukuran 6,74 inci, dengan resolusi 1212 x 2616 piksel dan aspek rasio 19.5:9.

Berbeda dari Mate 40 Pro yang hanya suguhkan refresh rate 90 Hz, kini Mate 50 Pro membawakan laju 120 Hz yang 2x lebih mulus dari standar. Layar smartphone mendukung gamut warna 10-bit yang mencakup hingga lebih dari kedalaman 1 miliar warna.

Untuk dapat menampilkan konten HDR dengan rentang dinamis mendalam, Huawei Mate 50 Pro juga mengantongi sertifikasi HDR10+.

Menonton Netflix, Amazon Prime Video, dan aplikasi OTT (over-the-top) lainnya juga akan terasa menyenangkan karena mendukung Widevine L1. Sehingga, Anda dapat menonton konten beresolusi Full HD pada aplikasi streaming.

Untuk seukuran flagship, Huawei Mate 50 Pro sudah terbilang oke. Namun sayangnya, HP ini tidak mengusung panel LTPO2 AMOLED yang memiliki penanganan refresh rate lebih fleksibel, seperti Xiaomi 12S Ultra, contohnya.

Namun Mate 50 Pro dibekali kemampuan lain yang jarang dimiliki pesaingnya, yaitu 1440 Hz PWM dimming agar layar tidak berbayang saat berada dalam tingkat kecerahan rendah.

Pengujian GSM Arena menyebutkan tingkat kecerahan Huawei Mate 50 pro mencapai 568 nit saat slider digeser mentok kanan, serta 946 nit saat mode Auto di bawah terik matahari.

Kecerahan tersebut mengalami peningkatan dibanding Huawei Mate 40 Pro yang mencapai 485 nit dan 807 nit, pada pengujian yang sama.

Meski sudah tergolong sangat terang, ia masih belum seterang sejumlah pesaingnya saat diujikan pada mode Auto, seperti Xiaomi 12S Ultra (1065 nit), iPhone 14 Pro Max (1065 nit), dan juga vivo X80 Pro (1014 nit).

Layar smartphone juga dapat diatur untuk memiliki gamut warna sRGB dan DCI-P3, sesuai dengan aplikasi yang dibuka. Anda juga dapat mengontrol temperatur warna menggunakan color wheel yang disediakan, serta memilih profil warna Vivid dan Natural.

Menurut Tom Morgan selaku penulis di situs stuff.tv, kehadiran notch yang tebal di layar tidak begitu mengganggu. Poni layar di smartphone sedikit menyerupai iPhone series lantaran mengandung ToF 3D sebagai sensor biometrik.

Sebagai HP flagship, Huawei Mate 50 Pro sudah berada di tempat yang benar dalam segi layar. Ia menyediakan penampilan yang memukau, dengan warna hitam pekat dan warna terang yang menyala untuk hadirkan kontras rasio maksimal.

2. Performa Tingkat Atas

snapdragon 8+ gen 1_

Snapdragon 8+ Gen 1 memang sudah menjadi primadona semua HP flagship pada tahun 2022. Semua HP flagship bersaing untuk berikan yang terbaik. Menggunakan opsi selain chipset Qualcomm tersebut berisiko membuatnya kalah saing dengan HP flagship lainnya.

Untuk itu, Huawei Mate 50 Pro juga dikemas dengan chipset Snapdragon 8+ Gen 1. SoC ini dibangun atas proses fabrikasi 4 nm dari TSMC alih-alih Samsung, sehingga punya efisiensi daya lebih baik dari reguler.

Chipset yang mengusung arsitektur ARMv9 ini mencakup delapan inti prosesor, terbagi menjadi tiga formasi dalam bentuk 1 + 3 + 4.

Formasi prime core berisikan satu unit Cortex X2 dengan clock speed mencapai 3.2 GHz. Sedangkan untuk core high performance-nya, menghadirkan tiga unit Cortex A710 dengan kekuatan 2.8 GHz. Barulah sebagai klaster hemat daya, chipset gunakan empat unit Cortex A510 pada frekuensi 2.8 GHz.

Snapdragon 8+ Gen 1 juga disinyalir memiliki kecepatan CPU yang 10% lebih kencang dari Snapdragon 8 Gen 1 reguler, sekaligus 30% lebih baik dari sisi efisiensi daya.

Tidak hanya unggul pada sisi prosesor, chipset besutan Qualcomm ini juga diperkuat dengan GPU Adreno 730 yang 30% lebih powerful ketimbang versi regulernya.

Pada dukungan RAM-nya, chipset mendukung tipe LPDDR5 hingga kapasitas 16 GB pada kecepatan mencapai 3200 MHz. Adapun untuk support ISP-nya, menghadirkan Triple 18-bit Spectra 680 ISP yang dukung resolusi kamera hingga 200 MP.

Pihak Qualcomm sendiri menyebutkan bahwa Snapdragon 8+ Gen 1 memang sanggup menembus angka 1 juta pada skor AnTuTu v9. Meski demikian, ini kembali lagi ke masing-masing ponsel dalam lakukan optimasi chipset, sistem operasi, dan sistem pendingin.

Nyatanya, berdasarkan pengujian GSM Arena, skor AnTuTu v9 di Huawei Mate 50 Pro "hanya" meraih 979.921 poin. Bukan angka yang buruk. Namun, ia masih tidak sekencang vivo X80 Pro, OnePlus 10T, dan Xiaomi 12S Ultra yang sudah tembus skor 1 jutaan.

Nah, itu tadi merupakan benchmark AnTuTu v9 yang mengujikan aspek CPU, GPU, memori, dan juga UX. Untuk pengujian performa CPU single thread dan multi-thread, mari mengacu pada skor Geekbench 5.

Diketahui, Huawei Mate 50 Pro mendapatkan skor single core 1277 poin untuk single core dan 3839 untuk multi-core. Jika dibandingkan, Xiaomi 12S Ultra lagi-lagi meraih poin yang sedikit lebih tinggi yaitu 1324 pada single core dan 4300 pada multi-core.

Itu tadi merupakan hasil benchmark sintetis yang bisa dijadikan acuan. Meski begitu, angka di atas kertas tidak selamanya menggambarkan performa sesungguhnya di dunia nyata.

Menurut pantauan Phone Arena, Huawei Mate 50 Pro memberikan performa yang begitu gesit tanpa delay, stutter, ataupun lag sama sekali.

Tech Tablets menyampaikan hasil pengujian benchmark cukup berbeda namun dengan inti pesan yang sama, bahwa Huawei Mate 50 Pro memiliki performa yang buas. Saat berada di balance mode, ponsel hanya dapatkan skor AnTuTu v9 di 800 ribuan.

Skor tersebut berbeda ketika diubah ke performance mode, yakni meraih hingga 1.014.222 poin. Disebutkan pula bahwa Genshin Impact dapat berjalan dengan lancar di HP ini, pada pengaturan maksimal (Highest 60 FPS).

Namun, ponsel meraih suhu yang cukup panas hingga 47 derajat celsius saat dipakai bermain beberapa saat. Dengan kecenderungan ponsel yang cepat panas, sistem pun akan menyesuaikan performa agar perangkat lebih irit dan dapat meraih suhu yang stabil.

So, that's it. Performa Huawei Mate 50 Pro terbilang cukup "standar" untuk ponsel flagship yang gunakan Snapdragon 8+ Gen 1. Hingga saat artikel ini ditulis, Snapdragon 8+ Gen 1 memang yang tawarkan performa terbaik sejagat raya. Namun, seperti HP flagship lain pula, Huawei Mate 50 Pro tidak dapat pertahankan performa maksimal dalam durasi panjang.

3. Kamera Terbaik di Dunia

huawei mate 50 pro kamera_

Tampaknya semua HP flagship keluaran Huawei selalu mejeng di situs DxOMark sebagai HP dengan predikat nomor satu dengan kamera terbaik.

Sebelumnya, Carisinyal telah mengulas juga tentang Huawei P50 Pro dan Huawei Mate 40 Pro, yang mana kemampuan kamera keduanya menempatkan mereka di posisi nomor satu pada DxOMark. Setidaknya, sebelum beragam pesaing beratnya hadir, seperti Xiaomi 12S Ultra dan iPhone 14 series.

Kini, Huawei Mate 50 Pro pun kembali menduduki peringkat pertama dengan skor 149 pada kamera, diikuti oleh Google Pixel 7 Pro, Honor Magic4 Ultimate, dan Apple iPhone 14 Pro Max.

Huawei Mate 50 Pro menggunakan konfigurasi tiga kamera belakang dengan formasi 50 + 64 + 13 MP. Pada kamera utamanya, Huawei mendatangkan sensor yang bisa menyesuaikan apertur antara f/1.4 hingga f/4.0. Kamera utama menggunakan sensor IMX766 50 MP dengan filter warna RYYB Quad Bayer.

Apertur variatif menjadikannya mirip seperti lensa kamera DSLR, dapat memberikan opsi pada pengguna untuk mendapatkan depth of field yang dangkal, guna mendapatkan efek bokeh terbaik.

Selain itu, karena apertur-nya yang variatif, kamera juga bisa menghasilkan tangkapan yang begitu tajam dengan detail latar belakang yang melimpah. Anda bisa mengatur aperturnya secara manual pada 10 tingkatan yang berbeda, melalui mode Pro.

Lalu untuk kamera keduanya, mengusung fungsi periscope telephoto yang mendukung OIS serta pembesaran optis hingga 3.5x. Pengguna juga dapat merasakan sensor ultrawide berkualitas tinggi yang hadirkan sudut penglihatan 120 derajat. Lihat sampel foto di bawah ini.

huawei mate 50 pro sample image_
Kamera utama default

Melihat dari sampel di atas, bisa diketahui bahwa Huawei Mate 50 Pro sanggup hasilkan foto siang hari dengan noise yang minim. Detailnya tertangkap dengan begitu jelas, terlihat dari masing-masing daun yang tidak "melebur" dengan dedaunan di sampingnya.

huawei mate 50 pro zoom 10x_
Zoom 10x

Setelah dilakukan pembesaran hingga 10x, ponsel sudah menyatukan pembesaran optis dan digital sehingga tidak dapat dikatakan sebagai lossless. Jadi, sebagian detail dapat diekspektasikan untuk hilang.

Namun foto dari tanda stop di atas masih terlihat cukup memukau. Guratan yang mengelilingi huruf S masih terlihat jelas tanpa blur. Meski sudah dilakukan zoom sampai sejauh 10x, rupanya Mate 50 Pro masih dapat menjaga detail pada tingkatan yang dapat dimaklumi.

huawei mate 50 pro main camera_

Begitu mudah bagi smartphone biasa untuk membuat warna foto subjek menjadi saru saat disandingkan dengan subjek lain dengan warna yang sama. Namun, Huawei Mate 50 Pro menampilkan hasil foto yang istimewa.

Masing-masing daun tampil secara individu alih-alih melebur saut sama lain. Ini berkat kemampuan kamera untuk menangkap detail secara tinggi serta menampilkan reproduksi warna yang begitu luas.

huawei mate 50 pro low light sample_

Jika Anda sering mengikuti perjalanan produk Huawei selama bertahun-tahun, tentu sudah mengetahui kehebatan ponsel Huawei yang sanggup membuat foto malam hari terlihat begitu terang. Hal serupa tercermin pada hasil foto Mate 50 Pro di atas.

huawei mate 50 pro indoor comparison_
huawei mate 50 pro low light comparison_

Saat dibandingkan dengan Google Pixel 7 Pro dan iPhone 14 Pro Max, hasil foto dalam ruangan Mate 50 Pro bisa dibilang yang paling bagus. Meski sebenarnya ketiganya tampak identik.

Namun, Anda sungguh dapat melihat rentang dinamis lebih luas, terlihat pada bagian jendela yang masih memperlihatkan warna langit yang biru walau matahari sedang terik.

Pada perbandingan foto malam harinya, hasil foto Huawei Mate 50 Pro tampak sebagai yang paling "hidup" di antara dua pesaingnya. Namun ini kembali lagi ke selera masing-masing, karena sebagian orang akan menganggapnya tampak oversaturasi.

Jika merasa foto menunjukkan warna yang kurang memuaskan, sistem gambar XMAGE di HP ini memungkinkan Anda memilih di antara tiga filter warna, yaitu Vivid, Bright, dan Original.

Huawei Mate 50 Pro juga memiliki dual front camera yang membuatnya tampak seperti iPhone. Walau begitu, besarnya poni di HP ini tidak begitu kentara seperti pada iPhone series.

Di dalam poni, terdapat kamera 13 MP ultrawide (f/2.4) yang dapat memuat lebih banyak subjek dalam satu frame. Kemudian, terdapat sensor ToF 3D untuk mendukung pemindaian wajah yang lebih cepat dan akurat.

4. Durasi Baterai yang Awet

huawei mate 50 pro baterai_

Seperti mayoritas smartphone di tahun 2022, Huawei Mate 50 Pro juga disertai dengan ketahanan baterai yang memadai. Tidak terlalu awet seperti sejumlah ponsel berbaterai besar semisal Tecno Pova 4 Pro atau Tecno Pova Neo 2, namun cukup untuk mentenagai ponsel seharian penuh.

Tersedia baterai berkapasitas 4.700 mAh di HP ini, beserta dukungan pengisian daya cepat (fast charging) 66 W. Selain kapasitas, sejumlah faktor lain juga memengaruhi ketahanan baterai, seperti efisiensi daya layar dan chipset yang digunakan.

Menggunakan panel AMOLED, layar tidak membutuhkan backlight sebagai sumber pencahayaan karena masing-masing pikselnya akan menyala saat dialiri listrik. Selain itu, chipset dibangun atas fabrikasi yang kecil. Hal-hal ini mendukung ponsel agar memiliki durabilitas baterai yang tahan lama.

Layar smartphone mendukung refresh rate variatif yang dapat disesuaikan secara otomatis demi mendukung efisiensi daya yang lebih tinggi.

Pada saat kondisi layar statis, layar akan mengusung mode 60 Hz, dan baru akan berubah ke 120 Hz ketika memang dibutuhkan (saat navigasi antarmuka, buka aplikasi, gim, dan sebagainya). Namun sayangnya, ia tidak menggunakan panel LTPO yang dapat menurunkan refresh rate hingga 1 Hz saat layar statis.

Laman ulasan di GSM Arena menyebutkan bahwa Huawei Mate 50 Pro menghadirkan ketahanan baterai lebih baik dari pesaing dengan spesifikasi serupa, yakni saat mode stand-by.

Endurance rating HP ini berada di angka 104 jam, meningkat dari Mate 40 Pro dengan skor 97 jam. Ponsel ini bahkan mengalahkan sejumlah pesaingnya, yakni Xiaomi 12S Ultra (93 jam) dan vivo X80 Pro (79 jam).

Huawei Mate 50 Pro terbukti mampu bertahan hingga 22 jam 10 menit saat menelepon via jaringan seluler 3G, 15 jam 13 menit saat browsing, dan 17 jam 26 menit pada pemutaran video.

Stuff.tv menuturkan bahwa ponsel dapat bertahan hingga seharian penuh (dari pagi ke waktu tidur), disertai penggunaan perekaman video 4K dan gaming. Mengatakan hal serupa, Phone Arena menuturkan Huawei Mate 50 Pro dapat bertahan hingga satu hari penuh dengan penggunaan berat.

Sementara untuk pengisian dayanya, ponsel ini diketahui dapat diisi hingga 79% dalam waktu 30 menit. Melanjutkan ke 100% akan memakan waktu total selama 41 menit, menurut pantauan GSM Arena.

Huawei Mate 50 Pro juga memiliki fitur darurat bernama Low Battery Emergency Mode yang akan aktif ketika baterai tinggal 1% lagi. Mode ini akan melakukan optimasi pada perangkat agar bisa bertahan selama 12 menit menelepon atau tiga jam siaga.

5. Desain Bodi Keren dengan Material Kulit

huawei mate 50 pro desain_

Huawei Mate 50 Pro hadir dengan tiga varian warna yakni oranye, silver, dan hitam. Di antara ketiganya, oranye lah yang memiliki desain bodi paling keren dan menonjol. Bagaimana tidak? Bodi belakangnya terbuat dari finishing kulit imitasi yang terbebas dari noda sidik jari.

Warna oranye juga diketahui merupakan satu-satunya yang dilapisi dengan pelindung kaca bernama Kunlun yang disinyalir 10x lipat lebih kokoh ketimbang lapisan kaca yang melapisi varian warna lainnya.

Satu hal yang penulis agak kurang suka dari desain bodi HP ini adalah layarnya yang melengkung. Sejumlah ponsel flagship sudah mulai tinggalkan tren desain melengkung ini dan memilih flat edge untuk pengalaman grip yang lebih nyaman.

Namun, tampaknya Huawei masih pertahankan desain melengkung tersebut, tidak berubah dari beberapa smartphone yang mereka rilis sebelumnya (Huawei P50 Pro dan Huawei Mate 40 Pro).

Modul kameranya juga mengikuti bahasa desain yang telah terjalin sejak kemunculan Huawei Mate 30 Pro di pasaran. Berbentuk lingkaran dan ditaruh di tengah, membuat bodi belakang ponsel cukup stand out jika dibandingkan ponsel lain kebanyakan.

Berbeda dengan Mate 40 Pro, kini bentuk yang memberikan kesan "cincin" pada modul kamera ditiadakan dan diganti dengan warna polos yang memenuhi seluruh ruang lingkaran. Di atasnya, berjejer empat lensa dan satu LED Flash yang disusun rapi. Di porsi bawah, bodi belakang menampilkan nama "Huawei".

Kini, beralih ke sisi depan. Karena mengusung desain curved, ponsel ini termasuk salah satu dengan bezel layar paling tipis di dunia. Adapun untuk ketahanan bodinya, Huawei Mate 50 Pro versi oranye disinyalir sanggup bertahan di air hingga kedalaman 6 meter. Sedangkan, varian warna lain hanya suguhkan IP68 biasa (hingga kedalaman 2 meter).

Penulis di laman Stuff.tv menyebutkan bahwa bentuk desain melengkung HP ini membantunya lebih mudah digenggam. Selain itu, kendati ukuran layarnya yang lebar, bodi ponsel masih terbilang nyaman digunakan satu tangan.

Desain bodi memang salah satu aspek smartphone yang paling subjektif. Tapi jika dinilai secara umum, Huawei Mate 50 Pro tampil juara dari sisi ketahanan, ergonomis, serta upayanya dalam sajikan tampilan yang beda.

6. Kualitas Stereo Speaker yang Menggelegar

huawei mate 50 pro stereo_

Huawei pastinya sih tidak mau ketinggalan menghadirkan pengalaman audio maksimal. Seperti para flagship lainnya, Anda bisa menemukan setup speaker ganda di HP ini.

Namun alih-alih hadirkan speaker terdedikasi sebagai yang keduanya, Mate 50 Pro mengusung setup hibrida. Yakni, menjadikan earpiece untuk mengeluarkan suara kanal kedua.

Suara yang dihasilkan sungguh memuaskan, berdasarkan pengujian yang dilakukan GSM Arena. Tingkat kelantangannya sungguh tinggi, sehingga tampaknya dapat menghilangkan kebutuhan akan speaker eksternal saat ingin lakukan aktivitas nonton bareng.

Bass dan trebel dapat terdengar dengan baik. Meski begitu, speaker bawah memiliki range lebih luas serta vokal yang lebih jernih ketimbang earpiece. Ponsel mendapatkan predikat "Sangat Baik" dengan tingkat kelantangan suara di angka -24.8 LUFS.

Stuff.TV juga melayangkan pujian yang serupa pada kualitas speaker-nya. Volume yang dihasilkan benar-benar lantang tanpa membuatnya distorsi. Jadi, Anda bisa nikmati pengalaman menonton film yang nyaman tanpa earphone.

7. Charger Sudah Tersedia dalam Boks Penjualan

huawei mate 50 pro casan_

Untuk pengguna yang tidak ingin habiskan lebih banyak uang untuk beli casan, Huawei punya kabar baik. Ya, meski sejumlah ponsel flagship kompak untuk tidak menyertakan charger di dalam boks penjualan, rupanya Huawei Mate 50 Pro masih menyediakannya.

Boks penjualan HP ini meliputi casing transparan, kepala charger 66 W, dan kabel USB-A ke USB-C dengan arus 6A. Jadi, begitu membeli smartphone, Anda bisa langsung menikmati fitur fast charging tanpa membeli produk tambahan apa pun.

Kekurangan Huawei Mate 50 Pro

Meski Huawei Mate 50 Pro menghadirkan begitu banyak benefit untuk penggunanya, namun smartphone tersebut tidak luput dari kekurangan, yakni sebagai berikut ini.

1. Tanpa 5G

huawei mate 50 pro tanpa 5g_

Bagi sebagian orang, absennya jaringan seluler 5G tentu bukan jadi masalah. Saat artikel ini dirilis, jaringan generasi kelima ini belum terimplementasi secara luas di Tanah Air. Kebanyakan orang masih mengandalkan jaringan LTE sebagai sumber internet utama harian.

Tapi jika Anda mengeluarkan budget lebih dari Rp10 juta untuk sebuah smartphone, bukankah lebih bagus kalau opsi 5G tersedia? Sayangnya, Huawei Mate 50 Pro hanya mentok di 4G saja, sama seperti sejumlah ponsel Huawei terdahulunya.

Ini disebabkan oleh adanya isu perdagangan yang membatasi ruang gerak Huawei dengan perusahaan Amerika Serikat, salah satunya adalah Qualcomm. Alhasil, Huawei tidak diperbolehkan menggunakan teknologi 5G.

Kendati begitu, Huawei Mate 50 Pro masih dibekali dengan serangkaian konektivitas yang unggul, seperti port infrared, Bluetooth 5.2, NFC, serta USB Type-C 3.1 yang mendukung DisplayPort 1.2. Ponsel juga mendukung konektivitas WiFi 6 untuk kecepatan unduhan yang lebih baik.

2. Tanpa Layanan Seluler Google (GMS)

google mobile services huawei nova 7 tanpa

Untuk varian yang dirilis di Cina, Huawei Mate 50 Pro menggunakan sistem operasi HarmonyOS 3.0. Namun untuk versi yang dirilis secara global, perangkat dirilis menggunakan EMUI 13 berbasiskan Android 12.

Karena isu perdagangan yang berlaku, Huawei tidak hanya dibatasi pada penggunaan jaringan LTE melainkan juga tidak menyediakan Layanan Seluler Google (Google Mobile Services). Itu artinya, sejumlah aplikasi besutan Google tidak dapat digunakan sama sekali.

Pengguna pun tidak dapat mengunduh aplikasi dari Google Play Store, melainkan melalui pusat penginstalan aplikasi bernama AppGallery.

Tanpa kehadiran GSM, pengguna akan kesulitan mengakses sejumlah aplikasi bawaan Android, terutama yang membutuhkan layanan lokasi. Oleh karena itu, menggunakan Grab dan Gojek yang sangat bergantung pada akses lokasi akan menjadi kegiatan yang kurang menyenangkan.

3. Performa Gampang Turun saat Beban Berat

huawei mate 50 pro performa menurun_

Snapdragon 8+ Gen 1 merupakan chipset dengan tenaga yang sangat besar. Kendati sanggup menjalankan apa pun yang bisa dilakukan ponsel Android, namun justru tenaganya yang terlalu besar ini justru jadi halangan tersendiri untuk mencapai performa terbaiknya.

Ketika digunakan untuk beban kerja yang berat seperti bermain gim atau rendering video tingkat tinggi, suhu ponsel akan semakin panas dan menurunkan performanya agar tidak terjadi overheating. Fenomena ini dinamakan throttling.

huawei mate 50 pro throttling test cpu_Sumber: GSM Arena

Dikutip dari GSM Arena, hasil tangkapan layar di atas menunjukkan penurunan kinerja Huawei Mate 50 Pro saat menanggung beban berat. Bahkan, performa HP ini menurun hingga 59% dari kapabilitas maksimal.

Sebenarnya angka ini masih tergolong wajar untuk HP dengan Snapdragon 8+ Gen 1. Namun yang menjadi concern adalah "seberapa cepat" performa ini diturunkan. Hanya dibutuhkan waktu 8 menit untuk performa turun ke tingkatan 60%.

Kendati demikian, GSM Arena menyebutkan bahwa throttling sintetis di atas kemungkinan tidak berpengaruh pada penggunaan riil. Pasalnya, sulit untuk penggunaan dunia nyata memberikan beban seberat benchmark sintetis.

Ditambah, Huawei Mate 50 Pro memang bukan ponsel yang murni dikhususkan untuk gaming, sehingga wajar jika ada penurunan kinerja saat bermain gim.

Tapi untuk Anda yang berniat melakukan aktivitas spesifik (bermain gim emulator dengan resolusi x10 berjam-jam non-stop, misalnya), Huawei Mate 50 Pro mungkin bukan opsi terbaik.

Ponsel gaming seperti ASUS ROG Phone 6 series memiliki kipas internal yang efektif, disertai tambahan aksesoris kipas aktif. Pastinya, ia akan cenderung lebih mampu menjaga peak performance lebih lama ketimbang Huawei Mate 50 Pro.

Simpulan

Huawei Mate 50 Pro tersedia di pasaran Cina seharga 6.799 yuan atau setara dengan Rp14,5 juta. Ponsel ini dikemas dengan chipset bertenaga Snapdragon 8+ Gen 1, disertai dengan RAM 8 GB dan memori internal 256 GB atau 512 GB. Anda bisa menambah kapasitas internal dengan media Nano Memory melalui slot SIM bersama.

Smartphone ini akan sangat membantu Anda yang membutuhkan kamera dengan kualitas jempolan. Hampir semua aspek pada fotografinya berjalan dengan baik, seperti kinerjanya pada pemotretan malam hari, menghasilkan efek bokeh berkualitas, hingga pemotretan jarak jauh.

Selain itu, penikmat film juga akan merasakan kualitas layar kelas flagship yang memesona, disertai performa memadai untuk menjalankan berbagai aktivitas berat.

Pada akhirnya, meski HP ini tidak hadirkan 5G dan GMS, siapa pun tidak dapat menyangkal betapa fantastis teknologi kamera yang dibawakannya. Jika Anda mencari raja kamera dari seluruh jajaran flagship di tahun 2022, Huawei Mate 50 Pro adalah jawabannya.

Kategori:
cross
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram