carisinyal web banner retina

Yuk Simak 10 Kelebihan dan Kekurangan Infinix Hot 11 Ini!

Ditulis oleh Ananda Ganesha M - Diperbaharui 19 November 2021

Infinix merupakan perusahaan asal Hong Kong yang mulai menjajakan produk smartphone di tahun 2013. Brand ini sungguh terkenal akan harganya yang murah meriah namun menawarkan spek unggul di beberapa sisi, terutama pada ukuran layar (dan terkadang juga kapasitas baterai).

Anda mungkin sudah mendengar kehebatan Infinix Hot 10s, yang hadir dengan harga Rp1 jutaan dan sanggup menghadirkan layar besar 6,82 inci, chipset Helio G85, serta kapasitas baterai 6.000 mAh. Inilah identitas yang melekat pada brand Infinix, murah tapi tidak murahan.

Kemudian, Infinix Hot 11 pun akhirnya hadir di Indonesia pada kuartal keempat 2021. Turut membawakan segala kebaikan yang relevan dengan target pasarnya, yakni kinerja buas, baterai tahan lama, serta layar menakjubkan.

Siapapun yang tertarik dengan HP ini, kami sarankan untuk baca terlebih dahulu kelebihan dan kekurangannya di bawah ini agar tidak membeli kucing dalam karung. Simak sampai tuntas, ya!

Spesifikasi Infinix Hot 11

Infinix Hot 11
Layar IPS LCD 6.6 inci
Chipset MediaTek Helio G70
RAM 4 GB
Memori Internal 64 GB
Kamera 13 MP (wide) 2 MP (depth)
Baterai Li-Po 5200 mAh
Harga Saat Rilis Rp 1.849.000
Cek Harga Saat Ini Shopee Lazada

Kelebihan Infinix Hot 11

Dengan harganya yang begitu ekonomis, siapapun mungkin akan terkejut dengan beragam kelebihan yang dimiliki Infinix Hot 11. Tidak percaya? Simak saja poin-poin di bawah ini.

1. Layar Lebar dengan Resolusi Full HD+

Layar Infinix Hot 11

"Infinix yang dulu, bukanlah yang sekarang", inilah statement yang menempel di benak kami saat melihat kondisi layar pada Infinix Hot 11. Masih teringat bahwa beberapa generasi sebelum Hot 11, masih begitu banyak ponsel-ponsel besutan Infinix yang menggunakan layar HD Plus. Contohnya saja seperti Infinix Hot 10 yang jadi pendahulunya.

Meski begitu, tentu tidak ada yang bisa komplain mengenai kondisi layar Infinix Hot 10. Mau bagaimanapun, layar HD Plus adalah yang plaing lumrah pada HP Rp1 jutaan. Ini yang menjadi daya tarik Infinix Hot 11 yang sudah menghadirkan layar tajam beresolusikan Full HD Plus alias 1080 x 2408 piksel.

Pada bentang 6,6 inci dengan aspek rasio 20:9, layar Infinix Hot 11 bahkan mengusung tingkat kerapatan piksel yang amat baik yakni 400 ppi. Supaya pengguna bisa menikmati konten video berdurasi panjang tanpa membuat mata lelah, tersedia fitur Eye Protection Screen Proof yang dapat mengurangi intensitas cahaya biru yang membahayakan bagi mata.

Infinix Hot 11 juga, dilansir dari Kimovil, memiliki layar dengan kontras rasio 1500:1 dengan tingkat kecerahan tipikal yang mencapai 500 nit. Di kelas harganya, ini adalah kecerahan yang cukup tinggi agar pengguna bisa lebih memudah membaca tulisan pada layar meski berada di bawah terik matahari.

2. Performa Helio G70 yang Menakjubkan di Harganya

performa chipset helio g70 infinix hot 11

Infinix Hot 11 hadir dengan value for money yang tinggi, terutama jika dilihat dari dapur pacunya yang begitu kencang untuk banyak kebutuhan gaming. Di balik cangkangnya, tersemat sebuah prosesor gaming dari MediaTek berupa Helio G70 yang dibuat pada proses fabrikasi 12 nm.

Helio G70 merupakan SoC entry level yang terdiri atas dua klaster yakni klaster performa dan klaster hemat daya. Sebagai klaster hemat dayanya, ia mengandalkan enam inti ARM Cortex A55 yang berlari pada frekuensi 1.7 GHz. Sedangkan untuk klaster performanya, menggunakan dua inti ARM Cortex A75 dengan clock speed 2.0 GHz.

Ini merupakan pertanda bagus untuk HP Rp1 jutaan tersebut. Sebab, keberadaan ARM Cortex A75 memandakan bahwa Infinix Hot 11 memang sudah siap digunakan untuk bermain game. Tidak lupa, chipset tersebut juga mengandalkan kartu pengolah grafis (GPU) berupa Mali-G52 2EEMC2 yang beroperasi pada frekuensi 820 MHz.

Infinix Hot 11 berjalan pada sistem operasi Android 11 saat rilis, dengan anta1rmuka XOS 7.6 yang hadir dengan fitur DarLink Engine dan Game Zone untuk mengumpulkan seluruh game pada satu wadah navigasi, serta mematikan notifikasi yang dapat mengganggu jalannya permainan.

Tersedia juga fitur DarLink Game Booster yang dapat meningkatkan tingkat sensivitas layar sentuh, mempergunakan algoritma khusus untuk melakukan rendering adegan dengan lebih cepat, serta melakukan penanganan yang lebih baik pada alokasi daya CPU dan GPU.

Kemudian, Infinix Hot 11 juga dibekali RAM 4 GB berjenis LPDDR4x Dual Channel dengan frekuensi 1866 MHz serta memori internal berkapasitas 64 GB pada standar eMMC 5.1.

Dilansir dari YouTube-nya Jagat Review dan YaTekno.com, Infinix Hot 11 terlihat begitu lancar memainkan Mobile Legends pada pengaturan grafis terbaiknya. Sungguh tidak ada lag yang berarti saat bertempur ataupun ketika dikepung musuh, semuanya tetap berada pada frame rate yang stabil.

Menilik pada laman Kimovil.com, Infinix Hot 11 diketahui memiliki skor benchmark AnTuTu v8 sebesar 194ribu. Hal ini semakin diperkuat dengan pernyataan Jagat Review yang mencatatkan skor 189.181 poin pada ponsel Rp1 jutaan tersebut.

Meski angka tersebut sedikit di bawah yang diklaim Kimovil, tetap saja terbilang besar untuk HP entry level. Kini Anda dapat memuaskan hasrat bermain game tanpa membuat kantong jebol.

3. Baterai Berkapasitas 5.200 mAh yang Awet Seharian

Infinix Hot 11 baterai

Jika Anda menggunakan Infinix Hot 11 untuk segala aktivitas Anda, dijamin akan puas karena ponsel ini memiliki ketahanan baterai yang luar biasa. Ia ditopang dengan baterai berkapasitas 5.200 mAh yang disinyalir dapat bertahan hingga 51 hari pada mode siaga, 111 jam pemutaran musik, 14 jam bermain game, serta 55 jam untuk aktivitas telepon.

Pihak perusahaan juga membekali produk ini dengan teknologi Power Marathon yang dapat memberikan ponsel 25% ekstra baterai cadangan. Di saat baterai berada di tingkatan 5%, tinggal aktifkan Ultra Power Mode sehingga Anda bisa melakukan aktivitas panggilan selama 2,1 jam ekstra.

Pada intinya, Infinix sungguh percaya diri menggemborkan ketahanan baterai produk entry level yang satu ini. Apakah klaim tersebut sesuai dengan kenyataannya? Dilansir dari Jagat Review, ponsel ini punya ketahanan baterai hingga 19 jam 33 menit pada aktivitas video playback 1080p.

Sementara untuk pengisian dayanya, sayangnya Infinix hanya menyediakan casan 10 W di boks penjualan. Meski begitu, sebenarnya Infinix Hot 11 dapat dicas menggunakan fast charging 18W.

Masih menurut Jagat Review, Infinix Hot 11 membutuhkan waktu sekitar 3 jam 15 menit jika dicas menggunakan casan bawaan. Sedangkan jika memanfaatkan daya 18W-nya, butuh waktu sekitar 2 jam 25 menit hingga penuh.

4. Hadir dengan Port Pengisian USB Type-C

Bagian bawah Infinix Hot 11, sudah pakai USB-C

Fitur apapun yang bisa membuat penggunaan ponsel jadi lebih nyaman tentu wajib diapresiasi, terlebih di HP yang harganya murah meriah seperti Infinix Hot 11 ini. Sudah tidak ada lagi cerita "salah colok" saat berusaha mengecas atau hendak memidnahkan data ke PC.

Pasalnya, HP ini sudah tidak lagi gunakan port microUSB seperti Infinix Hot 10, melainkan sudah menggunakan USB Type-C 2.0! Infinix sendiri menyebut fitur ini sebagai blind-mating yang artinya, pengguna kini bisa lebih mudah menghubungkan kabel ke port berkat bentuknya yang reversible.

Bukan itu saja, USB-C juga punya tingkat kecepatan transfer data yang lebih cepat dibandingkan microUSB. Satu hal yang pasti, Infinix Hot 11 semakin jauh dari kesan "murah" berkat adanya port pengisian tersebut. Sudah selangkah lebih maju dibandingkan mayoritas HP Rp1 jutaan lainnya yang masih pakai microUSB.

5. Suara Stereo Speaker yang Nendang

infinix hot 11 stereo speaker_

Rasanya seperti bermimpi bisa menemukan HP Rp1 jutaan yang dilengkapi dual stereo speaker. HP lain di harga segini yang juga pakai stereo speaker adalah Redmi 9T. Namun bagaimana dengan HP Rp1 jutaan lainnya? Tentu kebanyakan masih pakai mono speaker.

Diketahui, Infinix Hot 11 ini turut ditenagai dengan teknologi DTS yang dapat meningkatkan kualitas suara musik ataupun film yang sedang dinikmati.

Letak speakernya terbilang standar untuk HP yang menghadirkan stereo speaker, satu grille speaker berada di bawah bodi sedangkan satunya lagi berada di atas bezel kamera depan. yang juga merangkap sebagai earpiece.

6. Dibekali 3-Card Slot, serta Sensor yang Lengkap

infinix hot 11

Kapasitas memori internal yang besar akan mampu memuat lebih banyak file dan aplikasi. Akan tetapi, di zaman sekarang yang semuanya serba pakai aplikasi, rasanya sisa storage berapapun yang kita punya selalu berhasil "disantap" habis oleh aplikasi penting.

Ditambah lagi, memori internal ini tidak hanya menampung aplikasi melainkan file-file seperti film, musik, dan juga foto. Hal ini membuat memori internal semakin cepat penuh. Solusinya adalah dengan menggunakan microSD sebagai memori eksternal untuk menampung file-file tadi.

Untungnya, pada Infinix Hot 11, Anda bisa menyisipkan kartu microSD hingga kapasitas 512 GB pada slot terpisah yang tersedia. Dengan 3-card slot, pengguna bisa menyisipkan dua kartu SIM dan satu kartu memori sekaligus.

Sebagai tambahan, ponsel ini juga turut dihadirkan dengan beragam sensor yang terhitung lengkap untuk ponsel di kelas harga Rp1 jutaan.

Ia dilengkapi dengan Bluetooth 5.0 yang lebih unggul dibandingkan para pesaingnya yang masih pakai Bluetooth 4.2. Selain itu, ia pun dihadirkan dengan sensor pemindai jari di belakang, proksimitas, kompas, dukungan A-GPS, serta FM Radio.

Bagaimana dengan sensor gyro? Well, Infinix Hot 11 sebenarnya dibekali sensor tersebut, hanya saja dalam bentuk software. Salah satu fungsi gyro yang paling sering kita temukan adalah saat bermain PUBG M, untuk menggerak-gerakkan crosshair dengan cara motion control.

Karena gyro-nya dalam bentuk software, pengguna akan merasa input yang delay saat berusaha menggerakkan bidikan pada Infinix Hot 11 ini.

7. Desain Bodi yang Bergaya dengan Opsi Warna Beragam

Infinix Hot 11 dalam berbagai warna

Kita bisa dengan mudah menerka-nerka harga sebuah smartphone yang digunakan. Biasanya hal ini terlihat dari bentukkan modul kameranya. Akan tetapi, sekilas Infinix Hot 11 sungguh tidak memberikan kesan murah sama sekali. Di bagian bodi belakangnya yang terbuat dari plastik polikarbonat turut dihiasi modul kamera vertikal yang ciamik.

Bahkan, meskipun ia hanya menghadirkan Dual Camera saja, Anda akan melihat penampakkan Triple Camera di HP ini. Ya, lensa di tengah hanya mengusung fungsi dekoratif saja. Lalu di sebelah ketiga lensa ini, terdapat Quad LED Flash yang dapat membantu pemotretan saat kondisi minim cahaya.

Dan yang semakin membuatnya terlihat premium, bodi HP memiliki tekstur glossy sehingga agak menampilkan pantulan cahaya saat dilihat dari sudut-sudut yang berbeda. Jika ada yang patut dikomentari dari desainnya, hal itu adalah penampakkan sensor sidik jari di belakang.

Padahal jika sensor ini disimpan di samping, tentu akan membuat bodi belakangnya terlihat lebih bersih dan mulus. Akan tetapi, ini sebenarnya lebih ke masalah selera dan preferensi.

Di sisi lain, pengguna dapat lebih leluasa menunjukkan jati dirinya dengan memilih salah satu dari empat opsi warna yang disediakan, yakni Silver Wave, Purple, Emerald Green, dan Polar Black.

8. Mendukung WiFi 5

WiFI 5 logo

Saat Anda sedang berada di cafe ataupun tempat publik, ada kalanya perangkat yang Anda gunakan tidak dapat terkoneksi ke WiFi. Hal ini bisa jadi karena modem yang digunakan adalah modem 5 GHz, sehingga perangkat yang hanya mendukung 2,4 GHz tidak akan mendeteksi SSID-nya.

Jika menilik pada laman spesifikasi di GSM Arena, Infinix Hot 11 hanya mendukung protokol Wi-Fi 802.11 a/b/g/n. Tidak disebutkan bahwa ia mendukung WiFi ac, inilah yang membuat kami mengira ponsel ini tidak mendukung WiFi 5.

Namun saat diujicobakan oleh JagatReview melalui kanal YouTube-nya, rupanya Infinix Hot 11 tetap masih bisa dihubungkan pada SSID yang berjalan pada pita jaringan 5 GHz. Dilansir dari Centurylink.com, pita jaringan 5 GHz dapat memberikan koneksi internet yang lebih cepat meskipun punya jangkauan yang lebih buruk dibanding 2,4 GHz.

Namun dengan perangkat yang mendukung WiFi 5, Anda sudah tidak perlu lagi mengkhawatirkan masalah kompatibilitas karena perangkat-perangkat tersebut umumnya mendukung Dual Band yang juga bisa terhubung pada 2.4 GHz.

Kekurangan Infinix Hot 11

Mau bagaimanapun, Infinix Hot 11 tetaplah sebuah HP entry level. Ada beberapa hal di HP ini yang bagi kami tidak relevan untuk standar zaman sekarang. Yuk, baca beberapa poin kekurangannya berikut ini!

1. Tidak Terdapat Mode Pro pada Aplikasi Kamera Bawaan

Ilustrasi konfigurasi kamera pada Infinix Hot 11 dengan keterangan apertur f/1.8 pada lensa utama.

Meski Infinix Hot 11 dihadirkan sebagai ponsel entry level, ia tetap dibekali dengan kemampuan kamera yang tergolong baik di kelasnya. Di belakangnya, terdapat konfigurasi Dual Camera yang mencakup lensa utama 13 MP f/1.8 dan satu Lensa AI. Tidak diketahui secara pasti apa fungsi lensa AI tersebut, dan berapa besaran resolusinya.

Di sisi lain, Infinix Hot 11 juga dibekali dengan lensa selfie 8 MP f/2.0 yang disertai Dual LED Flash untuk meningkatkan exposure saat pemotretan selfie malam hari. Dan yang membuat kami kagum, baik lensa belakang maupun lensa depan sama-sama bisa merekam video pada resolusi 1440p.

Kendati demikian, ada dua hal yang membuat pengalaman fotografinya kurang memuaskan, yaitu tidak adanya mode manual pada aplikasi kamera bawaan, serta absennya fitur gyro-EIS agar dapat merekam dengan lebih stabil.

Mode manual atau yang biasa disebut mode Pro ini memungkinkan pengguna untuk mengatur segala pengaturan yang dapat memengaruhi hasil foto, seperti besaran ISO, shutter speed, dan lain-lain. Seperti sedang memotret menggunakan kamera DSLR.

Tanpa mode Pro pada Infinix Hot 11, ponsel ini tidak begitu ideal bagi fotografer profesional yang ingin hasilkan foto unik serta ingin meningkatkan kemampuan fotografi. Untung saja, ini merupakan kondisi software yang mudah-mudahan bisa diperbaiki pada update-update OTA berikutnya.

2. Bobot Terlampau Berat untuk Seukuran HP Entry Level

Bodi Infinix Hot 11 dilihat dari samping.

Sebuah perangkat smartphone semestinya memudahkan keseharian penggunanya. Dengan bobot yang ringan dan tipis, sebuah HP dapat lebih mudah digenggam dengan satu tangan dan dimasukkan ke saku jeans. Sayangnya, hal ini tidak bisa dirasakan pada Infinix Hot 11.

Pasalnya, HP entry level besutan perusahaan Hong Kong tersebut memiliki bobot 201 gram yang terbilang berat. Rata-rata, bobot di atas 200 gram hanya dimiliki oleh ponsel flagship yang memang menyuguhkan beragam fitur inovatif.

Fitur-fitur yang unik terkadang berimbas pada bodi yang membengkak dan bobot berat. Itu mengapa HP 10 jutaan ke atas seringkali dimaklumi jika punya bobot yang terlalu berat.

Simpulan

Infinix Hot 11 sungguh dapat banyak peningkatan dibanding generasi pendahulunya. Siapa yang bisa menyangka bahwa HP Rp1 jutaan tersebut sudah menghadirkan layar Full HD Plus dengan konektor USB Type-C. Meski HP ini bukan yang pertama yang mewujudkannya (sebelumnya sudah ada Redmi 9 dan Redmi 9T), tentu saja tetap layak diapresiasi.

Semakin banyak HP berharga ekonomis yang berdaya saing tinggi, tentu semakin bagus. Artinya, kini lebih banyak orang bisa menikmati teknologi serba canggih yang sebelumnya hanya dimiliki HP-HP mahal. Dan di antara banyak ponsel dengan value for money tinggi, Infinix Hot 11 adalah salah satu yang paling kami rekomendasikan.

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram